Tag: uang

Gadis “Teller” di Bank Mandiri

Gadis teller di bank mandiri

Sumber gambar: cogantstore.com

Aku sering ke bank Mandiri. Letak bank tersebut berdekatan dengan lapak buahku sehingga ibu selalu menitipkan uang untuk mentransfer uang ke adikku yang sedang kuliah atau deposit guna membeli saldo pulsa (karena jualan pulsa). Di bank inilah aku bertemu dengan gadis itu.

Gadis berkacamata yang menjadi teller di bank Mandiri depan pasar Legi Mojosari. Ngomong-Ngomong, dia manis. Aku pernah secara sengaja berlama-lama menikmati kemanisan wajahnya dengan mencuri-curi pandang. Tetapi aku sudah tidak melakukannya lagi atas nama kesopanan dan perilaku terpuji.

Namanya Riris Mei R.S. Jangan penasaran, aku bisa mengetahui namanya bukan karena aku punya indra ke-6 atau bertanya langsung, aku hanya melihat papan nama di meja tinggi tempat teller, kemudian memastikannya dengan nama yang tertempel di bagian kiri dadanya agar tidak salah.

Lanjutkan membaca “Gadis “Teller” di Bank Mandiri”

3 Aturan: Cara Penulisan Rupiah (Uang) yang Benar

Cara penulisan mata uang

Sumber gambar: finasialku.com

Ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata. Untuk menjadi penulis andal, aku terus memperbaiki semua hal sedikit demi sedikit.

Saat ini sedang belajar tata bahasa. Agar tulisan semakin indah. Dan aku senang sekali karena terdampar di beberapa laman dan menemukan beberapa aturan tentang cara penulisan uang (rupiah) yang baik dan benar.

Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber:

Lanjutkan membaca “3 Aturan: Cara Penulisan Rupiah (Uang) yang Benar”

Koin-Koin 500 Rupiah

Koin-Koin 500 Rupiah

Sumber gambar: ariaturns.com

Beberapa bulan lalu, tiba-tiba layar laptop menjadi hitam. Setelah sempat dibawa ke tukang service komputer, perlu mengganti monitor dengan yang baru. Biayanya tepat Rp700.000,00.

Dekat tak tercapai, jauh tak berantara. Dipikir-pikir, harga laptop milikku dulu adalah Rp1.000.000,00 saja. Bekas adikku. Jika untuk memperbaikinya saja butuh Rp700 ribu, tentu itu harga yang tidak rasional. Jadi, aku tidak memperbaikinya.

Rencananya aku akan beli laptop baru tahun depan. Kulihat ada laptop antara Rp1,5 juta – Rp2 jutaan saja di brosur-brosur yang beredar. Masih baru, meski mungkin model lama. Lagipula aku hanya memakai laptop untuk keperluan menulis saja.

Lanjutkan membaca “Koin-Koin 500 Rupiah”

Menjaga Sebuah Visi

Menjaga sebuah visi Sumber gambar : ekomputing.com

Dua kali menjalankan bisnis online, dua kali pula mengalami kegagalan.

Dan yang ketiga, merupakan blog shiq4 yang menawarkan jasa penulis artikel. Sempat merasa akan berhasil di tahun 2015, ketika mulai mendapatkan pesanan dan leads, pada akhirnya halaman penawaran saya hapus dari blog.

Karena Shiq4 pernah dibanned. Entah benar atau salah, penyebabnya adalah adanya larangan menjual produk dan jasa di situs gratisan WordPress.

Lanjutkan membaca “Menjaga Sebuah Visi”

Ayam Berwarna Biru

Ayam berwarna biru

Beberapa bulan yang lalu ada pasar malam di daerahku. Semua anggota keluarga pergi dan aku sendirian di rumah. Aku tidak ikut pergi. Kupikir itu hanya bisa menyenangkan gadis-gadis baru gede dan anak-anak saja. Atau ibu-ibu yang terpaksa ikut pergi untuk membeli mainan atau mengajak anak mereka. Atau mungkin para pria yang berusaha tersenyum karena menemani kekasihnya berkeliling di pasar malam. Bagiku pasar malam sesuatu yang membosankan dan tidak menarik.

Tapi kemudian aku berubah pikiran. Kupikir akan menyenangkan untuk meliput acara tersebut dan memposting di blogku. Hitung-Hitung untuk menambah koleksi konten. Jadi, sebelum pukul sembilan malam, ketika anggota keluarga lainnya pulang, aku memutuskan untuk pergi seorang diri. Tidak lupa aku meminjam handphone ibu untuk mengabadikan pasar malam.

