Tag: Bahasa

Mana yang Baku, Mempunyai atau Memunyai?

Kata baku memunyaiSumber gambar: akhwatmuslimah.com

Hilang bahasa lenyap bangsa. Itulah mengapa sangat penting untuk melestarikan bahasa, terutama bahasa persatuan yang disepakati dalam Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia.

Itu berarti sudah sepatutnya kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penuturan dan penulisan.

Di postingan ini kita akan membahas penggunaan kata yang tepat antara mempunyai atau memunyai. Mana dari dua kata tersebut yang baku dan benar?

Mari kita mulai dengan aturan kaidah KPST, kaidah peluluhan (atau penghilangan) fonem kata dasar yang berawalan k , p , s, atau t saat diberi awalan me- atau pe- :

Lanjutkan membaca “Mana yang Baku, Mempunyai atau Memunyai?”

Aku, Peribahasa, dan Masa Mendatang

Aku, peribahasa, masa depanSumber gambar : Okezone.com

Ini hari ke-18 sejak aku mulai belajar peribahasa. Sejauh ini aku konsisten menyisipkan satu dua peribahasa ke dalam tulisan-tulisanku. Walaupun penuh perjuangan.

Rasanya senang sekali kalau berhasil melakukannya. Tulisanku jadi sedikit indah. Dan aku merasa ada kemajuan dalam menulis, meskipun masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk menyempurnakan karya-karyaku.

Yang menyedihkan, biarpun aku ingin rutin memakai peribahasa, tetapi kadang-kadang sampai stres karena peribahasa yang kuketahui hanya bagai rambut dibelah tujuh.

Lanjutkan membaca “Aku, Peribahasa, dan Masa Mendatang”

Gunakan Kata “Bloger”, Bukan “Blogger”

Kata yang benar Bloger, Bukan Blogger
Sumber gambar : dedezire.com

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel dari azizatoen.wordpress.com dan menemukan kosakata baru, yakni “bloger”. Sebenarnya ada keraguan tentang kosakata tersebut mengingat saya sudah familiar menggunakan kata “blogger” selama bertahun-tahun.

Saya kemudian mencari kata “bloger” dan “blogger” di aplikasi KBBI di smartphone saya dan tidak menemukan keduanya. Begitu pula ketika menggunakan KBBI online yang disediakan banyak website, kedua kata tersebut masih belum tersedia.

Lanjutkan membaca “Gunakan Kata “Bloger”, Bukan “Blogger””