Tag: Kebahagiaan

Tidak Punya Hobi? Cara Menemukan Hobi dengan 5 Langkah Mudah

Cara menemukan hobi sesuai passion

Menjalani hidup harus perlu keseimbangan agar mampu tetap bahagia dalam kondisi apapun. Salah satu kegiatan vital yang harus masuk dalam keseharian adalah hobi. Selain bisa melepaskan stres, hobi dapat membantu kita terhubung dengan orang lain sehingga membuka kesempatan menjalin hubungan baik. Siapa tahu hubungan tersebut dapat berlanjut untuk bisnis yang kita kembangkan, benar?

Namun ada sebagian orang yang masih tidak punya hobi. Walaupun mereka ingin memilikinya, tetapi mereka tidak tahu cara menemukan hobi yang pas sesuai passion. Akibatnya, terkadang mereka mengalami sedikit stres ringan dan kewalahan menjalani hari.

Lanjutkan membaca “Tidak Punya Hobi? Cara Menemukan Hobi dengan 5 Langkah Mudah”

Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi

Kebahagiaan hidup menurut mahatma gandhi​Dunia ini tempat yang kejam. Banyak manusia yang merasa menderita. Walaupun semua manusia punya permasalahan masing-masing, bukan berarti manusia tidak bisa berbahagia di tengah kompleksnya kehidupan di masa serba canggih dewasa ini.

Mahatma Gandhi mengatakan :

“Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan selaras”

Mari kita belajar memahami maksud dari Mahatma Gandhi di atas. Di bawah adalah pemikiran saya menerjemahkan kalimat bijak tersebut di seri pemikiran-pemikiran konyol :

Lanjutkan membaca “Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi”

Review Buku Jewels By Danielle Steel

Review Buku Jewels by Danielle SteelSumber gambar : wikipedia

Entah sudah berapa kali saya membaca buku Jewels. Saya tidak ingat, tapi saya tetap kagum dengan kisah di dalamnya. Apalagi semua tampak manusiawi: penderitaan, kebahagiaan, kepahitan, dan bermacam-macam rasa hadir di kehidupan Sarah. Seandainya ia ada di kehidupan nyata, saya tidak ragu untuk segera melamar Sarah.

Di masa kuliah, buku ini merupakan salah satu hiburan terbaik bagi saya. Ketika itu keadaan benar-benar buruk. Saya bahkan tidak lagi merasakan gairah hidup saat itu. Tapi Jewels karya Danielle Steel mampu melakukan sedikit keajaiban yang membuat saya menjadi optimis tentang masa depan dan cinta. Dan saya menyukai kenyataan itu.

Sekarang buku ini lusuh. Sudah terlihat kotor sekali. Namun tetap saja, sejarah di dalamnya memaksa saya untuk mereviewnya agar orang lain menyadari betapa hebatnya kisah kehidupan Sarah dalam buku Jewels.

Lanjutkan membaca “Review Buku Jewels By Danielle Steel”

Cinta Sejati (1)

​​Sumber gambar : cinta.love

Langit sudah lima menit duduk di cafe di dalam MATOS, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan gadis yang dibicarakan Abdul dan Sholikin. Dua hari yang lalu tiba-tiba kedua temannya tersebut mengatakan ada gadis yang ingin menjadi pacarnya.

“Kau harus mau pacaran dengan gadis itu Langit! Dia cantik sekali” Abdul tiba-tiba berteriak kepadanya di rumah kontrakan mereka.

“Aku tidak mengenalnya, bagaimana hal semacam itu bisa terjadi?” Langit masih berusaha menolak perintah bodoh temannya.

Lanjutkan membaca “Cinta Sejati (1)”

6 Pelajaran Hidup dari Film Pain and Gain

Review film pain and gainSumber gambar : deviantart.com

Apakah Anda suka menonton film? Mengapa Anda suka melakukannya?

Kalau saya karena satu hal, kita bisa banyak belajar memahami kehidupan. Meskipun terkadang cerita dalam sebuah film adalah rekaan, selalu ada hikmah yang bisa saya ambil.

Bagian terbaik lainnya adalah saya cenderung mudah mengambil pelajaran hidup dari sebuah film. Ada sisi baik dan buruk. Terkadang, ketika menonton film, saya terlalu menghayati dan mulai berpikir bahwa dunia ini terlalu luas. Siapa yang tahu bahwa ada kejadian yang serupa atau mirip seperti di dalam film?

