Menulis Itu Mudah, Asalkan….

Menulis itu mudah asalkan

Sumber gambar: kompasiana.com

Anda tidak butuh bakat untuk menulis. Anda hanya perlu punya keberanian untuk berhadapan dengan kertas kosong, sedikit kreativitas, dan meletakan pantat beberapa lama sementara tangan Anda memindahkan isi pikiran Anda dalam rangkaian kata-kata.

Itu mudah, bukan?

Orang yang bilang sulit, secara umum, hampir pasti karena tidak pernah atau jarang melakukannya. Padahal ada kearifan lokal dalam peribahasa “alah bisa karena biasa”.

Artinya, sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi.

Tugas Anda hanyalah segera memulainya dan tidak lagi menunda-nunda saat waktu menulis telah tiba.

Masalahnya Ada pada Penulisnya

Manusia suka beralasan. Bahkan terkadang membohongi diri sendiri atau memberi pembenaran atas sesuatu yang salah.

Anda ingin menulis, tetapi Anda mengeluh bahwa itu sesuatu yang sulit?

Betapa kotradiktifnya.

Seperti kata Jeff Goins:

“Menulis bukan masalah utamanya, melainkan penulisnya.”

Kita telah menulis selama bertahun-tahun saat duduk di bangku sekolah. Pada dasarnya, kita sudah mengantongi modal yang memadai. Tinggal sedikit mengasahnya saja.

Menulis itu sulit bukan realita, itu hanya pikiran Anda. Cobalah, lakukan setiap hari, dan Anda akan melihat hasilnya.

Akal Tak Sekali Tiba

Anda mungkin iri dengan bloger-bloger lain dan merasa bahwa mereka punya kepandaian dalam menulis. Karena tulisan mereka bagus, indah, dan penuh makna.

Sementara di sudut ruangan, tidak peduli betapa kerasnya Anda mencoba menghasilkan sesuatu yang sama, hanya rasa frustrasi yang didapat dan tulisan-tulisan sampah.

Mari saya beritahu satu rahasia kecil:

Hampir semua tulisan bagus yang pernah Anda nikmati adalah buah dari latihan secara terus menerus. Anda hanya tidak melihat “dapurnya” dan berfokus pada “hidangan di meja”.

Menulis itu mudah. Tetapi berproses adalah pilihan. Tidak akan pernah merasa mudah jika Anda tidak berani mencoba dan berjuang terlebih dahulu.

Lakukan Karena Cinta

“Aku melakukannya (menulis) untuk kesenangan. Jika Anda melakukannya untuk kesenangan, maka Anda bisa melakukannya sampai kapan pun,” Stephen King

Ikuti Stephen King. Ingatkah Anda ketika beberapa minggu pertama mulai menulis di blog?

Bersemangat. Antusias. Bahagia. Tanpa ekspektasi apapun. Anda menulis tanpa beban, dan seburuk apapun hasilnya, Anda tetap menyukainya. Itulah bibit cinta.

Tak peduli bagaimana caranya, kembalilah ke masa itu, dan pertahankan siapa diri Anda dan apa yang Anda lakukan. Bukankah meski sulit dan tertatih-tatih, Anda tetap rela melakukannya?

Sekarang, meski Anda sudah bagai belut digetil ekor ketika mengarang, apalah artinya jika Anda sudah tidak lagi senang.

Cinta akan membuat semuanya lebih mudah untuk dijalani. Temukan alasan yang tepat mengapa Anda ingin terus menulis. Dan saat Anda sudah menemukannya, menulis tidak lagi sesulit yang pernah Anda bayangkan dalam angan-angan Anda.

Menulis itu mudah… asalkan Anda punya alasan yang tepat untuk melakukannya dan rasa cinta karena Anda mengejar kesenangan di dalamnya.

Apakah Anda merasa menulis itu mudah? Apa rahasianya? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

22 tanggapan untuk “Menulis Itu Mudah, Asalkan….

  1. Menulis itu mudah kalau nggak perlu memikirkan tata bahasa, kesalahan pengetikan (typo), dan tema. Palagi kalau menulis bebas, dlm artian sesuka kita mau nulis apa.
    Sulitnya itu, kalau ada rasa malas dan bosan, trus takut tulisannya nggak sesuai minta pembaca.

    Suka

    1. Klo malas nulis yang sederhana dan singkat-singkat saja mbak Grant. Klo bosan bisa niru gaya tulisan dari bacaan kita. Sedangkan untuk memahami pembaca, mesti coba-coba dulu mana yang works dan mana yang enggak 😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. super sekali, saya sudah merasakannya dengan melihat tulisan terdahulu. Meski pun perkembangan nya sedikit tapi menunjukkan peningkatan yang baik. Sedikit demi sedikit.

    Suka

    1. Saya juga sekadar hobi mas Jalil. Cuma memang pingin sih suatu saat jadi penulis buku ha ha ha….

      Ya… paling tidak hari ini ada sedikit lebih baik dibanding masa-masa yang lalu. 😀

      Suka

    1. Ha ha ha…. cuma masalah kebiasaan aja kok. Menulis yang ringan-ringan seperti keseharian juga bagus kok dan mudah dan semua orang memiliki pengalaman masing-masing. Tinggal niatnya saja, mau menulis atau tidak. 😀

      Suka

  3. Saya suka kata-kata ini “Anda hanya tidak melihat dapurnya dan berfokus pada hidangan di meja”. Sangat dalam maknanya. Dan sebenarnya hal itu juga yang harus merubah presepsi orang ketika dia membaca tulisan kita, misalnya padaa saat itu dia menemukan bahwa tulisan kita belum bagus dan sebagainya. Mereka hanya tau hasilnya tapi tidak dengan prosesnya.

    Menulis bagi saya gampang-susah. Ada banyak faktor yang membuat menulis itu mudah yaitu ada niat, ide, dan sarana pendukung lainnya. Hal itu bisa jadi faktor-faktor yang buat kita susah nulis juga. Yang paling susah itu ketika harus menemukan ide, dan bagaimana mengemas ide itu untuk diberikan ke orang lain dengan cara yang mudah. Saya masih belajar akan hal itu. Apaagi dengan topik-topik yang tidak biasanya. He-he-he

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ha ha ha…. saya juga masih belajar. Cuma aturan saya dalam menulis tidak terlalu berfokus mencari ide. Pasalnya blog cuma media menulis sesuatu yang ringan-ringan saja. Buat menyenangkan diri sendiri saja. 😀

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.