Tag: Tulisan Indah

Tahun 2018: Fokus Memperkaya Kosakata Baru yang Baku

Kosakata baku 2018

Sumber gambar: idntimes.com

Aku sudah rutin menulis. Tulisanku sudah jauh berkembang dibanding dengan tiga tahun lalu di mana aku tidak punya pengalaman sedikit pun dalam bidang tulis-menulis.

Setidaknya sampai umur blogku tiga tahun, aku masih tetap konsisten.

Aku sudah punya cukup pengalaman menulis. Juga sudah mempelajari beberapa hal yang mampu menunjang hobiku ini, mulai dari cara menentukan judul yang baik hingga beberapa dasar copywriting untuk menarik perhatian pembaca.

Meski begitu, aku masih belum puas dengan diriku sendiri. Dari sekian banyak hal yang ingin kupelajari lebih lanjut, tahun 2018 ini akan kugunakan untuk memperkaya kosakata saja.

Lanjutkan membaca “Tahun 2018: Fokus Memperkaya Kosakata Baru yang Baku”

Tertarik Belajar Peribahasa

Belajar Peribahasa IndonesiaSumber gambar : Segores-info.blogspot.co.id

Sejak Shiq4 mengudara sekitar 2 tahun yang lalu, saya rutin menerjemahkan konten bahasa Inggris dan memublikasikannya.

Selain memudahkan saya mempelajari materi yang saya terjemahkan, konten-konten tersebut mungkin berguna bagi orang lain yang juga tertarik dengan topik serupa mengingat ada beberapa materi yang belum banyak dibahas dalam bahasa Indonesia.

Lanjutkan membaca “Tertarik Belajar Peribahasa”

Menulis Hal Remeh Temeh? Mengapa Tidak!

Menulis hal remeh temehSumber gambar : juragancipir.com

Beberapa bloger yang pernah saya jumpai terlalu minder dan mengatakan bahwa mereka hanya bisa menulis hal-hal yang remeh temeh. Padahal tidak ada yang salah dengan hal yang demikian.

Saya pun memulai blog dengan menulis hal-hal yang mungkin tidak berguna bagi orang lain seperti kegiatan harianpuisi, maupun pemikiran-pemikiran konyol.

Buktinya blog saya berkembang dengan baik sejauh ini. Justru malah tulisan yang remeh temeh yang paling banyak dibaca ketika baru terbit. Juga menghasilkan lebih banyak komentar. Karena mayoritas bloger dan pembaca lebih menyukai konten ringan.

Lanjutkan membaca “Menulis Hal Remeh Temeh? Mengapa Tidak!”