Review Anime: Overlord

Review anime overlord

Sumber gambar: Alphacoder.com

Suatu malam, saat saya mengalami kesulitan untuk tidur, dan di waktu bersamaan pun mager, akhirnya saya berinisiatif untuk nonton anime saja.

Setelah daring beberapa lama, dari sekian banyak laman rekomendasi, saya tertarik dengan laman “10 Rekomendasi Anime Terbaik untuk Gamer Penggemar RPG!“.

Yang membuat saya tertarik, salah satu yang direkomendasikan adalah Danmachi atau lebih dikenal dengan Dungeon ni Deai o Motomeru no Darou Ka, yang mana sudah pernah saya tonton dan saya menyukainya.

Kendati tidak terlalu berharap terhadap anime yang direkomendasikan lainnya, akhirnya saya mencoba untuk menonton Overlord yang terdiri dari 13 episode. (Anda bisa nonton anime ini di situs web Anoboy.com dan pastikan memakai peramban Chrome.)

Berikut adalah review anime Overlord dari sekali nonton:

Jalannya Cerita Overlord

Pada tahun 2126, Permainan Bermain Massively Multiplayer Online Massal Playing atau DMMORPG yang disebut Yggdrasil telah dirilis.

Sampai suatu ketika, permainan tersebut akan ditutup. Seorang pemain dengan level 100 (tertinggi), masih terkoneksi dengan server dan menunggu sampai saat-saat terakhir. Bukannya terputus dengan server, justru pemain tersebut masuk ke dalam dunia permainan.

Langkas buah pepaya pun terjadi. NPC permainan yang ia ciptakan bersama dengan teman-temannya di dalam satu guild mulai berbicara dan bisa bereaksi. Tak butuh waktu lama, Momonga menyadari ia terdampar di dunia permainan dan mulai mencari petunjuk apa yang sedang terjadi. Apakah ada pemain lain yang terjebak seperti dirinya?

ā€œMakam Nazarickā€, markas Momonga, terlempar di dunia baru yang asing. Untuk sementara, Momonga hanya mengatur pembantunya untuk menyembunyikan markas saja.

Sampai suatu ketika, Momonga menyaksikan pembantaian sebuah desa oleh sekelompok prajurit. Entah mengapa Momonga menolong desa tersebut. Dengan kemampuannya yang luar biasa, Momonga dengan mudah mengalahkan semua prajurit.

Akhirnya Momonga menyebarkan nama guild Ains Oal Gown, berharap teman-temannya mengenalinya.

Lain padang lain belalang. Momonga berusaha mendapatkan informasi mengenai dunia baru tersebut dan berusaha berbaur dengan menyamar menjadi petualang. Tidak ada halangan apapun, dan Momonga dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya. Ia pun mendapat peringkat tinggi sebagai petualang dan bisa mendapatkan misi-misi penting.

Sampai suatu ketika, salah satu pelayannya tiba-tiba berkhianat, di mana hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Usut punya usut, pikiran pelayan tersebut dikendalikan oleh item sihir tingkat tinggi. Momonga pun berhadapan dengan pelayannya dan mampu memenangkan pertarungan.

Kejadian tersebut membuat Momonga waspada dan berangan untuk mendapatkan item-item kelas dunia di negeri baru yang tidak dikenalnya.

Kelebihan Overlord

Berbeda dengan Danmachi di mana karakter utama memulai semuanya dari level bawah, dalam Overlord justru tokoh utamanya punya kekuatan yang sudah luar biasa. Jadi, kesenangannya adalah melihat semua orang heran dan terkagum-kagum dengan tokoh utama atau musuh-musuh yang sombong dan kemudian dikalahkan dengan mudah.

Saya juga teringat dengan anime No Game No Life. Hanya saja yang membuat anime Overlord menarik, sekalipun tokoh utamanya sama-sama punya kelebihan menonjol, di Overlord tokoh utama terlampau kuat sehingga bisa melakukan apapun yang ia inginkan.

Ini seperti melihat sesuatu yang pasti seperti pertunjukkan tunggal dari tokoh utama saja. Bahkan satu pelayan tokoh utama saja mampu mengalahkan penyihir dengan tingkat tinggi di dunia baru tersebut.

Terkadang, menyaksikan tokoh utama dengan kekuatan luar biasa terasa sangat menyenangkan. Bahkan sekalipun melawan monster-monster lemah atau orang-orang lemah, tokoh utama melakukan perhitungan sebagai gamer yang sudah berpengalaman dalam mengambil keputusan.

Dan yang terpenting, sudah lama saya menyukai dunia game dan sihir-sihir di dalamnya sehingga saya sangat menikmati menonton anime yang sudah tayang sejak tahun 2015 ini.

Kekurangan Overlord

Di anime ini banyak adegan berdarah. Bahkan orang-orang yang dekat dengan tokoh utama pun, pada akhirnya mati juga. Selain dengan pembantu-pembantunya, tokoh utama tidak punya perasaan apapun terhadap semua orang dan hidup seperti sedang bermain game. Jadi, tokoh utama seperti tidak punya perasaan sama sekali.

Kedua, sekalipun saya cukup menikmati ceritanya, adegan-adegan pertarungannya sangat terasa kurang. Yang paling seru adalah ketika Momonga melawan pembantunya sendiri dan menggunakan banyak sihir.

Saya sudah mengecek dan ada Overlord Season 2. Dan saya akan menonton kelanjutannya jika punya banyak kuota data di masa mendatang.

Penilaian

Saya memberi nilai 78 untuk anime Overlord di dalam review kali ini.

Masih begitu banyak anime terbaik di luar sana. Tetap kunjungi Shiq4 karena saya akan rutin mengulas anime-anime terbaik di luar sana.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca ulasan ini. Apakah Anda punya rekomendasi anime yang bagus? Bagikan di kotak komentar.

2 tanggapan untuk “Review Anime: Overlord

  1. Saya jrang nonton anime, klau pun nonton sy perlu dua kli menontonnya, sulit sy mmahaminya klau hanya skli. Sprti kmrin, sy diajak teman sy nonton, baru skli. Jdulnya klau dlm bhs. Inggris “shape of the sound”, prnah nonton?

    Suka

    1. Wah belum pernah nonton. Sekalipun versi bahasa Inggris, yang tersedia di youtube atau situs streaming lainnya pasti masih memakai judul aslinya šŸ˜€

      Suka

Komentar ditutup.