Tag: Imajinasi

Cerpen: Sepak Bola

Cerpen: sepak bolaSumber gambar: budiuzie.wordpress.com

Aku tidak mengira kejadian itu akan membekas dan berpengaruh buruk buat pergaulanku. Aku masih berusia 12 tahun kala itu. Di Minggu sore, seperti biasa, teman-teman sepermainanku menjeputku untuk bermain sepak bola.

“Anak-Anak yang lain sudah kumpul ya?” teriakku dari depan pintu rumah kepada teman-temanku yang sedari tadi memanggil namaku di depan pagar.

“Sudah Gus, tinggal nunggu kamu saja!” Ardian berkata cukup keras, namun tidak seperti berteriak, mewakili kumpulan anak-anak lain tanpa diminta.

“Tunggu 5 menit kalau begitu.” Setelah itu aku masuk ke rumah dan berpamitan pada ibu.

Lanjutkan membaca “Cerpen: Sepak Bola”

Seandainya Aku Jadi Orang Kaya

Seandainya aku jadi orang kayaSumber gambar: liputan6.com

Baru saja air dari langit berhenti turun. Waktu yang tepat untuk menulis. Dan aku ingin berandai-andai menjadi orang kaya.

Mungkin aku terlihat bagai kambing harga dua kupang. Karena berkhayal bukan pekerjaan orang dewasa.

Anggap saja aku sedang bersiap-siap. Bukankah adat pasang berturun naik?

Jadi, ketika di masa depan Tuhan menganugrahkan kekayaan kepadaku, aku sudah punya gambaran yang jelas apa yang akan kulakukan.

Lanjutkan membaca “Seandainya Aku Jadi Orang Kaya”

Review Film Re-Life Live Action

Review film re-life live actionSumber gambar: asianwiki.com

Saat ini aku sedang mengikuti anime Ballrooms e Youkuso. Masih sampai episode ke-18. Juga menunggu lanjutan Shokugeki No Souma Season 3 yang saat ini masih sampai episode-5.

Karena bosan menunggu, aku secara acak mengetik kata kunci anime terbaik slice of life dan mampir di halaman ini.

Salah satu yang terbaik dan menarik perhatianku adalah Re-Life.

Sayangnya, karena film ini sudah agak lama, sulit untuk menemukan situs streaming-nya. Jadi, aku tidak bisa menonton anime ini.

Tapi secara kebetulan aku terdampar di youtube dan ada film Re-Live versi Live Actionnya. Durasinya 2 jam-an. Berikut adalah reviewnya:

Lanjutkan membaca “Review Film Re-Life Live Action”

Menulis Fiksi : Mulai Menghidupkan Imajinasi

Alasan mulai menulis fiksi

Spesialisasi saya adalah menulis artikel. Selama 2 tahun terakhir saya mencoba berbagai cara untuk menghasilkan artikel yang bagus. Terutama artikel dengan topik ngeblog dan menulis, topik favorit saya. Tapi akhir-akhir ini saya juga mulai tertarik untuk menulis fiksi seperti cerpen dan cerbung. Dan tentu saja itu merupakan tantangan yang besar bagi saya.

Produktivitas saya dalam menulis fiksi tergolong buruk. Tahun 2015 saya hanya mampu menulis 2 cerpen saja, yakni “Pak Polisi yang Bijaksana” dan “Apakah Kau Mencintaiku?”. Kemudian di tahun 2016 saya cuma berhasil menghasilkan sebuah cerbung “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni” (Sekarang masih sampai episode 4).

Lanjutkan membaca “Menulis Fiksi : Mulai Menghidupkan Imajinasi”