10 Prinsip Menulis agar Menjadi Penulis yang Lebih Baik

Prinsip menulis merupakan aturan baku yang harus ditaati oleh para penulis agar menjadi penulis yang lebih baik.

Seperti yang Anda ketahui bahwa tujuan utama saya ngeblog adalah untuk berlatih menulis. Ya… Suatu hari saya ingin mendapati diri ini memiliki kemampuan menulis yang baik. Oleh karena itu, sejak awal saya harus memiliki prinsip menulis sebagai acuan untuk menentukan kualitas suatu tulisan yang saya buat.

Anda tidak perlu susah-susah membuat prinsip menulis sendiri karena saya sudah merangkum prinsip-prinsip menulis yang ada di internet agar memudahkan Anda berlatih menulis.

Berikut adalah prinsip-prinsip menulis yang bisa mengubah Anda menjadi penulis yang lebih baik bila Anda mengaplikasikannya secara benar:

1. Gunakan Kalimat Pendek

Kalimat pendek itu jenius. Untuk apa membuat kalimat panjang jika itu hanya bertele-tele dan tidak jelas. Kunci dari pernyataan “gunakan kalimat pendek” adalah lebih baik rata-rata suatu kalimat itu pendek. Tapi jangan keterusan menggunakan kalimat pendek karena akan menciptakan kebosanan.

Variasikan tulisan Anda. Kapan harus menggunakan kalimat pendek dan kapan harus menggunakan kalimat panjang sehingga tulisan enak dibaca.

Perlu diketahui, Pembaca Anda memiliki sifat tidak sabaran. Mereka akan berhenti membaca sebelum sampai pada poin penjelasan. Oleh karena itu biasakan menulis poinnya dulu baru penjelasannya. Jangan terbalik.

Tips: Kalimat pendek juga bisa terlihat membosankan. Cobalah untuk membuat variasi dengan kalimat panjang.

2. Pilih Kalimat Sederhana daripada Kalimat Kompleks

Kata dan kalimat sederhana adalah kata dan kalimat yang umum dipakai dan mudah dipahami. Memakai kalimat kompleks tidak dilarang, tetapi jika itu suatu pilihan, lebih baik menggunakan kalimat sederhana.

Kalimat kompleks membuat pembaca bekerja keras untuk memahami maksud dan tujuan kalimat tersebut. Berbeda dengan kalimat sederhana, pembaca tidak butuh waktu lama untuk mengerti apa yang ingin Anda sampaikan.

Tips: buatlah kalimat-kalimat sederhana yang mampu menopang ide Anda. Kemudian hapus kalimat yang tidak Anda butuhkan. Berpikirlah seperti hemingway.

3. Pilih Kata-Kata yang Lazim

Kata-kata yang pendek, sederhana, dan lazim adalah kata yang terbaik bagi setiap pembaca Anda. Hindari kata-kata rumit yang sulit dipahami.

Gunakan kata-kata yang populer dan akrab di pikiran pembaca. Anda harus mampu menghubungkan pikiran Anda dengan pengalaman pembaca. Semakin Anda mengerti kata terbaik untuk pembaca, semakin leluasa pembaca menerjemahkan maksud Anda. Menggunakan kata-kata ilmiah yang sulit dimengerti sangat diharamkan. Pahami hal itu dengan baik.

Tips: Menggunakan kata-kata ilmiah bisa membuat Anda tampak pintar. Tetapi akan sulit dimengerti pembaca.

4. Hindari Kata yang Tidak Perlu

Kata-kata yang tidak perlu membuat pembaca bosan dan tidak fokus. Dalam dunia jurnalistik biasa disebut kata jenuh, yakni kata-kata yang bisa dihilangkan tanpa mengurangi arti kalimat.

Tujuan utama pada poin ini adalah bagaimana menempatkan kata secara efektif dan efisien. Bila memungkinkan satu kata mampu mewakili segalanya. Memilih kata yang tepat untuk menjelaskan suatu maksud bukanlah perkara sulit jika Anda sudah terbiasa.

Tips: Semakin banyak kosa-kata yang Anda kuasai, semakin leluasa Anda menulis. Jika perlu, milikilah KBBI atau kamus besar bahasa Indonesia.

5. Beri Kekuatan pada Kata Kerja.

Gunakan kalimat aktif. Kalimat aktif lebih menarik dan dinamis.

Menurut gunning, konsultan pada lebih dari 100 harian, kata kerja aktif yang kuat dalam penulisan akan memberikan lonjakan dan menahan perhatian pembaca. Penggunaan kalimat aktif dinilai lebih langsung
dan kuat daripada kalimat pasif.

