Tag: rindu

Oktober 2017 : Hujan Pertama

Hujan pertama tahun 2017Sumber gambar : idntimes.com

Hujan pertama akhirnya tiba. Dua hari terakhir berturut-turut, tepatnya pada tanggal 16 Oktober dan 17 Oktober di tahun 2017. Keduanya terjadi di siang hari.

Hujan pertama, langitnya menjadi lebih gelap. Deras sekali disertai angin. Aku sibuk meutupi lapakku dengan kardus karena angin kencang membawa butir-butir hujan ke buah-buahan yang kupajang. Aku pun sedikit basah.

Keesokan harinya, hujan lagi. Kali ini tidak deras, hanya rintik-rintik kecil. Dimulai sekitar pukul dua siang dan sudah berhenti total menjelang maghrib.

Lanjutkan membaca “Oktober 2017 : Hujan Pertama”

Merindukan Seseorang yang Tak Kukenal

Satu-Satunya hal yang baru kusadari adalah kenyataan bahwa aku jarang berbicara dan bercanda dengan perempuan selama 4 tahun terakhir. Sakit mengharuskan aku menjalani banyak perawatan. Dan selama aku dirawat, belum pernah aku menemui perempuan single satu kali pun.

Aku sudah terbiasa seperti itu. Sendirian. Sudah lama aku melupakan kelembutan seorang perempuan. Kadang aku merindukan masa dimana aku memiliki teman perempuan untuk digoda. Bagiku itu adalah hal yang lucu. Melihat seorang perempuan tersenyum adalah kenikmatan yang istimewa. Kukira semua lelaki setuju dengan yang demikian.

Setelah sekian lama menanti, akhirnya aku menemukan seorang perempuan yang menggagumkan. Ia tidak cantik. Suaranya juga tidak merdu. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh logika terdapat pada dirinya. Ia menawan. Dan jika ia tersenyum di depanku, maka hariku pun berubah menjadi indah. Sepertinya Tuhan bisa menyenangkan diriku dengan cara yang aneh. Melalui perempuan ini.

Aku tidak mengenalnya. Tidak pernah tahu siapa namanya. Tapi itu bukanlah masalah besar bagiku. Aku biasa melihatnya dari kejauhan saat ia duduk manis di tempat biasanya. Untuk beberapa alasan, aku cukup puas dengan apa yang kulakukan. Terlihat aneh ya…?

Mungkinkah aku jatuh cinta? Kukira aku terlalu cepat menyimpulkan hal tersebut. Aku sudah memikirkannya selama beberapa dan menyimpulkan bahwa ini bukan cinta. Aku hanya menyukainya. Penampilannya, sikap anggunnya, dan terlebih senyumannya. Jujur saja, ia mungkin wanita idaman kebanyakan lelaki.

Tapi kadang aku juga bingung. Ada saat dimana aku benar-benar merindukannya. Aku ingin memeluknya, ingin mencium tangannya, atau memikirkan berbagai kemungkinan indah jika bersama dirinya. Tahukah kau jika akuu tersiksa ?.

Sudah lama aku merencanakan untuk berkenalan dengannya. Tapi apa daya, aku merasa segan. Belum pernah aku mengalami hal ini sebelumnya. Mungkin karena aku tahu ia adalah anak pondokan. Jadi, ia mungkin tidak sembarangan menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal sepertiku. Nyaliku pun ciut dengan sendirinya.

Mengapa kau hadir dalam kehidupanku? Tidakkah kau sadari bahwa ada orang yang tersiksa secara tidak sengaja karena menggagumi dirimu? Apakah ada kesempatan bagi orang asing masuk dalam kehidupanmu?

Aku sudah tidak kuat lagi menahan perasaanku yang aneh. Jika aku melihatmu lagi di esok hari, aku akan menghampirimu dengan tidak tahu malu dan meminta nomor HP mu. Mungkin terlihat konyol, tapi aku sangat serius. Biar saja orang-orang menertawakanku. Aku sudah tidak peduli.

Aku tidak mau lagi merindukan orang yang tak kukenal di masa yang akan datang. Setidaknya aku harus mengetahui siapa namamu agar aku bisa menuliskannya menjadi puisi dan menjadi inspirasi bagi tulisanku.

Semoga kali ini Tuhan berbaik hati kepadaku dan membuat rencanaku berjalan seperti seharusnya.

Ditulis dengan wordpress untuk android