Kategori: Pemikiran Konyol

Rahasia Kecil Tentang Kekayaan

Rahasia kecil kekayaan

Sumber gambar: Amalandanagaib.com

Saya sering teringat perkataan Wallace Wattles dalam buku The Secret:

“Bersyukur setiap hari merupakan salah satu syarat untuk mendatangkan kekayaan.”

Dan saya berusaha melakukannya. Saya seperti orang bodoh, ketika saya mendapat kesenangan hidup, tak lupa saya berterima kasih kepada Tuhan.

Tetapi akhir-akhir ini saya mendapat pemikiran baru mengenai maksud dari Wallace. Mungkin kekayaan yang dimaksud sebenarnya bukan harta berlimpah, melainkan perasaan yang senantiasa tentram dan merasa berkecukupan. Itulah mengapa bersyukur adalah syaratnya.

Pemikiran tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengapa orang-orang yang mungkin sudah memiliki harta berlimpah, tetap saja ada yang melakukan kejahatan (cerdik buruk) dan merasa tidak pernah puas sehingga melakukan berbagai skema penipuan, korupsi, saling memfitnah atau sebagiannya guna memperoleh harta yang lebih banyak lagi.

Lanjutkan membaca “Rahasia Kecil Tentang Kekayaan”

Oktober 2017 : Hujan Pertama

Hujan pertama tahun 2017Sumber gambar : idntimes.com

Hujan pertama akhirnya tiba. Dua hari terakhir berturut-turut, tepatnya pada tanggal 16 Oktober dan 17 Oktober di tahun 2017. Keduanya terjadi di siang hari.

Hujan pertama, langitnya menjadi lebih gelap. Deras sekali disertai angin. Aku sibuk meutupi lapakku dengan kardus karena angin kencang membawa butir-butir hujan ke buah-buahan yang kupajang. Aku pun sedikit basah.

Keesokan harinya, hujan lagi. Kali ini tidak deras, hanya rintik-rintik kecil. Dimulai sekitar pukul dua siang dan sudah berhenti total menjelang maghrib.

Lanjutkan membaca “Oktober 2017 : Hujan Pertama”

Jika Hari Ini adalah Hari Kematianku !

Tadi malam. Pukul 22:13. Aku belum pergi ke pulau kapuk. Aku telah membaca postingan lamaku, Tentang Kematian, dan kemudian terinspirasi karena secara reflek bertanya kepada diri sendiri :

“Jika hari ini adalah hari kematianku, apa yang akan kulakukan?”

Aku bingung sekaligus jatuh di kasur. Ini pertanyaan penting dan akan sangat berguna bagi kehidupanku. Jadi, aku mulai mencari tahu jawaban pertanyaan tersebut di internet, berharap menemukan petuah bijak.

Yang paling bagus berasal dari Chuck Balsamo, yang memuat sedikit kutipan pidato Steve Jobs berikut :

Lanjutkan membaca “Jika Hari Ini adalah Hari Kematianku !”

Ingin Jatuh Cinta

Ingin jatuh cinta

Sumber gambar : laksani.com

Kadang-Kadang… aku ingin jatuh cinta. Seperti orang lainnya. Tapi semakin aku menginginkannya, sepertinya cinta semakin jauh dari hidupku. Aku mulai beranggapan bahwa itu termasuk kutukan.

Biasanya perasaan yang paling sering muncul adalah rasa suka. Itupun tidak berlangsung lama. Paling dua atau tiga hari, maka rasa itu akan memudar tanpa meninggalkan bekas apapun.

Padahal aku ingin sekali dalam hidupku memuja seorang gadis. Tidak penting apakah ia akan membalas rasaku, aku hanya ingin mencoba sensasinya sebagai inspirasi menulisku.

Lanjutkan membaca “Ingin Jatuh Cinta”

Apa Permainanmu?

Apa permainanmu?Sumber gambar : Jawapos.com

Berdasarkan pemikiran Simon Sinek, ada dua bentuk permainan, yakni permainan tak terbatas dan permainan terbatas.

Orang yang memainkan permainan tak terbatas akan bermain untuk bisa tetap bermain. Ia bermain untuk jangka panjang dengan aturan yang terus berubah. Sedangkan bagi orang yang memainkan permainan terbatas, ia bermain untuk menang.

Jika menggunakan teori permainan tersebut dalam aplikasi pengembangan blog, maka dapat dengan mudah kita dapat menentukan siapa yang memenangkan permainan sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Apa Permainanmu?”

Persaingan Pakaian di Mojosari

Persaingan pedagang pakaian pasar tradisional melawan toko modernSumber gambar : Duajurai.com

Aku hidup seperti bayangan. Tidak pernah ada yang menyadari keberadaanku. Suatu kebetulan karena diperhatikan orang lain membuatku tidak nyaman.

Sepertinya aku seperti Kuroko dalam film Kuroko No Basuke. Hanya ada sebagai pendukung orang lain dan tidak mampu bersinar tanpa bantuan orang lain.

Meskipun begitu, aku punya kelebihan untuk mengamati. Walaupun tidak ada gunanya dalam menunjang kehidupanku, aku suka melakukannya dan kemudian memikirkannya seorang diri. Bagiku berpikir adalah kebutuhan. Dan aku harus melakukannya agar tetap merasa bahagia di duniaku sendiri. Lanjutkan membaca “Persaingan Pakaian di Mojosari”

Rasanya Dibenci Itu…..

