ODOP Oktober 2017: Sempurna

ODOP Oktober 2017 SempurnaSumber gambar: Ainahana.com

Oktober berlalu. Melelahkan. Itu berarti 9 bulan telah kulalui dengan menerapkan ODOP (one day one post). 3 Bulan lagi dan aku akan kembali ke rutinitas memosting setiap dua atau tiga hari sekali. Yosh….

Bulan Oktober ODOP sempurna. Tidak bolos. Artinya, sampai detik ini, aku masih bolos 5 kali saja. Itu cukup mengagumkan.

Tapi aku ingin mempermudah diriku. Rencananya, aku akan bolos sebanyak 12 kali. Hal tersebut merupakan buah pemikiran dari satu hari libur setiap 30 hari. Berarti jatahku masih 7 kali libur untuk 3 bulan ke depan.

Kalau hitung-hitungan kasar, aku bisa bolos 2 kali setiap bulan di sisa tantangan ini. Itu pasti akan menyenangkan.

Meski begitu, aku ingin berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Lebih baik tidak menggunakan jatah libur jika tidak terpaksa agar ketika aku benar-benar sibuk dan tidak sempat menulis, jumlah bolosku tidak melebihi kuota yang telah kutetapkan.

Jangan Difikirkan Air Pasang Saja.

Sebenarnya sejak awal Oktober aku sudah merasa bulan ini akan gampang terlewati. Dan memang demikian.

Karena aku masih punya puluhan ide siap eksekusi. Itu membuatku rileks menyelesaikan tantangan bulan ini seandainya otakku tidak mau bekerja sama.

Tapi syukurlah, bukannya tabungan ide berkurang, justru di bulan ini aku semakin banyak mengoleksi ide-ide yang siap dieksekusi. Entah mengapa otakku kok bisa begitu encer dan menghasilkan ide secara terus menerus sepanjang waktu. Walaupun jumlahnya sekarang cuma sekitar 50-an ide.

Meski demikian, tidak baik menggantungkan diri pada nasib. Aku harus terus disiplin agar semua target tercapai. Tidak jadi soal berapa banyak ide yang kumiliki, yang jelas, aku mesti tetap menjaga performaku. Tapi jika memungkinkan, aku ingin tetap menjaga tabunganku tetap gemuk untuk jaga-jaga jika kondisi benar-benar darurat seperti terlalu lelah bekerja atau ingin bersantai tanpa mengambil libur.

Bisa saja kan aku jatuh diimpit tangga. Mungkin harus bekerja hingga 10 atau 12 jam dan tidak punya banyak waktu menulis. Dan jika disertai kelelahan yang teramat sangat, maka tabungan idekulah yang akan menyelamatkanku.

Kesulitan dengan Peribahasa

Rencananya, aku ingin rutin memasukkan peribahasa ke dalam setiap karyaku. Awalnya sih mudah dan lancar, tapi akhir-akhir ini, entah kenapa motivasi belajarku menurun.

Soalnya ada 3000 lebih peribahasa sih. Hampir setiap malam aku memilah-milah peribahasa, yang menurutku bisa digunakan, kemudian menulis ulang peribahasa beserta artinya pada catatan khusus. Baru setelah itu, setiap ingin menulis, proses kreatif dimulai dengan melihat catatan khusus tersebut dan memikirkan cara memasukkannya dalam tulisan.

Prosesnya semakin hari semakin membuatku stres. Aku yang awalnya optimis, kini mulai sedikit frustasi dengan perkembangan situasi.

Sebenarnya bisa saja aku hanya menggunakan peribahasa yang sama berulang-ulang, hanya saja itu tidak akan membuatku merasa puas.

Alang-Alang berdawat biarlah hitam. Jadi, aku sedikit memaksakan diri berkaitan dengan peribahasa-peribahasa.

Inginnya sih bisa hafal di luar kepala. Tapi itu sebuah keniscayaan. Mungkin bijaknya tetap menggunakan cara yang kugunakan. Lagipula aku termasuk orang yang punya ingatan lemah, jadi situasi ini menuntutku untuk terus menggunakan catatanku jika ingin bermain peribahasa.

Bagian baiknya, aku ingat samar-samar semua peribahasa yang pernah kutulis. Jadi, itu memudahkanku untuk mendapatkan peribahasa yang cocok untuk setiap topik.

“Ambisi adalah jalan menuju sukses. Ketekunan adalah kendaraan Anda mencapainya.” Bill Bradley

Sepertinya Bulan-Bulan ke Depan akan Mudah

Aku bukan tipe optimis. Tapi karena hujan pertama sudah turun, itu pertanda musim hujan akan segera tiba. Paling sebentar lagi hujan akan menjadi bagian dari rutinitas harian.

