Tag: masa depan

Tentang Zona Nyaman dan Shiq4

Tentang Zona Nyaman dan Shiq4Sumber gambar : Brilio.net

Berbeda dengan banyak orang yang cenderung memilih keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan berbagai pencapaian, saya malah berusaha menciptakan zona ternyaman dalam hidup dan mempertahankannya.

Karena saya tipe orang yang berhati-hati dengan risiko. Semua pilihan hidup yang saya ambil, mayoritas untuk membuat zona nyaman versi saya sendiri.

Setiap hari saya merenung dan memikirkan hal-hal apa saja yang bisa membuat hidup saya lebih bahagia dan bagaimana saya mewujudkannya tanpa menganggu kenyamanan yang sudah ada.

Lanjutkan membaca “Tentang Zona Nyaman dan Shiq4”

Tidak Punya Hobi? Cara Menemukan Hobi dengan 5 Langkah Mudah

Cara menemukan hobi sesuai passion

Menjalani hidup harus perlu keseimbangan agar mampu tetap bahagia dalam kondisi apapun. Salah satu kegiatan vital yang harus masuk dalam keseharian adalah hobi. Selain bisa melepaskan stres, hobi dapat membantu kita terhubung dengan orang lain sehingga membuka kesempatan menjalin hubungan baik. Siapa tahu hubungan tersebut dapat berlanjut untuk bisnis yang kita kembangkan, benar?

Namun ada sebagian orang yang masih tidak punya hobi. Walaupun mereka ingin memilikinya, tetapi mereka tidak tahu cara menemukan hobi yang pas sesuai passion. Akibatnya, terkadang mereka mengalami sedikit stres ringan dan kewalahan menjalani hari.

Lanjutkan membaca “Tidak Punya Hobi? Cara Menemukan Hobi dengan 5 Langkah Mudah”

Review Buku The Chemical Garden Trilogy : Wither by Lauren Destefano

Review buku the chemical garden trilogy : Wither​Sumber gambar : miss-bibliophile.blogspot.com

Buku ini milik adik saya. Katanya membeli di suatu bazaar seharga Rp 15.000,00. Namun ketika membaca sekilas, ternyata gaya bahasanya bagus. Harganya terlalu murah untuk buku berkualitas.

Lalu saya melihat jumlah halaman, tepat 400 halaman. Lumayan tebal. Lihat juga beberapa komentar di bagian belakang buku :

Lanjutkan membaca “Review Buku The Chemical Garden Trilogy : Wither by Lauren Destefano”

Hari ke-22 : Ketakutan Terbesar dalam Hidup Saya

Kehidupan penderita skizofreniaSumber gambar : intisari-online.com

Saya menderita skizofrenia sejak 2011. Artinya sudah 6 tahun saya berjuang melawan penyakit ini. Setelah membaca beberapa referensi tentang skizofrenia, mayoritas penderitanya harus terus minum obat sepanjang hidupnya. Namun ada juga penderita minoritas yang berhasil pulih seperti sedia kala.

Awalnya saya merasa akan mampu melaluinya. Namun setelah berusaha begitu keras, akhirnya saya merasa menyerah dan terus bersedih. Pilihan yang ada hanya terus mengkonsumsi obat agar bisa beraktivitas seperti orang normal. Dan butuh waktu lama untuk menerima kehidupan semacam itu.

Lanjutkan membaca “Hari ke-22 : Ketakutan Terbesar dalam Hidup Saya”

Hari ke-7 : Surat untuk Anak-Anak di Masa Depan tentang Menulis

anak-kecil-perempuan-cantik

Sebenarnya ayah bukanlah penulis yang baik. Ayah baru rutin menulis ketika sudah berumur di atas 25 tahun. Benar kata orang, umur tidak bisa berbohong, dan itu yang menyebabkan ayah masih menghasilkan tulisan-tulisan buruk. Meskipun sudah banyak membaca tips-tips menulis, sepertinya itu tidak mengubah apapun.

Seandainya saja ada orang yang mengingatkan dan memberi nasihat untuk rajin menulis ketika ayah masih berusia 18 tahunan, mungkin itu akan menjadi nasihat terbaik dalam hidup ayah.