Tapi semua yang kupikirkan tidak berjalan dengan baik. Setelah tiba di lokasi, aku mengambil gambar beberapa kali, namun hanya menghasilkan foto-foto yang tidak menarik dan buram. Kurasa pencahayaannya sangat kurang dan kamera handphone tidak cukup berkualitas. Maka aku pun langsung membuang jauh-jauh ide menulis tentang pasar malam. Lanjutkan membaca “Ayam Berwarna Biru”

Hari Ke-5 : Kejadian Sebenarnya di Tahun 1990-an

Kejadian di masa kecil tahun 1990-an

Salah satu kegemaran saya di waktu kecil adalah bermain game. Di tahun 1990-an ada dua tempat bermain game di daerah saya. Hampir setiap hari saya mengunjunginya.

Terdapat bermacam-macam jenis permainan. Saya hanya butuh uang receh Rp 100,- saja untuk mulai bermain. Durasi waktunya tergantung ketrampilan, jika jago bermain, maka investasi Rp 100,- sangat menguntungkan karena bisa bebas bermain game sampai karakter kita mati.

Lanjutkan membaca “Hari Ke-5 : Kejadian Sebenarnya di Tahun 1990-an”

9 Alasan Mengapa Anda Harus Mulai Menabung

alasan menabung sejak muda
Sumber gambar : diberitai.com

Sejak kecil hingga usia 26 tahun, saya tidak pernah menabung. Sebanyak apapun uang yang saya hasilkan, sebanyak itu pula uang yang saya habiskan. Bisa dibilang saya adalah orang yang cukup buruk dalam mengelola keuangan karena tidak bisa berhemat sehingga jika ada keperluan mendadak, saya biasanya memilih untuk berhutang.

Sampai akhirnya saya mulai tersadar.

Kalau saya ingin hidup enak, maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah belajar berhemat dan mulai menabung

Bagi Anda yang masih ragu-ragu untuk segera memulai kegiatan menabung, berikut ini adalah alasan menabung yang bisa memotivasi Anda untuk bisa menyisihkan uang dan berbangga di akhir bulan :

Lanjutkan membaca “9 Alasan Mengapa Anda Harus Mulai Menabung”

Menabung

Beberapa minggu terakhir saya mencoba untuk hidup hemat. Segala pengeluaran yang tidak perlu saya pangkas hingga tidak bersisa. Hasilnya, saya berhasil menyisihkan uang sebesar Rp 750.000,00. Uang yang cukup lumayan besar.

Caranya sederhana. Saya menabung sebesar Rp 10.000,00 ribu setiap hari. Ditambah dengan penghematan di sana sini dalam 2 bulan terakhir. Dan hasilnya, cukup memuaskan. Saya berhasil menabung untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Itu sebuah langkah yang besar.

Saya tidak punya rencana khusus berkaitan dengan uang tabungan tersebut. Setiap hari nilainya terus bertambah karena saya terus menyisihkan uang dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Saya benar-benar berhemat.

Saya tidak lagi ngopi di warung. Saya bisa hemat beberapa puluh ribu dengan membuat kopi sendiri di rumah. Selain itu, saya juga mengurangi konsumsi rokok sehingga bisa menyimpan Rp 50.000,00 di akhir bulan. Sungguh, saya bahagia dengan apa yang saya miliki sekarang.

Kesadaran Hidup Hemat

Di usia saya yang menginjak 26 tahun, saya mulai menyadari pentingnya hidup hemat. Itu berawal dari ketertarikan saya akan hidup disiplin yang banyak ditonjolkan di berbagai media seperti film dan buku cerita. Saya benar-benar terinspirasi oleh cara hidup orang jepang yang serba teratur. Dan saat ini, saya mulai mengatur hidup saya agar disiplin, bangkit dari keterpurukan pemikiran beberapa tahun terakhir. Saya ingin berubah.

Hidup hemat bisa benar-benar menjadi sesuatu yang bisa mengubah banyak hal dalam hidup, termasuk kebahagiaan.

Dengan hidup hemat, saya mulai tahu arti menahan diri. Saya harus menahan banyak keinginan agar hal ini sesuai dengan rencana. Oh Tuhan, semoga kesadaran saya tentang hidup hemat bukanlah sesuatu yang keterlaluan. Tetapi sebuah kebijaksanaan.

Uangnya Untuk Apa?

Ini yang membuat saya sedikit bingung. Jika uang tersebut benar-benar terkumpul dalam jumlah yang besar, lalu untuk apa?

Saya sudah merasa hidup serba kecukupan. Makan 3x sehari, memiliki kendaraan pribadi, TV besar yang selalu menyala, dan gadget murahan yang biasa saya gunakan untuk ngeblog. Praktis, untuk saat ini saya tidak memiliki keinginan apapun.

Oh ya… Hampir lupa. Saya punya keinginan untuk terus konsisten membaca buku dan mereviewnya di kategori buku sehingga blog saya bisa kaya konten yang membahas tentang buku. Selebihnya, saya belum ingin merubah apapun yang ada di blog ini.

Saya bersyukur atas segala kebaikan yang sering hadir dalam hidup saya akhir-akhir ini. Semoga saya menjadi pribadi yang semakin baik setiap harinya. Amin.