Tag: hujan

Oktober 2017 : Hujan Pertama

Hujan pertama tahun 2017Sumber gambar : idntimes.com

Hujan pertama akhirnya tiba. Dua hari terakhir berturut-turut, tepatnya pada tanggal 16 Oktober dan 17 Oktober di tahun 2017. Keduanya terjadi di siang hari.

Hujan pertama, langitnya menjadi lebih gelap. Deras sekali disertai angin. Aku sibuk meutupi lapakku dengan kardus karena angin kencang membawa butir-butir hujan ke buah-buahan yang kupajang. Aku pun sedikit basah.

Keesokan harinya, hujan lagi. Kali ini tidak deras, hanya rintik-rintik kecil. Dimulai sekitar pukul dua siang dan sudah berhenti total menjelang maghrib.

Lanjutkan membaca “Oktober 2017 : Hujan Pertama”

Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (06)

Pasangan romantis di pulau tak berpenghuni
Sumber gambar : cermati.com

Bagian satu klik di sini.

Bagian dua klik di sini.

Bagian tiga klik di sini.

Bagian empat klik di sini

Bagian lima klik di sini

Sudah beberapa jam Thomas menjelajahi hutan. Namun ia tetap tidak menemukan makanan. Rasa malu sebagai lelaki yang bertanggungjawab atas keselamatan wanita tidak banyak membantu. Hari mulai sore. Dan Thomas menyerah. Ia kembali ke “Markas” dengan putus asa.

Sementara itu ditempat lain, sesosok wanita tidak beranjak dari tempat duduknya. Ia terus menatap ke arah hutan, tempat Thomas pergi beberapa waktu lalu. Persediaan makanan yang semakin menipis ikut membuat Vina khawatir. Dan ya…. Vina menyadari tidak mampu berbuat apapun. Ia hanya berdo’a agar Thomas membawa sesuatu. Lanjutkan membaca “Sebuah Cinta di Pulau Tak Berpenghuni (06)”

Kesedihan Hujan

banner giveaway cerita hujan

Hujan selalu identik dengan kesedihan. Penulis dan penyair selalu mengaitkan hujan sebagai suasana duka atau perasaan sedih dalam setiap kisah dan puisi. Pada kenyataannya memang benar demikian adanya, berikut adalah kisah saya:

Sebagai anak yang tumbuh di desa, saya tumbuh dan bahagia ditemani hujan. Bagi kami, anak-anak kampung, hujan merupakan waktu yang tepat untuk bermain. Secara ajaib hujan mampu memberi kesenangan dan kebahagian tersendiri bagi kami pada saat kecil.

Kami biasa bermain kejar-kejaran, bermain kapal-kapalan dari kertas di saluran air, berlari secara berkelompok mengelilingi desa, atau mencari buah mangga dari satu kebun ke kebun lainnya di desa kami karena biasanya banyak buah mangga matang yang jatuh ketika hujan. Dan masih banyak lagi lainnya. Intinya, anak-anak desa selalu menanti kedatangan hujan.

Tapi bermain ketika hujan bukan tanpa risiko. Terkadang orang tua kami marah-marah sampai memukul pantat kami. Dan itu berlaku bagi mayoritas anak dan dilakukan orang tua kami di depan anak lainnya. Sebagai anak-anak, kami pasti mengolok-olok anak yang dipukul pantatnya oleh orang tua masing-masing keesokan harinya. Itu kenangan yang lucu.

Belum lagi risiko gatal-gatal. Hampir di semua tempat di desa kami banyak ditumbuhi pepohonan. Tentu banyak ulatnya. Jadi, sudah hal wajar bagi kami jika setelah bermain hujan akan menderita gatal-gatal. Tapi entah mengapa semua anak selalu menanti hujan. Hujan membuat kami bahagia.

Seiring berjalannya waktu, saya pun tumbuh dewasa. Begitu pula anak-anak lainnya. Secara mengejutkan kami mulai tidak menyukai hujan. Hujan bisa membuat demam, karena hujan jemuran tidak kering, hujan membuat terlambat kerja, bahkan hujan menjadi penyebab menurunnya penjualan bagi sebagian pedagang. Begitulah nalar orang dewasa.

