Tag: Jadwal

Hari yang Sibuk (01)

Selasa.

Dapat penjualan yang lebih. Rasanya menyenangkan jika teringat 3 hari yang misterius. Sayangnya, sekitar pukul 4 sore mulai turun hujan. Tidak ada lagi pembeli.

Hingga pukul 6, hujan masih turun. Gerimis saja. Aku nekat pulang dari pasar saja. Basah sedikit.

Sampai di rumah minum kopi setengah cangkir. Kemudian tidur. Dingin membuatku berlayar ke pulau kapuk dengan mudah. Berselimut dan benar-benar tidur.

Lanjutkan membaca “Hari yang Sibuk (01)”

Ingin Bersahabat dengan Pagi

Bersahabat dengan pagiSumber gambar : Tribunnews.com

Sudah beberapa hari aku bangun pagi. Bisa pukul 5 atau 6 pagi. Paling lambat pada delapan tapak bayang-bayang.

Tapi aku belum pernah sekalipun menikmati nikmatnya pagi. Rasanya sangat aneh dan asing bagiku.

Sudah 3 tahun terakhir aku menjadi manusia malam. Dan entah bagaimana, perasaanku begitu datar di pagi hari. Bahkan sesekali aku masih bingung apa yang sebaiknya kulakukan.

Tapi tadi pagi aku dapat ide brilian. Karena perubahan rutinitas mengacaukan segala jadwal, aku mulai menyusun daftar kegiatanku. Semoga aku bisa segera beradaptasi dengan jadwal baruku.

Lanjutkan membaca “Ingin Bersahabat dengan Pagi”

Perubahan Kecil

Perubahan kecil dalam rutinitas hidupSumber gambar : qerja.com

Akhir-Akhir ini rutinitasku mulai berubah. Semua karena musim gelitu. Bapak biasa begadang untuk menunggu gelitu datang di malam hari. Jadi, beliau hanya punya sedikit waktu untuk tidur.

Maka…aku harus bangun dan pergi ke pasar lebih pagi.

Aku tidak tahu bagaimana semuanya terjadi. Semua terjadi begitu saja dengan sangat mudah. Dan tiba-tiba aku punya rutinitas baru.

Pertama, aku sudah tidak membaca buku lagi. Maksudku tidak berhenti selamanya, hanya sesaat saja sebelum aku menentukan jam membaca buku selanjutnya. Itu berarti aku sudah bisa tidur tidak lebih dari pukul 12 malam. Meskipun di hari sabtu atau minggu aku tetap tidur larut karena aku menonton liga Inggris.

Lanjutkan membaca “Perubahan Kecil”

Ingin Menulis dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggrisku payah. Meskipun sejak dulu telah diajarkan di sekolah, aku tidak tertarik belajar Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Memang benar penyesalan datang di akhir, buktinya sekarang aku benar-benar tidak bisa menulis Bahasa Inggris dengan benar.

Untuk membaca sudah agak lumayan lancar. Sejak blog ini didirikan, aku sudah menerjemahkan banyak konten berbahasa Inggris. Begitu pula referensi yang kugunakan, hampir semuanya merupakan tulisan orang bule. Tapi aku hanya mampu membaca tulisan bertema blog dan teman-temannya saja seperti content marketing, SEO, dan Copywriting. Sekarang masih dalam tahap belajar untuk mengkonsumsi konten-konten entrepeneur.

Lanjutkan membaca “Ingin Menulis dalam Bahasa Inggris”