Kategori: Menulis Bebas

Gadis “Teller” di Bank Mandiri

Gadis teller di bank mandiri

Sumber gambar: cogantstore.com

Aku sering ke bank Mandiri. Letak bank tersebut berdekatan dengan lapak buahku sehingga ibu selalu menitipkan uang untuk mentransfer uang ke adikku yang sedang kuliah atau deposit guna membeli saldo pulsa (karena jualan pulsa). Di bank inilah aku bertemu dengan gadis itu.

Gadis berkacamata yang menjadi teller di bank Mandiri depan pasar Legi Mojosari. Ngomong-Ngomong, dia manis. Aku pernah secara sengaja berlama-lama menikmati kemanisan wajahnya dengan mencuri-curi pandang. Tetapi aku sudah tidak melakukannya lagi atas nama kesopanan dan perilaku terpuji.

Namanya Riris Mei R.S. Jangan penasaran, aku bisa mengetahui namanya bukan karena aku punya indra ke-6 atau bertanya langsung, aku hanya melihat papan nama di meja tinggi tempat teller, kemudian memastikannya dengan nama yang tertempel di bagian kiri dadanya agar tidak salah.

Lanjutkan membaca “Gadis “Teller” di Bank Mandiri”

Iklan

Berimajinasi: 10 Tahun Ngeblog

10 Tahun NgeblogSumber gambar: RSInewsupdate.wordpress.com

Aku suka ngeblog. Membuat bahagia. Sejak memulainya, aku menikmati semuanya. Komentar-Komentar yang masuk, peningkatan pembaca, jumlah suka, SEO, hingga proses kreatif penciptaan konten.

Ini pertama kalinya dalam hidup aku begitu antusias melakukan sesuatu. Penuh semangat. Bergairah. Dan terus merasa lapar akan pencapaian-pencapaian.

Aku berandai-andai telah melewati tahun ke-10. Mengenang semuanya. Membaca tulisan-tulisan dari masa lalu dan menikmati pencapaian itu. Rasanya mungkin menyenangkan.

Lanjutkan membaca “Berimajinasi: 10 Tahun Ngeblog”

Latihan : Kekosongan Hidup

Usiaku 28 Tahun dan merasa kosong. Januari 2018 nanti, genap 7 tahun aku menderita skizofrenia. Rasanya selama 7 tahun terakhir aku tidak melakukan apapun yang berarti, kecuali bermalas-malasan dan mengasihani diri sendiri.

Jika teringat lagi, tentang masa-masa sebelum sakit, aku jadi marah dan sedih. Kok jauh sekali dengan rencanaku. Lama-Lama, kalau terus memikirkannya, aku tambah stres. Sebagian diriku masih belum menyerah dan ingin berjuang lagi, sebagian lainnya takut mendapatkan rasa sakit lagi.

Dulu sekali, ketika aku masih di bangku kuliah, aku termasuk tipe optimis tentang masa depan. Aku rajin belajar dan berpikir bahwa suatu saat akan tiba waktunya menikmati semuanya. Tapi berusaha pun aku tak sempat, keburu sakit. Dan tiba-tiba duniaku berubah, aku menjadi pesakitan.

Lanjutkan membaca “Latihan : Kekosongan Hidup”

Menulis untuk Berbagi Ilmu, Mungkinkah?

Menulis untuk berbagi ilmuSumber gambar : Twitter.com

Aku telah rutin menulis selama 3 tahun terakhir. Dan seperti yang sudah pernah kusampaikan, tujuan menulis akan terus berevolusi seiring dengan ketrampilan yang semakin berkembang.

Setelah sekian lama menulis untuk diri sendiri dengan tujuan bersenang-senang dan mengarsipkan ilmu pengetahuan, akhir-akhir ini aku sering berpikir untuk menambah tujuan baru : Berbagi ilmu.

Apakah ini sebuah panggilan? Apakah sudah tiba waktuku untuk mulai memikirkan pembaca? Dan apakah aku siap memulai petualangan baru?

