​Cinta Sejati (5)

Sumber gambar : cinta.love

Bagian satu, klik di sini (by Shiq4)

Bagian dua, klik di sini (by Cinta)

Bagian tiga, klik di sini (by Shiq4)

Bagian empat, klik di sini (by Cinta)

Langit berjalan menuju kontrakan. Dan ia menyesal. Secara tiba-tiba ia teringat dengan Endah ketika bersama Silfin, dan memori buruk itu memicu kemarahan yang tak terkendali. Kemarahan yang sama besarnya seperti 4 tahun yang lalu. Hanya saja kali ini Langit meluapkannya. Kukira aku sudah sembuh, ternyata belum, pikir Langit.

Padahal ia ingin memberi kenangan indah kepada Silfin sebelum ia menyatakan putus. Dan ia sudah belajar banyak hal tentang cara menyenangkan hati seorang gadis. Tapi sekarang semua sia-sia.

Silfin gadis menyenangkan, tapi Langit tidak nyaman jika status mereka pacaran. Dan diantara perasaan menyesal yang menyerang, Langit juga puas karena secara tidak sengaja mengatakan putus. Sekarang gadis itu pasti tidak mau berhubungan denganku lagi, Langit tersenyum.

Langit yang baru sampai di depan kontrakan sayup-sayup mendengar genjrengan gitar. Dan benar saja, di ruang tamu Abdul duduk di lantai sambil memegang gitar. Melihat Langit membuka pintu, Abdul segera menghentikan permainannya, “Cepat sekali kau kembali. Apa semua baik-baik saja?”

“Tidak. Aku memarahinya dan meninggalkannya. Dan kulihat dia menangis.” Langit duduk di sebelah Abdul.

Abdul menaruh gitarnya, “Mengapa kau melakukannya?”

“Entahlah… Tadi sekilas aku merasa dipermainkan. Meskipun aku tidak mencintainya, setidaknya ia tidak berhubungan dengan pria lain saat status kita masih pacaran. Aku tadi mungkin salah. Silfin tidak bersalah. Hanya saja aku teringat pengalaman burukku di masa lalu ha ha ha……” Langit mengatakannya dengan tenang dan merasakan kebebasannya sebagai jomlo lagi.

“Apakah Silfin baik-baik saja?” Kali ini Abdul tampak khawatir. Langit menatap sahabatnya tersebut “Tidak. Dia menangis. Setidaknya sekarang aku sangat buruk di matanya. Dan ia tidak akan mengangguku lagi.”

“Hmm…. Katakan yang sebenarnya saja” Abdul berkata tegas sambil tersenyum.

“Baiklah… tadi aku menyesal memarahinya dan kasihan dengan kondisinya. Tetapi tiba-tiba kulihat ada lelaki lain yang menolongnya. Teman Silfin lebih tepatnya. Dan aku harus berterima kasih kepada lelaki itu karena dia pasti mau mengantar Silfin pergi ke dokter”

Abdul manggut-manggut. “Entahlah mengapa gadis itu menyukaimu. Tapi apapun alasanmu, tindakanmu yang kasar pasti menyakitinya. Dan Tuhan bisa marah kepadamu karena kau mendholimi orang lain” Abdul tidak tersenyum kali ini.

“Kau benar. Aku harus minta maaf secepatnya” Langit berkata dan berdiri dari duduknya.

“Apakah kau yakin Silfin sudah kembali ke kostnya?”

“Bukan kepada Silfin. Tapi kepada Tuhan dulu.” Kata Langit sambil masuk ke dalam.

Abdul yang baru sadar dengan perkataan Langit tertawa-tawa sendirian. Tak berapa lama kemudian Abdul mendengar suara air dari kamar mandi. Abdul tahu bahwa langit sedang berwudhu dan hal itu yang membuatnya menyukai Langit karena kadang-kadang Langit bisa menciptakan lelucon yang cerdas.

***************

Pukul 02:15 Mirna dan Dewi kembali ke kost-an. Mereka langsung menuju kamar no.05. Setelah mengetuk pintu dan memanggil-manggil, akhirnya Silfin membuka pintu. Dan kali ini wajah Silfin sudah tampak lebih baik dibanding tadi pagi.

“Bagaimana? Siapa yang mengantarmu berobat?” Mirna langsung berbicara segera setelah pintu terbuka.