Bayangkan bagaimana seandainya hujan memiliki perasaan? Ia yang dulu selalu membawa kebahagian bagi manusia ketika masih kecil, pada akhirnya dibenci ketika mereka sudah dewasa. Ironis. Tapi begitulah nasib hujan. Manusia memang picik dan selalu ingin mengambil bagian enaknya saja. Ketika manusia merasakan sedikit masalah karena hujan, mereka sudah lupa tentang kenangan bahagia bersama hujan.

Itulah mengapa hujan selalu dan sangat cocok mengambarkan kesedihan. Karena nasib hujan memang menyedihkan. Setidaknya begitulah dari kacamata saya. Apakah Anda sudah bijaksana memperlakukan hujan? Atau Anda juga tidak menyukainya? Akan sangat menyenangkan membaca pemikiran Anda di kotak komentar.

Musim Panas yang Terlambat, Gagal Panen, dan Perkembangan Bisnis

Musim panas 2016 dan bisnis
Pengusaha Sukses

Sumber gambar : masawep.com

Musim panas tahun 2016 sedikit terlambat. Hingga pertengahan bulan agustus, cuaca masih tidak menunjukkan akan berakhirnya musim hujan. Hujan masih turun dan menyebabkan pasar menjadi sepi. Penjualan menurun. Padahal musim panas merupakan waktu untuk menghasilkan lebih banyak uang  Walaupun demikian, saya masih tetap optimis di musim panas tahun ini.

Memang perkembangan terakhir belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan penjualan seperti musim panas – musim panas sebelumnya. Tapi saya berasumsi bahwa keadaan akan kembali normal di awal september.

Selain karena kualitas buah-buahan yang semakin baik saja, jumlah pelanggan kami menjadi semakin banyak. Terlebih setelah kami menjual produk-produk untuk kalangan menengah ke atas sehingga target pasar kami menjadi lebih luas dari sebelumnya. Dan pasar merespon dengan baik. Produk kami habis. Itu merupakan langkah terbaik yang pernah saya catat selama setahun terakhir yang diambil oleh kedua orang tua saya.

Dan semoga kami bisa menyelesaikan musim panas tahun ini dengan baik, menjual lebih banyak buah, mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kepuasan pelanggan lama, dan semoga keuntungannya pun lebih baik dari tahun lalu.

Dampak dari Petani yang Gagal Panen

Melon dan Blewah merupakan dua produk yang sangat digemari oleh masyarakat Mojosari di musim panas. Kami bisa menjual 200 Kg Blewah dalam sehari. Boleh dibilang Blewah merupakan produk unggulan kami guna meningkatkan penjualan. Selain itu, karena kami terbiasa membeli jumlah sebanyak itu, biasanya akan mendapatkan potongan dari juragan besar sehingga kami bisa menekan harga serendah mungkin. Dengan kata lain, harga yang lebih murah dari pesaing mampu meningkatkan daya saing kami terhadap pedagang buah lainnya.

Dampak positifnya, ada semacam brand bahwa lapak buah kami memberikan harga yang lebih murah. Walaupun itu sebenarnya tidak benar, namun masyarakat mempercayainya. Produk-produk lain pun menjadi laku walaupun harganya tidak jauh berbeda dengan harga pesaing. Jadi, Blewah memegang peranan penting dalam bisnis kami.

Kemudian buah melon. Walaupun jumlah penjualannya tidak sebanyak blewah, melon juga termasuk produk yang saya sukai. Bukan sekadar laku, tapi beberapa pelanggan lama sering memberikan feedback yang baik. Jika mereka puas, maka mereka pun akan menceritakan tentang lapak buah kami kepada orang lain. Itu sangat baik bagi brand kami.

Di sisi lain, kami biasanya menjual melon “sedikit” lebih mahal sehingga kami bisa mendapatkan untung yang lebih banyak. Meskipun begitu, tidak ada tanda-tanda pelanggan kami protes mengingat kualitas melon sedang baik. Strategi ini terus berlaku setiap tahun.

Kabar buruknya adalah petani melon dan blewah gagal panen tahun ini. Penyebabnya adalah hujan yang tak kunjung berhenti. Hujan membuat melon dan blewah rusak. Dan tahun ini tidak ada produk-produk tersebut di pasaran.

