Tag: berantakan

Kebunku : Perkembangan Pohon Tomat dan Pohon Pepaya

Persaingan menanam di halaman belakang rumah belum berakhir. Memang aku sudah keluar, tapi ibu dan bapak masih terus menanam. Dan mereka seolah tidak pernah puas dengan tanaman yang sudah ada.

Bagian buruknya adalah keduanya tidak punya seni estetika. Mereka berdua hanya menanam dan membiarkannya seolah tidak peduli apapun selama tanaman-tanaman tumbuh. Akibatnya banyak daun-daun rontok yang tidak dibersihkan dan tumbuhan liar di sekitar tanaman utama. Halaman belakang rumah terlihat jelek dan tidak terawat.

Lanjutkan membaca “Kebunku : Perkembangan Pohon Tomat dan Pohon Pepaya”

Iklan

Idul Fitri : Penjualan Tidak Sesuai Rencana

penjualan buah di hari idul fitri

Sumber gambar : nuripurwanti.blog.upi.edu

Dari tahun ke tahun, idul fitri merupakan puncak tertinggi penjualan. Selain merayakan kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan penuh, beberapa pedagang di pasar tradisional juga mendapatkan rejeki berlebih karena bisa meraih untung lebih banyak dengan menaikkan harga jual produknya. Hal tersebut berlaku pula pada bisnis buah-buahan yang dijalankan keluarga kami.

Setelah sempat memperoleh keuntungan berlebih di awal ramadan tahun ini, saya cukup optimis bahwa penjualan di hari idul fitri akan  lebih menjanjikan lagi. Namun semua tidak berjalan sesuai rencana. Kata ibu saya, keuntungan di hari idul fitri tahun ini tidak seperti biasanya. Pasar lebih sepi. Penjualan lebih sedikit. Dan itu berimbas kepada keuntungan yang lebih sedikit daripada tahun lalu.
Lanjutkan membaca “Idul Fitri : Penjualan Tidak Sesuai Rencana”

Berantakan

Hari ini semua kegiatan tidak berjalan lancar gara-gara terlambat bangun tidur. Aku seharusnya pergi ke kelurahan untuk mengurus KTP dan pergi ke perpustakaan umum mojosari untuk mendaftar menjadi anggota.

Aku pasrah. Tidak pernah berusaha terlalu keras. Menundanya. Ciri seorang pemalas yang begitu kental melekat padaku. Jangan kan untuk mengurus KTP, mandi saja membuatku benar-benar malas pagi ini.

Setelah bangun tidur, aku segera cuci muka. Rasanya masih sangat ngantuk. Mungkin masih terkena efek obat tidur semalam. Rasanya ingin berlama-lama tidur. Tapi itu tidak kulakukan. Aku harus pergi ke pasar seperti biasanya. Berjualan.

Lanjutkan membaca “Berantakan”