Kategori: Personal

Roti Gepeng Kacang Ijo Cap Jos

Roti gepeng kacang ijo cap jos

Sumber gambar: bukalapak.com

Salah satu makanan yang cukup sering kukonsumsi setelah mengurangi rokok selama beberapa hari terakhir adalah roti gepeng kacang ijo cap jos.

Ketika pertama kali memakannya, perasaanku cukup nyaman seolah aku memiliki ikatan esmosi dengan roti ini. Bahkan anehnya, ingatanku terbang ke masa kecilku, meski aku yakin roti ini belum diperjualbelikan ketika aku masih anak-anak.

Ingatan terakhir, walau bagai biang-biang kain, sepertinya aku pernah makan roti ini dengan secangkir kopi dan batang nikotin ketika masih berstatus mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Malang sekitar 7 tahun lalu.

Entahlah… ingatanku memang payah. Yang jelas, roti ini enak. Dan aku dapat momen versi terburuk mirip di anime Shokugeki No Souma ketika mencicipi makanan. Walaupun aku merasa familier, tetapi aku sadar bahwa perasaan dan ingatanku adalah sesuatu yang benar-benar salah.

Lanjutkan membaca “Roti Gepeng Kacang Ijo Cap Jos”

Dunia Sihir, Komik, dan Berhenti Merokok

Berhenti merokok, nonton anime dan membaca komik

Sumber gambar: ummi-online.com

Di akhir tahun 2017, kegiatan yang paling menyenangkan adalah menonton anime. Aku bahkan sempat menghabiskan 6 GB hanya untuk 3 hari berturut-turut.

Setelah sekian lama menonton anime, aku baru menyadari genre favoritku, yakni dunia sihir.

Semua terjadi secara tidak sengaja. Di mulai dari Overlord, lalu Sword Art Online hingga Mahouka Koukou No Rettousei.

Aku begitu menikmatinya. Dan karena sekarang aku mengetahui genre favoritku, maka di tahun 2018 nanti mungkin aku akan berfokus mencari dan menonton anime dengan genre dunia sihir (magic)

Lanjutkan membaca “Dunia Sihir, Komik, dan Berhenti Merokok”

Menonton Anime 3 Hari Berturut-turut

Menonton anime 3 hari berturut-turut

Sumber gambar: brilio.net

Di blog ini aku juga mengulas film, terutama anime Jepang. Tetapi tidak terlalu sering, mungkin hanya sebulan sekali.

Bagiku, menonton anime hanya bentuk penyegaran pikiran. Ketika otakku sudah bosan dengan bacaan atau malas merangkai kata, anime adalah pelarian terbaik.

Selama ini cerita di dalam anime seperti di negeri dongeng. Mulai dari cerita paling tidak masuk akal seperti Overlord atau Relife, hingga cerita paling haru seperti Shigatsu Wa Kimi No Uso.

Lanjutkan membaca “Menonton Anime 3 Hari Berturut-turut”

Koin-Koin 500 Rupiah

Koin-Koin 500 Rupiah

Sumber gambar: ariaturns.com

Beberapa bulan lalu, tiba-tiba layar laptop menjadi hitam. Setelah sempat dibawa ke tukang service komputer, perlu mengganti monitor dengan yang baru. Biayanya tepat Rp700.000,00.

Dekat tak tercapai, jauh tak berantara. Dipikir-pikir, harga laptop milikku dulu adalah Rp1.000.000,00 saja. Bekas adikku. Jika untuk memperbaikinya saja butuh Rp700 ribu, tentu itu harga yang tidak rasional. Jadi, aku tidak memperbaikinya.

Rencananya aku akan beli laptop baru tahun depan. Kulihat ada laptop antara Rp1,5 juta – Rp2 jutaan saja di brosur-brosur yang beredar. Masih baru, meski mungkin model lama. Lagipula aku hanya memakai laptop untuk keperluan menulis saja.

Lanjutkan membaca “Koin-Koin 500 Rupiah”

Topeng-Topeng di Pasar Malam

Topeng di pasar malamSumber gambar: redaksiindonesia.com

Kejadiannya lebih dari 20 tahun lalu. Usiaku mungkin baru 5 atau 6 tahun ketika aku menangis sekencang-kencangnya meminta sebuah topeng di pasar malam kepada ibuku.

Di masa itu, setiap ada perayaan atas kelahiran Nabi Muhammad, umat islam merayakannya dengan pasar malam dadakan. Di jalan niaga no.5 Mojosari, di sepanjang jalan itu, ada pedagang-pedagang yang meramaikan pasar malam. Perayaan itu terjadi hanya semalam setiap tahun.

