Kepuasan Pribadi atau Kepuasan Pengunjung Blog?

Kepuasan pribadi atau kepuasan pengunjung

Sumber gambar : moneycrusher.com

Setiap blogger memiliki prinsip ngeblog yang berbeda-beda. Ada blogger yang senang dengan banyaknya jumlah komentar di setiap postingan sehingga kegiatan favoritnya adalah blogwalking. Ada juga blogger yang tidak terlalu peduli dengan banyaknya jumlah komentar dan berfokus kepada banyaknya jumlah pengunjung. Dan ada pula yang suka bermain dengan SEO, ia akan merasa senang jika artikelnya mampu menduduki halaman pertama Google meskipun kata kunci yang ia targetkkan bukanlah kata kunci populer. Dan masih banyak lagi tipe blogger lainnya.

Itu tampak wajar bagi saya. Semua orang punya alasan tersendiri mengapa mereka menyukai kegiatan ngeblog. Dan jika ada kegiatan ngeblog yang paling saya sukai, maka itu adalah saat saya berhasil menulis artikel yang bagus.

Selama dua tahun terakhir ini saya hanya berfokus untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Saya membaca tips-tips menulis gratisan yang beredar di internet, kemudian saya mengaplikasikan sedikit demi sedikit ilmu tersebut. Jujur saja, faktor banyaknya komentar yang masuk dan banyaknya jumlah pengunjung tidak masuk dalam prioritas saya tahun ini. Apalagi faktor-faktor yang dipakai untuk menilai kualitas sebuah blog seperti trust flow, alexa rank, page authority dan domain authority, itu belum saya pelajari sama sekali.

Bukannya saya tidak peduli pada semua hal tersebut, namun saya menunggu waktu yang tepat untuk memperbaiki semuanya. Siapa sih yang tidak ingin punya blog yang banyak komentar, banyak pengunjung, atau memiliki alexa rank yang langsing? Saya ingin sekali. Hanya saja saya tidak mau terlalu bekerja keras untuk mencapai semuanya dalam waktu singkat karena bisa mempengaruhi tingkat kebahagiaan saya dalam menjalani aktivitas ngeblog sehari-hari.

Untuk beberapa waktu, saya hanya suka menulis artikel yang bagus, kemudian membacanya sendiri. Saya akan menilai sebagus apa tulisan saya dengan menggunakan kriteria-kriteria sederhana seperti penggunaan kata-kata baku yang tepat, tidak ada salah ketik, memiliki alur yang jelas, tidak ada kalimat yang tidak nyambung, dan yang terpenting memiliki sifat enak dibaca. Kegiatan menulis dan membaca tersebut cukup membuat saya puas. Saya bahagia dengan keadaan semacam itu. Tapi akhir-akhir ini saya memiliki sedikit kebimbangan karena………

Blog Saya Mulai Berkembang Tanpa Saya Sadari

Saya bukanlah blogger yang cukup  baik dalam mengelola blog. Pengetahuan tentang ngeblog sangat minim, tidak punya banyak pengalaman dalam mengembangkan blog, dan termasuk blogger yang menulis berdasarkan mood (tidak bisa menulis ketika perasaan sedang tidak enak). Jadi, saya juga tidak terlalu muluk-muluk dalam menentukan hasil yang ingin dicapai blog ini.

Cukup 50 pengunjung per hari dan tulisan yang bagus. Keduan hal tersebut adalah target saya sehari-hari. Sangat sederhana. Bandingkan dengan teman-teman blogger di grup-grup facebook, mereka punya banyak pengetahuan tentang ngeblog, punya banyak koneksi, dan beberapa diantaranya telah menghasilkan uang secara rutin. Mereka orang yang punya optimistis tinggi tentang blog mereka.

Target mereka adalah ribuan pengunjung per hari, mendapatkan penghasilan minimal $100 per bulan, atau membangun blog dengan otoritas yang tinggi. Benar-benar target besar yang tidak pernah saya pikirkan.

Bergaul dengan mereka membuat saya ikut terbawa suasana. Sesekali saya mengkhayal memiliki blog berkualitas yang menghasilkan jutaan rupiah per bulan. Tapi bagaimana pun juga saya adalah orang yang realistis, ketika saya mulai berpikir untuk menjadi seperti mereka, saya menulis beberapa syarat yang diperlukan untuk menjadi blogger sukses. Setelah memikirkannya dengan serius, saya tidak memenuhi kualifikasi dan memutuskan untuk ngeblog dengan santai saja. Yang penting saya merasa bahagia ketika menjalani aktivitas ngeblog mengingat banyak blogger yang frustasi dan stres sendiri di dalam grup karena tidak bisa mencapai target-target besar mereka. Jadi, saya sudah memutuskan untuk ngeblog hanya untuk bersenang-senang saja. Tidak lebih dari itu.

Dari pergaulan dengan teman-teman di grup facebook, saya mengetahui banyak hal baru tentang mengelola blog yang baik dan benar. Dari sekian banyak ilmu yang beredar di grup-grup facebook, setelah saya pastikan kebenarannya dengan mencari informasi tambahan dari blog-blog kelas dunia seperti crazy egg, neil patel, dan quick sprout, saya mengaplikasikannya dalam pengelolaan blog ini. Blog ini berkembang tanpa sadari.

