Tag: malam hari

Hari yang Sibuk (01)

Selasa.

Dapat penjualan yang lebih. Rasanya menyenangkan jika teringat 3 hari yang misterius. Sayangnya, sekitar pukul 4 sore mulai turun hujan. Tidak ada lagi pembeli.

Hingga pukul 6, hujan masih turun. Gerimis saja. Aku nekat pulang dari pasar saja. Basah sedikit.

Sampai di rumah minum kopi setengah cangkir. Kemudian tidur. Dingin membuatku berlayar ke pulau kapuk dengan mudah. Berselimut dan benar-benar tidur.

Lanjutkan membaca “Hari yang Sibuk (01)”

Ikut Bermain Zynga Poker

Ikut bermain zynga pokerSumber gambar: quora.com

Sudah beberapa hari terakhir aku tidak melanjutkan Pokemon Advance Adventure. Pasalnya, setelah bersusah payah sampai level tertentu, tepatnya selisih satu kota, aku lupa menyimpan permainan tersebut.

Ketika aku hendak melanjutkan permainan di suatu malam, aku baru menyadarinya. Benar-Benar ceroboh ya….

Hilang sudah minatku. Aku jadi malas bermain. Jadi, aku berinisiatif mencari permainan lainnya.

Tiba-Tiba aku ingat salah satu permainan seru yang pernah kumainkan di Facebook ketika masih kuliah dulu. Itu adalah Zynga Poker.

Kebetulan sekali permainan itu masih ada. Bahkan sudah ada versi apps-nya di Play Store Google. Aku bagai itik mendapatkan air; Aku mengunduh dan mulai memainkannya.

Lanjutkan membaca “Ikut Bermain Zynga Poker”

Nasi Goreng dari Bapak

Nasi goreng dari bapakSumber gambar: resepayam.net

Akhir-Akhir ini, beberapa malam dalam minggu ini, bapak sedang gencar-gencarnya mempromosikan nasi goreng langganannya. Kata bapak rasanya enak. Jadi, ketika beliau membeli nasi goreng untuk menyenangkan dirinya, tak lupa ia juga membelikanku.

Sebenarnya aku seperti kera kena balacan dengan sikap bapak. Lagipula rasa nasi gorengnya tidak enak di lidahku. Tapi karena sudah dibelikan dan sekadar menghormati bapak, maka aku pun mengkonsumsinya. Lagipula sayang kalau dibuang.

Pernah aku berkata dengan hati-hati agar tidak menyinggung bapak, kalau aku lebih suka dengan nasi goreng di tempat lain. Tapi malah bapak bilang harganya mahal. Selisih Rp 3.000.

Lanjutkan membaca “Nasi Goreng dari Bapak”

Malam Hari, Merenung, Memandang Langit, dan Rasa Sepi

Memandang Langit di malam hariSumber gambar : Download-wallpaper.com

Hari ini aku sedikit lembur karena bapak harus menghadiri undangan tetangga yang menikah. Aku baru pulang dari pasar sekitar pukul tujuh malam.

Seperti yang sudah kukatakan, akhir-akhir ini aku punya banyak waktu luang di malam hari. Dan aku masih menyesuaikan diri dengan perubahan rutinitas dalam hidupku.

Malam ini, sepulang dari pasar, aku membeli secangkir kopi untuk menemani menghambur-hamburkan waktu. Awalnya aku ingin menikmati malam di halaman belakang rumah, cuma lampunya rusak sehingga yang tersisa hanya kegelapan. Maka…aku berpindah ke teras, mengambil sebuah bantal, kemudian mulai menulis sambil tidur-tiduran.

Lanjutkan membaca “Malam Hari, Merenung, Memandang Langit, dan Rasa Sepi”

Tukang Tambal Ban

Tukang tambal banSumber gambar : dunia-nabi.blogspot.com

Kemarin saya lembur. Bapak menjemputku pukul 9 malam untuk mengikat semangka. Dan pekerjaan baru selesai sekitar pukul 22:30.

Ketika bapak hendak mengembalikan keranjang ke juragan, baru diketahui ternyata ban motor telah bocor. Bannya sedikit kempes. Akhirnya, keputusannya adalah keranjang akan dikembalikan besok saja dan pekerjaan di hari itu pun berakhir.

Sementara bapak menata lapak dan menutupnya, saya pergi ke tukang tambal ban tak jauh dari pasar. Karena sudah terlalu malam, sempat khawatir tukang tambal ban telah tutup. Untungnya masih buka. Dan saya merasa cukup senang mendapati tukang tambal ban berjongkok tak jauh dari tempatnya.

Lanjutkan membaca “Tukang Tambal Ban”

Manusia Malam

Manusia menulis

Sumber gambar : wahdah.or.id

Saya terlahir sebagaimana manusia lainnya, tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari. Itu sudah terjadi bertahun-tahun sejak saya masih kecil hingga tumbuh dewasa. Kalaupun begadang, itu tidak setiap hari.