Seingat saya, kami hanya pernah 3 kali memasok blewah di bulan ramadan. Itu pun blewah berkualitas rendah. Awalnya saya kira memang belum panen, tapi kemudian saya mendengar kabar bahwa petani gagal panen. Dan sampai bulan ini, saya tidak menemukan blewah di pasar buah Mojosari.

Melon? Nasibnya sama seperti blewah, gagal panen. Namun beberapa bulan yang lalu masih ada melon di pasaran. Bahkan kami sempat memasoknya beberapa kali dan mendapatkan untung. Tapi sekarang juga tidak ada melon di pasaran.

Dampaknya, tentu saja penjualan kami menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Kejadian petani gagal panen blewah dan melon diluar prediksi saya. Saya cukup khawatir. Tapi juga ingin belajar bagaimana orang tua saya menghadapi situasi semacam ini. Dan jawabannya adalah menjual produk-produk baru.

Produk-Produk Baru dan Performanya

Setiap kali saya mengusulkan untuk menjual produk-produk mahal, orang tua saya selalu menolaknya. Katanya semua masih baik-baik saja dan tidak perlu mengambil resiko untuk menjual produk-produk yang mahal.

Secara teori sebenarnya target pasar kami adalah kelas menengah ke bawah. Menurut saya, dengan menjual produk-produk mahal, mungkin kami bisa menyasar lebih banyak pelanggan dari kelas menengah ke atas. Tapi ide tersebut hanya menjadi teori di kepala saya, tidak pernah terealisasikan.

Tapi semua berubah di musim panas tahun ini. Bapak saya tiba-tiba memasok kelengkeng, apel china, dan pear. Mungkin karena ada “modal nganggur” karena ketiadaan melon dan garbis sehingga Bapak saya berinisiatif memasok produk-produk untuk orang kaya.

Bagaimana performanya? Lihat di bawah ini:

Kelengkeng

Ada trend baru di Mojosari. Itu adalah popularitas kelengkeng yang semakin meningkat. Entah mengapa kelengkeng menjadi buruan masyarakat beberapa minggu terakhir. Dan itu sangat bagus untuk bisnis.

Sayangnya kami termasuk pemain baru. Kami hanya mampu menjual sekotak kelengkeng yang berisi sekitar 10 Kg setiap hari. Menurut Bapak saya sih, untungnya sedikit sekali. Tapi hal ini cuma bertujuan untuk menjaga pelanggan agar tetap belanja di lapak buah kami.

Ingat dengan “gangguan kecil” tahun lalu? Sekarang produk utama mereka adalah kelengkeng. Dengan kata lain, persaingan jeruk bali menjadi longgar. Dilihat dari sisi bisnis, kami cukup diuntungkan. Kami berhasil menjual jeruk bali tanpa hambatan berarti tahun ini. Tidak seperti tahun lalu.

Untuk kelengkeng sendiri, kami tidak terlalu berharap. Terlalu banyak yang menjualnya. Namun kami tetap bersyukur dengan penjualan sekitar 10 Kg perhari. Oh ya…. kami membandrol kelengkeng seharga Rp 25.000,00/Kg.

Pear

Namanya bereksperimen tentu akan mengalami kegagalan. Hal ini terjadi dengan produk pear kami.
Walaupun tidak sampai mengalami kerugian, tapi kami tidak melanjutkan penjualan pear.

Beberapa minggu yang lalu, atas ide saya, Ibu membeli sekardus pear. Awalnya semua berjalan dengan baik, dengan harga Rp 25.000,00, ada saja yang tertarik untuk membeli. Namun kami mengalami salah satu hal menyakitkan dalam berdagang, salah memasok barang.

Dilihat dari segi rasa, tidak ada masalah. Rasanya manis. Namun ada beberapa pear yang memiliki bercak-bercak hitam. Tidak busuk. Tapi membuat pelanggan tidak mau membelinya. Agar produk habis, kami menurunkan harganya menjadi Rp 20.000,00. Cukup adil bagi kami.

Kami butuh waktu sekitar 5 hari untuk menjual sekardus pear. Itu pertanda buruk. Dan kami tidak melanjutkan menjual pear lagi. Kecuali jika ada banyak pelanggan yang mengatakan ingin membeli pear, baru kami akan menyediakannya lagi.

