Jangan malu punya anak penderita skizofrenia.

Kita hidup tidak bisa memilih,kita hidup yang bagaimana dan dengan keluarga yang seperti apa,?

Andaikan bisa memilih pasti semua akan memilih, orang tua yang kaya, yang hidup mewah, Begitupun sebaliknya ingin anak yang sholeh sholikha, yang cantik, ganteng, cerdas, berpangkat, tidak sakit, pokoknya yang sempurna .

Tapi kita sebagai manusia hanya bisa berencana tapi tuhan yang menentukan,Seperti halnya saya dengan sekuat tenaga dan fikiran saya ingin menjadikan anak saya sebagai seorang “sarjana” waktu demi waktu berjalan normal, sampai pada waktunya ke titik “0” pada saat itu menginjak semester 7, Dialah shiq4 anakku yang pertama,

Awalnya dia tidak mau bercerita kepada ibu kalau dia tidak lulus di semester 7, Dia hanya ingin berpindah saja ke universitas lainnya, Tentu saja ibu keberatan waktu itu mengingat biaya yang pas pasan.

“Buk saya mau pindah saja” “pindah kemana nak ‘?tanyaku ” “ke universitas lain buk” “kalo ngomong yang enak di dengar!” “Bener buk ” “kamu pikir gampang cari uang bla..bla..”

Andaikan saja saat itu dia bercerita apa yang di alami. mungkin ibuk akan memberi nasehat dan wawasan,sejak saad itu dia sering pulang malam kerumah dia bilang kehabisan uang,ibu percaya saja bahkan saya kasih lebih pikir saya biar belajar dengan tenang, ibuk pun berpesan belajar yg rajin biar cepet selesai kuliahnya. Mungkin itu juga yang membuat dia tertekan, siapa tau kalo dia tidak lolos semester 7,mengingat selama ini hasil studinya selalu bagus. Ibu fikir hanya ikut ikutan temannya anak orang kaya pindah sana sini oke aja, Tak taunya shiq4 tidak lolos,itupun ibu cari tau ke tempat kontrakanya, dia mulai menangis dan juga bicara yang aneh aneh,Tak kalah kagetnya dengan saya, Bagai di sambar petir di siang bolong, badanku lemas bagai tak bertulang, hhanncur perasaanku campur tidak karuan ingin menangis, ingin marah,Tapi tak bisa, melihat keadaan shiq4 waktu itu, Ku peluk dia sambil menenangkan fikirannya yg mulai tak karuan,ku ajak pulang dia tidak mau saya tenangkan dia sambil kasih pengertian hampir dua jam akhirnya dia mau pulang dengan syarat, Dan apa syaratnya,,? Ibu harus mengikuti shiq4 berjalan waktu itu, ibu mengiyakan saja asalkan dia mau pulang, Hampir dua jam kita berdua puter puter dari blimbing kota malang sampai kita tak tau lagi arah, (bersambung) Ma,af tulisannya semrawut amburadul.

Iklan

18 tanggapan untuk “

  1. Buk, saya juga ada teman yg seperti itu. Tp mungkin tdk terlalu parah. Dia orangnya out of the box, saya pikir dia cerdas dan kreatif ketimbang teman2 yg lain. Tp karena suka ngomong sendiri dan bicaranya tdk seperti kebanyakan org dia dibilang aneh oleh teman2nya. Meskipun begitu saya tetap berteman sampai sekarang dengannya. Barangkali Ibuk punya waktu longgar, saya sangat menantikan kelanjutan ceritanya dr Ibuk. Terima kasih 🙂

    Suka

  2. MasyaAllah… Saya menjadi rindu dengan bang Shiq4 yang selalu mengunjungi blog Saya..
    Semoga bliau mendapatkan tempat yang tinggi di sisi Allah dan tenang dialam sana..

    Saya fikir blog ini akan berhenti untuk publish artikel, ternyata Sang ibunda mengambil alih. 🙂
    Senangnya bisa kembali membaca tulisan yang diterbitkan blog ini… Semoga Allah menganugrahi kesehatan dan rezki yang berlimpah kepada Ibu dan keluarga… Aamiin

    Disukai oleh 3 orang

  3. Yeay… akhirnya bundanya shiq4 muncul..dg kolom komentar tlah diizinkan.

    Mmbca crta bunda, meski dg tulisan sngat sederhana, tp sy lihat ada ktulusan di sana.
    Mmbca cerita bunda, sy pun kini terkenang lagi dg Mas shiq4 yg telah tiada.

    Sy justru salut loh bunda dg perjuangan mas shiq4. Bagi sy luar biasa. Membaca tulisan2nya di blog ini, baik ttg penyakit skizofrenianya maupun tulisan lainnya yg memukau, mmbuat sy sllu berdecak kagum. Dia org cerdas.

    Tak ap, biarlah Shiq4 kini tenang di sana. Kita yg ditinggal ttp hrs mnjlni kerasnya khidupan ini.

    Oya, coba blog ini, jngn ampe putus bunda. Mungkin bunda atau ada saudaranya yg lain yg bisa ngelanjutin nulis lagi. Nyantai aj..

    Disukai oleh 2 orang

  4. Alhamdulillah….pak..insyaAllah saya juga akan belajar dari ilmu anak saya biar bisa nulis yang benar, mohon bimbingannya, itu dia saya juga khawatir gimana misalnya kalo hpnya rusak atau hilang anak anak saya suruh masukin hp lainnya katanya ndak bisa ada paswordnya katanya

    Disukai oleh 1 orang

  5. Saya salut sama ibu, mampu bercerita tentang mas shiq4 setelah kepergiannya.
    Terimakasih bu, kami akan menunggu kelanjutannya .
    Memang selama ini mas shiq4 bbrp kali menulis ttg penyakit schizofrenia yg dideritanya. Tp seingat sy blm pernah mencetitakan asal mulanya bagaimana. Dengan ibu menceritakan tentu informasinya akan smkn lengkap dan akan sangat membantu keluarga lain yg mungkin anaknya atau keluarganya mengalami hal yg sama. Skl lg trmksh bu

    Disukai oleh 1 orang

  6. Masya Allah… saya memang tidak kenal mas shiq4, kenalnyapun via blog ini berkat saling berkunjung (blogwalking). jujur kaget ketika tahu bahwa beliau sudah mendahului kita. Tulisan mas shiq4 seperti mengalir, membawa saya hanyut dalam untaian diksi yang dipilihnya, intinya benar-benar nyaman.

    Ibunda mas shiq4, saya salut dengan sampeyan sudah mau melanjutkan blog ini. Tidak usah hiraukan tulisan ibu bagus atau tidak, kata teman saya “pokok e nulis gan”. Ditunggu cerita selanjutnya, bu

    Disukai oleh 1 orang

  7. Ditunggu cerita selanjutnya ya Ibu, rasanya mau bnyk tau tentang perkembangan penyakit beliau (mas shiq4) sebelum akhirnya tiada. Mas shiq4 adalah bloger aktif yang sering memotivasi dan memberikan inspirasi lewat tulisan-tulisannya, semoga lewat tulisan2 tsb, dapat menjadi amal jariyah bagi beliau, aamiin

    Disukai oleh 1 orang

  8. Pantesan tulisan mas Shiq4 ngga update2. Ngga pernah ketemu cm sering ngbrol dari komentar tulisan2. Ya Allaah smoga alm tenang dan husnul khotimah, aamiin…
    Ditunggu ceritanya ya bu… 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.