Tag: sakit

Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar

Pengalaman Waham SkizofreniaSumber gambar : macrofag.blogspot.co.id

Beberapa pembaca tulisan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang skizofrenia. Karena saat itu saya berjanji akan mengulasnya, maka saya menulis postingan sederhana ini untuk menjawab sedikit rasa penasaran tentang skizofrenia.

Ini mengenai waham. Pengertian waham yang mudah dicerna berikut saya kutip dari Abualbanicentre :

Lanjutkan membaca “Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar”

Iklan

Periksa Lagi….

Kemarin malam sebenarnya ingin menulis seperti biasa. Tapi karena keesokan harinya harus berangkat ke Surabaya untuk periksa rutin, maka Ibu menyuruh untuk tidur lebih cepat. Agar bisa bangun dan berangkat pagi-pagi.

Bagiku perjalanan ke Surabaya merupakan hal yang membosankan. Dimulai dari menunggu kendaraan umum, lalu duduk diam selama perjalanan, dan begitu seterusnya sampai tiba di tujuan.

Untungnya aku mewarisi smartphone baru. Jadi, selama perjalanan aku membuka portal berita sepak bola dan mengamati bursa transfer musim panas tahun ini. Setidaknya aku bisa lupa diri dimana aku berada. Lanjutkan membaca “Periksa Lagi….”

Hati yang Resah

Sudah hampir 4 tahun lamanya saya berjuang melawan schizofrenia. Pada kondisi terburuk, saya tidak lagi bisa berpikir positif tentang hidup saya. Penyakit ini telah merenggut banyak impian di masa muda saya. Bagi saya kesehatan adalah sesuatu yang langka. Seperti kata orang ” Anda tidak akan pernah menghargai sesuatu sampai Anda benar-benar kehilangan hal tersebut”. Hal itu berlaku bagi saya. Saya telah kehilangan kesehatan di usia saya yang ke-22. Itu cukup menyakitkan dan meninggalkan luka mendalam dalam hidup saya.

Selama 4 tahun, satu-satunya harapan saya adalah bisa sembuh dari penyakit terkutuk yang menimpa saya. Tidak ada hal lainnya. Sampai sekarang saya juga masih tidak percaya jika saya harus hidup dengan schizofrenia selama sisa hidup saya.

Pada akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan, kondisi saya mulai menunjukkan tanda-tanda yang membaik. Saya mulai pulih dari sakit dan mulai kembali membangun mimpi-mimpi indah di usia ke-26. Keadaan saya tidak pernah sebaik ini. Saya benar-benar optimis dengan masa depan saya.

Tapi ada hal yang membuat saya resah dan tidak bisa tidur nyenyak. Mungkin karena sakit yang terlalu lama sehingga saya tidak bisa merasa senang dengan kondisi saya saat ini. Saya hanya takut jika penyakit ini akan kambuh lagi di kemudian hari. Hasilnya, saya tidak lagi merasa bahagia sebagaimana manusia lainnya. Saya merasa tertekan.

Saya hanya bingung dan merasa semua yang saya lakukan sia-sia dan tidak berguna. Asal Anda tahu, saya mampu menghasilkan cukup banyak uang ketika berjualan buah. Anehnya, jumlah uang yang terus bertambah tidak pernah membuat hati saya tenang. Saya tidak tahu harus diapakan uang tersebut karena saya tidak memiliki keinginan apa pun. Akhirnya, saya hanya mengumpulkan uang dan tidak memiliki ide untuk membelanjakannya.

Pernah suatu kali terlintas di kepala saya bahwa mungkin ini adalah akhir kehidupan saya saat penyakit ini menyerang saya. Saya akui, saya takut jika harus meninggal karena penyakit sialan ini. Mungkin ketakutan yang berlebihan, tapi jujur saja, saya ingin hidup lebih lama lagi. Saya hanya berpikir satu hal “semua yang hidup pasti akan mati. Semua orang pasti akan mengalaminya. Lantas mengapa aku harus takut?”

Saat ini, aku memiliki banyak waktu luang. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tidak ada sesuatu apapun yang kuinginkan. Semua kebutuhanku telah tercukupi. Hanya saja hatiku tidak cukup tenang untuk menikmati semua anugerah yang diberikan Tuhan. Aku kebingungan layaknya anak ayam yang ditinggalkan induknya.

Untuk mengisi waktu luang yang begitu banyak, aku membaca banyak buku. Hampir semua buku di rak meja telah kubaca. Aku mulai banyak berpikir tentang masa depan. Aku berjanji pada diri sendiri untuk membaca segala jenis buku. Mulai dari novel, filsafat, hingga buku-buku agama. Tujuannya hanya satu. Untuk menjadi orang yang bijaksana. Apalah arti ilmu tanpa kebijaksanaan. Ya, kurasa aku telah bersepakat dengan diri sendiri untuk belajar menjadi bijaksana dengan ilmu yang kumiliki. Mungkin akan susah, tapi layak dicoba he he he….

Ditulis dengan wordpress untuk android

Periksa Ke Dokter Lagi

Sebenarnya saya sudah agak baikkan. Bahkan sudah merasa sehat seperti sedia kala. Tapi orang tua saya terlalu khawatir dengan kondisi saya sehingga memilih untuk konsultasi ke dokter lagi. Artinya selama beberapa bulan ke depan saya masih harus mengkonsumsi obat-obatan resep dari dokter.

Hari ini seharusnya merupakan hari untuk konsultasi. Tapi karena ibu dan saya disibukkan dengan banyaknya barang dagangan, kami menunda konsultasi ke dokter. Jadi, kami baru bisa berangkat ke surabaya besok pagi.

Mungkin teman-teman yang mengikuti blog saya sejak awal memiliki pertanyaan apa sebenarnya penyakit yang saya derita? Sengaja tidak pernah saya sebutkan dalam postingan karena saya merasa malu saja ha ha ha. Sekarang sudah tidak malu lagi karena hampir sembuh. Jadi, saya sakit apa hayo?

Saya sendiri juga tidak begitu tahu bahasa ilmiah untuk penyakit yang saya derita. Mudahnya, saya mengalami stress. Kondisi dimana saya terlalu banyak berpikir sehingga tidak bisa tenang dan perasaan sering berubah-ubah dalam waktu singkat. Hampir sama dengan gejala orang sakit jiwa, hanya saja penyakit yang saya derita merupakan gejala awal orang gila. Namun, karena penanganan yang cepat dan tepat, akhirnya saya bisa sembuh seperti sedia kala meskipun saya harus menjalani hidup dengan terus mengkonsumsi resep dokter.

Seingat saya, gejala awalnya adalah insomnia. Tidak bisa tidur dalam waktu tertentu sampai tubuh benar-benar letih. Juga terlalu banyak masalah dalam kehidupan saya yang saya pendam sendiri sehingga pikiran terlalu diforsir untuk berpikir. Dan terakhir nafsu makan yang berkurang sehingga tubuh saya pun menjadi kurus. Itulah penyakit yang saya hadapi selama 4 tahun terakhir.

Sekarang keadaan sudah baik. Saya sudah bisa bekerja layaknya orang normal dan tidur secara teratur dengan bantuan obat tidur dari dokter. Nafsu makan juga sudah kembali seperti orang lainnya sehingga tubuh saya pun gemuk lagi. Untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir saya mulai memiliki impian lagi. Tidak seperti ketika sakit, yang ada hanya negatif thinking dan mengeluh saja. Kini saya siap berjuang untuk menjadikan nyata impian-impian saya yang tertunda. Semoga saya sembuh total di tahun 2016, itu harapan terbesar saya saat ini. Tidak ada yang lain.