Tag: Disiplin

Mengapa Calon Penulis Andal Sebaiknya Menulis Setiap Hari!

Mengapa penulis andal menulis setiap hariSumber gambar: kitamuda.id

Bagi mereka yang menganggap menulis sekadar hobi, saya cenderung merekomendasikan untuk tidak menulis setiap hari. Agar bisa tetap menikmati aktivitas menulis dan bisa konsisten.

Tetapi bagi mereka yang bercita-cita ingin menjadi penulis andal, menyelesaikan novel atau memanen beberapa rupiah dari kegiatan menulis, alangkah baiknya untuk membiasakan diri menulis setiap hari.

Menurut Jeff Goins, menghabiskan 5 jam di hari Sabtu untuk menulis tidak seberharga menghabiskan 30 menit setiap hari dalam seminggu.

Ini tentang kedisiplinan dan seberapa keras usaha Anda untuk benar-benar menciptakan kebiasaan menulis yang berkualitas.

Lanjutkan membaca “Mengapa Calon Penulis Andal Sebaiknya Menulis Setiap Hari!”

Iklan

7 Alasan Mengapa Anda Harus Mencoba Strategi Update Satu Artikel Per Hari dalam Mengelola Blog?

Manfaat menulis satu artikel blog setiap hariSumber gambar: bangsyaiha.com

Saat kita membicarakan mengenai frekuensi update blog, masing-masing bloger memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Tergantung dari strategi dan kemampuan dalam memproduksi konten.

Ada bloger yang mengatakan update blog setiap hari adalah tindakan konyol, tapi ada sebagian lainnya yang justru menerapkan one day one post.

Tentu masing-masing strategi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan Anda bebas memilih bagaimana Anda mengelola blog Anda.

Tapi jika menurut pengalaman saya menerapkan satu artikel per hari untuk blog, yang juga merupakan saran dari bloger profesional, dan saya sudah melakukannya selama 9 bulan lebih, setidaknya saya melihat banyak manfaat positif.

Lanjutkan membaca “7 Alasan Mengapa Anda Harus Mencoba Strategi Update Satu Artikel Per Hari dalam Mengelola Blog?”

Punya Kebiasaan Menunda-Nunda dalam Menulis? Baca Postingan Ini!

Suka menunda-nunda dalam menulis?Sumber gambar: vebma.com

Menulis bisa sangat menyenangkan. Tapi selalu, ada rotan ada duri. Terkadang ada tembok yang menghadang dan harus dirobohkan.

Salah satu hambatan terbesar dan mematikan bagi penulis adalah kebiasaan menunda-nunda.

Kalau tidak ada api, masakan ada asap. Malas, tidak mood, perasaan bosan, atau perfeksionis biasanya merupakan pemicu utama.

Jika tidak hati-hati, Anda bisa terjebak dalam labirin. Tidak produktif dan tendesi meremehkan dengan mengatakan “nanti” atau memberi alasan pembenaran tindakan.

Lanjutkan membaca “Punya Kebiasaan Menunda-Nunda dalam Menulis? Baca Postingan Ini!”

Hari ke-13 : Pukul 6 Sore ke Atas

Apa yang dilakukan penulis Sumber gambar : kaosmurahbandung.com

Penulis butuh untuk terus menulis. Sekalipun telah berhasil menciptakan karya yang bagus, penulis tetap harus berkarya atau ia akan kehilangan insting artistik. Penulis juga butuh rasa lapar agar produktif.  Jadi, sangat wajar jika saya menulis hampir setiap hari.

Semua dimulai sejak pukul 6 sore, tepat ketika saya selesai bekerja. Sebelum mulai menulis, saya membutuhkan 2 benda penunjang : Rokok dan Secankir kopi. Keduanya membuat saya tetap waras ketika mengalami kebuntuan atau writer’s block. Tanpanya…., mungkin yang ada hanya halaman kosong.

Lanjutkan membaca “Hari ke-13 : Pukul 6 Sore ke Atas”

Disiplin Ngeblog dan Kesempatan

Cara disiplin dalam mengelola blog Sumber gambar : avatar-nusantara.com

Menjadi bloger lebih rumit dari apa yang biasa dikatakan orang. Beberapa orang merasa bisa melakukannya dengan mudah dan memimpikan kehidupan yang lebih baik. Sesekali saya juga melihat betapa optimisnya bloger-bloger baru untuk mengais rejeki dari kegiatan tulis-menulis di dunia maya tersebut.