Apel China

Ini produk baru yang paling laku. Kami bisa menjual sekardus apel china dalam 2 hari. Per kardus bisa untung antara Rp 125.000,00 – Rp 150.000,00. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka kami bisa meraup keuntungan di atas satu juta dalam sebulan dari penjualan apel china.

Ini ide Bapak saya. Padahal awalnya saya sendiri sempat pesimis dengan apel china mengingat target pasar kami adalah kalangan menengah ke bawah. Tapi respon begitu baik dan produk ini selalu habis. Saya sangat senang sekali.

Harga apel china Rp 26.000,00/Kg. Entah karena faktor apa, tapi apel china merupakan produk baru kami yang paling sukses karena kelengkeng dan pear tidak menunjukkan adanya kenaikkan penjualan.

Selain tiga produk baru diatas, kami juga menjual semangka merah dan kuning, sawo, jeruk bali, jeruk jember, dan pepaya. Saya juga yakin akan semakin banyak produk yang akan kami jual di musim panas tahun ini. Walaupun tanpa melon dan blewah, saya rasa semua masih terkontrol dan baik-baik saja.

Musim Panas : Saatnya Menghasilkan Lebih Banyak Uang

Sudah bulan april. Intensitas hujan sudah mulai berkurang. Itu artinya saya harus mempersiapkan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan akan buah-buahan segar di musim panas.

Sekilas tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh hujan terhadap bisnis saya adalah hujan membuat semuanya tampak lebih sulit. Meskipun jumlah permintaan buah tidak menurun, tetapi orang tidak mau pergi membeli buah jika hujan turun dengan deras. Itu membuat penjualan menurun drastis. Bahkan kami (ayah, ibu, dan saya) kadang-kadang terpaksa libur karena memang tidak ada pembeli.

Selain itu, di musim hujan sangat sulit memenuhi stok buah kami. Persediaan buah-buahan di pedagang-pedagang besar hanya sedikit. Jadi kami harus berebut dengan pedagang kecil lainnya untuk mendapatkan buah-buahan yang berkualitas.
Lanjutkan membaca “Musim Panas : Saatnya Menghasilkan Lebih Banyak Uang”

10 Hal yang Asyik Dilakukan Ketika Hujan

Musim hujan bisa menjadi saat-saat paling menyebalkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, hujan turun sesuka hatinya sehingga menganggu aktivitas manusia. Bagian lucunya adalah pertanyaa “sejak kapan manusia takut air?”. Lihat saja, Jika hujan tiba-tiba turun, maka manusia akan berlari mencari tempat berteduh. Padahal tidak pernah kutemui orang yang mati karena kehujanan. Bukankah demikian?

Aku sudah sering berurusan dengan hujan. Memang hujan pernah berhasil membuatku kecewa, tapi itu tidak membuatku berhenti berusaha untuk tetap menikmati hari walaupun hujan turun deras. Aku mulai bisa berdamai dengan hujan. Dan itu membuatku tersenyum. “Kau tidak akan bisa membuatku kecewa lagi”.

Hal itu bisa terjadi karena aku menemukan banyak kegiatan asyik yang bisa dilakukan ketika hujan. Jika kau ingin tahu, aku sudah menulis 10 hal yang paling sering ingin kulakukan saat hujan mulai turun. Berikut daftarnya :

1. Bermain Hujan-Hujanan

Mungkin bagimu terdengar konyol. Aku tidak peduli. Aku hanya mencoba bersahabat dengan alam. Bagaimana pun juga, hujan adalah salah satu kebenaran yang harus dimaklumi. Aku seperti itu karena ingin memahami kebijaksanaan. Sayangnya aku tidak akan membagikan ilmu ini kepadamu he he he….

Bukan hanya anak kecil saja yang bisa bersenang-senang dengan hujan. Aku pun melakukannya. Rasanya cukup nikmat ketika air dari langit membuat sekujur tubuhku basah. Untuk beberapa saat, kupejamkan mata dan merasakan bentuk kasih sayang Tuhan berupa tetes-tetes air. Bayangkan apa yang terjadi di dunia ini tanpa hujan?