Di masa itu pekerjaan ayah hanya bersenang-senang dan tidak produktif. Bahkan ayah tidak peduli dengan sekolah. Saat itu ayah hanya benar-benar berpikir bahwa sekolah tidak ada gunanya. Ayah hanya menginginkan ijasah kelulusan. Tidak lebih dari itu.

Lanjutkan membaca “Hari ke-7 : Surat untuk Anak-Anak di Masa Depan tentang Menulis”

Anda Takut Masa Depan? Begitu Pula Dengan Saya

Takut Masa Depan? Begini Cara Mengatasinya

Sumber gambar : palingseru.com

Masa depan adalah misteri. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Mungkin kita bisa dengan mudah menikmati kejadian-kejadian yang menyenangkan dan membahagiakan. Tapi apakah kita bisa menerima kejadian-kejadian buruk yang tidak pernah kita inginkan?

Sebagian manusia terlanjur ketakutan dengan masa depan mereka, termasuk saya sendiri. Saya hanya takut rencana yang saya susun tidak berjalan dengan baik atau akan mengalami rasa sakit, kecewa, gagal, dan perasaan tidak enak di hari esok.

<!–more–>

Jika Anda memikirkan masa depan dan merasa takut seperti halnya saya, itu merupakan hal wajar. Karena masa depan memang penuh ketidakpastian. Jadi, mari kita sejenak berpikir dan berdiskusi untuk menemukan cara mengatasi rasa takut masa depan tersebut.

Darimana Datangnya Rasa Takut Terhadap Masa Depan

Dulu saya selalu optimis dengan masa depan. Saya berencana untuk melanjutkan S2 atau menjadi manajer pemasaran setelah lulus kuliah nanti. Tapi rencana tinggal rencana karena saya sakit skizofrenia. Impian saya hancur. Dan saya menjalani hari-hari yang menyedihkan.

Itu adalah pengalaman terburuk dalam sejarah hidup saya. Saya butuh berbulan-bulan untuk menyembuhkan luka akibat kegagalan tersebut. Walaupun sekarang keadaan sudah menjadi lebih baik, tapi saya juga harus mengakui bahwa saya yang sekarang memiliki ketakutan tersendiri terhadap masa depan.

Orang yang pernah gagal dalam bisnis akan takut untuk menjalankan bisnis lainnya (takut gagal). Orang yang pernah patah hati akan takut menjalani hubungan lainnya dan mungkin takut tidak akan pernah menemukan orang yang tepat. Atau orang yang pernah dikhianati akan takut di masa depan dikhianati oleh orang lainnya sehingga ia memutuskan untuk menyendiri. Dan banyak lagi ketakutan lainnya.

Bagaimana jika saya mengalami hal yang menyakitkan lagi? Akankah saya mampu bertahan lagi? Bisakah saya menerima takdir buruk dengan lapang dada? Tidak ada jaminan atas masa depan.

Jadi, Ketakutan akan masa depan (berdasarkan pengalaman pribadi) dipicu oleh pengalaman buruk di masa lalu. Hanya saja sebagian dari kita tidak pernah menyadarinya. Dan jika kita tidak menyadarinya, maka kita pun akan kesulitan untuk lepas dari ketakutan tersebut.

Sebuah Kebenaran

Beberapa hari terakhir saya memikirkan tentang rasa takut yang saya alami tersebut. Saya hanya merasa takut saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai suatu ketika saya mendapatkan jawaban yang membuat saya sedikit tenang.

Saya ingat banyak kenangan yang membahagiakan. Saya pernah tertawa terbahak-bahak dengan teman, saya pernah juara kelas, saya pernah mendapatkan uang ketika khitanan, saya pernah merasa puas membaca sebuah buku tebal dan banyak lagi.

Kemudian saya juga ingat saya pernah sedih dan kecewa. Saya pernah kehilangan sepeda, saya pernah kecewa karena ditolak menjadi OSIS, saya pernah gagal masuk sekolah favorit, dan lain sebagiannya.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan : Tidak ada yang abadi di dunia ini. Keabadian hanya milik Tuhan. Dan itu merupakan ketetapan yang tidak bisa dihindari.