Mereka terlalu bersemangat. Menulis sepanjang waktu, mempelajari bahasa pemrograman web, menerapkan teknik-teknik pemasaran, berinteraksi dengan para influencer, atau membaca tutorial dari expert. Lanjutkan membaca “Disiplin Ngeblog dan Kesempatan”

5 Tips agar Disiplin Menulis

Tips Disiplin Menulis
Sumber gambar : thestickkit.co

Di dunia ada sebagian orang yang terlahir dengan talenta menulis. Apapun yang mereka tuliskan menjadi karya agung. Mendapat apresiasi dari khalayak dan membuat mereka duduk di puncak segitiga sebagai penulis.

Sayangnya saya termasuk penulis tanpa bakat. Satu-Satunya jalan yang terbentang di hadapan saya adalah rangkaian menu latihan. Terus menulis sesering mungkin sehingga tulisan saya menjadi lebih tajam dan dihargai pembaca.

Dan kunci yang paling menentukan masa depan saya sebagai penulis adalah kedisiplinan. Bukan hal lainnya. Jika saya disiplin menulis, maka ada peluang menjadi penulis yang lebih baik. Dan itu alasan paling masuk akal yang mengerakkan saya untuk terus menciptakan karya tulis.

Lanjutkan membaca “5 Tips agar Disiplin Menulis”

Cara Mengatasi Rasa Kesepian

Cara Mengatasi Kesepian

Sumber gambar : Couragerenewal.com

Beberapa tahun lalu saya terdiagnosis skizofrenia (Jika Anda sudah lama mengikuti blog ini, Anda pasti sudah bosan dengan cerita ini). Kemudian orang tua saya berusaha menyembuhkan penyakit tersebut dengan berbagai pengobatan. Saya pun berpindah-pindah tempat pengobatan selama beberapa tahun.

Saya memiliki beberapa teman di tempat rehabilitasi. Tapi tidak terlalu akrab. Para pasien terus berganti sepanjang waktu. Ketika mereka dinyatakan lebih baik dan bisa menjalani rawat jalan, maka mereka akan meninggalkan tempat rehabilitasi. Dan kami pun berpisah begitu saja. Bahkan kami tidak pernah saling bertukar nomor telepon maupun alamat rumah. Begitu seterusnya.

Lanjutkan membaca “Cara Mengatasi Rasa Kesepian”

Disiplin Menulis?

Dewasa ini pekerjaan menulis semakin diminati seiring dengan kebutuhan akan artikel berkualitas. Namun sayangnya, para penulis baru itu hanya sekedar menjadi penggembira saja manakala tidak berbanding lurus dengan penghasilan yang di dapat dan segera menyerah.

Saya merasa maklum saja karena memang demikian adanya. Satu-satunya pembeda antara saya dan penulis pemula yang berhenti menulis terletak pada hasil yang dicapai.

Saya menulis hanya sebagai kepuasan pribadi, bukan sebagai pekerjaan yang ujung-ujungnya menghasilkan uang. Jadi saya kurang bisa menjawab pertanyaan “Bagaimana menghasilkan uang dengan menulis?” Tapi saya bisa menjawab “Bagaimana cara merangkai kata demi kata menjadi sesuatu yang indah?” Jawabannya disiplin.

Anda bisa mulai mendisiplinkan diri dengan 3 hal sederhana dibawah ini:

1. Jadwalkan waktu menulis. Satu jam, dua jam, terserah. Tapi patuhi tiap hari.

2. Rumuskan target di kalender. Supaya Anda bisa melihat jelas pencapaian Anda dari hari ke hari.

3. Bergaullah dengan sesama pengarang . Dengan begitu, Anda akan termotivasi untuk “saling mengalahkan” produktivitas dan prestasi masing-masing.

Lakukan hal diatas setiap hari. Buatlah target-target yang realistis. Anda harus mematuhi aturan yang Anda buat sendiri sehingga tercipta kebiasaan menulis yang baik.

Setelah itu fokuslah untuk membaca karya Anda sendiri. Kenalilah kelebihan dan kekurangan Anda dalam menulis. Perbaiki kekurangannya dan pertahankan kelebihannya. Kemudian jawablah pertanyaan “Apa yang Anda pelajari dari kegiatan menulis yang baru Anda selesaikan?”

Referensi:
warungfiksi.net/to-discipline-for-writing/