Penulisan Kata “di” yang Benar

Ini hanya koreksi kecil bagi saya sebagai penulis pemula. Saya sering salah menggunakan kata di dalam menulis kalimat sehingga kalimat tersebut salah jika dilihat dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar

Ada dua cara penulisan di yaitu :

1. Jika di sebagai kata depan, maka penulisannya dipisah dan berfungsi untuk menandai tempat. Selain itu kata di hanya boleh diikuti kata benda atau nama tempat.

Berikut contoh-contoh penulisan kata depan di yang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

* di hadapan; bukan dihadapan
* di awal; bukan diawal
* di kampung; bukan dikampung
* di sisi ; bukan disisi
* di sebelah ; bukan disebelah
* di Medan ; bukan dimedan
* di medan perang; bukan dimedan perang
* di lapangan; bukan dilapangan
* di dalam ; bukan didalam
* di kalbu ; bukan dikalbu

2. Jika di sebagai awalan, maka penulisannya disambung dan berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif.

Berikut contoh-contoh penulisan kata depan di yang ditulis sambung dengan kata yang mengikutinya.

* ditulis ; bukan di tulis
* dibeli; bukan di beli
* disuap; bukan di suap
* diintip; bukan di intip
* dikejar; bukan di kejar
* dibuat; bukan di buat
* dioper ; bukan di oper
* disambung ; bukan di sambung
* diminta; bukan di minta
* dikasih; bukan di kasih

Sebagai tips agar memahami cara penulisan di disambung atau dipisah sebaiknya Anda membaca tulisan ini dengan pelan-pelan dan hati-hati. Lebih mudahnya, gunakan tips dibawah ini:

*** Jika di ditambah kata kerja maka penulisannya disambung. Selain itu, penulisannya dipisah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s