Berimajinasi: 10 Tahun Ngeblog

10 Tahun NgeblogSumber gambar: RSInewsupdate.wordpress.com

Aku suka ngeblog. Membuat bahagia. Sejak memulainya, aku menikmati semuanya. Komentar-Komentar yang masuk, peningkatan pembaca, jumlah suka, SEO, hingga proses kreatif penciptaan konten.

Ini pertama kalinya dalam hidup aku begitu antusias melakukan sesuatu. Penuh semangat. Bergairah. Dan terus merasa lapar akan pencapaian-pencapaian.

Aku berandai-andai telah melewati tahun ke-10. Mengenang semuanya. Membaca tulisan-tulisan dari masa lalu dan menikmati pencapaian itu. Rasanya mungkin menyenangkan.

Imajinasi muncul ketika aku membaca postingan-postingan bloger lain yang menyebut telah ngeblog sejak 10 tahun lalu. Aku iri. Aku jadi bersemangat. Mungkinkah aku bisa konsisten hingga mencapai tahun ke-10?

Bahaya di Tahun Ke-5

Target jangka pendeknya, aku ingin melewati tahun ke-5 dengan baik. Di tahun-tahun itulah yang menentukan apakah aku akan terus berpetualang atau berhenti.

Aku mengacu pada blog yang lumayan populer seperti buka-rahasia.blogspot.com. Komentar di blognya bisa sampai ratusan dalam satu posting. Blog tersebut juga kaya konten. Namun entah mengapa tiba-tiba vakum di usia ke-5.

Itu penyebab aku takut dengan tahun ke-5.

Takutnya di tahun tersebut, aku juga mengalami hal-hal buruk sehingga meninggalkan blog. Atau bisa saja aku berpikir ngeblog merupakan kegiatan sia-sia yang tidak berguna di tahun tersebut dan kalah dengan pikiran-pikiran negatif.

Usia blogku baru akan menginjak 3 tahun pada akhir Desember 2017. Artinya aku masih punya satu tahun lagi untuk mengumpulkan pengalaman agar bisa memiliki kebijakan dalam mengambil keputusan dalam mengelola blog.

Bagaimana pun juga, jauh berjalan banyak pemandangan, lama hidup banyak dirasa. Semoga pengalaman ngeblog selama 4 tahun mampu menuntunku melewati tahun ke-5 yang menakutkan dengan sangat sempurna.

Ke Sawah Berlumpur, ke Ladang Berarang

Masalah terbesar dalam kehidupan ngeblogku, itu pasti adalah waktu.

Kadang-Kadang aku begitu kesulitan mengalokasikan waktu untuk mengelola blog seperti menulis, blogwalking, membalas komentar, hingga membaca tulisan atau informasi terbaru berkenaan dengan topik-topik yang kuangkat.

Belum lagi ditambah kesibukan di dunia nyata. Kalau tidak pandai mengatur waktu, bisa dipastikan blog akan terbengkalai.

Baik berhenti karena malas atau tidak punya waktu atau karena bosan ngeblog, itu seperti kera menjadi monyet. Hanya sebuah alasan.

Jadi, sangat penting terus berusaha mencapai efektivitas dan efisiensi tinggi agar aku tetap eksis di dunia blog tanpa mengalokasikan banyak waktu. Buat berjaga-jaga jika benar-benar repot dan kelelahan di dunia nyata.

Kepak Singkat, Terbang Hendak Tinggi

Mengenai ambisi, aku ingin menjadi influencer di bidang ngeblog. Meski aku sadar hal tersebut sulit terwujud, tapi aku terus berusaha mewujudkannya.

Bukan karena alasan yang masuk akal, hanya berusaha menjaga semangat ngeblog. Bukankah visi itu boleh setinggi langit agar kita punya arah untuk terus berjuang?

Walau kemampuan tidak seberapa, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik. Agar tidak ada penyesalan. Dan kalau beruntung, mungkin saja impian tersebut benar-benar kudapatkan.