Lanjutkan membaca “Menulis untuk Berbagi Ilmu, Mungkinkah?”

Si Kucing Kembali dalam Keadaan Bunting

Kucing kampung hamil

Si kucing sudah berpetualang lagi selama sekitar 2 bulan. Ketika pergi dulu, kupikir ia tidak akan pulang. Tapi beberapa hari yang lalu kucing itu berlalu lalang di rumah adikku, rumah yang baru saja membuka warung.

Masalahnya Si kucing hamil lagi. Itu masalah yang besar karena di rumah sudah ada 3 kucing berumur sekitar 6 bulan, anak dari kucing yang sama.

Ini seperti kejadian yang berulang. Dulu, di bulan Maret 2017, Si kucing datang dalam keadaan hamil besar dan akhirnya melahirkan di rumahku. Dengan terpaksa kurawat kucing itu dan anak-anaknya. Dan kini, hampir 6 bulan berlalu dan kucing itu hamil lagi.

Lanjutkan membaca “Si Kucing Kembali dalam Keadaan Bunting”

Manusia Malam

Manusia menulis

Sumber gambar : wahdah.or.id

Saya terlahir sebagaimana manusia lainnya, tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari. Itu sudah terjadi bertahun-tahun sejak saya masih kecil hingga tumbuh dewasa. Kalaupun begadang, itu tidak setiap hari.

Tapi akhir-akhir saya benar-benar menjadi manusia malam. Hampir setiap hari saya membaca dan menulis di malam hari. Awalnya, biasanya saya menulis pukul 6 sore dan berakhir sebelum pukul 9 malam. Namun hal itu mulai berubah secara perlahan dan saya sudah lupa kapan tepatnya perubahan tersebut dimulai.

Jadwal kerja saya masih sama. Saya pulang pukul 6 sore, terkadang pukul 7 malam, atau jika banyak pekerjaan, saya pasti sudah berada di rumah sebelum pukul 9 malam.

Lanjutkan membaca “Manusia Malam”

Si Kucing Akhirnya Kembali Berpetualang

Kucing kampung kembali berpetualang

Dia datang dalam keadaan hamil besar. Kemudian keluargaku sering memberi makanan secukupnya agar ia tetap sehat meskipun kami tidak punya ikatan apapun dengan dirinya.

Matanya kuning gelap. Tubuhnya terdiri dari tiga warna : putih, kuning, dan hitam.

Ada yang bilang bahwa kucing dengan tiga warna membawa keburuntungan. Tapi aku tidak begitu mempercayai mitos semacam itu meskipun dalam kepercayaanku, ada beberapa mitos tidak masuk akal yang tetap kuyakini.

Lanjutkan membaca “Si Kucing Akhirnya Kembali Berpetualang”

Nonton TV

Masa kecilku bukan hanya tanpa rasa bersalah karena mengambil mangga-mangga tetangga tanpa ijin, kenakalan lain yang melekat denganku pasti menonton TV berlebihan.

Di masa kecil, hampir setiap hari televisi menemaniku. Itu berarti sirine alam di rumah akan terus berbunyi. Ibu akan mengomel, dan kalau sudah kesal, ia akan mematikan TV secara paksa atau menyembunyikan remote kontrol.

Untungnya aku punya sesuatu yang disebut kegigihan. Walaupun ada larangan, keberanianku mendorong untuk terus melakukannya. Dan aku berhasil.

Tapi itu bukan sesuatu yang pantas dibanggakan. Kenakalan semacam itu berani kulakukan karena nilai-nilai sekolahku bagus. Bahkan aku tidak pernah keluar 3 besar dan sempat beberapa kali rangking satu.

Mayoritas film yang kutonton adalah film kartun. Misalnya Dragon Ball di hari minggu pagi, Tom and Jerry pada Senin-Jum’at sore, atau Ninja Hatori, Samurai X, Detektif Conan, sebut saja film kartun apapun di tahun 90-an, pasti aku pernah menontonnya.

