Suka Duka Ngeblog Via Telepon Cerdas

Suka duka ngeblog dengan smartphone

Sumber gambar: fandinet.blogspot.co.id

Postingan pertama yang kutulis via telepon cerdas adalah “5 Dasar Copywriting untuk Menulis Postingan yang Bagus“.

Itu berarti sejak tanggal 23 Mei 2017 saya telah ngeblog hanya dengan menggunakan telepon cerdas.

Laptop saya rusak. Namun baru beberapa minggu yang lalu diperbaiki dan sampai sekarang masih belum sembuh.

Syukurlah, teknologi di zaman sekarang begitu canggih! Hingga saat ini, saya memanfaatkan aplikasi WordPress dari Play Store untuk mengelola blog Shiq4.

Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri. Kendati awalnya merasa kesulitan, sedih, dan tidak nyaman, tetapi akhirnya saya mampu beradaptasi dan menikmati aktivitas ngeblog lagi.

Motivasi saya adalah ketika mengingat masa awal ngeblog di mana saya juga hanya memakai telepon cerdas untuk melakukan semuanya. Jadi, bukan masalah besar jika saya harus melakukannya lagi di masa sekarang.

Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang. Buktinya, trafik dan tampilan laman blog terus naik dari waktu ke waktu.

Suka duka ngeblog dengan handphone

Di postingan ini saya akan berbagi suka duka ngeblog dengan smartphone selama lebih dari 6 bulan terakhir. Semoga bisa menjadi bacaan yang menarik dan bermanfaat.

Bagian-Bagian yang Menyenangkan

Sebenarnya saya sempat pesimis untuk melanjutkan kegiatan ngeblog. Namun setelah mencoba, ngeblog dengan telepon cerdas juga menyenangkan.

Berikut adalah suka yang membuat saya memutuskan untuk terus berpetualang di dunia blog meski tanpa laptop:

1. Belajar Menulis Efektif

Suka duka ngeblog via telepon cerdas

Sumber gambar: Jalantikus.com

Karena tidak dapat menulis dengan leluasa, maka gaya menulis pun ikut berubah. Jika di masa ngeblog dengan laptop saya bisa dengan mudah menulis konten sepanjang 2000 kata lebih, maka ketika ngeblog dengan telepon cerdas saya lebih sering menulis konten sepanjang kurang dari 1.000 kata.

Hal tersebut memaksa saya belajar menulis efektif dan membuang kata-kata yang tidak perlu. Pertanyaanya: Bagaimana menulis konten pendek yang berbobot?

Melalui kebiasaan melakukannya secara terus menerus, sepertinya tulisan saya menjadi lebih efektif dibanding masa-masa sebelumnya.

2. Bisa Menulis Kapanpun Dimanapun

Perbedaan terbesar ketika menulis di laptop dibanding via telepon cerdas adalah fleksibelitasnya.

Biasanya jam menulis saya pasti setelah pulang kerja. Namun sejak saya memutuskan menulis dengan telepon cerdas, saya bisa menulis juga sambil bekerja. Bahkan, saya bisa menulis sambil tidur-tiduran.

Saya bisa menulis kapanpun dan dimanapun sehingga mampu menjadi bloger produktif hingga saat ini.

3. Lebih Kreatif

Akhir-Akhir ini saya baru sadar, bahwa dalam menulis, tidak perlu mengedepankan orisinilitas atau terlalu banyak berpikir.

Mengingat harus menulis dari telepon cerdas yang membuat diri menjadi lebih malas, dalam menyusun konten terkadang saya hanya mengambil pemikiran orang lain, mengutip, atau menulis ulang saja.

Namun perlu digarisbawahi agar memberi pranala menuju tulisan asli agar terhindar dari plagiat.

4. Semakin Mudah Blogwalking

Memakai WordPress Reader memudahkan saya untuk blogwalking. Dan hampir setiap hari saya melakukannya kapan pun saya inginkan.

Membaca konten dari bloger lain dan meninggalkan jejak menjadi lebih mudah untuk dilakukan dibanding memakai PC.

Bahkan aplikasi WordPress terus berbenah untuk memberikan yang terbaik. Di aplikasi versi terbaru, saat ini bahkan bisa berkomentar di blog self hosted yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

5. Hemat Waktu

Menulis tidak harus langsung jadi. Sejak saya memakai telepon cerdas, ada saat di mana saya mencicil tulisan sedikit demi sedikit. Saya menulis di waktu-waktu luang.

