Pikiran Negatif : Ngeblog Sia-Sia

Ngeblog sia-sia dan buang-buang waktuSumber gambar : credible-content.com

Desember nanti merupakan ulang tahun ketiga blog ini. Selama 3 tahun terakhir, aku termasuk bloger aktif : menulis dan blogwalking, bahkan tahun ini aku menjalani one day one post. Dan aku benar-benar menikmati kegiatan ngeblog.

Tapi di waktu senggang, terkadang aku diserang pikiran-pikiran negatif yang mengatakan bahwa ngeblog merupakan kesia-siaan.

Apakah aku sudah bijak menginvestasikan waktu untuk sekadar ngeblog? Mungkinkah aku hanya membuang-buang waktu yang berharga? Apa yang kudapatkan dari ngeblog?

Pikiran negatif itu muncul bukan tanpa alasan. Faktanya, lebih dari 50% bloger yang kukenal tidak lagi mengupdate blognya. Mereka ada hanya untuk dikorbankan.

Atau… bukankah mungkin saja mereka sudah mendapat pencerahan bahwa ada banyak hal yang lebih penting untuk dikerjakan selain ngeblog?

Aku galau untuk sesaat. Tapi pada akhirnya, aku sadar bahwa masing-masing orang punya passion yang berbeda. Dan kebetulan saja jika ngeblog merupakan salah satu passion terbesar dalam hidupku sehingga membuatku bisa bertahan dan terus menikmati petualangan sebagai bloger.

Manfaat Nyata

Sariwidiarti tertarik ngeblog karena temannya bercerita bahwa ngeblog mempertemukan orang dengan passion yang sama. Ia bahkan juga mendapat manfaat materi dan yang tak “kasat mata” sehingga mampu menangkal perkataan yang mengatakan ngeblog itu sia-sia.

Atau, jika mengacu pada bloger-bloger kontemporer, maka jawabannya tidak akan jauh dari menciptakan mesin penghasil uang. Ya… blog bisa melakukannya.

Bagiku, blog merupakan tempat melarikan diri dari dunia nyata. Tempat aku mengaktualisasikan diri dan mendapatkan kebahagiaan.

Di blog ini, aku menuangkan segala pemikiran dan pengalaman. Aku tidak begitu mengerti prosesnya, tapi aku benar-benar merasa hidup dengan melakukannya.

Jika aku memikirkan hari terakhir hidupku, maka tidak ada penyesalan sedikit pun karena aku menginvestasikan waktu untuk menulis di blog. Selain bisa mengenal diri sendiri dengan baik, terkadang aku juga mendapatkan banyak ucapan terima kasih dari pembaca. Bukankah hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa?

Hati yang Suka Peringan Beban

Mungkin ngeblog bisa menjadi hal yang benar-benar sia-sia. Itu berlaku kalau sejak awal bloger memiliki tujuan-tujuan ambisius. Masalahnya, mereka hendak terbang tiada bersayap.

Aku sering heran juga ketika membaca tulisan-tulisan yang menyatakan betapa sulitnya konsisten menulis atau mencari ide atau mendapatkan pembaca. Padahal jika dilakukan dengan ikhlas dan menikmati prosesnya, hal-hal yang memberatkan tidak akan terasa.

Jadi, sebisa mungkin jangan memimpikan hal-hal yang terlalu besar dalam ngeblog. Karena ketika hal tersebut tidak tercapai, kemudian diserang pikiran negatif tentang kesia-siaan, bisa jadi langsung jatuh dan memutuskan berhenti berpetualang.

Boleh saja bermimpi, asalkan sadar diri bahwa semakin besar suatu impian, maka semakin besar pula pengorbanan yang harus dibayar untuk merealisasikannya.

Kalau tidak hati-hati, bisa-bisa habis umpan kerong tak dapat.

Melihat Bloger-Bloger Berpengalaman

Di saat mulai berpikir negatif, aku sering berkaca kepada Arman, Zilko, dan Chika. Ketiganya adalah bloger berpengalaman karena sudah eksis sejak zaman baheula.

Meskipun mereka bukan bloger profesional yang bertujuan menghasilkan uang, yang justru seideologi denganku yang hanya have fun, melihat mereka membuatku yakin bahwa cara ngeblog yang kulakukan sudah benar dan bukan kesia-siaan.

Mungkin arahnya lebih condong mencari kepuasan pribadi, di mana ngeblog merupakan sarana refreshing seperti halnya nonton film, mendengarkan musik, atau membaca buku.

Jadi, ngeblog bukan hal yang sia-sia. Terutama bagi mereka yang sudah mendapatkan chemistry ketika melakukannya.

Hargai Diri Sendiri

Sebenarnya tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Bahkan aktivitas ngeblog sekalipun.

Kalau ada orang-orang yang nyinyir dan mengatakan ngeblog adalah kegiatan sia-sia dan buang-buang waktu, jangan diambil hati.

Kalau ngeblog terasa menyenangkan, sekalipun tidak menghasilkan uang, bahkan justru membuat kita merogoh kocek, bukankah orang lain tidak akan pernah memahami kebahagiaan yang kita rasakan?

Jadilah diri sendiri dan jangan takut berbeda. Lakukan apa yang ingin Anda ingin lakukan karena hidup terlalu singkat untuk takut dengan apa yang orang katakan dan pikirkan tentang apa yang kita lakukan.

Selama tidak melanggar aturan, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk ngeblog. Dan tentu saja, itu bukan kesia-siaan bagi orang yang mencintainya.

23 tanggapan untuk “Pikiran Negatif : Ngeblog Sia-Sia

  1. He he, sy malah ingin bisa menulis mas, makanya bikin blog, tp bener jg, yg ga biasa nulis emang tidak mudah tuk mendapatkan tema atau apa yg mau di tulis ? Meski kadang hal hal kecil dan yg dianggap ga penting kadang bisa di jadikan bahan tuk menulis. Sy jg msh kebingungan mo nulis apa di blog sy…

    Suka

    1. Ha ha ha… nanti juga terbiasa kok klo rutin menulis. Klo saya sendiri sih ya nggak jauh-jauhlah dari keseharian, mulai dari kebiasaan bangun pagi hingga nonton sepak bola atau membaca buku. Memang bisanya saya yang remeh temeh aja kok πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

  2. Kalo aku sih, gak ada yang sia2 mas kalo yg kita lakuin hal yg memang kita suka. selama nge blog, saya sukanya kalo bw trus tiba2 ada rasa, ‘nih orang sama kayak aku deh’.. hehehe jadi berasa menemukan temen senasib meskipun gak kenalan wkwkwk

    Suka

    1. Iya klo nemu kesamaan biasanya lebih cenderung suka berinteraksi. Itu salah satu cara untuk berteman dengan bloger lain. Temukan apa yang sama dulu. πŸ˜€

      Suka

  3. Yap, ga ada yg sia2 kok, spnjang tdk mengganggu org lain, dan itu membuat bhgia, krn setiap org punya passion masing2 dan punya alasan utk setiap pilihannya itu.

    Suka

Komentar ditutup.