Lanjutkan membaca “6 Pelajaran Hidup dari Film Pain and Gain”

Daftar Keinginan Di tahun 2017

Daftar keinginan Tahun 2017
Sumber gambar : Istockphotos.com

Tahun 2016 telah habis. Perayaan tahun baru biasanya disertai dengan mengevaluasi setiap kejadian di tahun kemarin, membuat target-target baru, atau sekadar bersenang-senang menyambut tahun baru dan berharap menjadi tahun yang lebih baik.

Sedangkan saya, kemarin lebih memilih tidur lebih awal. Saya minum obat tidur dan sudah terlelap pukul 6 sore. Baru bangun sekitar pukul 11.30 siang. Bagi saya tahun baru hanya hari biasa karena saya tidak terbiasa menyusun rencana untuk satu tahun.

Lanjutkan membaca “Daftar Keinginan Di tahun 2017”

Kesedihan Hujan

banner giveaway cerita hujan

Hujan selalu identik dengan kesedihan. Penulis dan penyair selalu mengaitkan hujan sebagai suasana duka atau perasaan sedih dalam setiap kisah dan puisi. Pada kenyataannya memang benar demikian adanya, berikut adalah kisah saya:

Sebagai anak yang tumbuh di desa, saya tumbuh dan bahagia ditemani hujan. Bagi kami, anak-anak kampung, hujan merupakan waktu yang tepat untuk bermain. Secara ajaib hujan mampu memberi kesenangan dan kebahagian tersendiri bagi kami pada saat kecil.

Kami biasa bermain kejar-kejaran, bermain kapal-kapalan dari kertas di saluran air, berlari secara berkelompok mengelilingi desa, atau mencari buah mangga dari satu kebun ke kebun lainnya di desa kami karena biasanya banyak buah mangga matang yang jatuh ketika hujan. Dan masih banyak lagi lainnya. Intinya, anak-anak desa selalu menanti kedatangan hujan.

Tapi bermain ketika hujan bukan tanpa risiko. Terkadang orang tua kami marah-marah sampai memukul pantat kami. Dan itu berlaku bagi mayoritas anak dan dilakukan orang tua kami di depan anak lainnya. Sebagai anak-anak, kami pasti mengolok-olok anak yang dipukul pantatnya oleh orang tua masing-masing keesokan harinya. Itu kenangan yang lucu.

Belum lagi risiko gatal-gatal. Hampir di semua tempat di desa kami banyak ditumbuhi pepohonan. Tentu banyak ulatnya. Jadi, sudah hal wajar bagi kami jika setelah bermain hujan akan menderita gatal-gatal. Tapi entah mengapa semua anak selalu menanti hujan. Hujan membuat kami bahagia.

Seiring berjalannya waktu, saya pun tumbuh dewasa. Begitu pula anak-anak lainnya. Secara mengejutkan kami mulai tidak menyukai hujan. Hujan bisa membuat demam, karena hujan jemuran tidak kering, hujan membuat terlambat kerja, bahkan hujan menjadi penyebab menurunnya penjualan bagi sebagian pedagang. Begitulah nalar orang dewasa.

Bayangkan bagaimana seandainya hujan memiliki perasaan? Ia yang dulu selalu membawa kebahagian bagi manusia ketika masih kecil, pada akhirnya dibenci ketika mereka sudah dewasa. Ironis. Tapi begitulah nasib hujan. Manusia memang picik dan selalu ingin mengambil bagian enaknya saja. Ketika manusia merasakan sedikit masalah karena hujan, mereka sudah lupa tentang kenangan bahagia bersama hujan.

Itulah mengapa hujan selalu dan sangat cocok mengambarkan kesedihan. Karena nasib hujan memang menyedihkan. Setidaknya begitulah dari kacamata saya. Apakah Anda sudah bijaksana memperlakukan hujan? Atau Anda juga tidak menyukainya? Akan sangat menyenangkan membaca pemikiran Anda di kotak komentar.

Siapa Lagi yang Ingin Ngeblog dengan Bahagia?

Cara Ngeblog dengan Bahagia

Sumber gambar : duniascript.com

Peringatan : Postingan ini hanya untuk blogger amatir yang bertujuan untuk bersenang-senang dengan blognya. Bukan untuk blogger profesional atau blogger yang fokus menghasilkan uang dari blog.

Mengapa kita harus ngeblog dengan bahagia?

Apakah itu sulit dilakukan?