Misalnya menulis sambil minum kopi, sambil berjualan, atau ketika menunggu.

Hal tersebut membuat hemat waktu. Tidak perlu menunggu jam menulis tiba untuk sekadar menulis. Bahkan ketika jam menulis tiba, karena saya tinggal menyempurnakan tulisan, hanya butuh waktu lebih sedikit dibanding ketika menulis sekali waktu menggunakan laptop.

Duka Ngeblog Via Telepon Cerdas

Ada rotan ada duri. Artinya di dalam kesenangan tentu ada kesusahannya.

Selain suka di atas, konsekuensi logisnya tentu ada dukanya. Karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Berikut adalah beberapa duka ketika ngeblog via smartphone:

1. Sering Saltik

Pengalaman ngeblog dengan telepon cerdas

Sumber gambar: tribunnews.com

Tidak peduli seberapa mahir Anda mengetik, jika melakukannya di telepon cerdas, maka Anda akan sering saltik.

Karena layar telepon cerdas lebih kecil dari laptop sehingga layar hanya mampu memuat beberapa kalimat saja (yang terlihat).

Akibatnya, saltik tidak dapat dihindari. Meski saya sudah berhati-hati, tetap saja ada beberapa kata yang saltik. Bahkan ada kalimat yang tidak singkron satu sama lain.

2. Tulisan Hilang Sebelum Diterbitkan

Di versi aplikasi WordPress lawas, beberapa kali saya sempat mengalami tulisan yang hilang. Kalau terjadi crash program sebelum sempat menyimpan, maka otomatis semua tulisan hilang dan dokumen menjadi putih bersih lagi.

Terkadang sampai ingin menangis karena harus menulis dari awal lagi. Juga dilanda rasa takut kejadian seperti itu terjadi lagi.

Oleh karena itu, saya biasa menyimpan juga tulisan di aplikasi Simple Notepad, berjaga-jaga jika tulisan menghilang.

Namun sampai tulisan ini dibuat, di aplikasi WordPress terbaru hal tersebut belum pernah terjadi. Jadi, tidak perlu khawatir secara berlebihan.

3. Sulit untuk Menulis Konten Panjang

Bagi saya, yang membuat menulis di komputer atau laptop menyenangkan adalah saya bisa membuat tulisan yang panjang sehingga mampu mendistribusikan banyak kata kunci dalam satu postingan.

Namun ketika menulis di telepon cerdas, walau saya merasa sudah menulis panjang, namun realitanya tulisan tersebut tetap berada dibawah 1.000 kata.

Bagian yang menyulitkan lainnya, saya kesulitan mengembangkan tulisan karena malas membaca ulang dari awal hingga akhir mengingat layar telepon cerdas yang kecil dan hanya mampu menampilkan beberapa kalimat saja.

4. Malas Mengedit Tulisan

Sejak beralih menggunakan telepon cerdas, saya menjadi malas sekali untuk mengedit tulisan. Hampir semua tulisan yang telah terbit tidak pernah melalui proses menyunting.

Mengedit saya lakukan tepat setelah artikel diterbitkan. Jadi, jika ada kesalahan fatal, sulit untuk membetulkan. Bahkan sekalipun saya tahu ada saltik atau penulisan yang salah, ada saat di mana saya malas mengedit dan tetap membiarkannya.

Itu berarti mustahil untuk menambahkan informasi penting lainnya jika saya baru menyadarinya setelah tulisan terbit karena harus mengubah banyak kalimat dan paragraf agar sesuai.

Kesimpulan

Kalau boleh memilih, tentu saya akan memilih untuk ngeblog dengan komputer saja. Namun karena hingga saat ini belum memungkinkan, terpaksa saya harus ngeblog melalui handphone untuk sementara waktu.

Pengalaman terbaiknya, saya mulai sadar bahwa konten blog tidak harus panjang. Saat laptop saya sudah sembuh nanti, saya berkomitmen untuk sesekali menulis dengan telepon cerdas ketika menyusun konten-konten pendek.

Begitulah pengalaman saya ngeblog dengan telepon cerdas. Semoga bisa bermanfaat dan memberi gambaran mengenai suka dan dukanya.

Apakah Anda tertarik sesekali ngeblog secara penuh dengan telepon cerdas? Mengapa ya dan mengapa tidak? Bagikan di kotak komentar.