Contoh sederhananya bisa Anda lihat dibawah ini:

1. Budi membaca buku sampai larut malam.

2. Saya menulis tutorial cara membuat konten berkualitas.

Kalimat diatas lebih menarik daripada Anda menuliskannya dengan cara seperti ini:

1. Buku tersebut dibaca budi hingga larut malam.

2. Tutorial cara membuat konten berkualitas saya tulis pada 26 juni 2015.

Tips : Menggunakan kalimat aktif sangat mudah dan efektif. Semudah membalik telapak tangan. Anda hanya perlu berhati-hati menggunakannya.

6. Tulislah Sebagaimana Anda Berbicara

Hindari bahasa formal yang kaku. Menulislah layaknya Anda sedang berbicara. Gunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.

Anda tidak perlu berbicara panjang lebar untuk menjelaskan suatu maksud. Itu intinya. Hal itu juga berlaku pada tulisan. Jangan menulis ngalor-ngidul untuk sekedar mengutarakan maksud Anda. Langsung tulis intinya.

Tips: Jika Anda bisa menjelaskan banyak hal dengan sedikit kata, mengapa harus menuliskannya dengan panjang lebar.

7. Gunakan Istilah yang Bisa Digambarkan Pembaca

Kita tidak boleh berasumsi bahwa pembaca mengetahui istilah yang kita gunakan. Berikan penjelasan seperlunya.

Contohnya bisa Anda lihat dibawah ini:

Dalam membangun sebuah website diperlukan 3 hal, yakni konten berkualitas, ilmu SEO, dan tampilan yang memadai.

Konten berkualitas adalah artikel yang banyak dicari oleh pengguna internet. Biasanya berupa tips-tips atau tutorial melakukan sesuatu.

Lalu ilmu SEO. Bagi Anda yang belum tahu apa itu SEO?, SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau dalam bahasa Indonesia mengoptimalkan mesin pencari. Tujuannya adalah keluar di halaman pertama google jika ada seseorang mengetikan kata kunci tertentu. Jadi ilmu SEO adalah cara-cara yang dilakukan agar halaman website kita keluar di halaman pertama google untuk kata kunci tertentu.

Dan terakhir, mengenai tampilan. Tampilan yang baik bukan tampilan yang wow penuh gambar dan animasi. Cukup tampilan sederhana dengan font yang enak dipandang dan sedikit gambar. Jangan berlebihan dengan tampilan Anda karena bukannya terlihat mengesankan, pengunjung akan mengira Anda seorang pemula.

Tips: Kadang-Kadang Anda harus bersabar untuk menjelaskan segala sesuatunya kepada pembaca.

8. Hubungkan dengan Pengalaman Pembaca

Libatkan pembaca dalam tulisan Anda. Ketahuilah bahwa pembaca Anda juga memiliki pengalaman dengan topik yang Anda bahas.

Lihat contoh dibawah ini:

Anda sudah mencoba berbagai cara untuk tampil di halaman pertama google? Bagaimana hasilnya? Jika Anda masih melanjutkan membaca, maka saya bisa menebak bahwa Anda gagal untuk tampil di halaman pertama google.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berbagai tutorial yang Anda baca. Hanya saja Anda “kurang” memahaminya. Saya akan menjelaskan lagi beberapa cara agar halaman Anda tampil di halaman pertama google. Simak dibawah ini: bla bla bla.

Tips: Anda harus tahu siapa pembaca Anda dan pengalaman apa saja yang mereka miliki sehingga Anda bisa dengan mudah membuat mereka teringat dengan pengalaman tersebut.

9. Gunakan Variasi

Jangan monoton. Kreatiflah. Cari cara lain untuk menjelaskan suatu maksud. Tidak melulu dengan penjelasan yang panjang dan lebar.

Sebuah analogi adalah cara terbaik untuk menjelaskan sesuatu.

Tips: Variasikan pemilihan kata dan gaya menulis Anda agar tidak membosankan.

10. Menulislah Untuk Menyampaikan Informasi, Bukan Membuat Kesan

Tujuan menulis adalah berkomunikasi. Tidak lebih dari itu. Jangan menggunakan kata-kata yang bertujuan untuk membuat pembaca Anda kagum akan pengetahuan Anda karena itu tidak akan berjalan dengan lancar.

Jangan dipikir terlalu serius, yang penting setidaknya pembaca mengetahui maksud dari tulisan Anda.

Tips: Semakin sederhana bahasa yang Anda gunakan, maka akan semakin baik.

Dikutip dari sepuluh prinsip menulis, dengan berbagai perubahan seperlunya.

8 thoughts on “10 Prinsip Menulis agar Menjadi Penulis yang Lebih Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s