Itu tidak sesulit yang Anda pikirkan. Anda bisa ngeblog dengan lebih bahagia setelah membaca artikel ini. Jika kita bisa ngeblog dengan bahagia, maka biasanya produktivitas menulis kita akan meningkat dengan drastis. Juga lebih bersemangat. Dan pada akhirnya, performa blog kita pun akan semakin baik. Lanjutkan membaca “Siapa Lagi yang Ingin Ngeblog dengan Bahagia?”

Surat Cinta Untuk Istri Di Masa Depan

Kepada Gadis yang Akan Menjadi Istriku di Masa Depan,

Rasanya aneh sekali menulis surat kepada seseorang yang tidak pernah saya kenal. Tapi sesungguhnya saya sudah menunggu Anda sejak usia saya masih 13 tahun. Di usia ke-13, saya begitu mendambakan seorang kekasih. Namun takdir tidak begitu baik kepada saya. Hingga saya berusia 27 tahun, saya belum pernah sekalipun benar-benar jatuh cinta pada siapa pun.

Satu-satunya cerita cinta dalam hidup saya hanya terjadi satu kali, ketika saya berusia 16 tahun. Bukan karena saya mencintai gadis tersebut, tapi kejadiannya terjadi begitu saja. Saya bercanda mengirim sms kepada teman sekelas, berisi pernyataan bahwa saya menyukainya. Dan ia pun mengatakan bahwa ia menyukai saya. Lalu kami pun resmi berpacaran. Tapi karena sesuatu hal, hubungan tersebut hanya bertahan tidak lebih dari 3 bulan. Saya benar-benar menyesali kejadian tersebut mengingat gadis itu benar-benar menyukai saya. Dan meskipun saya sudah meminta maaf atas kejadian tersebut ketika kami sudah berusia 18 atau 19 tahun, itu tidak mengubah kenyataan sedikit pun. Saya telah menyakitinya. Dan saya sudah menangisi kebodohan saya tersebut selama beberapa hari beberapa tahun kemudian ketika mengingat kesalahan terbesar saya: mempermainkan seorang gadis.

Sejak saat itu, saya tidak lagi memikirkan cinta dan kehidupan saya dipenuhi dengan pelajaran pengembangan diri. Saya hidup untuk belajar. Mempelajari banyak hal tentang kehidupan seorang diri. Tanpa teman. Dan hanya berteman dengan kesendirian. Saya terobsesi untuk menjadi orang bijaksana seperti aristoteles. Tentu saja, harganya cukup mahal, yakni mempelajari banyak hal dalam hidup, mencari pengalaman dengan mendengarkan banyak kisah orang lain, dan mendisiplinkan diri untuk melatih kemampuan-kemampuan tertentu. Dan itu masih berlaku hingga sekarang. Tidak ada kata cinta dalam keseharian saya.

Kepada Anda yang akan menjadi istri saya di masa depan,

Sekarang Anda tahu bahwa saya bukan tipe pria romantis yang banyak diidamkan para gadis. Bukan pula penyair yang mampu merangkai kata-kata cinta yang indah untuk Anda. Saya hanya pria sederhana yang biasa menjual buah di pasar. Tidak lebih dari itu.

Saya juga tidak terlalu berminat pada kekayaan. Dalam perjalanan hidup saya, kekayaan bukanlah hal terpenting. Jika pikiran Anda bisa terbuka seperti saya, maka Anda akan menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah berhubungan dengan kekayaan. Saya baru menyadari hal tersebut ketika usia saya menginjak 22 tahun. Waktu itu saya terkena skizofrenia. Saya kehilangan pekerjaan dan dirawat di sebuah pondok pesantren di daerah Pasuruan. Tidak punya harta apapun kecuali beberapa pakaian. Walaupun terlihat menyedihkan, tapi itu adalah masa dimana saya menemukan kebahagiaan untuk pertama kalinya. Perasaan saya sangat tenang, tidak ada rasa takut ataupun keraguan akan masa depan. Dan jika kematian benar-benar hadir saat itu, pasti saya bisa mati dengan damai. Karena saat itu saya baru menyadari bahwa manusia hanya dipermainkan Tuhan. Harta hanyalah tipuan semu. Jika ada orang yang hidup hanya mengejar harta, maka ia pasti termasuk orang gila. Tidak akan pernah puas. Sekalipun ia memiliki harta yang lebih banyak dari para tetangga, pasti ia akan terus membandingkan dengan orang yang lebih kaya. Begitu seterusnya. Mengejar kekosongan.

