Tag: berobat

Skizofrenia : Kebodohan dan Lepas Obat

Sumber gambar : psychcentral.com

Dua hari yang lalu, untuk kesekian kalinya aku pergi ke RS. Menur di kota Soerabaia. Dan aku masih gigit jari karena dokter masih belum mengijinkanku lepas obat sedangkan ini merupakan pemeriksaan terakhir di tahun ini.

Artinya targetku tidak tercapai, yakni lepas obat di tahun 2017.

Padahal aku sudah sangat sehat. Tidurku sudah tidak terganggu lagi seperti kasus di bulan November 2016.

Aku juga sudah tidak mudah lelah lagi ketika bekerja. Aku sudah bisa bekerja 8-10 jam per hari, meskipun orang tuaku masih sering menyuruhku untuk tidak pergi ke pasar terlalu awal atau menyuruhku beristirahat ketika jam kerjaku sudah berakhir.

Lanjutkan membaca “Skizofrenia : Kebodohan dan Lepas Obat”

Periksa Ke Dokter Lagi

Sebenarnya saya sudah agak baikkan. Bahkan sudah merasa sehat seperti sedia kala. Tapi orang tua saya terlalu khawatir dengan kondisi saya sehingga memilih untuk konsultasi ke dokter lagi. Artinya selama beberapa bulan ke depan saya masih harus mengkonsumsi obat-obatan resep dari dokter.

Hari ini seharusnya merupakan hari untuk konsultasi. Tapi karena ibu dan saya disibukkan dengan banyaknya barang dagangan, kami menunda konsultasi ke dokter. Jadi, kami baru bisa berangkat ke surabaya besok pagi.

Mungkin teman-teman yang mengikuti blog saya sejak awal memiliki pertanyaan apa sebenarnya penyakit yang saya derita? Sengaja tidak pernah saya sebutkan dalam postingan karena saya merasa malu saja ha ha ha. Sekarang sudah tidak malu lagi karena hampir sembuh. Jadi, saya sakit apa hayo?

Saya sendiri juga tidak begitu tahu bahasa ilmiah untuk penyakit yang saya derita. Mudahnya, saya mengalami stress. Kondisi dimana saya terlalu banyak berpikir sehingga tidak bisa tenang dan perasaan sering berubah-ubah dalam waktu singkat. Hampir sama dengan gejala orang sakit jiwa, hanya saja penyakit yang saya derita merupakan gejala awal orang gila. Namun, karena penanganan yang cepat dan tepat, akhirnya saya bisa sembuh seperti sedia kala meskipun saya harus menjalani hidup dengan terus mengkonsumsi resep dokter.

Seingat saya, gejala awalnya adalah insomnia. Tidak bisa tidur dalam waktu tertentu sampai tubuh benar-benar letih. Juga terlalu banyak masalah dalam kehidupan saya yang saya pendam sendiri sehingga pikiran terlalu diforsir untuk berpikir. Dan terakhir nafsu makan yang berkurang sehingga tubuh saya pun menjadi kurus. Itulah penyakit yang saya hadapi selama 4 tahun terakhir.

Sekarang keadaan sudah baik. Saya sudah bisa bekerja layaknya orang normal dan tidur secara teratur dengan bantuan obat tidur dari dokter. Nafsu makan juga sudah kembali seperti orang lainnya sehingga tubuh saya pun gemuk lagi. Untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir saya mulai memiliki impian lagi. Tidak seperti ketika sakit, yang ada hanya negatif thinking dan mengeluh saja. Kini saya siap berjuang untuk menjadikan nyata impian-impian saya yang tertunda. Semoga saya sembuh total di tahun 2016, itu harapan terbesar saya saat ini. Tidak ada yang lain.