Tag: Langit

Cinta Sejati (6) (Tamat)

Sumber gambar : cinta.love

Bagian satu, klik di sini (by Shiq4)

Bagian dua, klik di sini (by Cinta)

Bagian tiga, klik di sini (by Shiq4)

Bagian empat, Klik di sini (by Cinta)

Bagian lima, klik di sini (by Shiq4)

​Langit sengaja bangun pagi. Abdul dan Sholikin mengajak berangkat kuliah bersama, kebetulan hari ini mereka di kelas yang sama. Tapi Langit mengatakan kepada Dul dan Sholikin bahwa ia tidak kuliah karena ada urusan keluarga.

Langit ingin menceritakan masa lalunya bersama Endah dan mengapa ia harus putus dari Silfin, tapi ia mengurungkannya karena jam dinding menunjukkan pukul 07:30. Dan kuliah mereka dimulai tepat pukul 08:00 pagi. Dul dan Sholikin hanya mengucapkan ‘ooh..’  dan setelah berbasa-basi, mereka meninggalkan Langit sendirian.

Langit kemudian mencari pakaian yang “pantas” untuk bertamu ke rumah teman papanya. Setelah itu ia mengenakannya, memakai minyak wangi, menyisir rambutnya dengan rapi, dan mengatakan ia sudah terlihat sopan untuk bertamu.

Langit hanya memikirkan anak gadis teman papanya dan khawatir jika gadis itu menolaknya. Papanya pasti kecewa. Ia sendiri sudah berjanji kepada diri sendiri untuk mengiyakan perjodohan tersebut terlepas gadis itu menarik atau tidak. Ya…. Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Dan aku akan belajar mencintai gadis itu dengan segenap jiwa ragaku di hari-hari selanjutnya jika ia juga setuju tentang perjodohan ini, pikir Langit.

Lanjutkan membaca “Cinta Sejati (6) (Tamat)”

Memandang Langit

​Sumber gambar : digaleri.com

Aku tidak suka memandang langit. Aku hanya melakukannya jika benar-benar bosan dan tidak ada pekerjaan atau sedang bersedih. Dan sepertinya aku sudah lupa pemandangan langit karena sudah terlalu lama aku tidak melakukannya.

Pernah di suatu siang, ketika lapak buahku sepi, aku tiduran dan menemukan awan-awan yang berbentuk seperti manusia. Bentuknya tidak begitu jelas, tapi memang seperti manusia. Ada juga bentuk anjing yang tidak sempurna. Benar-Benar pengalaman aneh. Lanjutkan membaca “Memandang Langit”