Jadi, ketika Anda menikahi saya, Anda pun harus memahami pola pikir saya yang aneh tersebut. Saya sepenuhnya sudah pasrah kepada Tuhan tentang harta dan kekayaan. Memang terlihat kontradiktif dengan sikap saya yang pekerja keras, tapi sesungguhnya saya berusaha menyadari dan memahami bagaimana Tuhan yang Maha Esa memberi rejeki. Dan dengan sedikit pengetahuan saya saat ini, saya masih belum sepenuhnya mengetahui bagaimana cara mensyukuri semua kebaikan yang diberikan Tuhan kepada saya. Suatu hari, ketika saya mampu memahami cara bersyukur, saat itu mungkin saya bisa menjadi lebih kaya dari siapa pun yang pernah saya temui. Dan saya akan senang berbagi rahasia kehidupan tersebut dengan Anda. Tidak lupa, kita akan bersama-sama mencari tahu lebih banyak rahasia kehidupan lainnya agar rumah tangga kita selalu diliputi kebahagiaan.

Kepada Anda yang memiliki kecantikan dan membuat perasaan saya bahagia,

Saya selalu takut dengan gadis-gadis cantik. Itu karena saya pernah menonton sebuah film yang bagus, seorang ibu yang bijaksana menasihati anaknya agar berhati-hati kepada wanita yang berwajah cantik. Karena wanita cantik penuh muslihat. Juga licik. Walaupun itu tontonan masa kecil, tapi saya benar-benar mengikuti nasihat ibu tersebut. Sampai saya beranjak dewasa.

Tapi sejauh ini, belum ada gadis yang cantik menurut penilaian saya. Saya sedang tidak membicarakan wajah, karena jika memang demikian, jumlah gadis berparas cantik sangat banyak dan bertebaran di mana saja. Dengan sedikit usaha, mungkin pria manapun bisa mendapatkan gadis berwajah cantik. Tapi yang saya inginkan adalah gadis yang punya sifat baik, tidak matre, dan cerdas. Baik itu jika ia mampu bersikap bijaksana. Tidak matre itu berarti mampu bersyukur dengan segala kondisi, termasuk ketika sedang bermasalah dengan uang. Tahu sendiri, kan? Banyak perceraian terjadu hanya karena permasalahan harta. Dan cerdas itu berarti punya wawasan yang luas. Itu kecantikan yang selama ini saya cari.

Saya hanya pernah bertemu dengan gadis semacam itu sekali seumur hidup saya. Kami berkenalan melalui permainan game online. Ia adalah pemimpin, memberi instruksi kepada anggota agar kelompok kami memenangkan permainan ketika melawan tim lain. Setelah beberapa kali berkomunikasi, saya benar-benar menyukainya. Sayangnya kami tidak pernah bertemu di kehidupan nyata dan saya pun melupakannya. Tapi setidaknya pernah ada gadis cantik seperti gambaran saya sehingga saya pun optimis bisa menemukannya dalam sisa hidup ini. Dan ternyata itu adalah Anda.

Anda tidak akan pernah tahu betapa saya merindukan kehadiran Anda. Bahkan saya pun bertaruh dengan diri sendiri, jika saya tidak mampu menemukan gadis impian saya, saya tidak akan menikah. Siapa tahu nasib saya seperti kisah dalam Dinasti Thurston,  menemukan gadis impian dan jatuh cinta pada usia diatas 40 tahun. Juga ada kemungkinan saya kalah taruhan dan surat yang saya tujukan kepada kekasih saya di masa depan ini menjadi tidak berarti. Hanya Tuhan yang tahu siapa jodoh saya dan bagaimana kita akan bertemu. Untuk sementara, cukup jalani hidup dan perbaiki diri masing-masing. Itu yang terbaik.

Perjanjian yang harus Anda sepakati sebelum menikah dengan saya,

Seperti yang saya katakan diatas, saya selalu memperbaiki kualitas sikap saya. Menurut pengalaman hidup saya, semua permasalahan itu pasti bisa dibicarakan. Hanya saja, sebagian dari kita terkadang punya sikap malu, sombong, dan angkuh sehingga tidak pernah berbicara dengan jujur. Biasanya masalah kecil menjadi besar dan tindakan kita pun tidak bisa dilogika. Oleh karena itu, saya ingin Anda berjanji kepada saya untuk selalu berbicara jujur tentang apa yang Anda rasakan dan apa yang Anda pikirkan. Tidak lebih dari itu.

