Arti Kemerdekaan bagi Shiq4

Arti Kemerdekaan Bagi Shiq4

17 Agustus.Hari kemerdekaan. Identik dengan perlombaan dan perayaan di berbagai daerah, bersuka cita karena kita sudah menjadi bangsa yang merdeka.

Sebagian masyarakat juga mengadakan syukuran, mendoakan para pejuang. Juga sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas kemerdekaan yang kita raih 71 tahun yang lalu.

Televisi pun menayangkan film-film tentang perjuangan. Berharap bisa menumbuhkan rasa nasionalisme yang mulai memudar. Beberapa tokoh politik dan pejabat pun bergantian mendefinisikan arti kemerdekaan bagi mereka. Anda bisa menemukan pandangan tokoh-tokoh tersebut di media massa.

Tapi saya tidak terlalu antusias dengan perlombaan. Juga tidak mengikuti syukuran yang diadakan di desa saya. Saya pun tidak menonton film-film lama tentang perjuangan. Jika pihak televisi ingin terlihat serius, sebaiknya mereka merilis film-film baru yang lebih baik. Bukan menayangkan film-film lama. Saya pun tidak begitu memahami definisi “Arti kemerdekaan” yang dikatakan para tokoh.

Bukan karena saya aneh. Tapi lebih karena…..:

Hilangnya Nasionalisme di Hati

Saya ingat dengan jelas betapa saya menyukai kisah-kisah perjuangan. Saya meminjam banyak buku perjuangan ketika saya masih SD. Dan hal tersebut membuat saya memiliki rasa nasionalisme yang lumayan. Saya pun pernah mengikuti olimpiade PPKN. Jadi, saya punya teori yang bagus tentang menjadi warga negara yang baik.

Pernah ada suatu masa dimana setiap kali saya menonton sepak bola timnas, saya selalu merasa bangga. Walaupun Indonesia jarang keluar sebagai juara ketika berkompetisi, entah mengapa saya tetap menyukainya. Begitu pun ketika mendengar atau membaca prestasi-prestasi anak bangsa di luar negeri, saya selalu menyukainya.

Namun semua hal berubah. Begitu pula dengan rasa nasionalisme saya. Perlahan saya menyadari bahwa saya bukanlah saya seperti beberapa tahun yang lalu. Para pemimpin korupsi, narkoba merajalela, dan bahkan hiburan masyarakat seperti sepak bola pun harus kena sanksi FIFA karena sikap kekanak-kanakan orang-orang yang berkepentingan.

Saya merasa kecewa. Sepertinya semua orang tidak punya rencana berkorban demi Indonesia. Mereka hanya mengurusi diri sendiri. Dan saya pun tidak mau peduli dengan bangsa ini. Perlahan tapi pasti, sikap nasionalisme mulai hilang dari hati saya. Jika ada sesuatu yang saya pedulikan, itu pasti adalah diri saya sendiri dulu, baru bangsa ini.

Apa yang Anda Berikan Pada Bangsa Ini?

Pernyataan yang sering dilontarkan orang-orang besar kepada rakyat kecil : “Apa yang sudah Anda berikan untuk Indonesia?”. Biasanya sih setelah berpidato seolah mereka sudah berbuat banyak untuk negeri ini.

Saya bisa dengan cermat menjelaskan bagaimana cara mendapatkan pelanggan atau cara memenangkan persaingan dengan pedagang lain. Tapi jika ditanya tentang pertanyaan diatas, jawaban saya selalu sama, yaitu “Apa yang diinginkan Indonesia dari saya?”

Para pejabat dan politikus bisa dengan mudah mengklaim telah berkorban demi Indonesia. Merekalah yang merancang berbagai kebijakan di negeri ini. Atlet pun demikian. Mereka berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Begitu pun orang-orang berprestasi yang mengikuti lomba fisika atau kimia, mereka bisa berbangga karena bisa membawa Indonesia juara dunia beberapa kali. Sedangkan rakyat biasa seperti saya dan rakyat yang tidak tahu harus berbuat apa untuk Indonesia, bingung dengan pemikirannya sendiri.

Alangkah baiknya jika ada program yang membuat kami bisa sedikit berkorban untuk Indonesia. Sekecil apapun itu. Setidaknya semua orang masih punya sedikit rasa nasionalisme. Sebelum rasa itu benar-benar hilang, beritahukan apa yang harus kami lakukan untuk Indonesia tercinta. Apakah Anda punya jawabannya? Kotak komentar selalu terbuka.

Arti Kemerdekaan bagi Shiq4

Beberapa negara mendapatkan kemerdekaan karena pemberian bangsa lain. Sedangkan bangsa kita mendapatkan dengan banyak pengorbanan. Sudah sepatutnya kita berbangga dengan sejarah yang kita miliki.