Silfin masuk ke dalam kamar. Kedua temannya mengekor di belakangnya, “Awan yang mengantarku”

“Lalu bagaimana dengan Langit?” sahut Mirna. Silfin menghela nafas panjang dan berkata, “Tadi Kak Langit datang dan mengantarku. Tapi di tengah perjalanan kami bertemu dengan Awan. Dan sepertinya Kak Langit cemburu dan marah-marah. Dan ia bilang putus. Akhirnya Awan yang mengantarkanku.”

“Menurutku Langit itu tidak akan pernah menyukaimu. Mengapa kau bersikeras ingin pacaran dengannya?” kali ini Dewi yang tampak keheranan.

“Aku mencintainya. Itu saja ha ha ha…”kata Silfin berusaha tampak tegar.

“Bukankah Langit bilang sudah putus? Lalu kau mau apa lagi” Dewi lebih penasaran dari sebelumnya. “Tidak apa-apa. Mungkin ia tadi marah karena tidak terbiasa saja. Lagipula ini pertama kalinya Kak Langit pacaran. Begitu pula denganku. Nanti aku akan menemuinya dan minta maaf jika aku melakukan kesalahan.” Silfin ragu-ragu dengan ucapannya sendiri.

“Lalu bagaimana dengan Awan? Sepertinya dia menyukaimu?” Mirna berbicara lagi. “Dia bahkan sudah melamarku ha ha ha…. dan aku menolaknya”

Dewi dan Mirna saling berpandangan tampak keheranan. Silfin yang mengetahui gelagat kedua temannya kemudian memberi penjelasan, “Jangan bingung. Awan adalah lelaki ke-3 yang mengatakan ingin melamarku sejak aku lulus SMA. Aku tidak menyukainya, jadi kutolak. Lagipula aku tidak ingin menikah muda. Aku ingin bersenang-senang dulu.”

“Kau seperti monster. Bisa-Bisa banyak lelaki yang patah hati karenamu ha ha ha…..” Dewi tertawa sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan. “Benar…. Kurasa kau kena karma karena banyak membuat lelaki patah hati. Dan Tuhan membuatmu jatuh cinta pada lelaki seperti Langit sebagai hukuman” Mirna menimpali ucapan Dewi.

“Bukan seperti itu. Memang apa yang bisa kulakukan? Aku tidak menyukai lelaki-lelaki tersebut. Lagipula aku tidak memberi harapan apapun dan langsung mengatakan tidak. Juga tidak mempermainkan mereka.” Silfin membela diri.

“Mungkin kau harus memakai jilbab agar korban tidak berjatuhan ha ha ha…..”Mirna tidak mau kalah.

Kemudian Dewi membuka pesan yang masuk di smartphone barunya. Membisikkan sesuatu kepada Mirna, dan menatap Silfin, “Maaf nih kami harus pergi lagi. Ada tugas kelompok di mata kuliah tadi. Kami pulang sejenak untuk memastikan kau baik-baik saja. Sekarang teman-teman sudah berkumpul untuk membahas tugas tadi.”

“Iya…. Pergilah. Lagipula demamku sudah turun setelah minum obat.”

Setelah berpamitan, Mirna dan Dewi pun meninggalkan kamar Silfin. Tapi ucapan terakhir Mirna benar-benar jenius. Aku akan mempertimbangkannya, pikir Silfin.

*****************

“Besok jangan kuliah. Kita ke rumah teman papa pukul 10 pagi. Papa akan menjemputmu.” Pak Joko berkata dengan suara rendah di telepon.

“Iya pa… sampai bertemu besok pagi. Assalamu’alaikum” kata Langit.

“Wa’alaikum salam” Pak Joko kemudian menutup teleponnya. “Apa Langit tidak apa-apa pa?” tanya Bu Joko.

“Dia anak kita satu-satunya. Papa sudah membicarakan hal ini dengan Langit bulan lalu saat ia pulang. Dan ia bilang tidak keberatan sama sekali. Bahkan ia menyebut papa dengan kata arif” Pak Joko bangga dengan anaknya, Langit.

“Oh ya sudah kalau begitu. Mama tidak begitu paham dengan Langit. Untunglah kalian berdua sebagai sesama lelaki saling memahami. Mama mau nonton TV dulu pa…” Bu Joko bangkit dari Sofa di ruang tamu dan masuk ke dalam. Sementara Pak Joko teringat dengan pembicaraan bulan lalu dengan Langit.

