Mempercayai Impian? Mari Mencobanya!

Mempercayai impian

Sumber gambar: lowongan.id

Aku baru sadar bahwa memikirkan masa depan bisa begitu sangat menyeramkan. Tidak ada jaminan setiap pengorbanan yang kulakukan akan berbuah manis. Benar-Benar menjengkelkan!

Tetapi mungkin itulah artinya hidup. Aku pernah dengar bahwa hidup adalah perjuangan. Mungkin maknanya adalah tidak ada yang gratis di dunia ini, semua hal harus diperjuangkan.

Seandainya saja Tuhan memberitahu tentang masa depan kita, entah baik atau buruk, mungkin kita benar-benar menjadi manusia pemalas yang tidak berguna. Karena tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan. Tidak ada lagi misteri. Dan mungkin saja kita hanya menjadi mayat hidup tanpa motivasi dan semangat.

Oleh karena itu, misteri masa depan mungkin adalah anugerah terindah. Kita mungkin pernah sekali dua kali gagal, tetapi tidak ada yang melarang untuk bangkit dan berusaha lebih keras dari sebelumnya.

Itulah mengapa, aku berani bermimpi. Karena sebuah harapan adalah jaminan bagiku untuk mengeluarkan bagian-bagian terbaik dari diriku. Dan berapa pun harganya, aku siap untuk berusaha membayarnya!

Aku Tidak Mau Menyesal Lagi

Aku pernah sangat menyesal. Rasa itu muncul bukan karena aku tidak mendapatkan apa yang kuinginkan, melainkan karena aku tidak pernah bersungguh-sungguh.

Sekalipun aku gagal, mungkin aku akan bisa menangis bahagia karena sudah mengerahkan segala yang bisa kulakukan. Ketika sudah memberikan semua yang terbaik, pasti tidak akan ada lagi rasa sesal yang tertinggal.

Belajar dari pengalaman masa lalu, di masa sekarang aku ingin lebih bersungguh-sungguh dalam meraih impian.

Aku akan jadi penulis. Tak peduli berapa lama yang dibutuhkan untuk mengasah kemampuan dan mewujudkannya, aku akan terus melangkah maju.

Aku percaya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Setiap langkah kecil yang kuambil setiap hari tidak akan pernah sia-sia. Suatu hari nanti, aku pasti sampai di tujuan hidupku tersebut. Asalkan aku punya kegigihan dalam memperjuangkannya.

Keragu-raguan

Dipikir-pikir, impian menjadi penulis bagiku mungkin bagai si lumpuh hendak merantau. Terkadang aku meragukan kemampuanku sendiri. Perasaan itu sering muncul akhir-akhir ini tanpa sebab apapun.

Rasanya begitu malas sementara perjalanan masih sangat jauh. Setidaknya, masih 8 tahun lebih cepat bagi orang sepertiku untuk mampu menyusun sebuah buku berkualitas.

Aku jadi ingat dengan pemikiran-pemikiran anehku ketika menonton anime-anime Jepang. Aku pernah iri karena tokoh-tokoh dalam anime punya sesuatu yang mereka perjuangkan. Sementara dalam kehidupanku, aku tidak pernah punya sesuatu untuk diperjuangkan dan memilih hidup dalam zona nyaman yang serba teratur.

Sepertinya Tuhan sedang berbaik hati karena sekarang aku memiliki impian untuk kuperjuangkan. Jadi, sekalipun aku ragu-ragu, aku harus terus melangkah maju. Seiring dengan pengalaman menulis yang bertambah dan pengetahuan-pengetahuan yang kupelajari, aku merasa sudah sedikit lebih baik dan percaya diri.

Mungkin suatu saat, ketika kualitasku sebagai penulis menjadi lebih baik, aku bisa menyingkirkan semua keraguanku dan lebih optimis menatap masa depan.

Semoga Tidak Ada yang Sia-Sia

Sebenarnya kondisiku akhir-akhir ini cukup memprihatinkan jika berkaitan dengan impianku sebagai penulis. Rasa ragu itu begitu besar hingga membuatku merasa terdemotivasi.

Aku membohongi diri sendiri, entah benar atau salah, kata orang setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Baik buruk, kebenaran kebatilan, benar salah, kebohongan kejujuran, dan semua hal di dunia ini dapat dipelajari melalui berbagai pengalaman dan pengamalan. Jadi, tidak ada yang sia-sia.

Entah gagal atau berhasil, setidaknya akan ada pelajaran yang bisa kuambil untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Mari Menikmati Prosesnya!

Aku baru membaca sedikit kisah dari Patti Wilson, seorang penderita epilepsi yang mampu memecahkan rekor dunia lari jarak jauh wanita.

Sebuah kisah menarik tentang impian seorang manusia dan perjuangan mewujudkan impiannya.

Sepertinya semua impian memang butuh pengorbanan. Semakin besar pengorbanan yang dilakukan, mungkin semakin besar kenikmatan yang didapatkan ketika berhasil mewujudkannya.

Di dunia ini mungkin ada beberapa orang yang memiliki keberuntungan dan dapat meraih impiannya tanpa bersusah payah. Namun, di belahan dunia lain juga begitu banyak orang dengan berbagai kekurangan yang mampu menciptakan keajaiban dan menginspirasi manusia lainnya.

Intinya… nikmati saja prosesnya. Mungkin suatu saat, hal itu akan menjadi kisah menarik untuk diceritakan kepada anak cucu. Kalau pun gagal, pelajarannya bisa berguna bagi generasi selanjutnya.

Terima kasih sudah membaca dan semoga hari Anda menyenangkan.

Iklan