Tag: malam hari

Manusia Malam

Manusia menulis

Sumber gambar : wahdah.or.id

Saya terlahir sebagaimana manusia lainnya, tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari. Itu sudah terjadi bertahun-tahun sejak saya masih kecil hingga tumbuh dewasa. Kalaupun begadang, itu tidak setiap hari.

Tapi akhir-akhir saya benar-benar menjadi manusia malam. Hampir setiap hari saya membaca dan menulis di malam hari. Awalnya, biasanya saya menulis pukul 6 sore dan berakhir sebelum pukul 9 malam. Namun hal itu mulai berubah secara perlahan dan saya sudah lupa kapan tepatnya perubahan tersebut dimulai.

Jadwal kerja saya masih sama. Saya pulang pukul 6 sore, terkadang pukul 7 malam, atau jika banyak pekerjaan, saya pasti sudah berada di rumah sebelum pukul 9 malam.

Lanjutkan membaca “Manusia Malam”

Sebuah Warung


Berbulan-bulan yang lalu, ibu sempat mengatakan ingin membuka warung di depan rumah. Bahkan sudah mendatangkan pasir-pasir yang akan digunakan untuk membuat tanah sejajar dengan jalan kampung mengingat rumah kami menjorok ke dalam. Namun rencana tersebut tidak kunjung menjadi kenyataan dan hanya menjadi wacana.

Sampai adik perempuanku, yang telah berumah tangga, mengatakan ingin membuka warung kecil. Tak berapa lama kemudian, rencana tersebut langsung terlaksana.

Awalnya hanya menjual makanan ringan dan bermacam-macam es instan seperti Jas Jus, Pop Ice dsb, tapi lambat laun warung itu berkembang dengan pesat. Lanjutkan membaca “Sebuah Warung”

Tidak Ada yang Harus Dipikirkan

Cuaca sungguh tidak bersahabat di mojosari. Bagaimana mungkin di jam 10:30 malam udara terasa sangat panas. Benar-benar gerah. Aku tidak banyak berpikir. Kuambil beberapa es batu dari kulkas, memasukannya ke dalam gelas, dan mengisinya dengan air. Aku juga membeli 2 batang rokok untuk melewati malam ini untuk memikirkan tujuan hidup.

“Huh… Tujuan hidup ya?” otakku sepertinya masih bekerja dengan baik. Seolah menggali informasi tentang impian-impianku di masa lalu dan itu tidak terlalu buruk. Aku baru sembuh dari penyakit terkutuk yang menyerangku selama 4 tahun. Aku merasa aneh saja. Untuk pertama kali sejak bertahun-tahun aku bertanya kepada diri sendiri “apa tujuan dari hidupku?”

Selama berjam-jam aku merenungi semua kejadian selama beberapa tahun terakhir. Tidak ada yang istimewa. Hampir sebagian besar berisi tentang pengobatan. Kalau pun ada cerita yang layak untuk dibaca, kurasa ini bukan saat yang tepat untuk menceritakannya.

Ternyata aku tidak pernah tahu apa tujuan hidupku. Bahkan setelah lama berpikir, tetap saja otakku tidak bisa menemukan jawabannya. Kehidupanku akhir-akhir ini berjalan cukup baik. Aku bekerja di siang hari, membaca buku di waktu luang, membeli makanan mahal di supermarket, dan tidur dengan nyenyak. Secara keseluruhan, kau boleh mengatakan bahwa saya hidup sederhana dan bahagia.

Tapi seperti kebanyakan sifat manusia, saya tidak terlalu puas dengan apa yang ada sekarang. Meskipun saya tetap mensyukuri nikmat yang ada, saya juga berusaha menemukan tujuan hidup jangka panjang. Semacam impian lha…

Hari ini belum ada ide. Mungkin lain waktu saya akan menulis pemikiran saya tentang tujuan hidup. Untuk sementara saya hanya berusaha menjalani hidup yang menyenangkan. Jadi, tidak ada yang harus dipikirkan dengan serius. Sejauh ini semua berjalan baik-baik saja.

Ditulis dengan wordpress untuk android

Bersenandung Dulu!

Sang raja siang telah tenggelam
Ditelan oleh kegelapan yang semakin pekat
Terlihat warna merah sisa-sisa kebesarannya
Hari menjelang malam, mulai petang

Hitam terlihat begitu perkasa
Menguasai sudut-sudut kota
Gelap, sunyi, dan mencekam
Malam ini bulan terlihat malu menunjukan kuasanya
Bintang-gemintang pun demikian

Aku masih terlena dan terpukau
Dengan keindahan warna hitam
Selalu misterius
Menyimpan rahasia kehidupan
Tenang tetapi tetap menakutkan

Sabtu Malam Seorang Pedagang

Biasanya hari sabtu malam minggu digunakan sebagian besar orang untuk bersantai seperti pergi ke bioskop, jalan-jalan dengan keluarga, atau apel bagi mereka yang sedang kasmaran.