Jangan khawatir, karena saya pun sudah 9 tahun lebih berlatih untuk selalu jujur dalam keadaan apapun. Saya telah melalui banyak masalah ketika saya mengatakan kejujuran. Orang tidak menyukai saya ketika saya mengatakan hal-hal buruk tentang mereka. Padahal mereka sendiri yang minta pendapat saya, kemudian saya mengatakan apa yang saya pikirkan. Yang paling berat, tentu saja berkata jujur tentang kualitas produk yang saya jual. Pernah ada ketakutan bahwa jika saya juga mengatakan bagian buruk tentang produk yang saya jual, maka orang tidak lagi membeli dari saya. Konyol, tapi memang itu masalah besar bagi saya. Tapi saya benar-benar memilih untuk berkata jujur. Memang tidak ada jaminan, bisa saja suatu hari saya akan mengalami kesulitan keuangan karena mengatakan hal-hal buruk tentang produk saya, tapi itu sudah menjadi pilihan hidup saya, bahkan menjadi prinsip hidup saya. Itu merupakan salah satu bentuk kepasrahan saya kepada Tuhan. Tuhan yang memberi rejeki. Masalah selesai.

Dalam rumah tanggan nanti pun, saya hanya menginginkan istri yang jujur. Tentang perasaannya, tentang pikirannya, tentang kekhawatirannya, tentang keinginannya, atau hal apapun. Karena saya pasti akan merasa bersalah jika Anda, sebagai istri saya, hanya berdiam diri tanpa berbicara kepada saya tentang hal-hal yang tidak membuat Anda merasa bahagia. Bagaimana pun juga, hampir semua pria itu punya sifat melindungi, tidak apa-apa saya merasa “sakit”, asalkan orang yang saya cintai merasa senang. Sederhana, bukan?

Dan terakhir, bagi Anda yang sudah bersikap bijaksana atas kekurangan saya,

Banyak orang yang mendefinisikan tentang cinta. Bermacam-macam. Tapi bagi saya, cinta adalah menyukai segala kekurangan yang ada pada pasangannya, bukan hanya masalah kelebihannya saja. Sebaik apapun Anda melihat hal-hal positif, hampir bisa dipastikan Anda pun akan melihat hal-hal buruk tentang saya. Itu sangat wajar. Bahkan saya akan heran jika Anda tidak menemukan kekurangan pada diri saya. Karena memang tidak ada manusia yang sempurna.

Begitu pun dengan saya. Pasti akan menemukan hal-hal buruk tentang Anda. Oleh karena itu, saya ingin kita bersepakat tentang hal tersebut. Tidak perlu malu untuk saling membicarakannya. Mungkin kita akan sama-sama berpikir dengan bijaksana agar mampu menerima semua kekuarangan yang ada pada diri masing-masing. Tapi akan sangat menyenangkan jika kita mendiskusikan masalah ini sesegera mungkin. Agar kita dengan bersama-sama mampu mengubah hal-hal buruk yang memang bisa dirubah dan menerima hal-hal buruk yang tidak bisa dirubah.

Tentu saja masih banyak hal yang ingin saya ceritakan dan diskusikan. Tapi saya akan menunggu Anda dengan sabar. Sampai Tuhan mempertemukan kita.

Catatan : Tulisan ini dikut sertakan dalam Give Away 12th Wedding Anniversary : Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife.

Bertemu Teman Lama

bertemu teman lama

Sumber gambar : suesol.typepad.com

Setelah saya terkena skizofrenia, saya dipaksa untuk melewati berbagai pengobatan. Mulai dari pengobatan alternatif seperti akupuntur dan minum obat-obat tradisional, hingga ke pengobatan modern, konsultasi ke dokter penyakit kejiwaan. Serangkaian pengobatan tersebut membuat saya kehilangan kontak dengan teman-teman saya.

Di tahun 2014, keadaan saya mulai membaik. Setelah dirawat di dua tempat penampungan khusus skizofrenia selama sekitar 16 bulan, saya diperbolehkan pulang. Tapi keadaan benar-benar berubah. Saya tidak punya teman. Teman-teman yang dulu sekarang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Belum lagi status mereka yang sudah menikah dan punya anak, tentu saja mereka tidak punya waktu untuk sekedar minum kopi  bersama saya seperti dulu. Lagipula saya juga merasa tidak enak jika harus menghubungi teman lama. Toh tidak ada sesuatu yang penting.

Lanjutkan membaca “Bertemu Teman Lama”