Selain itu, air hujan pernah menolongku beberapa kali. Seperti kebanyakan lelaki pada umumnya, aku terlalu malu dilihat orang saat menangis. Di saat hujan, aku bisa menangis sepuas yang kumau. Orang tidak akan tahu kalau aku menangis. Dan itu berarti tidak akan pernah ada orang yang sibuk bertanya mengapa aku menangis.

2. Memakai Selimut Tebal, Tidur-tiduran, dan Mengkhayal

Saat hujan turun udara menjadi lebih dingin dari biasanya. Jika sedang ada dirumah, aku akan mencari selimut tebal sehingga tubuhku terasa hangat. Ini trik murahan yang sering kulakukan untuk menghadapi hujan yang deras. Kemudian aku tidur-tiduran dan mulai mengkhayal.

Aku memang diciptakan Tuhan dengan berbagai kekurangan. Yang paling menonjol adalah suka mengkhayal.

Rintik-rintik hujan tidak pernah menganggu khayalanku. Asal kau tahu, mengkhayal terasa lebih nikmat saat hujan. Kata orang pengkhayal terlihat menyedihkan. Aku tidak mau tahu soal itu. Yang kutahu aku senang mengkhayal sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupanku. Untuk sejenak aku akan berada di duniaku dan tidak ingin diganggu siapa pun.

Tubuh yang hangat karena berselimut tebal, posisi tidur, dan terbuai oleh khayalan yang indah. Apa yang lebih baik dari semua itu? Bagiku hal seperti ini hanya mampu dinikmati oleh orang-orang yang memiliki pemikiran seperti anak kecil. Aku termasuk salah satunya.

3. Membaca Buku yang Tebal

Jika kau jeli, maka kau akan melihat banyak keindahan di dunia ini. Hanya sedikit orang yang bisa mengerti indahnya tetesan air dari langit. Apalagi melihatnya sambil membaca buku. Kau harus mencobanya.

Sesekali suara halilintar akan mengagetkanmu dan membuatmu kehilangan konsentrasi saat membaca buku. Itu sesuatu yang lucu bagiku. Aku akan melakukannya berulang kali dan tetap menganggapnya lucu.

Jika mata lelah, maka aku akan berhenti sejenak. Aku akan melangkah untuk menyentuh hujan dari terasku. Merasakan dinginnya air membasahi tanganku. Kemudian aku akan membasuh mukaku dengan air hujan untuk menghilangkan rasa lelah karena membaca. Lalu aku tertawa dan melanjutkan kegiatan membacaku.

4. Menulis Artikel untuk Diterbitkan di Blog

Hujan bisa membuat orang bersedih. Lihat saja aku. Hujan membuat semua orang tidak mau keluar dari rumah. Akibatnya, tidak ada orang yang membeli barang daganganku.

Awalnya aku hanya bersedih dan tidak melakukan apa-apa. Hanya duduk, meminum kopi panas, dan merokok. Sesekali aku memperhatikan hujan. Hal yang paling menyebalkan adalah kenyataan bahwa aku terjebak dilapak yang kujaga. Tidak punya teman ngobrol sehingga rasa sepi menyerang. Dan itu membuatku bertambah sedih.

Tapi sekarang aku punya cara untuk menghadapi situasi kesepian ketika terjebak oleh hujan. Aku akan mengambil androidku dan mulai menulis.

Derasnya hujan membuat semangat menulisku menjadi lebih berkobar. Mungkin karena terlalu menikmati aktivitas menulisku sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu. Tanpa kusadari, hujan telah berhenti. Orang-orang pun silih berganti mengunjungi lapak buah milikku. Aku pun menghentikan aktivitas menulis dan sibuk melayani pembeli.

Meskipun aku tidak pernah bisa menyelesaikan satu tulisan pun ketika hujan, aku sangat optimis dengan kebiasaan baruku. Kalau sudah terbiasa, pasti aku bisa menghasilkan tulisan berkualitas. Aku hanya perlu berusaha sedikit lebih keras lagi.

5. Mendengarkan Musik Dan Ikut Bernyanyi

Kuakui, aku memiliki selera musik yang buruk. Hanya ada dua orang yang benar-benar membuatku nyaman mendengarkan semua lagu yang mereka nyanyikan. Itu adalah audy dan D’cinnamons. Jadi, aku tidak pernah menyukai band atau artis diluar audy dan D’cinnamons.

