Menemukan Passion Pertama : Menulis

Menemukan passion menulisSumber gambar : Kompasiana.com

Menurut Arry Rahmawan, passion adalah seseorang yang rela mengorbankan diri mereka untuk melakukan apa yang mereka cintai.

Passion adalah energi. Rasakan kekuatan dari berfokus pada apa yang membuat Anda tertarik, Oprah Winfrey.

Atau menurut Graham Reid Phoenix, passion adalah apa yang membangkitkan semangat Anda; Gairah yang membuat hidup menjadi layak untuk dijalani.

Dan masih begitu banyak yang mendefinisikan apa itu passion sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Saya sendiri masih awam mengenai passion. Tapi membaca pengertian passion di atas, setidaknya saya mulai memiliki gambaran mengenai passion.

Hampir sepanjang umur, saya menjalani hidup yang biasa-biasa saja, seperti orang kebanyakan. Bukannya tidak bahagia, hanya saja ada kekosongan, di mana saya selalu bingung mengenai apa yang benar-benar berarti di dunia ini.

Tapi akhirnya saya berkesempatan merasakan sesuatu yang mungkin adalah passion. Itu adalah menulis.

Saya rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis. Saya tertarik dengan dunia menulis. Dan saya merasa benar-benar hidup ketika melakukannya.

Mungkin ini awal dari segalanya di masa mendatang.

“Jangan khawatir tentang apa yang dibutuhkan dunia. Tanyakan apa yang membuat Anda merasa hidup dan lakukan hal tersebut, karena apa yang dibutuhkan dunia adalah orang-orang seperti itu.” Howard Thurman

Sebuah Kebetulan yang Menyenangkan

Kejadiannya hinggap bak langau, titik bak hujan. Bahkan saya tidak mengira bahwa menulis adalah kegiatan yang menyenangkan.

Kehidupan saya sebelumnya seperti orang normal, bekerja, menonton TV, bermain game, menghabiskan waktu dengan keluarga, berkeliling kota, belanja, dan sebagiannya.

Saya senang dengan kehidupan ini, hanya saja pada titik tertentu, ada rasa bosan dalam menjalani rutinitas.

Baru sekitar 3 tahun lalu, saya iseng membuat blog. Awalnya hanya menulis ngawur, tapi saya rutin melakukannya. Waktu berlalu begitu cepat dan tiba-tiba menulis merupakan bagian tidak terpisahkan dari hidup saya. Bahkan sempat ada keadaan di mana saya tidak bisa berhenti menulis.

Dan akhir-akhir ini, saya mulai cenderung mengganggap menulis merupakan salah satu passion terbesar saya. Saya menikmati ketika melakukannya. Saya merasakan kebebasan. Dan saya sudah menulis setiap hari hampir sepanjang tahun 2017.

Pucuk dicinta ulam tiba. Yang awalnya hanya mengisi waktu luang, malah menjadi kegiatan yang mungkin benar-benar passion dalam hidup saya.

Apakah Sebaiknya Saya Mengikuti Passion?

Para pebisnis, profesional, atau trainer rata-rata menasihati untuk hidup dengan mengikuti passion. Artinya banting stir dan mencari pekerjaan impian sesuai dengan passion.

Tapi saya tidak suka keluar dari zona nyaman. Lagipula saya juga menikmati pekerjaan yang sekarang. Kalau di impian terliar, saya ingin menjadi pedagang buah sekaligus menjadi penulis. Tapi jika harus berhenti bekerja dan mengejar passion, saya terlalu pengecut. Bisa-Bisa seperti peribahasa : harapkan guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan.

Horowitz, salah satu co-founder perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz dan salah satu investor papan atas Silicon Valley, memberi nasihat untuk tidak mengikuti passion karena alasan berikut :

  • Passion Sulit Diprioritaskan – Biasanya sangat sulit memberi prioritas pada dua hal yang sama-sama kita cintai. Tapi lebih mudah memilih jika mengubah pertanyaan menjadi “Di bidang apa saya bagus ketika melakukannya?”
  • Passion Berubah Seiring Berjalannya Waktu – Bahkan jika Anda mendapatkan posisi impian yang merupakan kombinasi dari apa yang Anda cintai, tidak ada jaminan Anda tetap tergila-gila lima tahun kemudian.
  • Anda Tidak Selalu Bagus pada Passion Anda – Hanya karena Anda suka bernyanyi, bukan berarti Anda sebaiknya menjadi penyanyi profesional. Jadi, meski ada cara untuk menjadi hobi favorit Anda, sering kali aktivitas tercinta ini membuat Anda mengabaikan kekuatan sebenarnya yang ada di dalam diri Anda.
  • Mengikuti passion Anda merupakan memandang dunia dengan “Me-centered” – Alih-Alih mengikuti passion Anda, horowitz merekomendasikan “Ikuti kontribusi Anda”. katanya, “Temukan hal di mana Anda hebat ketika melakukannya.” dan berikan itu pada dunia. Berkontribusilan untuk orang lain dan buat dunia menjadi lebih baik – itulah hal yang harus diikuti.