Sebenarnya sosok anak kecil hanya butuh pahlawan. Untuk diteladani. Untuk dicontoh. Untuk ditiru. Dan aku mendapatkannya dari tokoh utama di film-film kartun. Itu alasan masuk akal mengapa aku menyukai film kartun.

Beranjak SMP, seleraku berubah. Saat itu ada Trans TV yang memutar film-film barat di malam hari. Tidak butuh waktu lama, aku langsung jatuh cinta dengan tayangan tersebut.

Ujung-Ujungnya aku menjadi sering begadang. Bahkan aku mengikuti acara Smack Down yang tayang pukul 11 atau 12 malam.

Belum lagi pertandingan-pertandingan liga inggris, jam malamku habis untuk menonton TV.

Tapi aku cukup pandai mengatur waktu. Tidak ada masalah apapun.

Di masa SMA, aku semakin sering bermalas-malasan di TV setiap hari di malam hari. Aku baru tidur di atas pukul 2 malam. Jam tidurku justru siang hari. Tepat sepulang sekolah, aku pasti akan memejamkan mata.

Baru di masa kuliah aku lepas dari televisi. Bukan keinginanku, hanya karena keterpaksaan saja. 

Selama masa kuliah, aku mengenal internet. Dan sedikit demi sedikit aku melupakan keindahan tayangan televisi dan mulai terobsesi dengan internet.

Dan perlahan tapi pasti, televisi mulai menghilang dari kehidupanku. Digantikan internet hingga saat ini.

Tulisan Gagal : Eksistensi Bloger Amatir

Eksistensi blogger amatirSumber gambar : loop.co.id

Catatan : Kemarin nulis mikir muter-muter dan akhirnya gagal huh…..

Internet merupakan gudang informasi gratis. Siapa pun yang punya koneksi dapat mendapatkan pengetahuan apapun yang diinginkannya. Selama tidak malas membaca dan punya kegigihan mencoba berbagai kata kunci, ,maka tidak ada yang bisa menghalangi seseorang mendapatkan informasi terbaik.

Bagian menariknya, di lihat dari segi bisnis, penyedia informasi di internet seperti portal berita, blog profesional, website perusahaan, atau toko-toko online, semuanya bersaing menyediakan informasi terbaik dan berusaha tampil di halaman pertama Google bukan semata-mata untuk menolong sesama. Mereka punya tujuan : mereka berharap mendapatkan dollar dari iklan, penjualan produk, atau mendapatkan sponsor dari pihak ketiga.
Lanjutkan membaca “Tulisan Gagal : Eksistensi Bloger Amatir”

Ayam Berwarna Biru

Ayam berwarna biru

Beberapa bulan yang lalu ada pasar malam di daerahku. Semua anggota keluarga pergi dan aku sendirian di rumah. Aku tidak ikut pergi. Kupikir itu hanya bisa menyenangkan gadis-gadis baru gede dan anak-anak saja. Atau ibu-ibu yang terpaksa ikut pergi untuk membeli mainan atau mengajak anak mereka. Atau mungkin para pria yang berusaha tersenyum karena menemani kekasihnya berkeliling di pasar malam. Bagiku pasar malam sesuatu yang membosankan dan tidak menarik.

Tapi kemudian aku berubah pikiran. Kupikir akan menyenangkan untuk meliput acara tersebut dan memposting di blogku. Hitung-Hitung untuk menambah koleksi konten. Jadi, sebelum pukul sembilan malam, ketika anggota keluarga lainnya pulang, aku memutuskan untuk pergi seorang diri. Tidak lupa aku meminjam handphone ibu untuk mengabadikan pasar malam.

Tapi semua yang kupikirkan tidak berjalan dengan baik. Setelah tiba di lokasi, aku mengambil gambar beberapa kali, namun hanya menghasilkan foto-foto yang tidak menarik dan buram. Kurasa pencahayaannya sangat kurang dan kamera handphone tidak cukup berkualitas. Maka aku pun langsung membuang jauh-jauh ide menulis tentang pasar malam. Lanjutkan membaca “Ayam Berwarna Biru”