Tag: Anak Kecil

Cerpen : Pencuri di Kelas

Pencuri di kelasSumber gambar : devianart.com

Senin pagi itu ada hal baru di SDN 1 Sarirejo. Ada murid baru. Segera setelah itu Pak Iwan mempersilakan murid baru masuk.

Seorang anak berkulit putih kemudian tampak malu-malu masuk di kelas 4. Kemudian ia berdiri di depan kelas, “Namaku Faisal Ansori Lubis. Panggil saja aku Faisal. Semoga kita bisa berteman dan belajar bersama-sama.”

Lalu Pak Iwan menyuruh Faisal duduk bersama dengan Adi, anak paling gemuk di kelas 4. Aku senang dengan kehadiran Faisal, mengingat sudah 3 bulan pertama di kelas 4 dan Adi sering diledek sebagai “Penunggu” oleh teman-teman karena duduk sendirian. Tahun lalu jumlah murid di kelas genap 22 anak, tetapi karena Ardian tidak naik kelas, jadi jumlah murid kelas 4 tahun ini hanya 21 anak saja. Lanjutkan membaca “Cerpen : Pencuri di Kelas”

Review Buku Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kurayonagi

Resensi buku totto-chanSumber gambar : nia-share.blogspot.com

Pertama kali mendengar Totto-chan dari komentar pengunjung blog. Katanya buku tersebut mirip dengan Crying 100 Times. Karena jumlah buku di rumah masih banyak, saya masih belum punya keinginan menambah buku lagi dalam waktu dekat. Dan tidak berminat dan melupakan Totto-chan.

Kemudian seorang teman bertanya tentang e-book kepada saya. Sudah lama sekali saya tidak mengoleksi e-book. Kalau pun ada, baik laptop dan komputer lama sudah tidak digunakan lagi. Satu-Satunya komputer yang sering saya gunakan adalah notebook bekas adik saya. Jadi, saya tidak bisa membantu teman saya mengenai pertanyaan tentang e-book dan bagaimana mendapatkannya.

Lanjutkan membaca “Review Buku Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kurayonagi”

Hari ke-7 : Surat untuk Anak-Anak di Masa Depan tentang Menulis

anak-kecil-perempuan-cantik

Sebenarnya ayah bukanlah penulis yang baik. Ayah baru rutin menulis ketika sudah berumur di atas 25 tahun. Benar kata orang, umur tidak bisa berbohong, dan itu yang menyebabkan ayah masih menghasilkan tulisan-tulisan buruk. Meskipun sudah banyak membaca tips-tips menulis, sepertinya itu tidak mengubah apapun.

Seandainya saja ada orang yang mengingatkan dan memberi nasihat untuk rajin menulis ketika ayah masih berusia 18 tahunan, mungkin itu akan menjadi nasihat terbaik dalam hidup ayah.

Di masa itu pekerjaan ayah hanya bersenang-senang dan tidak produktif. Bahkan ayah tidak peduli dengan sekolah. Saat itu ayah hanya benar-benar berpikir bahwa sekolah tidak ada gunanya. Ayah hanya menginginkan ijasah kelulusan. Tidak lebih dari itu.

Lanjutkan membaca “Hari ke-7 : Surat untuk Anak-Anak di Masa Depan tentang Menulis”

Hari Ke-5 : Kejadian Sebenarnya di Tahun 1990-an

Kejadian di masa kecil tahun 1990-an

Salah satu kegemaran saya di waktu kecil adalah bermain game. Di tahun 1990-an ada dua tempat bermain game di daerah saya. Hampir setiap hari saya mengunjunginya.

Terdapat bermacam-macam jenis permainan. Saya hanya butuh uang receh Rp 100,- saja untuk mulai bermain. Durasi waktunya tergantung ketrampilan, jika jago bermain, maka investasi Rp 100,- sangat menguntungkan karena bisa bebas bermain game sampai karakter kita mati.

Lanjutkan membaca “Hari Ke-5 : Kejadian Sebenarnya di Tahun 1990-an”