Tag: Warung

Gamer-Gamer Tengah Malam di Warung Bekas Terminal Lama

Di tengah malam, saat aku ingin merokok, maka aku akan keluar untuk mendapatkan batang-batang nikotin. Biasanya aku bisa mendapatkannya dari warung-warung tak jauh dari rumahku. Hanya saja, ketika ikan dikuali melompat keluar, saat warung-warung tersebut tutup, maka aku harus keluar lebih jauh dari rumah, tepatnya di bekas terminal Mojosari yang sekarang menjadi pasar buah.

Pasar buah itu aktif di malam hari. Di sekitarnya ada beberapa warung berderet-deret rapi. Di warung paling pojok, yang paling dekat jalan raya, di sanalah aku mendapatkan rokok eceran yang kubutuhkan.

Bagian paling mengagumkan, warung ini cukup ramai kendati tengah malam. Di sinilah kulihat gamer-gamer bermain. Kurasa warung ini menyediakan wifi gratis. Jadi, warung ini seperti magnet bagi para gamer. Bahkan di setiap meja ada colokan listrik dalam jumlah yang banyak.

Lanjutkan membaca “Gamer-Gamer Tengah Malam di Warung Bekas Terminal Lama”

Iklan

Perubahan Kecil

Perubahan kecil dalam rutinitas hidupSumber gambar : qerja.com

Akhir-Akhir ini rutinitasku mulai berubah. Semua karena musim gelitu. Bapak biasa begadang untuk menunggu gelitu datang di malam hari. Jadi, beliau hanya punya sedikit waktu untuk tidur.

Maka…aku harus bangun dan pergi ke pasar lebih pagi.

Aku tidak tahu bagaimana semuanya terjadi. Semua terjadi begitu saja dengan sangat mudah. Dan tiba-tiba aku punya rutinitas baru.

Pertama, aku sudah tidak membaca buku lagi. Maksudku tidak berhenti selamanya, hanya sesaat saja sebelum aku menentukan jam membaca buku selanjutnya. Itu berarti aku sudah bisa tidur tidak lebih dari pukul 12 malam. Meskipun di hari sabtu atau minggu aku tetap tidur larut karena aku menonton liga Inggris.

Lanjutkan membaca “Perubahan Kecil”

Sebuah Warung


Berbulan-bulan yang lalu, ibu sempat mengatakan ingin membuka warung di depan rumah. Bahkan sudah mendatangkan pasir-pasir yang akan digunakan untuk membuat tanah sejajar dengan jalan kampung mengingat rumah kami menjorok ke dalam. Namun rencana tersebut tidak kunjung menjadi kenyataan dan hanya menjadi wacana.

Sampai adik perempuanku, yang telah berumah tangga, mengatakan ingin membuka warung kecil. Tak berapa lama kemudian, rencana tersebut langsung terlaksana.

Awalnya hanya menjual makanan ringan dan bermacam-macam es instan seperti Jas Jus, Pop Ice dsb, tapi lambat laun warung itu berkembang dengan pesat. Lanjutkan membaca “Sebuah Warung”