Kalau hal tersebut benar-benar terjadi, mungkin saat itulah waktu yang tepat untuk mulai menyusun buku dan mengajukan naskah ke penerbit. Sampai saat itu tiba, aku harus rutin menulis di blog ini dan terus melatih skill menulisku guna menyiapkan diri menjadi penulis buku.

Jika Pandai Menggunting, Hendaklah Pandai Menjahit

Dalam perjalanan ngeblogku, aku sudah sering bergonta-ganti tujuan. Aku memang punya sifat angin-anginan. Tapi akhirnya, aku punya tujuan yang hakiki. Selain bersenang-senang, ngeblog merupakan bentuk latihanku dalam menulis.

Suatu saat nanti aku akan terbang dan menerbitkan bukuku sendiri.

Aku sudah berkorban banyak. Berlatih secara rutin dan memvisualisasikan masa depan di pikiran untuk menjaga motivasiku. Aku mewajibkan diri menyelesaikan semua yang sudah kumulai.

Tapi semua ada waktunya. Walau aku sudah punya banyak ide tentang buku seperti apa yang ingin kutulis, aku tidak tergesa-gesa. Karena skill menulisku masih payah. Jadi, mesti bersabar mengumpulkan pengalaman menulis sebanyak mungkin agar bisa menghasilkan sesuatu yang bagus.

Paling tidak aku bisa merasakan kepuasan ketika buku itu selesai. Mengenai penilaian orang lain, itu hanya masalah selera saja.

Jadi, tetap semangat, jagalah visi masa depan, dan mari lakukan yang terbaik. Yosh….

20 tanggapan untuk “Berimajinasi: 10 Tahun Ngeblog

  1. aku jadi kepikiran juga deh mas,
    apakah aku tetap ngeblognya selama itu..
    dulu aku ngeblog mulai 2009, tapi 2012 aku mulai meninggalkannya dan pad akhirnya aku menghapus sisa-sisanya..
    dan pada akhirnya ku menyesal kenapa harus aku hapus, kan bisa di buat blog dummy kan, huft #Curhat

    Suka

    1. Saya dulu nyesel kenapa dulu situs saya tidak saya perpanjang domainnya. Ya buat pengalaman saja biar tidak mengulangi tindakan yang sama di masa mendatang.

      Klo buat blog dummy sekarangkan gampang. Tinggal bikin di web 2.0 dan isi saja dengan menerjemahkan konten inggris, itu dah bagus kok blog dummynya. πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

      1. tapi kan, kalau umur blog udah tua, itu backlinknya lumayan lezat mas, gitu katanya..
        apalagi udah terindex rbuan..
        aku kemarin dapet 1 blog, yang umurnya sama dengan blog lamaku, aku memelas biar dapat akses ke blog itu ke temanku, hihihih

        Suka

  2. Dulu waktu di mywapblog saya cuman bisa konsisten beberapa bulan saja,itu juga awal-awal saja atau pas emang ada ide nulis.Dari tahun 2012 sampe 2016 cuman bisa nulis 100 an artikel,itupun kacau semua tulisannya..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Kalo di wordpress sih,pinginnya bisa konsisten untuk beberapa tahun,setidaknya tahun depan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ya,Walau kualitas tulisannya sampe kini belum lebih baik.Tetapi ada kesenangan tersendiri ketika ada rekan sesama blogger atau orang pengunjung dari google turut membaca.

    Suka

    1. Saya sendiri udah sering gonta-ganti blog. Baru ketika mengurus shiq4 ini yang bisa dapat feelnya. Moga kita bisa konsisten untuk tahun-tahun mendatang. πŸ˜€

      Suka

  3. Aku yakin aja klau Shiq4 akan mampu k tahap itu. Bukankah semuanya memang berawal dari imajinasi. Ya, spnjang Shiq4 bnar2 mencintai mnulis, saya yakin Shiq4 mampu smpai kelima.

    Suka

Komentar ditutup.