“Papa punya teman baik. Dulu sekantor di Mojosari. 3 tahun lalu ia dipindahkan ke cabang Malang. Dan kemarin kami berdua punya ide untuk mengenalkan anak lelaki papa satu-satunya dengan anak gadis yang juga satu-satunya dari teman papa. Bagaimana menurutmu?”

“Apakah ini semacam perjodohan?” Jawab Langit tenang. 

“Maunya sih begitu. Papa sudah sangat akrab dengan Pak Budi. Dan kami terus berkomunikasi sejak ia pindah dulu sampai sekarang. Tapi kami berdua tahu bahwa anak jaman sekarang tidak suka dijodohkan. Jadi, kami berdua hanya ingin kalian saling mengenal. Kalau ada salah satu pihak tidak suka, maka tidak akan ada perjodohan.” Pak Joko menjelaskan.

“Oh… begitu ya. Kalau begitu silakan diatur saja. Kalau Langit sih percaya sama papa. Kalau teman papa baik menurut papa, maka anak gadisnya pun pasti baik. bukankah buah tidak jauh dari pohonnya? Lagipula papa adalah orang arif. Pasti pilihan papa tidak salah jika menyangkut masalah besar seperti ini.”

“Semoga saja nanti kamu suka sama anak gadis Pak Budi. Kalau anak gadis Pak Budi juga suka, maka nanti rencananya langsung tunangan saja. Biar sama-sama punya kepastian”

“Silakan atur saja pa…. Langit sih nurut saja. Bukankah lelaki baik-baik untuk perempuan yang baik-baik pula? Jadi Langit cukup yakin karena selama ini sudah berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin”

“Syukurlah kalau begitu. Papa bangga dengan kamu. Ternyata kamu sudah dewasa sekali ha ha haa….”

Begitulah pembicaraan Pak Joko dengan Langit bulan lalu. Setelah mengatur segalanya, besok adalah hari pertemuannya. Dan Pak Joko sangat antusias bertemu dengan gadis yang mungkin akan menjadi calon menantunya.

**********

Pukul 19:30. Silfin sudah merasa sehat sekali. Ternyata dokternya memang benar-benar ahli. Buktinya, setelah tidur selama 2 jam tadi siang ia sudah tidak merasakan apa-apa lagi kecuali lapar. Dan rasa lapar itu pun hilang setelah ia menyantap nasi pecel bungkus yang didapatnya dari warung di depan kos.

“Assalamu’alaikum” ucap seorang ibu-ibu berusia sekitar 50 tahun.

Akhirnya yang ditunggu tiba-tiba juga. “Wa’alaikum salam. Duh mama lama sekali datangnya. Ayo masuk ke kamar ma”kata Silfin manja.

Bu budi hanya tersenyum. kemudian masuk di kamar putrinya dan duduk di sebuah kursi belajar; Silfin duduk di kasurnya.

“Sudah terima SMS mama, kan? Besok harinya. Jadi Silfin SMS teman-teman Silfin dan minta tolong untuk ijin besok”

“Besok tidak ada kuliah ma. Lagipula masih mahasiswa baru. Jadi tidak ada kegiatan lain selain jam kuliah saja. Tapi ini bukan perjodohan yang dipaksa, kan? Kalau Silfin tidak suka berarti tidak akan ada pertungan, kan?”Silfin mengingatkan mama tentang kesepakatan bulan lalu.

“Iya… Papamu memang ada-ada saja. Mama tidak bisa apa-apa dengan rencana papamu dan Pak Joko. Lagipula mama khawatir sama Silfin. Soalnya udah banyak lelaki yang ditolak Silfin. Nanti malah tidak laku lho…..” Bu Joko menasihati Silfin.

“Soalnya sekarang Silfin jatuh cinta ma. Baru seminggu…. eh sudah putus. Tapi Silfin yakin semua akan baik-baik saja. Cuma kesalahpahaman saja”

“Wah ternyata anak mama tidak takut lelaki lagi. Memang siapa nama pacar Silfin?”

“Langit. Langit Abiyasa” Silfin menyebut dengan nama lengkap.

Bu Budi tampak terkejut. Tapi tetap tenang, “Oh….”

Namanya kok sama ya dengan nama anak Pak Joko yang tadi dibicarakan suaminya. Baguslah kalau mereka sudah pacaran. Sepertinya di dunia ini memang banyak terjadi kebetulan.”Kalau begitu ayo kita pulang. Cuma 2 tas ini saja? Mama angkat satu, Silfin angkat satu dan bawa ke mobil sekarang” Bu Budi mengambil sebuah tas kecil berwarna biru.