Jumlah kunjungan meningkat dari 50 pengunjung per hari menjadi 60,70,80 bahkan pernah 100 per hari. Padahal angka 100 pengunjung per hari baru saya targetkan akan tercapai pada akhir tahun 2016 (lihat laporan dan target tahunan blog ini). Itu kabar yang menggembirakan. Satu-satunya yang harus saya perhatikan adalah tujuan awal ngeblog saya. Saya ngeblog untuk bersenang-senang dan tidak ingin seperti blogger profesional. Jadi, saya tidak pernah berharap terlalu tinggi agar tidak menjadi beban bagi diri sendiri.

”Selama saya bahagia dengan aktivitas ngeblog yang saya jalani, saya akan terus menulis meskipun tidak ada satu pun orang yang membaca tulisan saya”

     

Kepuasan Pribadi atau Kepuasan Pengunjung Blog?

kepuasan pribadi atau kepuasan pengunjung

Sumber gambar : the drum.com

Selama dua tahun terakhir mengelola blog ini, saya selalu menulis untuk diri sendiri. Meskipun saya menggunakan kata “Anda” berulang kali, sebenarnya saya tidak terlalu berharap ada banyak orang yang membaca tulisan tersebut. Yang saya tahu, saya berusaha menulis artikel sebaik-baiknya. Dan yang jelas, saya selalu suka dengan tulisan saya sendiri (narsis). Itu cukup membuat saya senang.

Masa-masa awal ngeblog saya seperti ini : ada sepuluh atau dua puluh pengunjung per hari dan dua atau tiga orang benar-benar meninggalkan komentar. Saat itu saya pun menjadi bersemangat untuk menulis lebih banyak lagi dan penggunaan kata “Anda” sepertinya tidak sia-sia karena benar-benar ada orang lain yang membaca tulisan tersebut.

Dalam menulis pun demikian, saya tidak pernah merencanakan topik apa yang akan saya tulis minggu depan atau memikirkan apa yang akan dipikirkan orang ketika mereka membaca tulisan saya. Saya merasa bebas. Tanpa beban sedikit pun dalam menulis. Saya menulis apa yang saya sukai.

Namun akhir-akhir ini ada sedikit perbedaan. Saya mulai menyadari bahwa tulisan yang banyak menjaring pengunjung adalah tulisan dalam kategori tips ngeblog dan tips menulis. Sedikit banyak saya mulai berpikir “kalau saya menulis lebih banyak tips ngeblog dan tips menulis, pasti blog ini semakin banyak pengunjungnya”.

Saya pun mencoba untuk lebih sering menulis kategori tips ngeblog. Tapi ternyata dalam waktu sekejap saya mulai merasa bosan dan kegiatan ngeblog tidak lagi menyenangkan. Saya merasa terbebani sekali.

Di satu sisi ada potensi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dengan cepat. Jika pengunjung lebih menyukai kategori tips ngeblog, dan saat saya mampu memenuhi keinginan pengunjung, maka mereka akan lebih sering mengunjungi blog ini dan menjadi pembaca setia.

Namun di sisi lain, kepuasan pribadi saya sendiri tidak terpenuhi. Padahal saya lebih suka menulis buku harian tentang kegiatan saya sehari-hari, review film atau review buku. Ketiga kategori tersebut memiliki klik terendah di blog ini. Tapi saya sangat menyukai ketika saya membaca tulisan di tiga kategori tersebut.

Akhirnya pertanyaan utamanya adalah kepuasan pribadi atau kepuasan pengunjung blog ini?

Setelah berpikir masak-masak, saya memutuskan untuk tidak meneruskan berfokus di kategori tips ngeblog atau tips menulis. Biarlah blog ini menjadi sepi pengunjung, asalkan saya tetap bisa menikmati tulisan-tulisan saya. Buat apa saya susah payah menulis informasi yang dibutuhkan oleh orang lain, sedangkan saya tidak dibayar untuk melakukan hal tersebut. Apalagi saya sendiri merasa terbebani. Kalau pun ada tulisan tentang tips ngeblog, itu adalah arsip pribadi ilmu ngeblog terbaru yang sedang saya pelajari sehingga saya tidak pernah kesulitan untuk menuliskannya. Pada akhirnya saya hanya meyakinkan sendiri dengan pernyataan yang jelas: Saya ngeblog untuk bersenang-senang saja dan tidak perlu terlalu serius memikirkannya.

Kesimpulan

Ingatkah Anda ketika pertama kali ngeblog? Itu adalah masa dimana kita menjadi blogger sebebas-bebasnya. Kita cukup senang dengan sedikit komentar, kita cukup senang dengan sedikit pengujung, dan kita juga senang setiap kali berhasil mempublikasikan artikel sekalipun tulisannya terlihat berantakan dan jelek. Sangat banyak kesenangan dan kebahagian.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kita mulai kehilangan diri sendiri dan menjalani aktivitas ngeblog dengan beban tersendiri. Kita tidak lagi merasa senang seperti pertama kali ngeblog. Dan tidak pernah ada yang tahu penyebabnya.

