Tag: Skizofrenia

Hari ke-26 : Kecewa Terhadap Diri Sendiri

Kecewa Terhadap Diri sendiri

Sejak kecil saya tidak punya impian. Pantas saja jika kegiatan sehari-hari saya hanya bersenang-senang saja. Hobi saya adalah bermain sepak bola dan catur. Tapi tidak pernah berpikir untuk serius dan kemudian menjadi profesional di kedua bidang tersebut. Dan waktu berlalu dengan cepat.

Baru di awal usia 20-an, saya benar-benar mengetahui apa yang saya inginkan. Sebuah impian besar. Ketika pertama kali mengikuti kelas pemasaran saat kuliah, perasaan saya mengatakan itu sesuatu yang hebat. Apalagi setelah membaca buku-buku Kohtler, saya sangat menikmatinya. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa passion saya adalah dunia pemasaran.

Lanjutkan membaca “Hari ke-26 : Kecewa Terhadap Diri Sendiri”

Hari ke-22 : Ketakutan Terbesar dalam Hidup Saya

Kehidupan penderita skizofreniaSumber gambar : intisari-online.com

Saya menderita skizofrenia sejak 2011. Artinya sudah 6 tahun saya berjuang melawan penyakit ini. Setelah membaca beberapa referensi tentang skizofrenia, mayoritas penderitanya harus terus minum obat sepanjang hidupnya. Namun ada juga penderita minoritas yang berhasil pulih seperti sedia kala.

Awalnya saya merasa akan mampu melaluinya. Namun setelah berusaha begitu keras, akhirnya saya merasa menyerah dan terus bersedih. Pilihan yang ada hanya terus mengkonsumsi obat agar bisa beraktivitas seperti orang normal. Dan butuh waktu lama untuk menerima kehidupan semacam itu.

Lanjutkan membaca “Hari ke-22 : Ketakutan Terbesar dalam Hidup Saya”

Berinteraksi dengan Orang-Orang yang Malang

Kehidupan di pasar cukup rumit. Selain ada pedagang dan pembeli, pasar juga dipenuhi dengan orang-orang yang malang seperti pengemis, pengamen, gelandangan, dan pemulung.

Dilihat dari sisi hukum, sebenarnya orang-orang bernasib malang tersebut telah melanggar KUHP pasal 504 dan pasal 505, Buku ke-3 tentang tindak pidana pelanggaran. Lanjutkan membaca “Berinteraksi dengan Orang-Orang yang Malang”

Gara-Gara Tidak Bisa Tidur

cewekcantikngantuksaatkerja.jpg

Sumber GAmbar: aslicirebon.com

Sebagai penderita skizofrenia, saya harus rutin minum obat. Obat antipsikotik yang biasa saya konsumsi adalah risperidon dan clozapine. Sedangkan untuk mengatasi efek sampingnya, dokter meresepkan heximer.

Semua berjalan baik-baik saja ketika saya mengkonsumsi obat tersebut selama beberapa bulan. Tidak ada keluhan apapun. Sampai suatu ketika dokter mengganti clozapine dengan obat lain (saya lupa apa namanya). Katanya obat pengganti tersebut harganya lebih mahal. Dan saya mengartikannya sebagai obat yang lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya, saya tidak cocok dengan obat baru.

Lanjutkan membaca “Gara-Gara Tidak Bisa Tidur”

Kehidupan Penderita Skizofrenia

Saya penderita skizofrenia. Anda tidak salah jika menganggap saya sebagai orang dengan gangguan jiwa. Anda juga boleh menyebut saya sebagai orang gila. Karena pada kenyataannya memang seperti itu adanya. Awalnya saya sulit menerima sebutan “orang gila” karena itu istilah yang cukup menyakitkan. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan orang lain yang menyebut saya “orang gila” karena pemahaman mereka yang salah sudah umum dipakai oleh masyarakat di indonesia. Kalau boleh membela diri, saya lebih suka disebut sebagai penderita skizofrenia saja dibanding dengan orang gila.
Lanjutkan membaca “Kehidupan Penderita Skizofrenia”