Optimis Berhenti Merokok Selamanya

Optimis berhenti merokok

Sumber gambar: hellosehat.com

Tiga hari terakhir aku absen ngeblog. Itu berarti jatah liburku dalam menyelesaikan ODOP setahun telah habis. Aku sudah libur sebanyak 12 kali.

Tetapi semua sepadan. Dalam 3 hari terakhir, aku menjalankan rencana yang telah kususun untuk berhenti merokok dan sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Di hari pertama, aku hanya menghabiskan 3 batang rokok. Di hari kedua, aku menghabiskan 2 batang rokok. Kemarin, hanya menghabiskan sebatang rokok. Dan hari ini, rencananya tidak merokok lagi.

Bagi sebagian orang, berhenti merokok bagai menyandang galas tiga. Terutama jika kebiasaan merokok sudah mengakar kuat selama bertahun-tahun. Setidaknya aku sudah mencoba selama 6 bulan terakhir dan selalu berakhir dengan kegagalan.

Tentu saja aku sangat gembira. Mungkin ini adalah hadiah tahun baru terbaik dari Tuhan. Sebuah awal yang seimbang mengingat tahun baru 2018 dibuka dengan utang.

Sudah Menghabiskan Dana Rp175.000,00

Ini sebuah kebetulan yang menyenangkan. Bermula dari menonton anime dan membaca komik secara daring, yang mana membuatku berhenti merokok untuk sesaat, kuputuskan untuk serius mencoba metode itu.

Jadi selama 3 hari masa libur ngeblogku (tidak menulis sama sekali), aku sibuk membaca komik secara maraton dan terus menerus agar berhenti merokok.

Aku menahan rasa ingin merokok dengan tenggelam dalam bacaan. Dan tampaknya semua bekerja sesuai rencana.

Setidaknya aku sudah menghabiskan Rp175.000,00 dalam beberapa hari terakhir untuk membeli kuota data. Dan sepertinya dana yang dibutuhkan akan terus membengkak selama beberapa hari ke depan sampai rencana yang kususun berhasil secara gemilang.

Efek Samping: Nafsu Makan Meningkat

Sejak jumlah rokok yang kukonsumsi berkurang drastis, tiba-tiba nafsu makanku meningkat drastis. Mulutku terasa tidak nyaman jika tidak menggunyah makanan. Yang paling menyebalkan, rasa itu sering muncul pada pukul 12 malam lebih.

Aku jadi membeli makan lagi di tengah malam. Juga di hari-hari biasa, aku jadi lebih sering makan, entah buah-buahan atau makanan murahan lainnya.

Benar-Benar merepotkan. Takutnya, setelah berhenti merokok, aku malah punya kebiasaan makan. Belum lagi masalah dananya. Pengeluaran dalam beberapa hari ke depan pasti membengkak.

Karena sudah menghabiskan banyak dana, rencana ini wajib sukses. Efek samping lain juga banyak, tetapi biarlah itu kupikirkan nanti setelah aku sudah terbebas dari rokok.

Aku Berjanji Tidak Akan Sombong Lagi

Aku punya penyesalan. Di tahun 2014, sebenarnya aku sudah berhenti merokok. Selama 8 bulan aku tidak merokok sama sekali.

Itu merupakan hadiah terbaik ketika aku keluar dari tempat penitipan ODS setelah hampir setahun dirawat.

Namun aku sombong. Kupikir aku bisa berhenti merokok kapanpun aku menginginkannya dan mulai merokok lagi. Kemudian, aku malah kecanduan dan terjebak dengan kebiasaan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Setelah lebih banyak membaca mengenai rokok, aku memutuskan untuk mengakhiri kebiasaan tersebut. Dan baru di tahun ini aku optimis rencanaku akan berhasil setelah rencana-rencana sebelumnya selalu gagal.

Kali ini aku berjanji tidak akan sombong lagi. Ketika aku sudah benar-benar berhenti merokok, aku tidak akan bermain-main atau coba-coba lagi dengan rokok. Terlalu berbahaya.

Karena aku sudah bagai bunyi siamang kenyang, sepertinya akan kuakhiri saja tulisan ini. Terima kasih sudah membaca dan semoga hari Anda menyenangkan.

Iklan