Tapi itu juga bukan berarti aku anti musik. Aku masih bisa menikmati lagu-lagu populer yang sedang beredar. Hanya saja aku tidak ngefans.

Mendengarkan musik saat hujan bukanlah ide yang buruk. Jika kau bingung dan tidak tahu harus berbuat apa saat hujan turun, mendengarkan musik bisa jadi solusinya.

Jangan malu untuk ikut bernyanyi karena derasnya hujan membuat suaramu tidak akan terdengar oleh tetangga sebelah. Itu mengapa aku berani bernyanyi dengan keras. Kalau saja tidak ada hujan, mungkin aku tidak akan mau bernyanyi mengingat suaraku yang tidak karuan.

Hujan ternyata memiliki manfaat lain buat sebagian orang kha ha ha ha…..

6. Nonton Film

Ini belum pernah kulakukan. Aku hanya mengkhayal dan terbersit keinginan untuk menonton di waktu hujan.

Ide ini muncul karena aku mengingat suatu hal. Di film-film banyak sekali adegan yang menceritakan tokoh utama menonton film horor. Sepertinya ini merupakan kebiasaan orang-orang di amerika. Aku penasaran dan ingin mencobanya. Siapa tahu rasanya menyenangkan.

Jika nanti film horor tidak bisa membuatku senang, maka aku punya rencana lain. Nonton film yang romantis.

Kata sebagian orang, nonton film romantis bertepatan dengan hujan bisa menimbulkan suasana hangat. Dan itu layak dicoba.

Aku sudah memikirkannya dengan matang. Semoga saja rencanaku nonton film saat hujan tidak terganggu oleh adik-adikku. Maklum, aku tipe orang penyendiri. Tidak akan pernah merasa nyaman dengan keramaian. Sekali pun itu adalah keramaian yang diciptakan oleh orang-orang yang kusayangi.

7. Makan yang Panas-Panas

Makan makanan yang panas adalah pilihan lain yang bisa kulakukan agar tidak bersedih karena terjebak di dalam rumah saat hujan. Makan mie instan atau bakso.

Untuk mie instan, ibu memiliki banyak persediaan. Jadi aku tidak harus berjuang melintasi hujan untuk membelinya di warung-warung terdekat. Aku tinggal mengambilnya di tempat biasa dan memasaknya. Sepertinya mulut akan terasa cukup nyaman untuk langsung memakan mie instan panas-panas. Saranku untukmu yang ingin melakukan hal ini adalah buatlah dua mie instan sekaligus. Satu saja tidak akan cukup untuk memuaskan mulutmu.

Sedangkan bakso hanya bisa diperoleh dengan perjuangan. Aku harus menyiapkan payung, lalu berjalan hingga diterpa angin kencang. Dengan sedikit usaha aku akan sampai di tempat penjual bakso. Satu-Satunya yang harus kupastikan adalah kadar sambal dalam bakso. Semakin pedas, semakin nikmat.

Sejauh ini hanya dua makanan itu yang sering menemani. Punya ide lain tentang makanan panas yang nikmat disantap saat hujan?

8. Menghubungi Kekasih

Ini juga terlintas begitu saja dipikiranku. Mungkin akan menyenangkan ngobrol dengan pujaan hati saat hujan. Sesekali memberi rayuan akan memberi kenangan yang romantis. Aku tidak tahu denganmu, tapi aku hanya suka dengan ide ini.

Yang paling disayangkan adalah kenyataan bahwa aku tidak punya kekasih ha ha ha…. Tapi tidak apa-apa. Aku sudah punya calonnya. Siapa lagi kalau bukan wanita yang kuceritakan pada postingan sepertinya saya jatuh cinta dan merindukan seseorang yang tak kukenal.

Aku akan mengatakan kepadanya betapa aku merindukannya dan ingin bersamanya saat itu. Mungkin aku juga akan menceritakan semua impian-impian konyol yang kumiliki. Tanpa harus bertatap muka, aku bisa menjadi orang benar-benar pandai berbicara. Ah… Sudahlah… Hanya sedikit keinginanku.