Itu berarti saya mempercayai bahwa penderitaan apapun yang kita alami akan berjalan seimbang dengan kebahagiaan, silih berganti. Saat mengalami rasa sakit, saya percaya semua akan berlalu begitu saja, kemudian berganti dengan kebahagiaan. Dan saat merasa bahagia, saya bisa lebih bersyukur atas kehidupan ini.

Kita hanya perlu memaklumi kebenaran-kebanaran yang pasti terjadi atas kehidupan kita.

Apapun rasa sakit yang Anda alami, jika itu tidak membunuh Anda, maka itu akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik

Masa Depan Adalah Apa yang Kita Lakukan di Masa Sekarang

Jika Anda rajin menabung di hari ini, maka di masa depan Anda akan memiliki uang sebanyak yang Anda sisihkan. Jika Anda rajin belajar, maka di masa depan Anda akan menjadi lebih pandai. Itu hanya penyerdehanaan sesuatu yang rumit seperti kehidupan.

Daripada bingung dan merasa takut akan masa depan, lebih baik mulai sekarang melakukan semua yang terbaik di masa sekarang karena masa depan adalah akumulasi semua yang Anda lakukan di masa sekarang. Tidak lebih dari itu.

“Lalu bagaimana seandainya sudah melakukan semua yang terbaik dan masih mengalami hal-hal buruk?”

Sejujurnya saja, saya juga masih takut kejadian semacam itu terjadi. Tapi saya benar-benar mempercayai sebuah kebenaran yang sudah saya tulis di atas. Ketetapan tersebut berlaku bagi semua manusia. Kita hanya manusia, bukan Tuhan. Tuhan yang berkuasa penuh atas kehidupan kita. Setidaknya kita sudah berusaha sekuat tenaga.

Selanjutnya, biar iman yang menuntun kita untuk berlapang dada menerima takdir Tuhan. Sederhana, bukan?

Anda Punya Hak

Kabar baiknya adalah Tuhan selalu ada untuk semua manusia. Ketika kita merasa sakit atau mengalami hal-hal buruk, kita bisa mengeluh dan berdo’a kepada Tuhan. Itu hak yang diberikan Tuhan kepada semua manusia.

Seburuk apapun manusia, jika mereka mau merendahkan diri dan mengakui semua kelemahan dirinya di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan kuasaNya. Bagaimana? Apakah Anda masih takut dengan masa depan?

Banyak Omong Ah……

Masa depan. Sebuah misteri. Tapi akan kau temui sesuatu yang menyenangkan setiap kali kau memikirkan masa depan. Ada harapan dan impian. itu yang akan membuat saya dan kamu terus berusaha untuk mewujudkannya. Meskipun demikian, setiap orang juga harus menyadari bahwa semua kejadian hanya terjadi jika Tuhan mengijinkan. Itu mengapa kita harus rajin berdo’a dengan penuh keyakinan.

Berbicara tentang masa depan, saya adalah pembuat rencana yang baik. Tapi seperti kebanyakan para pemikir, saya terlalu lemah dalam mengeksekusi rencana. Dan itu membuat saya terlihat seperti pemalas. Kelemahan paling mendasar yang saya miliki. Meskipun begitu, biasanya rencana saya akan berjalan seperti seharusnya. Hanya tertunda karena faktor ketidakmampuan saya menganalisis keadaan diri sendiri.

Orang bilang kalau rencana akan membuat semuanya berjalan lebih mudah. Tapi keadaan yang saya alami sekarang benar-benar membuat saya resah. Sejujurnya saja, saya tidak memiliki rencana yang jelas untuk masa depan saya. Benar-benar memuakan.
Pada postingan kali ini saya hanya ingin curhat dan membicarakan masa depan saya. Mungkin dengan menuliskannya perasaan saya akan lebih tenang. Memang itulah salah satu fungsi blog pribadi. Untuk berbagi pemikiran dengan orang lain. Semoga saja kau tidak bosan membaca tulisan yang terlalu dipaksakan.

Bercerita Tentang Pekerjaan

Saat ini saya bekerja sebagai penjual buah-buahan di pasar. Membantu orang tua mengembangkan bisnis yang sudah mereka bangun selama 15 tahun terakhir. Sebenarnya saya mulai membantu mereka sejak usia saya 14 tahun. Jadi, seharusnya saya tidak kesulitan untuk menjalankan bisnis ini.

