6 Cara Menyikapi Pencurian Konten Blog

Cara menyikapi pencurian konten blogSumber gambar: searchenginejournal.com

Membicarakan pencurian konten di dunia siber tidak pernah habis. Kecek bagai ketiak ular. Walaupun sudah banyak sosialisasi dari banyak kalangan, tetapi hal tersebut terus saja terjadi. Dalam banyak kasus, hanya pelakunya saja yang bergonta-ganti.

Sebenarnya pencurian konten tendensinya lebih memiliki dampak burukbagi pelaku. Namun beberapa orang berani melakukannya karena ingin populer dengan cepat di dunia maya tanpa harus menciptakan karya sendiri.

Meski demikian, bukan berarti kita mengibarkan bendera putih begitu saja dan menerima keadaan.

Jika konten Anda dicuri orang lain dan dipublikasikan di situs berbeda tanpa ijin, berikut adalah sikap yang perlu Anda ambil:

1. Anda Mesti Bangga

Satu-Satunya bagian positif yang bisa didapat oleh bloger yang kontennya dicuri adalah rasa bangga. Setidaknya semua orang sudah sepaham bahwa para pencuri konten hanya mengincar konten-konten yang dianggap bagus.

Apabila konten Anda dicuri, maka Anda bisa menggunakan konten tersebut sebagai acuan untuk menciptakan konten lain sejenis yang sama bagusnya atau lebih baik lagi.

Kalau saya boleh berujar, sebenarnya kalau ada bloger di Indonesia yang belum pernah merasakan pencurian konten, maka ia belum bisa mengklaim kontennya sudah berkualitas atau memiliki popularitas di dunia maya.

Jadi, jangan bersedih dan banggalah.

2. Waktunya Instropeksi Diri

Tidak lucu apabila kuali mengatakan belanga hitam. Maka, pencurian yang terjadi merupakan reminder untuk melakukan instropeksi diri.

Apakah saya pernah melakukan pencurian konten?

Tindak plagiat bukan hanya kopas 100%. Mengutip sebagian paragraf pun sudah termasuk plagiat (Untuk informasi yang detail, Anda bisa mengunjungi Penerbit Deep Publish).

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memberi tautan menuju tulisan asli apabila mengutip maupun menyadur dan menerjemahkan. Bahkan meminjam gagasan.

Lagipula tautan keluar dapat membantu kinerja SEO menjadi lebih baik lagi.

3. Mengingatkan Bloger Tersebut

Tidak semua bloger mengetahui bahwa tindakan mencuri dapat merugikan bloger lain. Terutama bagi bloger-bloger yang baru membuat blog.

Daripada merasa kebakaran janggut dan marah tidak jelas karena merasa konten hasil memeras keringat dicuri bloger lain, lebih baik mengingatkan bloger bersangkutan melalui kotak komentar atau kontak di situs yang menerbitkan konten Anda.

Hal semacam ini akan mencegah terjadinya salah paham. Seandainya Anda langsung melaporkan ke Google DMCA, takutnya bloger yang tidak sengaja melakukan plagiat menjadi kapok dan tidak mau lagi ngeblog karena ia merasa tidak dihargai, sekalipun kasusnya adalah ketidaktahuan dan kurang ilmu.

4. Laporkan Ke Google DMCA untuk Memberi Efek Jera

Lain bengkak, lain bernanah. Selain membuat pemilik konten asli gregetan, sebenarnya menerbitkan konten curian di situs lain sepertinya bisa merusak SEO blog pemilik konten asli.

Sudah bukan hal yang aneh, terkadang justru konten curian mendapatkan posisi yang lebih baik dibanding konten asli.

Hal ini tentu saja berdampak pada penurunan trafik blog yang kontennya dicuri dan kalah dengan blog yang melakukan pencurian konten.

Apabila sudah memberi peringatan dan tidak dipedulikan, maka jalan yang tersisa adalah melapor ke Google DMCA.

Dengan begitu, konten yang dicuri akan dihapus secara otomatis. Jika blog yang sama sudah dilaporkan beberapa kali dan tetap melakukan pencurian konten, maka blog tersebut akan dihapus dari hasil penelusuran.

Untuk melaporkan ke Google DMCA, Anda bisa membaca di Nino Artikel.

5. Ikhlaskan

Bagi sebagian bloger, mereka tidak terlalu mempermasalahkan pencurian konten, sekalipun tidak menyertakan tautan menuju sumber.

Mereka menulis untuk berbagi ilmu. Selama tulisan tersebut bisa menjangkau lebih banyak orang, maka mereka cenderung mengikhlaskan saja.

Saya sendiri sudah sering mengalami pencurian konten. Hanya saja sejauh ini saya tetap tenang karena hampir mayoritas pencuri konten tidak mengupdate blognya lagi.