“”Iya mah… ayo. Tapi jangan bilang-bilang papa kalau Silfin punya pacar. Biar papa nanti tidak marah kalau Silfin mengatakan tidak terlalu suka dengan anak temannya.”

“Jangan terlalu yakin. Siapa tahu Silfin akan menyukai anak lelaki Pak Joko” Bu Budi berkata dengan singkat dan berjalan keluar kamar.

Silfin tidak terlalu peduli dengan ucapan mamanya dan menganggap mamanya hanya mengoda saja. Setelah mengunci kamar, ia keluar bersama mamanya. Pulang ke rumah yang sesungguhnya.

**********
Langit masih dikamarnya. Ia baru saja selesai membaca buku berjudul Totto-ChanBuku yang bagus sekali, pikir langit.

Malam ini pasti akan sepi. Abdul katanya akan berbisnis dengan teman-temannya di Tienshin. Entah itu merk dagang apa. Sementara Sholikin harus pergi ke kost-an teman-teman barunya untuk meminjam buku-buku penting untuk kuliahnya. Untuk difotokopi.

Sendirian di rumah, Langit membuka halaman Ms. Word dan mengisi buku hariannya :

Hari ini aku benar-benar tolol. Aku begitu marah kepada Silfin dan berpikir bahwa ia hanya mempermainkanku seperti halnya Endah. Padahal itu pasti tidak benar. Hanya saja saat bersama Silfin dan bertemu dengan teman lelakinya, aku langsung teringat dengan Endah lagi setelah tidak memikirkannya lagi. Dan aku melampiaskannya kepada gadis yang tidak bersalah. Ia pasti merasa sakit setelah kejadian tadi.

Tapi terkadang memang semua sudah diatur oleh Tuhan. Untung saja aku mengatakan putus. Dan aku yakin Silfin tidak akan menemuiku lagi karena merasa sakit hati. Tidak apa-apa, lagipula ia akan semakin bersedih seandainya ia tahu bahwa aku akan dijodohkan.Dan besok adalah harinya.

Aku masih orang yang sama seperti ketika Endah mempermalukanku. Tidak ada cinta tanpa ikatan. Cinta sejati adalah cinta yang telah terikat pernikahan. Dan seharusnya aku menceritakan kisah kelamku kepada Sholikin dan Abdul sejak awal sehingga mereka tidak memaksaku menerima cinta dari seorang gadis yang tak kukenal.

Besok setelah acara perkenalan, aku akan mengatakan setuju kepada papa. Pasti ia gadis yang baik. dan tidak lupa, aku juga akan melunasi utangku kepada Sholikin dan Abdul tentang kisahku bersama Endah. Setidaknya aku harus mulai terbuka kepada teman-teman terdekatku. Aku berjanji.

(bersambung…….)

Iklan

17 tanggapan untuk “​Cinta Sejati (5)

  1. Emang harus ya mas, Silfin + Langit? kyknya bs dtbak bngt. 😕

    Biasanya cerbungq mengambil sisi pandang lain,bahagia dg cara pandang yglain, yg ga prnah bs ditebak endingnya. Cinta msh suka dg alur yg menjebak dan ga bs ditbak :
    – Gadis – Farhan yg ga bs bersatu
    – Mutia yg menikah dg Ridwan dan meninggal dunia namun bahagia
    – Alea yg berpisah dr Satria.

    Rasanya Cinta lbh suka ending dg cara Cinta mas. 😁

    Suka

      1. happy dg cara yg lain mas.

        Cinta ga bs brsatu dg cinta pertama Cinta

        Cinta sejati milik Cinta hrs pergi dr hdup Cinta dan btpa menangis smpai berdarah-darah rasanya…

        Kalau pun suatu saat Cinta akan bahagia, pst dg cara lain. Bukan dg cinta sejati atau cinta pertama.

        Bulsyit dengan ❤. Cinta ga akan percaya lg dg kata itu. Nonsense, omong kosong, sesuatu yg absurd!

        Suka

      2. Ha ha ha…. Kalo saya percaya sih sama cinta sejati. Ya kayak dedikasinya langit : cinta yg sudah terikat pernikahan.

        Kalo lengkapnya cinta sejati ya belajar saling mencintai setiap hari dalam ikatan pernikahan. Selain itu berarti bukan cinta sejati hua ha ha….

