Review Buku Buket Pengantin Ketiga Belas by Yvonne Collins & Sandy Rideout

Review buku buket bunga ketiga belasSumber gambar : Tokopedia.com

Setelah membaca Indonesia Dikhianati, saya berpikir akan beristirahat sejenak. Selain karena banyak pekerjaan lain yang lebih penting, mood saya pun sedang tidak terkendali. Dan akhirnya, saya membutuhkan waktu lebih dari 10 hari untuk menyelesaikan sebuah buku kecil.

Buku ini merupakan chicklit pertama yang saya baca. Dan tidak terlalu buruk. Ternyata dunia para gadis sangat menyenangkan. Terutama jika berurusan dengan pria.

Berikut adalah review bukunya :

Judul
: Speechless – Buket Pengantin Ketiga Belas

Penulis
: Yvonne Collins & Sandy Rideout

Penerbit
: PT. Gramedia Utama

Halaman
: 518 Halaman

Jalannya Cerita

Libby sepertinya terkutuk. Setidaknya ia mematahkan mitos bahwa mereka yang mendapatkan buket bunga di acara pengantin akan segera menyusul untuk menikah. Libby sudah mengoleksi 13 buket bunga dan kisah cintanya selalu gagal.

Masalahnya bukan itu saja. Dibanding kisah cintanya, kehidupan Libby di area pekerjaan pun kurang memuaskan. Pada akhirnya Libby meninggalkan pekerjaan lamanya dan berhasil mendapatkan pekerjaan baru sebagai penulis pidato menteri di Ontario.

Tapi Libby sedang terkena sial. Ia tidak disuruh bekerja sesuai keahliannya, melainkan hanya menjadi pesuruh. Ia bertugas membawakan tas menteri, membuat kliping, dan melakukan pekerjaan remeh temeh lainnya, sangat jauh dari kata “penulis pidato” impiannya.

Libby pun harus menerima kenyataan bahwa ruangan yang ia impikan, sebuah ruang dengan dinding kayu oak yang hangat diganti dengan bilik kecil sempit dan harus ada perangkap tikus di bagian bawah meja. Namun pekerjaan harus tetap berlanjut meskipun hubungan Libby dengan atasannya di kementrian sangatlah buruk.

Sementara itu, Libby punya kenalan seorang peramal, Elliot, pemegang peringkat pertama peramal di edisi best of Toronto lives. Dan katanya, setelah sekian lama Elliot mengatakan hal-hal buruk selama bertahun-tahun, akhirnya Elliot mengatakan hal-hal positif mengenai kisah cinta Libby.

Dan orang pertama yang mendekatinya secara ajaib adalah Joe Connoly. Merasa peruntungannya berubah, juga karena ingin membandel dengan melanggar aturan di kantor, Libby menjadi dekat dengan Joe. 

Sayangnya, Joe adalah mantan pastor dan Elliot memperingatkan untuk meninggalkannya.

Dan kejadian terakhir adalah ketika Joe menolak untuk bergabung di parade gay. Meskipun Libby adalah seorang gadis, namun ia ikut parade karena diajak oleh teman Elliot secara kebetulan. Dan Bagaimana pun teman Elliot memaksa, Joe tetap bersikukuh dan memilih terlentang di tengah jalan dan tidak mau ikut. Itu akhir segalanya.

Lalu hadir Tim Kennedy, pria yang bekerja sebagai guru. Libby sangat menyukai tim sejak pertemuan pertama, bahkan sempat berkencan, namun Libby menganggap Tim Kennedy terlalu baik baginya. Dilihat dari kacamata manapun, Tim orang yang hidup teratur dan bukan tipe Libby.

Libby pun memutuskan Tim secara sepihak dengan tidak menjawab telepon Tim.

Lalu ada Richard, pria Inggris yang bekerja sebagai konsultan di kantor Libby. Semua gadis tergila-gila kepada Richard, dan Libby bukan sebuah pengecualian.

