Punya Kebiasaan Menunda-Nunda dalam Menulis? Baca Postingan Ini!

Suka menunda-nunda dalam menulis?Sumber gambar: vebma.com

Menulis bisa sangat menyenangkan. Tapi selalu, ada rotan ada duri. Terkadang ada tembok yang menghadang dan harus dirobohkan.

Salah satu hambatan terbesar dan mematikan bagi penulis adalah kebiasaan menunda-nunda.

Kalau tidak ada api, masakan ada asap. Malas, tidak mood, perasaan bosan, atau perfeksionis biasanya merupakan pemicu utama.

Jika tidak hati-hati, Anda bisa terjebak dalam labirin. Tidak produktif dan tendesi meremehkan dengan mengatakan “nanti” atau memberi alasan pembenaran tindakan.

Tidak begitu kawan. Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang. Kita harus berjuang melawan penundaan dan tetap menulis.

Karena tanpa menulis, kita bukan lagi penulis. Hanya mantan. Pertahankan gelar itu dengan perjuangan.

Selalu kalah dengan menunda-nunda dan ingin menjadi penulis hebat, di manakah berteras kayu mahang?

Ini Tentang Pilihan

Mari dengar apa yang dikatakan Carol Tice :

“Setiap menit dalam sehari, Anda mengambil keputusan tentang apa yang Anda lakukan, berdasarkan hal-hal paling berharga bagi Anda. Anda tidak menunda-nunda, Anda memutuskan.”

Anda bebas. Penundaan dalam menulis bukan dosa, tapi jelas itu indikasi Anda tidak antusias. Mungkin juga, jauh di lubuk hati terdalam, Anda memang tidak ingin menjadi penulis.

Ambil keputusan. Jadi penulis atau tidak?

Seandainya Anda menginginkannya, kalau menampi jangan tumpah padinya.

Jadilah ksatria. Ambil tanggung jawab di setiap keputusan. Jangan melarikan diri dengan alasan yang Anda buat sendiri dan Anda benarkan sendiri.

Practice Makes Perfect

Saya setuju bahwa menulis karya yang bagus butuh waktu, butuh lebih banyak inspirasi, butuh lebih banyak sentuhan kreativitas, dan bumbu-bumbu penunjang lainnya.

Itu berarti kita tidak dapat memproduksi tulisan yang sama bagusnya setiap hari.Terkadang hanya sampah yang dihasilkan. Sayangnya, itulah kebenarannya.

Tapi itu lebih baik daripada tidak menulis sama sekali. Sekalipun hasil akhirnya selalu berakhir di tempat sampah, Anda mendapatkan pengalamannya.

Skill menulis yang terasah setiap hari, membuat ketajamannya bertambah. Itu yang kita kejar.
Belakang parang lagi, jika diasah niscaya tajam, benar?

Jangan khawatirkan hasilnya. Berhenti menunda dan mulai menulis. Dan mungkin suatu saat Anda akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar bernilai bagi diri sendiri dan orang lain.

Jadikan Menulis Sebagai Rutinitas Harian

Ada satu cara ampuh untuk menghabisi sifat menunda-nunda dalam menulis. Itu adalah menjadikan menulis sebagai menu rutinitas harian seperti makan, tidur, dan mandi. Jadikan menulis sebagai kebiasaan harian.

Menulis adalah bagian hidup Anda. Anda akan kacau jika tidak melakukannya. Menulis bagaikan nafas. Dan Anda harus mulai membangun kebiasaan tersebut untuk menjadi penulis yang lebih baik.

Luangkan waktu sejenak, susun kembali rutinitas harian Anda, Sisipkan kegiatan menulis, dan lakukan dengan sungguh-sungguh.

Dua artikel yang bisa membantu mewujudkannya :

Tentang Hasilnya

Tidak ada yang tahu masa depan. Manusia punya asa, Tuhan punya kuasa. Tugas kita hanya berusaha memberikan yang terbaik.

Tapi ada satu hal yang pasti Anda dapatkan jika telah bersungguh-sungguh dan menghayati satu paragraf di atas. Itu adalah rasa puas.

Entah bagaimana, saya sering merasa puas dengan karya-karya yang saya hasilkan. Dan rasa puas itu mendorong saya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Itu motivasi terbesar dalam hidup saya: Melewati pencapaian sebelumnya.

Tidak ada lagi penundaan. Tidak ada lagi kekecewaan. Hanya menjadi robot menulis bahagia yang produktif. Itulah rahasianya.

Apakah Anda sering menunda-nunda dalam menulis? Mengapa? Bagikan di kotak komentar.

25 tanggapan untuk “Punya Kebiasaan Menunda-Nunda dalam Menulis? Baca Postingan Ini!

  1. Saya termasuk yg suka menunda menerbitkan karya, dan juga menunda untk menulis. Alasan terbesar adalah karena kurang informasi, tulisan saya masih banyak kurangnya (batin saya) dan masih banyak lagi pikiran-pikiran lainnya.

    Terima kasih banyak atas sarannya, Mas. Sangat bermanfaat !

    Suka

  2. karena rutinitas di tempat kerja jadi kurang fokus untuk menulis,jika sesekali ide itu muncul tinggal tulis di hp biarpun masih berantakan,setelah sampai rumah tinggal edit saja supaya enak dibaca

    Suka

  3. Satu lagi masbro, mau nulis sebaiknya matikan paket internet, tv, dan segala pengalih perhatian fokus kita. satu artikel per satu atau dua hari sangat bagus. Minimal ada target tulisan sih hehhe. Semangat!

    Suka

Komentar ditutup.