Tag: Anak Desa

Cerpen: Sepak Bola

Cerpen: sepak bolaSumber gambar: budiuzie.wordpress.com

Aku tidak mengira kejadian itu akan membekas dan berpengaruh buruk buat pergaulanku. Aku masih berusia 12 tahun kala itu. Di Minggu sore, seperti biasa, teman-teman sepermainanku menjeputku untuk bermain sepak bola.

“Anak-Anak yang lain sudah kumpul ya?” teriakku dari depan pintu rumah kepada teman-temanku yang sedari tadi memanggil namaku di depan pagar.

“Sudah Gus, tinggal nunggu kamu saja!” Ardian berkata cukup keras, namun tidak seperti berteriak, mewakili kumpulan anak-anak lain tanpa diminta.

“Tunggu 5 menit kalau begitu.” Setelah itu aku masuk ke rumah dan berpamitan pada ibu.

Lanjutkan membaca “Cerpen: Sepak Bola”

Makanan Kucing : Nasi Dicampur Ikan Pindang

Makanan Kucing kampung nasi dicampur ikan pindangSumber gambar : Kucingpedia.com

Ini pengalaman pertama memelihara kucing. 3 Kucing kecil yang dulu dilahirkan di rumahku oleh kucing liar, kini sudah berumur 6 bulan lebih. Dan syukurlah mereka masih sehat dan semakin besar.

Sejak mereka kecil, aku sudah memberi makanan dari toko. Merk Felibite. Dan kucing-kucing itu sepertinya menyukainya.

Tapi sempat mereka tidak mau makan lagi. Sepertinya mereka bosan. Peribahasanya adalah diberi betis, minta paha. Tapi karena kucing adalah makhluk tak punya pikiran, maka aku memaklumi tingkah mereka.

Lanjutkan membaca “Makanan Kucing : Nasi Dicampur Ikan Pindang”

FF : Siapa yang Pencuri?

Suatu siang, setelah Udin mandi di sungai dengan teman-temannya, di dalam perjalanan pulang, Udin melintasi perkebunan tebu di sekitar sungai sendirian.

Tiba-Tiba Udin mendapatkan wangsit brilian setelah melihat bapak separuh baya memanen tebu-tebu.

Udin merasa beruntung, ketika udara panas, ia mungkin dapat menikmati tebu-tebu yang manis. Maka Udin memberanikan diri untuk meminta tebu kepada bapak-bapak yang ia lihat.

Lanjutkan membaca “FF : Siapa yang Pencuri?”

Cerpen : Pencuri di Kelas

Pencuri di kelasSumber gambar : devianart.com

Senin pagi itu ada hal baru di SDN 1 Sarirejo. Ada murid baru. Segera setelah itu Pak Iwan mempersilakan murid baru masuk.

Seorang anak berkulit putih kemudian tampak malu-malu masuk di kelas 4. Kemudian ia berdiri di depan kelas, “Namaku Faisal Ansori Lubis. Panggil saja aku Faisal. Semoga kita bisa berteman dan belajar bersama-sama.”

Lalu Pak Iwan menyuruh Faisal duduk bersama dengan Adi, anak paling gemuk di kelas 4. Aku senang dengan kehadiran Faisal, mengingat sudah 3 bulan pertama di kelas 4 dan Adi sering diledek sebagai “Penunggu” oleh teman-teman karena duduk sendirian. Tahun lalu jumlah murid di kelas genap 22 anak, tetapi karena Ardian tidak naik kelas, jadi jumlah murid kelas 4 tahun ini hanya 21 anak saja. Lanjutkan membaca “Cerpen : Pencuri di Kelas”