Kalau sudah begitu, jika hujan turun, otomatis tidak akan ada pembeli di lapakku. Jadi, aku bisa mengambil kesempatan tersebut untuk fokus menelurkan tulisan-tulisan baru.

Walau terdengar sedih, karena jika hujan, selalu mengakibatkan penurunan penjualan, di sisi lain aku malah excited menjadi lebih produktif di musim hujan.

Mungkin saja hujan bisa menginspirasi dan memberi warna baru untuk tulisanku. Mari mencobanya dan tetap berpikir positif.

Semangat Sedikit Menurun Karena Bloger Lain Mulai Tidak Aktif

Selama Oktober ini, rasanya bloger-bloger lain mulai jarang update. Itu sedikit mengguncang semangatku. Walau pun begitu, aku harus terus melangkah ke depan.

Tiap tahun hal ini terjadi padaku. Ketika bloger-bloger di lingkaranku mulai jarang posting, pasti tak berapa lama kemudian blog mereka akan terbengkalai. Selalu seperti itu. Aku bahkan seperti hafal skenarionya.

Untungnya setiap tahun pun selalu muncul bloger-bloger baru. Jadi, aku tidak merasa sendirian ketika menjalani aktivitas ngeblog.

Skenarionya sepertinya hanya seperti itu. Setelah menjalin hubungan dengan bloger-bloger baru, dalam waktu tak kurang dari 24 bulan, mereka pasti sudah K.O. Maka, harus rajin blogwalking supaya bisa berkenalan dengan bloger-bloger baru untuk bisa bertahan hidup di kerasnya blogosphere.

Tidak ada cara lain lagi. Itu jika aku berniat ngeblog selama 7 atau 10 tahun mendatang. Bukannya menjadi korban.

Yosh…. mari lakukan yang terbaik.

25 tanggapan untuk “ODOP Oktober 2017: Sempurna

  1. kalau aku 1 minggu 1 post saja kadang susah banget. Semangat ngeblog kadang memang dipengaruhi teman blogger lain, kadang merindukan mereka yang ketika saya semangat malah menghilang

    Suka

  2. Perfect mas. Targetnya tercapai. 3 bln lg gampang, ya kan?

    Urusan pribhsa sih menurut saya, satu aja cukup dlm tiap postingan klau itu emang hrus dimsukkan.

    Mampu konsisten menulis sprti Anda is really something for me

    Suka

    1. He he he…. di bilang gampang sih ya gampang, tinggal memanaje waktu saja. Kebetulan saja bentar lagi dah masuk musim hujan, jadi punya banyak waktu untuk menulis.

      Iya klo peribahasa memang minimal satu saja. Tapi kadang-kadang ingat sendiri pas nulis jadi sekalian saya masukkan dan tiba-tiba saja lebih dari satu peribahasa. πŸ˜€

      Suka

  3. Ih Mas Shiq keren.
    Saya jadi ingat pertama-tama komen di blog Mas Shiq dulu, kita pernah bahas pola2 bloger akan mati suri hidup lagi, patah tumbuh hilang berganti.
    Benar ternyata, kadang menghilangnya mereka suka bikin kangen. Atau mungkin seperti yg Mas Shiq blg, mempengaruhi semangat ngeblog.

    Btw semangat untuk 3 bln kedepan Mas Shiq. πŸ™Œ

    Suka

    1. Iya… tiga tahun terakhir ngeblog siklusnya ya gitu. Beberapa bloger tumbang, kemudian bertemu bloger baru. Bahkan sempat merasa kehilangan dulu, tapi sekarang dah biasa sebagai bagian dari petualangan ngeblog.

      Ya semangatnya kan kalao banyak yg baca dan komen. Soalnya ya itu sumber semangatnya bloger amatir seperti kita πŸ˜€

      Suka

  4. wah waw wauw woauw waow wowowoauwww, eh, bener2 luar biasa semangatnya, pengen jg punya semangat yg sama kayak sampeyan, btw *kirim sejuta semangat dipagi ini bwt para blogger indonesia, *semangat *semangat, (*kirim balik semangatnya bwt sy jg ya #ngarep heee.. ) ☺

    Suka

    1. Ini cuma kebiasaan aja kok. Awalnya, di 3 bulan pertama saja pinginnya nyerah dan susah, cuma lama-lama mulai terbiasa. Jadi tiap hari meluangkan waktu satu atau dua jam buat nulis. Nggak mikirin kualitasnya sih, soalnya pas malas kualitas tulisan juga turun drastis ha ha ha….. πŸ˜€

      Suka

Komentar ditutup.