Selama berbulan-bulan Libby menahan diri dan berusaha tampil maksimal untuk menarik perhatian Richard, tapi rasa naksir itu perlahan hilang karena melihat perilaku-perilaku Richard yang membuat Libby merasa ia tidak seharusnya melakukan apa yang selama ini ia lakukan untuk Richard.

Sementara pekerjaan Libby semakin cemerlang dan mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari Menteri, Libby menyesali hubungannya dengan Tim. Ketika Libby ingin kembali ke Tim, Tim ternyata sudah mengandeng pacar baru, penulis sebuah majalah.

Dengan nasihat-nasihat dari temannya, Libby untuk pertama kalinya berusaha mendapatkan kembali cinta Tim dan bersikap seperti gadis berusia 34 tahun.

Kekurangan Buket Pengantin Ketiga Belas

Beberapa kekurangan yang saya temui dengan sekali baca antara lain :

  • Awal Membosankan -Sebenarnya di bagian awal sudah dijelaskan bagaimana Libby terkutuk dengan buket-buket pengantin, hanya saja tiba-tiba cerita berubah drastis dari judul dan cenderung bercerita mengenai pekerjaan-pekerjaan Libby. Cukup membosankan.
  • Cerita Melenceng Jauh – Seharusnya buku ini fokus ke cerita-cerita percintaan Libby, tapi sebagian besar isinya adalah tentang Libby dan teman-temannya. Tentang menulis buku dan pekerjaan-pekerjaan menulis pidato yang mengambil porsi besar.
  • Banyak Cerita yang Tidak Penting – Saya bahkan bingung sebenarnya buku ini mau menceritakan apa karena hampir semua aspek diceritakan dengan penuh. Bahkan banyak tulisan yang sebenarnya tidak akan berpengaruh seandainya dihilangkan dari buku.

Setidaknya 3 kesan itulah yang tergambar dari pengalaman pertama membaca buku chicklit. Sepertinya akan lebih banyak lagi buku chicklit yang akan saya review mengingat jumlah ebooknya begitu melimpah di internet.

Kelebihan Buket Pengantin Ketiga Belas

Buku ini merupakan buku pertama yang memiliki dorongan kuat untuk tidak saya teruskan membaca. Tapi hal tersebut saya urungkan karena satu-satunya kelebihan yang menonjol, yaitu penuh humor konyol sekaligus cerdas.

Dibawakan dengan menggunakan kata ganti pertama, buku ini bisa membuat saya tertawa-tawa. Entah mengapa saya begitu menyukai humor-humor di dalamnya. 

Meskipun dari segi cerita tidak menarik, namun tulisan apapun di buku ini selalu ditulis dengan bahasa konyol yang mudah dimengerti.

Sejujurnya saja, jika ada buku sejenis, yang ditulis dengan humor-humor cerdas, walaupun ceritanya kacau, saya pasti merelakan waktu berharga saya untuk menikmatinya.

Nilai

Saya memberi nilai 73 untuk Buket Pengantin Ketiga Belas. Tidak ada yang harus ditambahkan atau dikurangi. Buku ini standar untuk mengisi waktu luang. Tidak cukup buruk, namun juga tidak cukup bagus untuk dibaca untuk kedua atau ketiga kalinya.

5 tanggapan untuk “Review Buku Buket Pengantin Ketiga Belas by Yvonne Collins & Sandy Rideout

  1. Saya juga bukan penggemar chicklit tapi pernah baca yg terjemahan. Yang km baca ini juga terjemahan kan mas. Awal membaca biasanya sy selalu siap untuk dibosankan karena pada dasarnya sy lebih demen sama konflik yg ada di novel fantasi, adventure, dan yg deket genrenya. Tapi tidak betul-betul mengecewakan kok dan kadang bisa mengejutkan karena konflik yg dilihat dr sudut pandang cewek itu rumit dan menarik.

    Suka

    1. Iya ini novel terjemahan. Saya sih suka bahasanya, lucu sekali di buku di atas. Memang awalnya membosankan, tapi untunglah saya masih bisa menikmati sisanya 😀

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.