​Sumber gambar : bintang.com

Saya memiliki pendekatan yang berbeda dengan bapak dan ibu dalam menjalankan jual beli. Mereka berdua banyak mengajarkan saya mengenai berdagang dan saya menyukai apa yang terjadi.

Bukannya meremehkan ilmu dan pengalaman kedua orang tua saya, tapi dari beberapa segi saya masih melihat banyak hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaan lapak buah kami.
Lanjutkan membaca “Rasanya Dibenci Itu…..”

Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi

Kebahagiaan hidup menurut mahatma gandhi​Dunia ini tempat yang kejam. Banyak manusia yang merasa menderita. Walaupun semua manusia punya permasalahan masing-masing, bukan berarti manusia tidak bisa berbahagia di tengah kompleksnya kehidupan di masa serba canggih dewasa ini.

Mahatma Gandhi mengatakan :

“Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan selaras”

Mari kita belajar memahami maksud dari Mahatma Gandhi di atas. Di bawah adalah pemikiran saya menerjemahkan kalimat bijak tersebut di seri pemikiran-pemikiran konyol :

Lanjutkan membaca “Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi”

Apa yang Saya Pikirkan Tentang Cinta?

Apa yang saya pikirkan tentang Cinta?​Sumber gambar : buyfineartonline.wordpress.com

Saya jarang membaca novel tentang percintaan. Kalau pun ada, itu pasti hanya kisah selingan atau bumbu penyedap dalam buku cerita. Satu-Satunya novel yang membuat saya berkhayal tentang gadis impian adalah novel-novel Danielle Steel.

Gadis-gadis di dalam buku Danielle Steel sangat cerdas. Juga jelita. Gambaran sempurna bagi laki-laki yang masih sendiri. Menikmati novel Danielle Steel, saya bisa seharian dan membaca bukunya berulang-ulang kali. Terlebih dialog-dialog yang menurut saya romantis.

Lanjutkan membaca “Apa yang Saya Pikirkan Tentang Cinta?”

Kesedihan Hujan

banner giveaway cerita hujan

Hujan selalu identik dengan kesedihan. Penulis dan penyair selalu mengaitkan hujan sebagai suasana duka atau perasaan sedih dalam setiap kisah dan puisi. Pada kenyataannya memang benar demikian adanya, berikut adalah kisah saya:

Sebagai anak yang tumbuh di desa, saya tumbuh dan bahagia ditemani hujan. Bagi kami, anak-anak kampung, hujan merupakan waktu yang tepat untuk bermain. Secara ajaib hujan mampu memberi kesenangan dan kebahagian tersendiri bagi kami pada saat kecil.

Kami biasa bermain kejar-kejaran, bermain kapal-kapalan dari kertas di saluran air, berlari secara berkelompok mengelilingi desa, atau mencari buah mangga dari satu kebun ke kebun lainnya di desa kami karena biasanya banyak buah mangga matang yang jatuh ketika hujan. Dan masih banyak lagi lainnya. Intinya, anak-anak desa selalu menanti kedatangan hujan.

Tapi bermain ketika hujan bukan tanpa risiko. Terkadang orang tua kami marah-marah sampai memukul pantat kami. Dan itu berlaku bagi mayoritas anak dan dilakukan orang tua kami di depan anak lainnya. Sebagai anak-anak, kami pasti mengolok-olok anak yang dipukul pantatnya oleh orang tua masing-masing keesokan harinya. Itu kenangan yang lucu.

Belum lagi risiko gatal-gatal. Hampir di semua tempat di desa kami banyak ditumbuhi pepohonan. Tentu banyak ulatnya. Jadi, sudah hal wajar bagi kami jika setelah bermain hujan akan menderita gatal-gatal. Tapi entah mengapa semua anak selalu menanti hujan. Hujan membuat kami bahagia.

Seiring berjalannya waktu, saya pun tumbuh dewasa. Begitu pula anak-anak lainnya. Secara mengejutkan kami mulai tidak menyukai hujan. Hujan bisa membuat demam, karena hujan jemuran tidak kering, hujan membuat terlambat kerja, bahkan hujan menjadi penyebab menurunnya penjualan bagi sebagian pedagang. Begitulah nalar orang dewasa.

Bayangkan bagaimana seandainya hujan memiliki perasaan? Ia yang dulu selalu membawa kebahagian bagi manusia ketika masih kecil, pada akhirnya dibenci ketika mereka sudah dewasa. Ironis. Tapi begitulah nasib hujan. Manusia memang picik dan selalu ingin mengambil bagian enaknya saja. Ketika manusia merasakan sedikit masalah karena hujan, mereka sudah lupa tentang kenangan bahagia bersama hujan.

Itulah mengapa hujan selalu dan sangat cocok mengambarkan kesedihan. Karena nasib hujan memang menyedihkan. Setidaknya begitulah dari kacamata saya. Apakah Anda sudah bijaksana memperlakukan hujan? Atau Anda juga tidak menyukainya? Akan sangat menyenangkan membaca pemikiran Anda di kotak komentar.