Lalu apa arti kemerdekaan bagi Shiq4?

Secara sederhana kemerdekaan berarti memperjuangkan mimpi-mimpi para pejuang kita. Menjadi bangsa yang disegani bangsa lain, mandiri, dan makmur. Bukan mengisinya dengan bersenang-senang saja dan melupakan perjuangan untuk merdeka.

Tapi sepertinya masyarakat kita terlalu berbangga dengan sejarah. Kita seolah tidak berkembang. Bahkan kalah dengan bangsa lain yang mendapatkan kemerdekaan tanpa perjuangan. Pernah telepon presiden kita disadap oleh negara lain dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ada juga kebudayaan yang diklaim oleh negara lain, kita pun tidak bisa apa-apa. Kita “terlihat” takut dengan bangsa lain.

Lihatlah ke sekeliling, berapa banyak produk-produk luar negeri yang kita konsumsi? Secara ekonomi kita masih terjajah. Dan sepertinya itu tidak akan berubah dalam jangka waktu yang lama jika kita tidak berbenah.

Sepertinya masih terlalu cepat bagi kita untuk berpuas diri dengan berbagai pesta perayaan kemerdekaan. Ingatlah satu hal, kita belum sepenuhnya merdeka. Masih terlalu banyak hal yang harus diperjuangkan agar kita menjadi bangsa yang besar. Jangan terlalu menuntut orang lain untuk melakukannya, segera mulailah dari diri sendiri.

Belajar Mencintai Indonesia Lagi

Seperti yang saya katakan diatas, rasa nasionalisme saya perlahan menghilang. Saya terlalu sibuk mencari uang dan bersenang-senang sehingga rasa itu hilang dari dada. Saya merasa malu ketika membaca “Mawar Jepang”, pengorbanan rakyat jepang untuk negaranya membuat saya terharu. Seandainya saya orang jepang, pasti saya merasa bangga menjadi bangsa jepang.

Tapi saya bukan orang jepang. Saya lahir dan dibesarkan di indonesia. Bangsa yang dikenal ramah oleh penduduk dunia. Meskipun dalam hati saya sendiri masih bingung dengan pertanyaan “Apa yang diinginkan Indonesia dari saya?”, tapi saya benar-benar memikirkannya beberapa hari setelah perayaan kemerdekaan tahun ini.

Saya ingin mencintai Indonesia lagi seperti saat saya masih kecil. Saya ingin merasa bangga lagi dengan Indonesia, baik itu kelebihan dan kekurangannya. Mungkin membaca buku-buku tentang Indonesia bisa membangkitkan rasa nasionalisme lagi. Mungkin terus mengawasi kasus-kasus korupsi mampu menghilangkan kekecewaan yang dulu pernah singgah. Dan mungkin saja, semua orang sedang memperjuangkan Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih baik dengan caranya masing-masing.

Hari ini saya hanya ingin mengatakan bahwa saya ingin mencintai Indonesia tanpa syarat apapun. Saya juga ingin mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Walaupun tidak ada tindakan nyata dari saya yang bisa saya sombongkan, tapi saya benar-benar ingin berkorban untuk Indonesia. Kemudian para pejuang akan tersenyum bahagia karena Indonesia menjadi negara maju seperti yang mereka inginkan 71 tahun yang lalu.

Kalau teman-teman, apa yang sudah Anda berikan untuk Indonesia? Mungkin tindakan kecil Anda untuk Indonesia bisa menginspirasi pembaca setia blog ini. Jadi, jangan ragu untuk berbagi di kotak komentar

Sumber gambar : penaaksi.com

Iklan

26 tanggapan untuk “Arti Kemerdekaan bagi Shiq4

  1. Saya sepemikiran dengan penulis, merasa melunturnya nasionalisme, tentang arti kemerdekaan dan lainnya…dan point penting adalah punya jawaban dari sini jika ditanya..“Apa yang sudah Anda berikan untuk Indonesia?” maka sayapun akan men jawab seperti penulis/Shiqa
    “Apa yang diinginkan Indonesia dari saya?”
    Nice and Great opinion…🙏

    Disukai oleh 1 orang

      1. Wah saya kurang tahu soal bagaimana suatu budaya asing bisa masuk, tapi semua akan baik2 saja jika peminatnya sedikit. Tapi kan pelakunya banyak, jadi budaya kita sendiri mulai tergantikan. Misalnya seks bebas yg gal sesuai dengan adat istiadat bangsa kita udah merajalela.

        Suka

  2. sependapat broooo sependapat (y)

    “Apa yang diinginkan Indonesia dari saya?”
    Di sini Indonesia terlalu umum kalau di pikir-pikir, bisa jadi rakyatnya atau pemerintahnya. Kalaupun itu rakyat, rakyat yang mana, karena Indonesia punya banyak rakyat dengan segala permasalahannya yang ada. Sepertinya langkah awal yang bisa kiat perbuat adalah menjadi rakyat yang ‘baik’, yang nantinya bisa menolong sesama dan peka terhadap lingkungan. Begitu sih, menurutku.

