Rahasia Produktivitas Menulis di Blog : Menjaga “Rasa Lapar”

Cara rahasia menjadi penulis produktif

Sumber gambar : Neilpatel.com

Tahun 2015 merupakan tahun pertama saya ngeblog. Saat itu saya hanya menulis hal-hal sederhana yang relatif singkat, hanya terdiri dari sekitar 200 kata saja. Saya menghasilkan 100 artikel dalam 6 bulan pertama. Tapi ketika itu rasa lapar saya masih sedikit. Jadi, karya saya masih belum pantas dibanggakan.

Awal tahun 2016, saya mulai menerapkan ilmu SEO yang saya pelajari. Sekitar 3 bulan pertama, saya menulis minimal 2000 kata. Beberapa artikel berhasil menempati halaman pertama Google dan sudah dibaca ribuan orang. Disinilah rasa lapar itu mulai muncul.

Sekitar bulan oktober 2016, target pengunjung tahunan saya sudah tercapai. Bahkan melebihi harapan saya, blog saya bisa mendapatkan pengunjung hingga 180 pengunjung per hari jika ramai. Ketika sepi, paling tidak pengunjung harian masih dikisaran 110 – 130 orang. Dan akhirnya saya punya waktu luang untuk mempelajari teori-teori menulis karena semua target tahunan saya sudah tercapai.

Kemudian saya mulai mengaplikasikan teori menulis tersebut sedikit demi sedikit. Kualitas tulisan saya menjadi lebih baik lagi. Tapi entah mengapa, setiap kali membaca tulisan sendiri dan menemukan kesalahan ketik atau kalimat yang tidak singkron, saya merasa tidak puas. Kemudian ketidakpuasan tersebut membimbing saya untuk menulis lebih banyak lagi. Saya merasa lapar. Dan jika saya tidak menuliskan ide yang menurut saya bagus di kepala, saya merasa tersiksa karena terus memikirkannya sepanjang waktu.

Sejak saat itu saya menyadari bahwa salah satu rahasia untuk produktif menulis di blog adalah rasa lapar menghasilkan karya yang bagus. Dan jika saya ingin produktivitas menulis tetap terjaga, saya harus menjaga rasa lapar tersebut. Bahkan jika perlu membuat rasa lapar itu semakin besar.

Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Rasa Lapar dalam Menulis?

Rasa lapar itu timbul karena kita mengejar sesuatu. Seperti di awal tahun 2016, meskipun rasa lapar itu kecil, tapi mampu membuat saya terus menulis konten-konten sepanjang 2000 kata lebih. Motif utamanya agar blog saya lebih ramai. Dan itu berhasil.

Namun jika Anda menginginkan rasa lapar yang besar, sesuatu yang membuat Anda terus bersemangat untuk menghasilkan tulisan sepanjang tahun, maka itu adalah kepuasan di hati ketika membaca tulisan kita sendiri.

Saya mengakui bahwa saya termasuk orang yang mengagumi karya-karya sendiri. Bahkan tulisan-tulisan jelek sepanjang tahun 2015 pun mampu membuat saya tersenyum. Tapi yang paling membuat rasa lapar menulis itu bertambah besar setiap harinya adalah keinginan untuk menghasilkan tulisan yang lebih bagus dari karya-karya yang sudah tercipta. Itu pemicu rasa lapar saya.

Sekarang baca lagi konten-konten yang sudah Anda terbitkan. Apakah Anda merasa terhipnotis oleh tulisan Anda sendiri? Jika tidak, mengapa demikian? Atau apakah Anda merasa ada sesuatu yang bisa kita perbaiki untuk meningkatkan kualitas konten kita? Saat Anda sudah menjawab pertanyaan tersebut, itu adalah start terbaik untuk mulai merasa lapar.

3 Hal yang Mampu Menjaga Rasa Lapar Tetap Menggelora

Kita mungkin memiliki rasa lapar dalam menulis. Dan mulai produktif. Tapi seperti halnya rasa lainnya, rasa itu bisa lenyap jika kita tidak menjaganya. Berikut adalah 3 hal yang saya lakukan untuk menjaga rasa lapar menulis di dalam diri saya :

1. Membaca Tulisan yang Bagus

Setiap kali saya membaca tulisan dari penulis-penulis terkenal, rasa lapar itu semakin besar. Saya benar-benar kagum dengan penulis kelas atas seperti Jeff Goins, Jon Morrow, atau Neil Patel. Atau penulis yang berkontribusi di problogger.net dan entrepreneur.com. Juga beberapa penulis terkenal di website-website besar lainnya.

Membaca tulisan orang-orang hebat membuat saya termotivasi. Saya bermimpi untuk menghasilkan karya seperti mereka. Dan jalan satu-satunya yang harus dilewati adalah menulis sebanyak mungkin untuk mendapatkan pengalaman dengan mengaplikasikan banyak teori menulis.