Lanjutkan membaca “Topeng-Topeng di Pasar Malam”

Aku dan Musik Bajakan

Aku dan musik bajakanSumber gambar : tirto.id

Terkadang hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam. Tapi aku tidak begitu. Aku mengaku, aku penikmat musik bajakan. Kebiasaan itu terbentuk sejak usiaku 14 tahun, tahun di mana ibu membeli VCD player baru. Dan tentu saja, karena sudah beli, maka harus digunakan.

Semua tampak normal. Di masa awal VCD Player datang, kami mengundang beberapa orang, sepupu, teman, kenalan ibu, dan entahlah… bermacam-macam orang, hanya untuk memutar kaset-kaset film yang disewa dari rental-rental murahan yang menjamur di kala itu. Setelah beberapa kali nonton bareng, mungkin karena sudah bosan, praktis hanya aku yang menggunakan VCD player.

Aku menggunakannya untuk memutar VCD musik grup band terkenal di era itu seperti Slank, Coklat, Iwan Fals, Element, Jamrud dsb. Semuanya kaset CD bajakan yang bisa dengan mudah didapatkan di pinggir-pinggir jalan.

Lanjutkan membaca “Aku dan Musik Bajakan”

Menangkap Lalat

Menangkap LalatSumber gambar : infoyunik.com

Jam kerjaku siang hari. Di waktu itu, pasar sudah sangat sepi. Pedagang lain sudah pulang.

Di sekitarku, saat siang, hanya tersisa satu penjual bakso, satu penjual tahu campur, dan satu penjual sempol. Jadi, aku tidak banyak berinteraksi dan hanya diam di lapakku.

Terkadang kondisinya sangat tidak mengenakan. Kalau sedang sepi, praktis aku hanya duduk santai sambil membaca konten-konten di internet. Meskipun kondisi semacam itu membuatku sedih, tapi aku tetap percaya ada hari ada nasi. Jadi, aku selalu berusaha tetap bersemangat ketika berjualan.

Lanjutkan membaca “Menangkap Lalat”

Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar

Pengalaman Waham SkizofreniaSumber gambar : macrofag.blogspot.co.id

Beberapa pembaca tulisan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang skizofrenia. Karena saat itu saya berjanji akan mengulasnya, maka saya menulis postingan sederhana ini untuk menjawab sedikit rasa penasaran tentang skizofrenia.

Ini mengenai waham. Pengertian waham yang mudah dicerna berikut saya kutip dari Abualbanicentre :

Lanjutkan membaca “Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar”

Perubahan Kecil

Perubahan kecil dalam rutinitas hidupSumber gambar : qerja.com

Akhir-Akhir ini rutinitasku mulai berubah. Semua karena musim gelitu. Bapak biasa begadang untuk menunggu gelitu datang di malam hari. Jadi, beliau hanya punya sedikit waktu untuk tidur.

Maka…aku harus bangun dan pergi ke pasar lebih pagi.

Aku tidak tahu bagaimana semuanya terjadi. Semua terjadi begitu saja dengan sangat mudah. Dan tiba-tiba aku punya rutinitas baru.

Pertama, aku sudah tidak membaca buku lagi. Maksudku tidak berhenti selamanya, hanya sesaat saja sebelum aku menentukan jam membaca buku selanjutnya. Itu berarti aku sudah bisa tidur tidak lebih dari pukul 12 malam. Meskipun di hari sabtu atau minggu aku tetap tidur larut karena aku menonton liga Inggris.

Lanjutkan membaca “Perubahan Kecil”

Setop, Tidak akan Pernah Lagi

Gelandangan di pasar tradisional

Sumber gambar : brilio.net

Kadang-Kadang aku berhubungan dengan orang-orang bernasib malang di pasar tradisional. Sebagai tanggung jawab sosial. Kupikir aku bisa sedikit berbagi dengan orang-orang tersebut.

Salah satu yang paling lama berhubungan denganku adalah seorang gelandangan. Ia bertubuh tinggi dan kekar. Dia hidup dengan meminta-minta di sekitar pasar.

Pertama kali bertemu, pria itu minta sebatang rokok. Dan aku memberikan apa yang ia minta. Setelah itu, setiap kali gelandangan itu datang, aku sudah tahu jika ia menginginkan rokok dan terus memberinya.

Lanjutkan membaca “Setop, Tidak akan Pernah Lagi”