Review Film Re-Life Live Action

Review film re-life live actionSumber gambar: asianwiki.com

Saat ini aku sedang mengikuti anime Ballrooms e Youkuso. Masih sampai episode ke-18. Juga menunggu lanjutan Shokugeki No Souma Season 3 yang saat ini masih sampai episode-5.

Karena bosan menunggu, aku secara acak mengetik kata kunci anime terbaik slice of life dan mampir di halaman ini.

Salah satu yang terbaik dan menarik perhatianku adalah Re-Life.

Sayangnya, karena film ini sudah agak lama, sulit untuk menemukan situs streaming-nya. Jadi, aku tidak bisa menonton anime ini.

Tapi secara kebetulan aku terdampar di youtube dan ada film Re-Live versi Live Actionnya. Durasinya 2 jam-an. Berikut adalah reviewnya:

Jalannya Cerita

Arata Kaizaki menjadi pengangguran karena suatu insiden di kantornya. Sejak saat itu, bagaimana pun ia melamar kerja, ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Umurnya sudah 27 tahun.

Sampai suatu malam, di tengah jalan pulang setelah mabuk-mabukan, Kaizaki bertemu perwakilan laboratorium Re-Life yang menawarkan dirinya menjadi kelinci percobaan.

Ke sungai sambil mandi. Kaizaki diiming-imingi semua kebutuhannya dalam setahun selama jadi kelinci percobaan akan di tanggung perusahaan. Selain itu, setelah percobaan selesai, Kaizaki akan direkomendasikan ke perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan.

Walau ragu-ragu dan menolak, pada akhirnya Kaizaki meminum pil yang diberikan kepadanya dan menjadi remaja berusia 18 tahun lagi. Kemudian sebagai kelinci percobaan, Kaizaki harus kembali duduk di bangku SMA.

Dengan kedewasaannya, Kaizaki berusaha menolong beberapa anak SMA dan menjalin pertemanan. Jika cerdik teman berunding, jika bodoh disuruh diarah. Bahkan, Kaizaki jatuh cinta dengan salah satu teman sekelasnya.

Kaizaki merasa miris. Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang. Karena setelah uji coba selesai dan ia kembali ke wujud aslinya, semua orang yang dikenalnya akan kehilangan ingatan tentang dirinya.

Moto Kaizaki “Hiduplah di masa sekarang” dan berusaha menciptakan kenangan bersama teman-temannya. Juga bersama Hishiro, gadis yang ia cintai, meski Hishiro mengatakan bahwa ia akan ke luar negeri tahun depan sehingga menolak berpacaran dengan Kaizaki.

Usut punya usut, Hishiro juga kelinci percobaan Re-Life. Sayangnya, sampai akhir cerita, baik Kaizaki maupun Hishiro sama-sama tidak mengetahui posisi mereka. Bagaimana pun juga, mereka akan tetap ada di ingatan masing-masing.

Kenangan bersama teman-temannya di masa SMA kedua membuat Kaizaki bersemangat. Ia menolak untuk direkomendasikan setelah percobaan selesai dan ingin berusaha dengan kekuatan sendiri. Akhirnya, ia menjadi guru. Di sanalah ia bertemu lagi dengan Hishiro versi dewasa.

Kelebihan Film Re-Life Live Action

Yang paling kusukai, tentu karena gadis-gadis pemeran di film ini sangat manis. Apalagi Hishiro. Memperhatikan tingkah laku Hishiro sangat menggemaskan dan lucu sekali.

Yang jelas perasaan jadi bahagia memperhatikan Hishiro. Apakah gadis-gadis jepang di dunia nyata juga sama manisnya dan sama seperti di film ini ya?

Kekurangan Re-Life Live Action

Kekurangan yang paling menonjol pasti karena jalannya cerita terlihat sangat lambat bagi mayoritas penonton.

Juga menurutku, yang paling menggemaskan adalah banyak waktu yang maju terlalu cepat sehingga tiba-tiba waktu setahun seolah terjadi begitu cepat. Sepertinya kurang sekali untuk memperlihatkan kejadian-kejadian lainnya. Hanya ada beberapa kejadian saja dalam setahun yang ditampilkan yang menunjukkan kebersamaan antara Kaizaki dan teman-temannya.

Nilai

Dalam review film Re-Life Live Action ini, aku memberi nilai 78. Kalau saja lebih banyak scene tentang kebersamaan, mungkin nilainya bisa di atas 80. Sekian dan terima kasih.

Subcribe, follow, atau kunjungi lagi blog ini untuk mendapatkan review-review film lainnya di masa mendatang.

6 tanggapan untuk “Review Film Re-Life Live Action

  1. Kemarin ditayangin loh ini pas japan film festival di cgv GI, sepertinya filmnya menarik, mudah mudahan ga ketiduran karena alur ceritanya yg lambat 😂

    Suka

    1. Klo saya sih karena udah suka gadis-gadis jepang betah aja dengan alur lambat. Tapi sepertinya orang yg bukan penggemar jepang bakalan mengeluh nih film lambat sekali 😀

      Suka

Komentar ditutup.