Setiap kali malas menyerang, saya memikirkan impian menghasilkan tulisan yang tidak membosankan. Dan itu selalu mampu mengerakkan saya untuk terus menulis dan menjadi lebih lapar.

2. Teratur Menulis

Menulis itu sukar. Tidak semua orang mampu menulis secara teratur. Terkadang mood buruk mampu menghentikan orang untuk menulis. Atau rasa malas yang membuat kita lalai. Atau writer’s block yang membuat kita menyerah. Jika sudah demikian, sangat mustahil menjadi penulis produktif yang merasa lapar.

Apapun kondisinya, kita harus mencari jalan keluarnya dan tetap menulis. Sekarang dunia sudah maju. Sangat mudah menemukan solusi atas permasalahan yang kita hadapi, termasuk hambatan-hambatan menulis yang kita hadapi. Anda hanya perlu menjejahi internet dengan Google dan menemukan jawaban yang paling cocok untuk masalah yang Anda hadapi. Dan Anda akan berakhir dengan produktivitas menulis yang tinggi.

Anda hanya perlu ingat satu hal : “Menulis sesuatu yang jelek dan buruk lebih baik dibanding dengan tidak menulis sama sekali”.

3.Pedulikan Saran dan Kritik

Hal terbaik yang ada dalam sebuah blog adalah adanya sistem berkomentar. Kita bisa dengan mudah mendapatkan feedback dari penikmat karya kita. Terkadang saran yang benar-benar brilian. Terkadang kritik membangun tentang kekurangan tulisan kita. Atau permintaan-permintaan pembaca setia tentang topik yang mereka inginkan.

Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan semua saran dan kritik yang masuk. Kemudian mempertimbangkan mana yang bisa meningkatkan kualitas tulisan Anda.

Dengan demikian, Anda akan merasa lapar untuk memenuhi harapan pembaca. Semacam tantangan yang harus diselesaikan. Anda mungkin bisa lari dan tidak menghiraukan saran dan kritik yang masuk. Tapi Anda tidak bisa seperti itu selamanya. Tanpa pembaca, kita bukan apa-apa. Jadi, mempersembahkan karya sesuai keinginan pembaca adalah sesuatu yang harus Anda lakukan untuk menjaga mereka tetap mengkonsumsi tulisan kita di masa depan. Tidak ada cara lain.

Pembaca adalah raja. Keinginan mereka mutlak selama itu sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh blog kita.

Bagian Akhir

Penulis yang memiliki rasa lapar akan terus menulis. Tapi Anda harus bisa membedakan kapan harus merasa puas dengan pencapaian dan kapan harus merasa lapar.

Terkadang pencapaian yang besar membuat penulis kehilangan rasa lapar. Rasa puas mencapai suatu hal seperti sudah mendapatkan ribuan pembaca setia adalah hal buruk jika itu menjadikan Anda merasa hebat dan tidak mau belajar meningkatkan kualitas tulisan ke level selanjutnya. Ini adalah pembunuh rasa lapar nomor satu.

Di sisi lain, Anda pun jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ada waktunya untuk beristirahat dan merasa puas dengan karya kita. Kemudian hanya menikmati hasil yang sudah kita usahakan sepanjang tahun. Gunakan kebijaksanaan Anda untuk mengetahui bagaimana tetap merasa lapar, namun juga puas dengan pencapaian yang ada.

Apakah Anda pernah merasa lapar sebagai penulis blog? Apakah Anda sudah puas dengan kualitas tulisan yang Anda hasilkan? Saya akan senang membaca pemikiran dan pengalaman Anda di kotak komentar yang telah disediakan.​

Iklan

65 tanggapan untuk “Rahasia Produktivitas Menulis di Blog : Menjaga “Rasa Lapar”

        1. Saya sudah 2 tahun terakhir nulis dengan jadwal setidaknya 1 minggu sekali. Kemudian naik 2 x seminggu. Berjalan lancar. Cuma pas nggak mood tulisan jadi jelek.

          Saya orangnya mudah lelah mas. Gak bisa nulis tulis. Bisa pusing saya he he he……

          Disukai oleh 1 orang

  1. Cinta kdg lapar kdg ga mas.

    Kontennya pun msh semrawut, msh blm puas dg tulisan sndiri, msh bnyak kurangnya.
    Konten brupa tips jrg sekali Cinta tulis, ketahuan bngt tipis pengetahuan ni mas 😁

    Suka

    1. Masih mending kamu cinta dibanding aku ketika baru nulis di tahun 2015. Tulisanku dulu masih berantakan sekali. Ya penting udah suka nulis, itu sudah cukup. Ntar kualitas tulisan bakal bagus sendiri seiring banyaknya pengalaman menulis.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Masih ‘lapar’ mas shiq4, ingin terus meningkatkan kualitas artikel.
    Kalau saya saat baca tulisan lama inginnya dihapus saja dari blog saking jeleknya, tapi saya tidak pernah menghapusnya, hitung2 jadi kenang-kenangan.. Hehehe 😀 … Oo Ya… kalau sekarang berapa rata2 pengunjung blog per harinya mas shiq4?