        Disukai oleh 1 orang

      3. Astaghfirullahal’adhim…3x.
        Maaf komen Cinta berantakan mas.

        Ya smoga maa Shiq bs mnmukan cinta sejati.

        Cinta ga akan pernah…ga akan pernah prcaya lg. Krn setiap kali Cinta prcaya, Cinta akan kecewa. Dan kmbali trluka.

        Pst ada cara lain berbahagia tnpa cinta…dan Cinta yakin suatu saat akan mnmukannya. Tp bukan atas nama cinta, pasti bukan!

        Suka

      4. Ha ha ha…. Saya selalu berharap sama kebaikan Tuhan kok. Jadi nggak kecewa. Makanya disebut belajar mencintai, karena kita tidak pernah tahu berjodoh dgn siapa.

        Kalo nanti gak nikah sekalipun, berarti belajar mencintai takdir Tuhan saja. Tentunya setelah berusaha dengan sungguh2.

        Disukai oleh 1 orang

      5. Sudah ya mas Shiq.

        Boleh kan Cinta beda pendapat?

        Cinta pilih keep silent sja. Cinta ga ingin komen Cinta dibaca org lain dan mnyakiti hatinya, menganggu ktnangannya lg. Mohon maaf. Cinta sdg tdk ingin berdebat, jngan mmancing Cinta ke masa lalu. Cinta sudah tdk ingin lg, sudah tdk mau lg. Sgla yg brbau ttg cinta sbnrnya ingin Cinta kubur dlm2, itu sja

        Suka

  2. Ini para penulisnya diskusinya kok disini? Baca komentar para penulis diatas, kok seperti sedang baca cerita juga yaa…😁
    Semangat yaa cinta dan mas shiq…🙂
    Aku tunggu episode2 berikutnya

    Suka

  3. Duet/Kolaborasi yang sya pikir di awal sangat unik dan apik, tapi pas di bagian 4 ini, entahlah sprtinya kolaborasi 2 penulis ini mulai sedikit membingungkan saya.

    Gaya bahasa Cinta1668, nurut saya boleh juga, nampaknya ia pembaca, penulis atau pmrhati fiksi yg tak boleh diremehkan juga. Dan memang bgtu bukan knyataanya di di dunia nyata? 😁😁

    Trus mas Shiq4, dg sudut pandang lelakinya mencoba mengimbangi. Saya heran, tanpa diskusi, tp pke insting, koq bisa terajut ya ceritanya, duet yg hebat, heee…. wah, sy jadi pnasran ni gmna cara Cinta1668 ngelanjutin kisah di episode selanjutnya, soalnya sprti udah bisa ditebak ttg “upya prjdohan” dari kedua org tua Silfin dan Langit, tapi entahlah ap jdinya nnti, soalnya kan Cinta1668 tak suka alur yg mudah ditebak. Sudut pndang prempuan yg unik juga, sya malah gak tega ngeliat Silfin tersakiti…hebat ya para penulis fiksi semaunya bisa mencabik-cabik emosi pmbaca.

    Well, kita tunggu aja ni lanjutannya. Kejutan ap yg akan dibuat Cinta1668, jika alurnya tlah dibuat Shiq4 sprti ini?

    Tapi saya prcya cinta sjti itu ttp ada. Judul cerbung ini hrs membuktikan bhwa cinta sjti tak terpisahkan atau stidaknya sngat brbhagia. Tokoh Silfin digambarkan scra tgar. Tipe gadis idaman bnget… Langit wlau dg trauma msa llu dg Endah, tapi ia tak bisa memungkiri prasaan trdlm yg ada pd dirinya.

    Satu lagi terakhir, sbnrnya sya curiga dg kolaborasi 2 pnulis yg sangat imajinatif ini, tapi entahlah…sayapun tak tahu dg rasa curiga ini, sulit diuraikan dg kata2…tp Cerpen: Antara 2 Penulis yg ditulis Shiq4 sdkit mrmberi ptunjuk bagi saya, bwahaha….. maaf, desfortin sok tahu…huh…!!

    Suka

    1. Saya gak pake mikir mas desfortin kalo bikin cerita. Juga tidak menitik beratkan pada sebuah cerita. Fokus saya adalah belajar gaya bahasanya.

      Kalo pun mampu ditebak, tapi tidak ada yg tahu ceritanya seperti apa atau bagaimana. Seharusnya pembacanya akan melanjutkan membaca episode selanjutnya untuk membuktikan bahwa tebakannya benar. :).

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s