Sebelum memutuskan untuk ikut terlibat bisnis keluarga ini, saya sempat bekerja di beberapa tempat. Menjadi sales bank, operator pusat game, hingga photo editor di sebuah studio. Saya menikmati semua pekerjaan itu. Meskipun gajinya kecil, entah mengapa saya merasa nyaman. Mungkin karena saya memiliki ketertarikan dan minat di bidang tersebut.

Saya punya sedikit pengetahuan tentang pemasaran dari bangku kuliah sehingga saya tidak kesulitan ketika bekerja sebagai sales. Begitu pula ketika saya harus bekerja sebagai operator pusat game. Sudah sejak kecil saya menyukai game. Bahkan saya termasuk golongan orang-orang yang pandai bermain game. Jadi, saya tidak pernah terbebani dengan pekerjaan saya. Pikiran konyol saya hanya berkata “Saya dibayar untuk sesuatu yang saya sukai”.

Cerita sedikit berbeda ketika saya harus menjadi photo editor. Saya tidak memiliki basic apapun saat melamar pekerjaan tersebut. Hanya bermodal nekat. Dengan sedikit keberuntungan, akhirnya saya diterima bekerja. Saya dilatih menggunakan photoshop selama beberapa hari. Dan saya mulai menyukai pekerjaan saya. Saya menguasai beberapa trik photoshop. Dan itu membuat saya senang. Akan sedikit berlebihan jika saya mengatakan “Saya menikmati pekerjaan saya”.

Pada akhirnya, orang tua saya menginginkan saya membantu pekerjaan mereka. Mereka sudah tua. Bapak saya sudah berumur 50 tahunan dan sering sakit, pegel linu, batuk, masuk angin, dan sebagiannya. Sakit semacam itu membuatnya tidak mampu bekerja seperti biasanya. Kata ibu saya, dalam beberapa tahun mendatang mereka mungkin pensiun. Menikmati ketenangan di masa tua. Dan sejak beberapa bulan terakhir saya secara rutin menjaga lapak buah kami.

Dalam kaca mata saya, bisnis ini sangat menguntungkan. Memiliki brand yang kuat, banyak pelanggan, dan tempat yang strategis. Tapi dalam beberapa hal, manajemennya tidak terlalu memuaskan. Ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan. Tapi saya terlalu takut untuk mengatakannya. Untuk saat ini, saya membiarkan konsep “mengembangkan lapak buah” berseliliweran di kepala saya.  Mungkin di masa yang akan datang, setelah saya diberi kekuasaan yang lebih jelas, saya ingin mencoba beberapa hal untuk mengembangkan bisnis ini. Untuk saat ini saya hanya perlu belajar menjalankan bisnis ini sebagaimana orang tua saya.

Masalah utamanya adalah saya punya impian untuk menjalankan bisnis toko buku. Entah bagaimana hal tersebut sering mengusik saya. Saya memiliki sedikit kekhawatiran. Seandainya saya beralih dari penjual buah dan mendirikan toko buku, apakah saya bisa menghasilkan uang lebih banyak? Perlu berapa lama untuk membangun brand yang kuat seperti lapak buah saya? Entah mengapa saya jadi takut gagal. Pikiran saya kacau. Mungkin saja hal ini hanya akan menjadi sebatas impian di masa mendatang.

Solusi yang ada di pikiran saya hanya satu. Tetap menjalankan lapak buah saya sebagai pekerjaan utama saya. Kemudian membuat sistem yang baik sehingga toko buku impian saya bisa jadi kenyataan. Kalau pun nanti toko buku saya gagal, saya tidak akan kebingungan. Untuk sementara, rencana saya hanya mengumpulkan uang sebanyak mungkin sebagai modal mendirikan toko buku di kemudian hari. Itu saja. Tapi sejujurnya, membuat konsepnya saja membuat saya ketakutan. Agar rencana ini bisa berhasil, saya harus banyak membaca buku dan merencanakan semuanya dengan detail. Semoga saja 5 tahun atau beberapa tahun mendatang saya bisa mewujudkannya.    