    Suka

  3. kalau aku baca tulisan yang dulu, rasanya campur aduk.
    aku malah jarang bangga sama tulisan sendiri, blogku ada untuk pembuangan karya karya.
    .
    aku selalu suka tulisan tips dari blogmu ini, bang.
    lanjutkaaaan

    Suka

        1. Sebenarnya nggak ada karya yg jelek. Saya aja dulu nulis jelek masih suka saya baca klo ada waktu luang.

          Nggak usah ngebandingin. Fokus aja buat nulis untuk dinikmati sendiri. Klo diri sendiri sudah bisa menikmati karya sendiri, berarti orang lain pun bisa menikmatinya.

          Disukai oleh 1 orang

  4. Aku laparnya kalau ada keresahan saja, Bang. Kadang pengen nulis tapi gak tahu nulis apa. Kadang terlalu lama mikir jadinya gak jadi apa-apa. Wkwkwk.

    Tulisan ngalir aja gak tahu tertata atau enggak. Kadang kalau baca tulisan sendiri yang lama-lama sering bilang, ‘ini apa sih?’ kemudian tertawa gaje. 😂😂😂

    Suka

  5. waahh!! kerenn… beda banget sama saya. hehe. saya sudah 4 tahun ngeblog tapi sampe sekarang masih tetep gak niat, moody dan berantakan. hehe
    saya sih sebenarnya pernah merasa lapar menulis, tapi semakin saya lapar, saya makin gak bisa nulis apa-apa. hehe.
    kalau puas denga tulisan sendiri, jelas belum puas. hahahaha

    Suka

    1. Wah klo udah 4 tahun ngeblog udah terbukti konsistensinya. Klo saya sih masih lagi seneng2 nya menulis dan komentar. Jadi ya harap dimaklumi klo masih lapar dan kagum dgn tulisan sendiri.

      Suka

      1. waduh… maksudnya blognya aktif sudah 4 tahun. tapi menulis blognya itu gak konsisten. hehehehe.
        dan dari dulu saya lebih suka komentar dan ngrusuh diblog orang drpd nulis di blog sendiri. hehehehehe

        Disukai oleh 1 orang

  6. Kalau lagi lapar banget saya sehari bisa nulis lebih dari tiga artikel… Tapi berhubung beberapa waktu belakangan ini jadwal kuliah nya lahi padet banget jadinya masih belum biisa memenuhi keinginan untuk menulis 😂

    Suka

    1. Bukan 2000 kata per hari, tapi per postingan. Kadang setiap 3 hari atau 4 hari. Sekarang ini udah nggak ngejar seo terlalu berlebihan lagi. Target tahunan udah tercapai. Jadi nyantai nulis suka-suka.

      Disukai oleh 1 orang

  7. karena kalau nulis dalam keadaan kenyang yang ada malah jadi lungo dan gatau mau nulis apa. saya setuju nih, karena lapar akan menghasilkan tulisan-tulisan yang kepuasannya seperti kita dikejar mules. jika dikeluarkan kan jadi enak. hehehe

    Suka

    1. Klo dikritik ya sebaiknya dipikirkan gan. Seandainya bisa untuk menjadi lebih baik ya mesti diterima. Tapi klo dirasa kritiknya salah alamat ya harus sabar.

      Buat nilai kebenaran kritik ya mssti memperhatikan banyaknya kritik sama yg masuk. Semakin banyak berarti semakin valid.

      Disukai oleh 1 orang

  8. shiq4, tulisan tentang ngeblog Anda ini sangat bagus sekali. Anda patut berbangga dengan pencapaian Anda itu. Saya sendiri masih terus belajar. Untuk sampai ke tahap “lapar” seperti yang Anda ulas, memamng agaknya masih belum. Terima kasih ya atas masukannya melalui tulisan ini. Tak bermaksud berlebihan, jujur, saya menikmati tulisan Anda.

    Suka

    1. Tulisan diatas masih memiliki kekurangan mas. Ada kesalahan fatal mas. Lihat bagian ini : ” Berikut adalah 3 hal yang saya lakukan untuk menjaga rasa lapar menulis di dalam diri saya”.

      Seharusnya di poin nomor 2 dan nomor 3 menceritakan pengalaman pribadi saya. Meskipun saya sudah menggunakan kata” kita” yg juga bisa di terjemahkan “saya dan Anda”. Tapi penggunaannya kurang tepat. Terlebih ketika saya menggunakan kata “Anda” untuk mempengaruhi pikiran pembaca. Itu kurang tepat.

      Suka

  9. Saya juga nih rasanya sering banget lapar nulis apalagi kalau udah mulai stres.. kadang posting blog lebih jadi kayak curhat.

    Tapi begitulah blog saya ada, lebih banyak curhat nya dari pada niat nulisnya hahaha
    Eh salam kenal ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s