Tapi, itu semua adalah kenikmatan yang bukan dianugrahkan untuk saya. Sebagai seorang pedagang, hari sabtu malam minggu adalah waktu untuk bekerja lebih keras dari hari biasa. Bukan waktu untuk bersantai.
Lanjutkan membaca “Sabtu Malam Seorang Pedagang”

Belajar SEO Di Malam yang Sepi

Malam ini tidak seperti malam yang sudah-sudah. Meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau, hujan tetap turun. Tidak deras, tetapi mampu membuat udara menjadi lebih dingin.

Aku masih tetap dengan kebiasaan lamaku. Apalagi kalau bukan merokok. Ya…sebatang rokok yang tentu saja rasanya nikmat. Kali ini ditemani secangkir kopi nescafe. Merek kopi murahan seharga Rp 1000.

Aku sedang kebingungan mau nulis apa. Tidak ada ide sama sekali. Perasaanku sedang puas setelah membaca beberapa artikel tentang SEO. Ya… Akhir-akhir ini saya tertarik untuk belajar segala sesuatu tentang SEO. Praktis, tidak ada proyek lain yang ingin saya lakukan terhadap blog ini kecuali masalah SEO.
Lanjutkan membaca “Belajar SEO Di Malam yang Sepi”

Malam Minggu yang Sepi

Langit tampak cerah. Kali ini tidak ada hujan yang merusak ketenangan malam. Juga tidak kurasakan sedikit pun angin malam yang bisa membuat sekujur tubuhku kedinginan. Kau akan melihat bulan yang terang jika kau mendongak ke atas melihat langit. Sungguh malam yang sempurna untuk menulis. Sayangnya, malam ini tidak banyak bintang yang terlihat.

Sambil merokok, pikiranku kembali ke masa-masa saat aku masih berusia belasan tahun. Di masa itu, hampir setiap hari kulewatkan waktu dengan bermain sepak bola dengan beberapa teman yang juga memiliki hobi bermain sepak bola. Kami bermain bola sepanjang sore hingga kami benar-benar lelah. Menjelang malam, kami pulang dengan perasaan riang dan puas dengan apa yang telah kami lakukan. Lanjutkan membaca “Malam Minggu yang Sepi”

Puisi Tentang Malam

Malam selalu tampak misterius
Menyembunyikan banyak rahasia kehidupan
Waktu yang paling indah bagi para pujangga
Untuk merindukan kekasih hatinya

Malam juga selalu pekat
Membawa kedamaian walau sesaat
Waktu terbaik untuk bernostalgia
Memutar waktu mengingat kenangan

Tentang malam yang indah
Selalu ada titik-titik bintang
Selalu terang dengan sinar bulan
Menenangkan pikiran

Menunggu Pagi

Saya terbangun dari tidur tepat pukul 02.30 WIB. Entah mengapa saya merasa sudah tidak ngantuk lagi dan enggan untuk kembali ke tempat tidur. Dinginya malam tidak bisa mencegah saya untuk keluar dan membeli beberapa batang rokok. Setelah itu, saya pun menyulut rokok dan menikmati hisapan demi hisapan. Rasanya sungguh nikmat.

Di tengah kesunyian malam, bukanlah ide buruk untuk membuat secangkir nescafe panas. Ada secangkir nescafe, ada beberapa batang rokok, dan suasana yang hening. Itu berarti suasana yang sempurna untuk menulis. Dan benar saja, beberapa menit kemudian saya sudah sibuk menulis di android saya untuk keperluan update artikel dihari ini. Lanjutkan membaca “Menunggu Pagi”

Malam Ini

Malam ini terasa sangat dingin. Aku masih merasakan rasa yang sama seperti malam-malam sebelumnya, kesepian. Sangat sunyi. Hampir tidak ada suara apapun yang meramaikan malam ini. Dan aku merasa sangat sendirian.

Di tengah rasa dingin dan sepi malam ini, pikiranku terus berputar tidak karuan. Sebuah resiko jika Anda memiliki hobi menulis adalah keinginan menulis di waktu yang tidak tepat. Dan rasa ingin menulis itu mulai menyergapku. Aku tidak tahu harus menulis apa. Sungguh… Tidak ada sedikit pun ide yang kutemukan meskipun aku telah banyak membaca artikel-artikel blogger lain. Kosong dan tidak berguna. Lanjutkan membaca “Malam Ini”