Oleh karena itu, jika tujuan Anda adalah bersenang-senang dengan blog Anda, maka Anda harus memiliki pola pikir sebagaimana ketika Anda pertama kali ngeblog. Tidak mengharapkan apapun. Hanya menulis untuk dinikmati diri sendiri dan dibaca sendiri. Itu saja sudah cukup menyenangkan. Artikel “cara membuat kegiatan ngeblog menjadi menyenangkan seperti dulu” akan banyak membantu Anda jika saat ini Anda sudah jarang tersenyum ketika menjalani aktivitas ngeblog Anda.

Iklan

32 tanggapan untuk “Kepuasan Pribadi atau Kepuasan Pengunjung Blog?

  1. Saya juga mulai mentransformasi blog saya jadi blog gado 2 bukan hanya blog fiksi. Terlalu banyak yang ingin saya bagi yang seringkali tidak bisa difiksikan. Ke depannya beberapa resep juga akan saya pindah dari blog masak saya ke blog saya sekarang. Nulis itu buat hepi, biarkan tulisan kita ketemu pembacanya sendiri

    Suka

  2. Saya rasa bukan masnya aja yg seneng baca tulisan sendiri. Orang yg mampir ke sini juga pasti seneng dgn tulisan mas. Enak. Dan gak sedikit yg bermanfaat.

    Suka

  3. Saya sangat suka tulisan ini karena ditulis dengan hati terus saya juga merasakan hal yang sama banget :hihi. Ya, saya pun sekarang menulis lebih ke kepuasan sendiri. Blogwalking juga tidak untuk mencari komentar atau apalah, tapi pingin tahu saja tulisan terbaru teman-teman. Bisa membaca dan menulis sesuatu di blog sudah membuat saya sangat bersyukur. Banyak di luar sana orang-orang yang lebih tidak beruntung dari saya :)). Tapi bukan berarti tidak ada peningkatan dalam kemampuan menulis ya, itu mah perlu banget, cuma jangan sampai menjadi beban :hehe.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Sip mas gara. Mungkin kebanyakan blogger juga mengalami hal yang sama karena kebanyakan blogger amatir memang tidak punya tujuan lain selaib bersenang-senang. Saya cuma mengingatkan kesenangan saat pertama kali ngeblog agar tidak terlalu memaksakan diri mengejar hasil-hasil yang sulit bagi kebanyakan blogger amatir.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Aku dan suami (karena blog bersama) menulis buat kepuasan pribadi. Apalagi suami, dia mana peduli setelah nulis ada yang komen apa nggak. Nulis ya nulis aja, itu prinsipnya. Tapi sesekali dia suka nyelutuk, wah yg komen ditulisan kamu lebih banyak ya dibandingkan tulisan saya. Itu artinya kamu lebih populer. Padahal aslinya karena terkadang topik yg ditulisnya agak berat, berbahasa Inggris pula 🙂 tapi balik lagi, menulis adalah menulis. Yang penting hati senang. Kalau banyak yang komentar, itu adalah bonus yg menyenangkan dan sangat berterimakasih untuk apresiasi mereka yg dituliskan dikolom komentar.

    Suka

        1. Padahal dengan keterbatasan pemahaman kadang penasaran juga pengen tahu isinya Mbak. Biasanya sih ujung2nya cuma nebak2 atau memahami secara garis besar saja. Meski kadang ada pembelajaran yang bisa diambil, yaitu nemu kosa kata baru…hehe

          Suka

    1. Mau saya juga gitu mas tapi tiap hari sibuk liat statistik. Klo pas rame seneng tapi klo pas sepi jadi sedih. Ngeblog gak kayak dulu lagi. Tapi mulai sekarabg mau ngeblog dengan prinsip seperti dulu lagi yaitu bersenang-senang.

      Suka

  5. Aku sih milih kepuasaan pribadi, sisanya mah bonus aja. Dibaca sukur, dikomen sukur, gak pun yowes hahaha. Anyway… aku pribadi seneng baca tulisan mas yang tergolong bagus dimata aku. Walaupun tulisannya panjang-panjang, tapi bahasa yang digunakan tetep enak.

    Suka

  6. Kalo aku kepuasan pribadi. Aku memang senang menulis. Sayangnya sejak kerja, pulang malam, udah nggak sempat lagi menulis di buku harian. Itu alasan kenapa tahun 2010 saya ngeblog. Untuk menulis apa yang tidak sempat lagi saya tulis di buku. Kalo sekarang sampe ada undangan review, diajak event gratis, anggap saja bonus. Hehehe…

    Suka

  7. Saya menulis karena merasakan kegelisahan. Ada kepuasan yang tidak bisa djelaskan setiap saya menyelesaikan satu tulisan. Apakah itu berupa tulisan pribadi atau tulisan pesanan. Walaupun tulisan pesanan dari sponsor, saya selalu mencoba untuk menulisnya melalui kegelisahan dan pemikiran saya, apabila ternyata itu bisa mengispirasi, itu kepuasan yang lain lagi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s