Sekarang kau tahu kan bahwa aku suka mengkhayal? Setidaknya bisa dipakai untuk bahan menulis.

9.Menyelesaikan Pesanan Artikel

Menjadi penulis artikel lepas memang punya waktu yang fleksibel, tapi bisa memberi tekanan tersendiri.

Seperti sore ini. Aku tidak bisa melakukan hal lain selain mengerjakan pesanan artikel. Aku hanya punya waktu seminggu untuk menyelesaikan semua pesanan. Aku harus tepat waktu agar kredibelitasku tidak diragukan.

Jika Anda punya kerjaan sampingan sepertiku, maka dikala hujan kau bisa mengerjakannya. Buat saja permainan dengan hujan. Aturannya sederhana. Kau harus mampu menyelesaikan pekerjaan sampinganmu sebelum hujan berhenti. Itu akan membuatmu lebih bersemangat. Aku melakukannya dengan baik sore ini.

10. Tidur

Ada saat dimana hujan turun pada waktu yang tidak tepat. Misalnya saat aku pulang dari kerja.

Rasanya letih dan lelah. Paling-Paling akan mandi dan segera ke tempat tidur. Terkadang hujan bisa menghipnotis orang sehingga membuat tidur lebih nyenyak.

Aku tidak pernah melakukan penelitian akan hal tersebut. Tapi aku yakin dengan hal ini.

Pengalaman mengajarkanku bahwa tidur lebih nyenyak saat hujan turun. Mungkin itu alasan paling masuk akal bagi sebagian orang yang menganggap hujan itu anugegrah.

Nah… Aku telah menceritakan kegiatan yang biasa kulakukan atau hal apa saja yang ingin kukerjakan ketika hujan. Sekarang giliranmu untuk mengatakan kepadaku apa yang kau lakukan jika hujan turun.

Kotak komentar menantikan tanggapanmu.

Ditulis dengan wordpress untuk android

Tentang Hujan

Tidak ada yang menyadari bagaimana awan hitam mulai bergerak. Tiba-Tiba saja langit menjadi tampak gelap. Beberapa saat kemudian, diiringi kilatan petir dan suara halilintar, titik-titik air pun jatuh dari langit. Hujan.

Sebagian orang menyukai hujan. Sebagian lainnya membenci hujan. Apapun alasan setiap orang untuk menyukai atau membenci hujan, satu-satunya pelajaran yang saya ketahui adalah segala hal selalu memiliki dua sisi.

Sampai saat ini saya belum mengambil keputusan apakah saya menyukai hujan atau akan membenci hujan. Dalam waktu yang bersamaan, saya merasa senang dan sedih jika hujan turun.

Bagaimana pun juga, hujan selalu tampak mengagumkan bagi saya.

Mengapa Saya Menyukai Hujan?

Berbicara tentang hujan, saya punya beberapa alasan untuk menyukainya. Inilah daftar alasan yang berhasil terlintas dipikiran saya:

1. Mengingatkan Saya Akan Masa Kecil yang Bahagia

Hujan adalah salah satu hal yang membuat saya teringat akan masa kecil yang bahagia. Memang apa yang lebih indah dari kenangan?

Di masa kecil, saya selalu menanti hujan. Begitu pula dengan anak-anak yang ada di kampung saya. Bagi kami, jika hujan mulai turun, maka itu adalah saat bermain yang menyenangkan.

Banyak permainan yang lebih seru untuk dimainkan ketika hujan turun. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah main kejar-kejaran. Saya tidak begitu ingat mengapa permainan yang begitu sederhana mampu membuat kami, kumpulan anak kecil, tertawa riang. Yang saya ingat hanyalah kenyataan bahwa rasanya bahagia mengenang saat-saat bermain dengan teman-teman dari masa kecil.

2. Tumbuhan Tampak Lebih Hijau. Dan Itu Sangat Indah

Di daerah saya tumbuhan ada dimana-dimana sehingga nuansa pedesaan masih terasa sangat kental. Melihat daun-daun basah setelah hujan turun adalah kenikmatan tersendiri. Saya merasa damai saat menatap tumbuhan-tumbuhan tersebut. Terlihat alami.

