Tag: Pulau

Tamat : Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (8)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuniSumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik di sini.

Bagian dua klik di sini.

Bagian tiga klik di sini.

Bagian empat klik di sini

Bagian lima klik di sini

Bagian enam klik di sini

Bagian tujuh klik di sini

Thomas bangun tidur dengan kondisi yang memprihatinkan. Karena baju dan celananya sangat kotor terkena pasir. Belum lagi karena semalam ia tidur tanpa alas seperti biasanya, ditambah hujan yang membuat pakaiannya basah, pasir-pasir itu meninggalkan noda-noda hitam di seluruh pakaiannya. Thomas hanya memukul-mukul celana dan pakaiannya agar pasir-pasir yang tersisa rontok. Siapa yang peduli dengan kebersihan di pulau seperti ini, pikir Thomas.

Setelah bangkit dari posisi tidur, Thomas melihat sesosok manusia bermain di pantai. “Ah…. syukurlah kau baik-baik saja” Gumam Thomas.

Lanjutkan membaca “Tamat : Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (8)”

Iklan

Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (07)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni

Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik di sini.

Bagian dua klik di sini.

Bagian tiga klik di sini.

Bagian empat klik di sini

Bagian lima klik di sini

Bagian enam klik di sini

Malam tidak terlalu dingin. Setidaknya tidak ada angin kencang yang membuat keadaan bertambah buruk. Thomas merasa sudah cukup menyendiri dan ia merasa sudah saatnya kembali ke markas. Ia berharap Vina belum tidur karena Thomas ingin mengobrol.

Setelah bangun dari pasir, Thomas merasa angin malam yang pelan membuatnya kedinginan. Ia mendekapkan tangan ke perutnya. Bajunya yang masih basah karena hujan tidak mampu menolongnya mengurangi rasa dingin. Dan ya… bagian belakang baju dan celananya kotor setelah ia tidur-tiduran di atas pasir untuk memikirkan langkah selanjutnya bertahan di pulau terkutuk tanpa penghuni.

Setelah berjalan sekitar 20 menit, Thomas melihat Vina masih belum tidur. Bayangan Vina tampak jelas di bawah sinar bulan yang terang malam ini. Thomas merasa beruntung. Dan ia berharap Vina sedang tidak ketakutan memikirkan hal-hal konyol seperti sebelumnya. Lagipula Thomas sudah menjauh untuk sejenak agar Vina menenangkan diri dengan ketakutannya. Sayangnya, kali ini Thomas salah karena Vina sudah tidak pernah berpikir buruk tentang dirinya.

Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (07)”

Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (06)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni
Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik di sini.

Bagian dua klik di sini.

Bagian tiga klik di sini.

Bagian empat klik di sini

Bagian lima klik di sini

Sudah beberapa jam Thomas menjelajahi hutan. Namun ia tetap tidak menemukan makanan. Rasa malu sebagai lelaki yang bertanggungjawab atas keselamatan wanita tidak banyak membantu. Hari mulai sore. Dan Thomas menyerah. Ia kembali ke “Markas” dengan putus asa.

Sementara itu ditempat lain, sesosok wanita tidak beranjak dari tempat duduknya. Ia terus menatap ke arah hutan, tempat Thomas pergi beberapa waktu lalu. Persediaan makanan yang semakin menipis ikut membuat Vina khawatir. Dan ya…. Vina menyadari tidak mampu berbuat apapun. Ia hanya berdo’a agar Thomas membawa sesuatu. Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (06)”

Sebuah Cinta di Pulau tak Berpenghuni (05)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni

Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik di sini.

Bagian dua klik di sini.

Bagian tiga klik di sini.

Bagian empat klik di sini

Sudah sekitar satu jam Thomas meninggalkan Vina dan masuk hutan. Tapi kejadian yang sama terulang. Tidak ada tanda-tanda buah-buahan ataupun ayam. Tidak ada makanan.

“Sial. Mungkin beberapa hari kemarin Tuhan sedang berbaik hati. Tapi tidak untuk hari ini.” Thomas mengeluh.

Ia tetap berjalan tidak tentu arah. Berharap menemukan sesuatu untuk dimakan. Sesekali ia berhenti berjalan dan melihat 360 derajat agar tidak ada yang terlewat. Namun sia-sia. Tetap saja tidak ada tanda-tanda makanan. Sampai Thomas menyadari bahwa hari mulai gelap.

“Tidak mungkin. Ini masih pagi. Mengapa sudah gelap?”

Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau tak Berpenghuni (05)”

Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (04)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni

Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik disini.

Bagian dua klik disini.

Bagian tiga klik disini.

Namun benar-benar terjadi keajaiban. Tangan Vina kosong, tanpa pisau. Seketika itu pula Vina mulai panik dan melihat sekitarnya. Entah bagaimana, pisau tersebut berada di pasir tak jauh dari tempatnya tidur. Vina tergesa-gesa mengambil pisau tersebut dan mencari tubuh Thomas untuk dihujani tusukan. Sayangnya, Vina menemukan Thomas masih tertidur di tempatnya.

Vina meraba pakaiannya dan tidak ada yang robek. Kancingnya masih utuh. Begitu pula dengan sarung yang ia kenakan sebagai selimut, masih melindungi tubuhnya dari dinginnya malam. Ternyata hanya mimpi buruk. Mimpi terburuk yang pernah hadir di kehidupannya. Vina kemudian tertawa sendiri seperti orang gila ketika mengingat mimpinya.

Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (04)”

Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (3)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni

Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik disini.

Bagian dua klik disini

Thomas segera menemukan sungai yang dimaksud Vina. Tentu saja tidak ada kesulitan sedikit pun karena ia sudah tahu letaknya sebelum vina memberitahunya. Thomas pergi ke tempat dimana ia secara tidak sengaja melihat Vina mandi beberapa waktu lalu. Dan benar saja, tidak jauh dari situ, terdapat jalan menuju ke bawah, ke sungai.

Ia tidak segera mandi. Bayangan tubuh indah Vina terus terbayang. Thomas duduk di tepi sungai dengan sebagian kaki tenggelam di aliran sungai. Ia melamun untuk beberapa saat. Bagaimana pun juga, ini adalah pertama kali baginya melihat tubuh perempuan tanpa sehelai benang pun dan secara alami tiba-tiba ia tertarik secara seksual kepada Vina. Rasanya cukup menyiksa.

Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (3)”

Sebuah Cinta di Pulau tak Berpenghuni (2)

​​Cinta di pulau tak berpenghuni

Episode pertama.

Thomas terbangun karena sinar matahari sangat terang. Ia segera bangkit dan memperhatikan sekitarnya. Ada sekumpulan burung terbang di langit, suara deburan ombak, dan udara pagi yang menyegarkan. Sejenak Thomas merasa de javu. Seperti hari kemarin. Hanya saja kali ini tidak ada wanita yang menyeret tubuhnya yang pingsan. Dan Thomas tersenyum sendiri memikirkan perbedaan hari ini dan hari kemarin.

Sementara itu Vina tampak tidak peduli dengan Thomas yang baru saja bangun. Ia melihat jauh ke arah lelautan, berharap tim penyelamat akan segera menolong dirinya. Sesekali ia juga memakan buah pisang yang didapat kemarin. Entah mengapa ia tetap mengunyah, sedangkan lidahnya sudah bosan dengan pisang karena sejak kemarin ia hanya memakan pisang saja. Tidak ada pilihan menu lainnya.

Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau tak Berpenghuni (2)”