6. Proteksi Lebih Ketat Konten-Konten di Blog Anda

Jika Anda termasuk bloger sibuk dan pernah mengalami pencurian konten; tidak rela mengalaminya lagi, maka lakukan tindak ekstra untuk memproteksi konten-konten Anda.

Benar sekali bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena kalau tidak terjadi pencurian konten, Anda tidak perlu repot-repot melakukan berbagai respons.

Berikut dua posting yang mungkin bisa membantu Anda:

Kesimpulan

Konten dicuri bukan akhir dari segalanya. Anda tidak perlu bingung bagaimana untuk menyikapi tindakan tersebut.

Dengan berbagai pilihan di atas, bahkan bloger pemula sekalipun dapat berbesar hati untuk menerima tindakan pencurian konten sebagai bagian dari warna dunia blog.

Dan tentu saja, saya berharap cara-cara di atas dapat menyelesaikan masalah pencurian konten untuk selamanya.

Apakah konten Anda pernah dicuri? Bagaimana Anda menyikapinya? Bagikan di kotak komentar.

28 tanggapan untuk “6 Cara Menyikapi Pencurian Konten Blog

    1. Wkwkwk…. saya mau jadi bloger yang biasa saja. Cuma have fun doang. Lagian pengunjung nambah dikit aja buat kegiatan ngeblog jadi agak gak nyaman. πŸ˜€

      Suka

    1. Ha ha ha… ntar juga ada yang nyuri konten. Kan ada aja yg kopas niatnya menjatuhkan supaya rangking blog kita melorot. Orang jail di indonesia banyak. πŸ˜€

      Suka

  1. Klo ane bingung gan mo ngasih foto musti ambil dr google sbnernya g boleh ya? Moane cantumin sumberΒ°nya tp post ane udah terlanjur byk, dan ane jg blum dpt pnghsilan dr ngeblog πŸ˜₯

    Suka

    1. Setahu saya bloger profesional pun memaklumi pengambilan foto atau gambar selama mencantumkan sumbernya. Klo terlanjur biarin aja. Saya juga ada beberapa posting mengutip dan membuat listicle tanpa menyertakan link ke sumber wkwkw….. πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

      1. tapi untungnya saya jg blum dapat penghasilan dr ngeblog ini gan, saya sendiri ngga tahu kenapa,, saya check traffiknya lumayan, apa klo wordpress untuk adsensenya kayak ecommerce gitu ya perlu install server sendiri pakai xampp?

        Suka

        1. Klo yg di local host pake xampp. Bukan online. Klo yg online dah tinggal nyewa hosting aja plus beli domain. Kita tinggal make servernya. πŸ˜€

          Suka

  2. Hmmm saya jadi semakin jelas, bahwa tulisanku belum berkualitas dan belum ngetop, krn belum pernah dicuri he he.

    Kalau tugas kuliah dan karya tulis pernah dicuri lewat leptop wk wk wk

    Suka

    1. Ha ha ha…. nanti juga ada yang nyuri. Biasanya konten yang bisa rangking tinggi di google yang sering dikopas.

      Klo tugas kuliah dan karya tulis saya jarang ngerjain sendiri. Tinggal nyonteksaja,ha ha ha….. πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

        1. Iya…. saya tipe pemalas. Klo ada yg mudah ngapain susah-susah. Ya manfaatin aja anak-anak yg pinter. Klo nggak ada yg ngasih contekan baru ngerjain sendiri πŸ˜€

          Disukai oleh 1 orang

  3. Nahh, di blog ku yang lama sempat kayak gini mas.. bukan cuma satu postingan yang di copy paste tapi banyaak hhaha.. asyeeeem!

    Suka

  4. pernah ada yg copas 100 persen, tapi kasih link ke blogku, gampang banget ketauannya kan ya
    aku peringati, eh bukannya tulisan diperbaiki dia malah hapus link
    yang tua ngalah deh, aku rewrite tulisanku

    Suka

  5. Konten blog Anda pernah dicuri jg?
    Wjar sih ya, tulisan2 Shiq4 bagus sih, jd sllu menarik utk diincar oleh para bloger kurang ilmu.

    Oya, 6 tips di atas sangat rendah hati alias tdk reaktif, khususnya yg nomer 5.

    Suka

    1. Iya sering malah dicuri orang. He he he…. mungkin mereka masih pemula. Ntar klo dah tahu aturannya juga nggak bakal ngelakuin lagi πŸ˜€

      Suka

  6. kalau ane sih nyikapi plagiator dengan banyak bersyukur jika itu sangat bermanfaat untuk orang lain, kenapa kagak. soalnya niat nulis juga untuk nolongin diri sendiri melawan lupa :v

    Suka

Komentar ditutup.