Tapi akhir-akhir saya benar-benar menjadi manusia malam. Hampir setiap hari saya membaca dan menulis di malam hari. Awalnya, biasanya saya menulis pukul 6 sore dan berakhir sebelum pukul 9 malam. Namun hal itu mulai berubah secara perlahan dan saya sudah lupa kapan tepatnya perubahan tersebut dimulai.

Jadwal kerja saya masih sama. Saya pulang pukul 6 sore, terkadang pukul 7 malam, atau jika banyak pekerjaan, saya pasti sudah berada di rumah sebelum pukul 9 malam.

Lanjutkan membaca “Manusia Malam”

Sebuah Warung


Berbulan-bulan yang lalu, ibu sempat mengatakan ingin membuka warung di depan rumah. Bahkan sudah mendatangkan pasir-pasir yang akan digunakan untuk membuat tanah sejajar dengan jalan kampung mengingat rumah kami menjorok ke dalam. Namun rencana tersebut tidak kunjung menjadi kenyataan dan hanya menjadi wacana.

Sampai adik perempuanku, yang telah berumah tangga, mengatakan ingin membuka warung kecil. Tak berapa lama kemudian, rencana tersebut langsung terlaksana.

Awalnya hanya menjual makanan ringan dan bermacam-macam es instan seperti Jas Jus, Pop Ice dsb, tapi lambat laun warung itu berkembang dengan pesat. Lanjutkan membaca “Sebuah Warung”

Tidak Ada yang Harus Dipikirkan

Cuaca sungguh tidak bersahabat di mojosari. Bagaimana mungkin di jam 10:30 malam udara terasa sangat panas. Benar-benar gerah. Aku tidak banyak berpikir. Kuambil beberapa es batu dari kulkas, memasukannya ke dalam gelas, dan mengisinya dengan air. Aku juga membeli 2 batang rokok untuk melewati malam ini untuk memikirkan tujuan hidup.

“Huh… Tujuan hidup ya?” otakku sepertinya masih bekerja dengan baik. Seolah menggali informasi tentang impian-impianku di masa lalu dan itu tidak terlalu buruk. Aku baru sembuh dari penyakit terkutuk yang menyerangku selama 4 tahun. Aku merasa aneh saja. Untuk pertama kali sejak bertahun-tahun aku bertanya kepada diri sendiri “apa tujuan dari hidupku?”

Selama berjam-jam aku merenungi semua kejadian selama beberapa tahun terakhir. Tidak ada yang istimewa. Hampir sebagian besar berisi tentang pengobatan. Kalau pun ada cerita yang layak untuk dibaca, kurasa ini bukan saat yang tepat untuk menceritakannya.

Ternyata aku tidak pernah tahu apa tujuan hidupku. Bahkan setelah lama berpikir, tetap saja otakku tidak bisa menemukan jawabannya. Kehidupanku akhir-akhir ini berjalan cukup baik. Aku bekerja di siang hari, membaca buku di waktu luang, membeli makanan mahal di supermarket, dan tidur dengan nyenyak. Secara keseluruhan, kau boleh mengatakan bahwa saya hidup sederhana dan bahagia.

Tapi seperti kebanyakan sifat manusia, saya tidak terlalu puas dengan apa yang ada sekarang. Meskipun saya tetap mensyukuri nikmat yang ada, saya juga berusaha menemukan tujuan hidup jangka panjang. Semacam impian lha…

Hari ini belum ada ide. Mungkin lain waktu saya akan menulis pemikiran saya tentang tujuan hidup. Untuk sementara saya hanya berusaha menjalani hidup yang menyenangkan. Jadi, tidak ada yang harus dipikirkan dengan serius. Sejauh ini semua berjalan baik-baik saja.

Ditulis dengan wordpress untuk android

Bersenandung Dulu!

Sang raja siang telah tenggelam
Ditelan oleh kegelapan yang semakin pekat
Terlihat warna merah sisa-sisa kebesarannya
Hari menjelang malam, mulai petang

Hitam terlihat begitu perkasa
Menguasai sudut-sudut kota
Gelap, sunyi, dan mencekam
Malam ini bulan terlihat malu menunjukan kuasanya
Bintang-gemintang pun demikian

Aku masih terlena dan terpukau
Dengan keindahan warna hitam
Selalu misterius
Menyimpan rahasia kehidupan
Tenang tetapi tetap menakutkan

Sabtu Malam Seorang Pedagang

Biasanya hari sabtu malam minggu digunakan sebagian besar orang untuk bersantai seperti pergi ke bioskop, jalan-jalan dengan keluarga, atau apel bagi mereka yang sedang kasmaran.

Tapi, itu semua adalah kenikmatan yang bukan dianugrahkan untuk saya. Sebagai seorang pedagang, hari sabtu malam minggu adalah waktu untuk bekerja lebih keras dari hari biasa. Bukan waktu untuk bersantai.

Lanjutkan membaca “Sabtu Malam Seorang Pedagang”