Apalagi halaman rumah saya dipenuhi bunga dan pohon. Saat musim hujan, semua tampak lebih segar, lebih indah, dan lebih hijau. Mungkin saya termasuk orang aneh yang mengagumi keindahan alam ha ha ha… Tapi saya menyukainya.

3. Hujan Menginspirasi Saya untuk Menulis

Inspirasi menulis bisa datang dari mana saja. Salah satunya adalah hujan.

Saat hujan turun, pikiran saya lebih tenang dan lebih mudah untuk fokus. Suara halilintar yang bersatu dengan suara rintik-rintik hujan tidak pernah menganggu konsentrasi menulis saya. Malah saya menganggapnya sebagai salah satu seni dari Tuhan.

Bagaimana pun saya memikirkan hal ini, saya tidak pernah menemukan hubungannya. Satu-satunya yang saya ketahui adalah saya lebih lancar menulis ketika hujan turun. itu adalah satu satu dari sekian banyak kelainan yang saya miliki he he he….

4. Membuat Kegiatan Membaca Lebih Menyenangkan

Saya hobi membaca. Dan hujan membuat suasana lebih sempurna.

Kebiasaan membaca ditemani secangkir kopi panas tampak lebih nikmat karena udara menjadi lebih dingin saat hujan. Apalagi jika buku yang saya baca memiliki cerita yang bagus, waktu terasa begitu cepat berlalu.

Untuk beberapa saat, membaca buku dikala hujan merupakan anugrah kecil yang saya rindukan.

Mengapa Saya Membenci Hujan?

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, segala sesuatu memiliki dua sisi. Meskipun hujan bisa membuat saya senang, hujan juga bisa membuat saya bersedih. Inilah alasan mengapa saya membenci hujan:

1. Dagangan Tidak Laku

Kadang-Kadang saya membenci hujan karena membuat dagangan yang saya jual tidak laku. Apalagi jika hujannya berlangsung seharian. Bisa dipastikan saya tidak akan membawa cukup uang untuk disetor kepada ibu. Itu membuat saya sedih.

Saya sudah terbiasa berurusan dengan hujan. Itu mengapa saya rajin menabung ketika terjadi banyak penjualan di musim panas. Uangnya hasil tabungan dipakai untuk memutar modal jika saya mengalami kerugian di musim hujan. Paling tidak bisnis harus tetap menjaga eksistensinya atau saya akan kehilangan pelanggan.

2. Lebih Mudah Sakit

Mungkin hanya saya saja yang mengalami hal ini. Hujan benar-benar membuat daya tahan tubuh saya menurun. Saat musim hujan tiba, biasanya sakit flu dan batuk menyerang.

Rasanya tidak sakit. Tapi penyakit-penyakit ringan macam itu membuat saya tidak nyaman dalam beraktivitas. Apalagi kalau sampai kehujanan, bisa-bisa demam ha ha ha….

3. Tidak Bisa Jalan-Jalan

Kalau hujan turun, rasanya saya menjadi kesal sendiri. Ibu akan melarang saya keluar rumah untuk membeli rokok atau makanan ringan. Itu cukup menyiksa bagi saya.

Kalau pun saya memaksakan diri keluar rumah, orang yang berjualan rokok atau makanan belum tentu buka. Jadi, sia-sia saja menembus hujan untuk membeli barang-barang sepele.

Itulah mengapa saya menyukai dan membenci hujan dalam waktu bersamaan. Bagaimana dengan Anda? Menyukai atau membenci hujan?

Ditulis dengan wordpress untuk android

Tentang Hujan

Jika boleh untuk melukiskan sesuatu tentang hujan, maka aku menggambarkan hujan sebagai sebuah keindahan. Irama rintik hujan yang jatuh dari langit terlihat begitu indah. Sangat sederhana, sangat elok, dan sangat menakjubkan. Jarang-jarang ada orang yang menghabiskan waktu memandang butir-butir air dari langit atau mungkin mereka tidak pernah menyadari keindahan hujan itu sendiri.

Apakah Anda menyadarinya? Aku begitu terpesona memandang hujan yang turun sore ini. Mungkin hujan ini jatuh di waktu yang tepat. Tepat ketika keinginan menulisku muncul. Dan benar saja, aku menulis sesuatu tentang hujan.

Lanjutkan membaca “Tentang Hujan”