    Disukai oleh 2 orang

  3. Halo. Menarik tulisannya. Hehehe.

    Kenapa ya masih banyak orang Indonesia yang bilang, “kita belum merdeka sepenuhnya, masih terjajah di segi ini dan itu”. Bahkan kemarin ada temen yg bikin puisi dg tema yg sma: belum sepenuhnya merdeka. Lucu gitu. Entah ulang tahun yg ke 30, 50, ato 71 tetap saja ada yg bilang kita belum sepenuhnya merdeka.
    Sampe kapan orang2 bernada kalimat pesimis ini terus bertahan dg kalimat seperti itu? Padahal sudah selama ini merdeka, dan sudah saatnya optimis dengan negara ini. Karena bangsa ini punya potensi yang besar. Barangkali lho ya, orang seperti ini jg tidak optimis dg dirinya sendiri.

    Ada yang bisa dilakukan rakyat biasa: ikut pemilu dan nggak golput tanpa alasan yang nggak kuat, mengawasi pemerintahan dg bersuara melalui banyak cara, mengisi kemerdekaan (seenggaknya orang ini optimis dengan dirinya sendiri, tahu tujuan hidupnya, dengan begitu dia sudah melakukan hal kecil dan benar yaitu mengisi kemerdekaan. Sia2 dong korban para pahlawan kok malah nggak di isi). Hehehe.

    Menjawab pertanyaan, apa yang diinginkan Indonesia dari saya?
    Kalo menurut saya, sederhana, optimis pada diri sendiri, tahu tujuan hidupnya, dan optimis dengan bangsanya sendiri.

    Kalo kita udah optimis tapi pemerintahannya nggak becus gimana dong? Kan jadi males.

    Rakyat adalah bagian penting dr pemerintahan yaitu, pengawasan.

    So, jadilah orang optimis. Semakin banyak orang optimis, semakin baik utk negara ini.

    Hehe. semoga membantu 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ya karena banyak yg mengartikan klo kemerdekaan itu identik dg kemakmuran. Klo belum makmur ya belum merdeka.

      Klo sikap optimis yg dipakai nantu pasti akan mengalami kekecewaan manakala kinerja pemerintah sedang buruk. Lebih baik bersikap realistis sesuai data dan fakta.

      Sisanya bagus sekali komentarnya.

      Suka

  4. Walaupun ada banyak masalah di Indonesia tapi saya tetep cinta dengan Indonesia… ada banyak hal unik dan menarik yang hanya dmiliki oleh Indonesia entah dari budaya atau dari makanan nya yang enak banget 🙂
    Yaaa semoga rasa nasionalisme tetap ada dalam hati seluruh warga Indonesia 🙂

    Suka

  5. Quote Soekarno: Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.
    Pantas ya, Archandra lebih memilih US sebagai negara. Dan 20 hari menjabat menteripun ternyata menggolkan kepentingan US untuk export freeport.
    Karena memang kita (saya juga kadang) kesal melihat pemimpin kita membawa Indonesia ke jurang kehancuran.
    Tapi saat mengajarkan anak anak tentang cinta tanah air saya sadar. Bahwa yang namanya mencintai itu memberi, jadi sebatas memberikan ilmu yang bermanfaat bagi anak bangsa , aku mencintai Indonesia dan mencintai anak anak bangsa yang semoga akan jadi pemimpin adil yang akan membawa Indonesia pada kebaikan. Amin.

    Suka

  6. Saya rasa indonesia masih kurang begitu memaksimalkan peran orang-orang yang berpotensi. Mereka dibiarkan ‘menganggur’ dalam arti dibiarkan memikirkan sendiri jalan mereka. Indonesia seakan hanya punya mereka yang duduk di atas sambil bilang, ‘tenang saja, tunggu hasil kerja saya baru komentar’. Sementara kita hanya penonton.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Apa yg diinginkan negara atau pemerintah dari rakyatnya, tentunya menjadi rakyat yg baik.
    Apa yg akan diberikan pada Indonesia, kalau saya ga muluk2, tidak membuat gaduh/keributan dilingkungan tempat tinggal, ikut memilih pemimpin mulai dr tingkat Rt hingga Presiden. Tidak menjadi rakyat yg tanpa empati. Kita hidup sampai hari ini karena masih adanya harapan kan?

    Suka

  8. Sharing cerita sedih, perjuangan adek2 sd smp yg ikut karnaval kebangsaan minggu lalu. Udah make up cantik2, pake kostum2 unik, eh hujan lebat. Show must go on, semuanya tetap jalan meskipun hujan 😥

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s