Cinta dan Pernikahan

Saya memiliki trek record yang lumayan baik untuk masalah percintaan. Sejak saya SD sampai kuliah, ada saja gadis yang menyatakan perasaan cintanya terhadap saya. Ini adalah salah satu keganjilan hidup yang membuat saya terlihat aneh di depan teman laki-laki saya. Padahal saya tidak memiliki sesuatu yang special. Tapi berkaitan dengan seni berbicara dan menyenangkan orang lain, saya memiliki beberapa trik curang. Itu mengapa saya tidak suka dengan status pacaran dan pertemanan. saya hanya takut mengecewakan mereka karena mereka menganggap saya orang yang menyenangkan. Saya tidak seperti yang mereka pikirkan. Saya hanyalah orang egois yang akan selalu apa adanya. Itu adalah pilihan hidup saya. Dan jangan pernah berharap saya mengorbankan perasaan saya untuk orang lain. Saya hanya belajar mengatakan perasaan saya. Itu saja. Di masa yang akan datang pun, saya tidak akan berusaha menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Bahkan akhir-akhir ini makin parah saja ha ha ha…..

Di usia saya yang ke 27, sepertinya saya harus mulai serius mencari pasangan. Bukan lagi pacaran. Tapi untuk banyak hal, sebenarnya saya lebih menyukai status sendirian. Rencananya sih sederhana. Saya akan menikah di usia 30 tahunan. Itu jika saya mendapat pencerahan (ha ha ha….. ) karena sampai saat ini saya menganggap bahwa pernikahan adalah salah satu hal merepotkan dalam hidup.

Kalaupun ada alasan kuat untuk menikah, itu karena saya tidak bisa menjalankan lapak buah sendirian. Saya butuh sseseorang untuk membantu. Itu saja. Terlihat aneh dan tidak masuk akal ya? Itulah saya ha ha ha…….  

Beberapa kali saya membayangkan hidup berumah tangga. Tapi tetap saja ada banyak hal yang membuat saya tertawa. Sepertinya aneh saja. Tipe penyendiri seperti saya harus berbagi suka dan duka dengan seorang gadis? Pasti akan banyak kejutan. Meskipun aneh dan merepotkan, saya akan belajar menjadi suami yang baik. Setidaknya saya harus mulai belajar dari sekarang agar tidak mengecewakan diri sendiri dan gadis yang akan saya pilih menjadi pasangan hidup. Masa depan tampak seperti misteri yang menyenangkan untuk dijalani. Itu saja.

Hobi Membaca dan Menulis

Sejauh ini saya hanya punya dua hobi, yakni membaca dan menulis. Kemampuan saya di dua bidang tersebut biasa-biasa saja. Masih seperti rata-rata kebanyakan orang. Tidak ada yang special.

Hobi membaca saya membuat saya memiliki banyak pengetahuan. Itu hal mendasar yang harus dimiliki oleh penulis yang hebat. Saya sudah memutuskan untuk terus membaca dan menulis sepanjang hidup saya jika memungkinkan. Saya hanya merasa nyaman melakukan kedua hal tersebut secara beriringan. Sangat menyenangkan.

Di masa yang akan datang saya ingin menulis novel. Entahlah. Saya tidak tahu dengan apa yang saya rasakan. Seperti benar-benar menginginkannya, tapi saya malas untuk mewujudkannya.

Ini impian saya sejak saya berumur sekitar 19 tahun. Sejak saat itu saya dengan tekun mengembangkan kemampuan menulis saya. Tapi sampai sejauh ini saya merasa kok sia-sia saja ya? Ha ha ha….. pikiran negatif saya lebih berkuasa. Itu membuat saya agak merasa kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha. Saya hanya tahu satu hal, saya suka menulis.

Mungkin hanya itu saja. Maaf ya tulisan saya kali ini kacau dan tidak jelas. Cuma sebagai pelampiasan perasaan yang resah dan khawatir dengan masa depan saya. Dengan menuliskannya, sedikit beban saya akan hilang. Syukur-syukur kalau ada komentar yang bagus untuk saya. Sudah dulu. Saya capek. Dah…….

 

Ditulis dengan wordpress untuk android