Tag: Teman

7 Tips untuk Penderita Skizofrenia

Tips untuk penderita skizofreniaSumber gambar : kompas.com

Saya mulai mengidap skizofrenia sejak tahun 2011. Sejak menderita skizofrenia, sedikit demi sedikit banyak perilaku dan sikap yang berubah. Kehidupan menjadi lebih sulit dijalani dengan berbagai halusinasi dan delusi.

Saya telah menjalani banyak pengobatan, baik alternatif maupun medis. Tapi tidak menunjukkan hasil apapun. Setidaknya baru di pertengahan tahun 2015 saya baru menunjukkan kemajuan dan mulai kembali bergairah menjalani hidup.

Melalui berbagai pengalaman hidup dengan skizofrenia, saya merangkum berbagai tips bagi penderita skizofrenia lainnya agar dapat kembali pulih dan merasakan gairah yang sama seperti sebelum sakit.

Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi :

Lanjutkan membaca “7 Tips untuk Penderita Skizofrenia”

Cara Berteman dengan Bloger Lain

Berteman dengan blogger lain

Sumber gambar: indianexpress.com

Kegiatan ngeblog akan semakin asyik jika dilakukan bersama orang lain. Bukan hanya membuka peluang untuk menjadi lebih sukses, memiliki teman dalam melakukan hal yang kita sukai membuat kita bahagia. Dan itu bagus untuk mental kita.

Menurut penelitian, ngeblog bisa membantu hubungan persahahabatan kita. Menghabiskan waktu untuk online (ngeblog) tidak hanya meningkatkan jumlah teman dan kepuasan bersama teman online, tetapi juga teman offline.

Lanjutkan membaca “Cara Berteman dengan Bloger Lain”

Bertemu Teman Lama

bertemu teman lama

Sumber gambar : suesol.typepad.com

Setelah saya terkena skizofrenia, saya dipaksa untuk melewati berbagai pengobatan. Mulai dari pengobatan alternatif seperti akupuntur dan minum obat-obat tradisional, hingga ke pengobatan modern, konsultasi ke dokter penyakit kejiwaan. Serangkaian pengobatan tersebut membuat saya kehilangan kontak dengan teman-teman saya.

Di tahun 2014, keadaan saya mulai membaik. Setelah dirawat di dua tempat penampungan khusus skizofrenia selama sekitar 16 bulan, saya diperbolehkan pulang. Tapi keadaan benar-benar berubah. Saya tidak punya teman. Teman-teman yang dulu sekarang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Belum lagi status mereka yang sudah menikah dan punya anak, tentu saja mereka tidak punya waktu untuk sekedar minum kopi  bersama saya seperti dulu. Lagipula saya juga merasa tidak enak jika harus menghubungi teman lama. Toh tidak ada sesuatu yang penting.

Lanjutkan membaca “Bertemu Teman Lama”

Tidak Memiliki Teman

Mulai dari mana ya…? Baiklah, saya ingin sedikit menulis tentang diri saya. Saya dilahirkan dengan sifat pendiam. Tidak banyak bicara. Suka menyendiri untuk mempelajari hal-hal baru. Otomatis sering melakukan kesalahan yang tidak perlu dan terkadang bersikap konyol.

Karena terlalu asyik dengan diri sendiri, saya menjadi orang yang kurang gaul. Kadang-Kadang beberapa orang mungkin menganggap saya adalah pribadi yang sombong. Its okay. Karena setiap orang berhak memiliki pandangan apapun tentang orang lain.

Sejak saya SD sampai Kuliah, saya tidak pernah benar-benar memiliki teman yang asyik untuk mengobrol. Jadi, ya begitulah kehidupan saya. Sendirian saja. Terlepas dari betapa cerdasnya pikiran yang saya miliki he he he, saya sangat sulit mendapatkan seorang teman. Teman-Teman saya cuma segelintir. Dan kebanyakan dari mereka sudah menikah atau bekerja ke luar kota. Hal itulah yang akhir-akhir ini menganggu pikiran saya. Apalagi kalau nonton film-film animasi jepang yang mengangkat tema pertemanan, saya ingin menangis karena kadang-kadang ceritanya mirip dengan kehidupan saya. Bedanya, di film tersebut tokoh utama berhasil mengubah hidupnya dan memiliki teman-teman sejati yang selalu ada ketika tokoh utama membutuhkan bantuan. Sedangkan saya, sampai hari ini belum memiliki teman yang asyik untuk mengobrol atau sekedar bercanda.

Ada perasaan iri. Sesekali… Saya benar-benar ingin memiliki teman seperti halnya di film-film yang saya tonton. Bisa menghibur saya ketika sedih, menertawakan humor yang saya bawakan, atau bekerja sama untuk menyelesaikan suatu hal. Mungkin akan jadi anugrah terindah dalam kehidupan saya jika hal tersebut bisa menjadi kenyataan. Begitulah keadaan saya saat ini.

Terlepas dari keadaan saya yang saat ini tidak punya teman, saya tetap enjoy saja. Bisa nonton TV sampai larut, kadang-kadang menyewa vcd di rental terdekat, membaca novel-novel yang tebal, bahkan membeli kopi-kopi berharga mahal di super market terdekat. Saya orang yang berusaha menikmati hidup ini, tidak salah kan?

Tapi saya harus mengakui bahwa terkadang saya sangat merindukan seorang teman dalam hidup saya. Sudahlah. Saya tidak terlalu berharap. Lagipula ada ayah, ibu, dan adik-adik saya yang bisa menjadi teman ngobrol setiap saat. Membohongi diri sendiri, tapi hal itu bekerja dengan baik.

Seorang teman.
Mungkin nanti. Jika waktunya telah tiba. Karena sepertinya Tuhan memiliki rencana lain dibalik semua kejadian. Ha ha ha….