Rencana : Sebuah Keputusan

Terkadang, saya juga memimpikan kehidupan sebagai penulis. Namun melihat realita, saya belum cukup bagus dalam melakukannya.

Saat ini, mungkin masih sebatas hendak menggaruk tidak berkuku.

Saya realistis. Masih butuh bertahun-tahun lagi sebelum saya menelurkan buku pertama saya. Dan sampai saat itu tiba, sebaiknya saya terus mengasah kemampuan hingga mencapai batas tertinggi.

Oleh karena itu, saya tidak terlalu keras pada diri sendiri dengan totalitas dan meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Terlalu banyak yang dipertaruhkan.

Bahkan, seandainya setelah berjuang dan impian menjadi penulis tidak terwujud, saya masih bahagia dengan kehidupan sebagai penulis amatir.

Bekerja sebagai penjual buah di siang hingga sore dan menulis di waktu luang.

Apakah Anda punya passion? Apa Anda bagus ketika melakukannya? Bagikan di kotak komentar.

18 tanggapan untuk “Menemukan Passion Pertama : Menulis

  1. He he, sy jg lg nyari2 passion sy apa mas. Tapi tuk menulis sy suka fiksi, menulis non fiksi semacam artikel itu tidak gampang. Itu menurut sy…

    Suka

  2. yah semoga saja blog ini tidak hanya sebagai hobby, juga jadi passion juga…
    rasanya emang ada yang kurang kalau sehari saja aku tidak melihat blog atau sekedar blogwalking

    Suka

    1. Ha ha ha… klo saya akhir2 cuma siang hari saja mas nur buka blog. Soalnya lagi baca buku, plus kadang bisa sampai pukul 7-an baru kelar kerjaan. 😀

      Suka

  3. terimaksih sebelumnya atas tulisan ini, semkin sy banyak pengetahuan. saya juga seneng nulis, senang jualn, tapi passion sy ada di bidang fashion khusus baju cowok, dlm arti keinginn menjdi seorang daisener khusus baju cowok.

    Suka

  4. Tertarik sekali dengan tulisan ini shiq4, kita punya kasus yang sama
    Saya juga merasa passion saya itu menulis dan sampai sekarang saya masih bermimpi untuk menjadi seorang penulis. Saya juga orang yang realistis. Hal itu yang membuat saya untuk tidak terlalu terobsesi dengan menjadi penulis dan meninggalakan pekerjaan saya saat ini. Soal passion, saya sering membaca dan mendengar berbagai argumen tentang passion itu. Dari sekian banyak yang saya baca dan dengar mengatakan bahwa, mengikuti passion adalah yang harus kita lakukan untuk menjadi sukses. Karena kebanyakan orang sukses itu mengikuti passion mereka. Tapi kesimpulan saya, yang merasa bahwa passion saya ada menulis tapi masih bergantung pada pekerjaan saat ini adalah bahwa antara yang saya kerjakan sekarang dengan passion yang saya rasa miliki akan saya buat hidup berdampingan. Sehingga mimpi saya untuk menjadi penulis tetap terjada dan saya juga dapat melangsungkan hidup dengan penghasilan melalui pekerjaan saya.
    Just give opinion yeahhh
    If anyone disagrees with you about my opinion. sorry yeaahh

    Suka

    1. Iya mungkin itu pilihan yang bijaksana untuk membuat kedua hal yang penting berjalan bersama tanpa menyingkirkan salah satunya. Mungkin saya juga akan seperti itu 😀

      Suka

    1. Iya mas agung. Saya juga merasa seperti itu pas dagang. Kayaknya bisnis juga menarik sehingga saya seperti bermain ketika melakukannya. Emang kalau udah passion itu kerjaan jadi tampak lebih mudah untuk dilakukan ya 😀

      Suka

  5. Saya kira Passion mas Shiq4 memang menulis, sy ykin bnget itu. Dan klau udah bisa bikin buku, wah itu menurut sy lengkap dech, jd bukan hanya bloger.

    Tp apapun itu, semua kmbli kpd keputusan Anda, apapun yg membuat Anda nyaman saat ini, ya nikmati aja.

    Klau sy masih biasa2 saja, bhkan kerjaan skrg pun sy biasa2 sja, jd guru apkh Passion? Ya, pokoknya biasa aja, intinya nyaman aja..itu Passion ap bkn ya…

    Suka

Komentar ditutup.