Oktober 2017 : Hujan Pertama

Hujan pertama tahun 2017Sumber gambar : idntimes.com

Hujan pertama akhirnya tiba. Dua hari terakhir berturut-turut, tepatnya pada tanggal 16 Oktober dan 17 Oktober di tahun 2017. Keduanya terjadi di siang hari.

Hujan pertama, langitnya menjadi lebih gelap. Deras sekali disertai angin. Aku sibuk meutupi lapakku dengan kardus karena angin kencang membawa butir-butir hujan ke buah-buahan yang kupajang. Aku pun sedikit basah.

Keesokan harinya, hujan lagi. Kali ini tidak deras, hanya rintik-rintik kecil. Dimulai sekitar pukul dua siang dan sudah berhenti total menjelang maghrib.

Ternyata sudah masuk musim hujan. Kupikir akan menyenangkan menulis di kala hujan. Dan sepertinya aku akan mencoba menjadikan hujan sebagai salah satu inspirasi menulisku. Semoga bisa.

Antara Cinta dan Benci

Sudah hampir dua tahun berlalu, dan aku masih belum memutuskan apakah harus mencintai atau membenci hujan.

Hujan berpohon, panas berasal. Aku punya alasan untuk mencintai atau membenci hujan, tapi jika sudah mengambil keputusan, aku tidak boleh hangat-hangat tahi ayam.

Kalau sudah mencintai, maka aku pun harus menerima segala hal buruk di dalam hujan. Tidak ada lagi keluhan.

Sedangkan jika membenci, maka aku harus mulai benar-benar membenci dan tidak boleh lagi berpikir positif tentang hujan. Terkadang kebencian adalah sumber kekuatan terbaik. Dan mungkin aku bisa mendapatkan kekuatan itu.

Aku masih bingung. Aku butuh inspirasi dan kebijaksanaan untuk mengambil keputusan. Mungkin butuh lebih banyak pemikiran lagi mengenai hujan sebelum bola lampu di pikiran menyala. Aku akan sabar sampai beberapa tahun lagi. Kecuali jika tahun ini aku mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Hujan dan Rindu

“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.” Yoana Dianika

Ada benarnya kutipan di atas. Ketika hujan, pikiranku sering menjelajah waktu kembali ke masa lalu, mencoba menikmati kenangan-kenangan yang pernah kutorehkan.

Tapi rasanya mungkin tidak senikmat merindukan seseorang yang kita cintai.

Kadang-Kadang aku ingin jatuh cinta, kemudian di saat hujan, aku akan memikirkan gadis itu karena kerinduan. Lalu mulai menulis sesuatu yang benar-benar tulus dari dalam hatiku.

Pasti rasanya menyenangkan sekali. Menikmati rindu ditemani hujan. Pikiran ini hanya dipenuhi rasa rindu, dia, dan masa mendatang. Hanyut dalam buaian sebagaimana pecinta lainnya.

Hujan dan Kesedihan

Hujan identik dengan kesedihan. Perumpaan air mata. Kisahnya seperti habis manis sepah dibuang. Dan kurasa mayoritas manusia memperlakukan hujan seperti itu.

Tapi aku belum pernah membaca kisah atau mendengarkan cerita tentang seseorang yang selalu bersedih ketika hujan. Kisah seperti itu hanya fiksi. Aku ingin menemukannya di dunia nyata.

Aku ingin tahu pikirannya. Ingin kukoleksi. Bukankah kadang-kadang bersedih dan menangis, ditemani hujan, itu merupakan perasaan istimewa. Bahkan mungkin nikmat. Aku penasaran.

Atau memang tidak ada orang yang seperti itu?

Ah… aku selalu aneh-aneh saja. Keinginan bodoh lainnya. Tapi manusia punya asa, Tuhan punya kuasa, siapa tahu bisa bertemu. Dunia ini terlalu luas untuk dipahami. Jadi, biarlah hal tersebut menjadi daftar keinginan bodohku.

19 tanggapan untuk “Oktober 2017 : Hujan Pertama

  1. Saya termasuk orang yang selalu jatuh cinta dengan hujan Mas Shiq. Memang benar hujan kadang membawa kenangan, kalau saya lebih sering teringat kenangan masa kecil.

    Disukai oleh 1 orang

      1. Sepertinya Mojosari hujannya sudah lebih sering ya Mas, Surabaya baru dua kali. semoga lekas bisa menentukan Mas Shiq, sebentar lagi hujan pasti akan lekas sering turun πŸ™‚

        Disukai oleh 1 orang

    1. We he he…. iya… memang bukan salah hujan sih. Cuma suasananya itu loh yang terasa nggak enak pas ingat kenangan buruk. Tapi kadang di lain waktu bisa tenang juga kok kala hujan. πŸ˜€

      Suka

  2. Alhamdulillah hujaaaaan, he he
    Sukabumi, udah tiap hari mas… barakah di saat hujan, Insya Allah doa terkabul. Aamiin

    Suka

    1. Wah kalau tiap hari saya nggak terlalu suka mas agung. Soalnya penjualan menurun. Untunglah di daerah saya nggak sampai tiap hari. Mungkin cuma pas musim hujan berada di titik tertinggi saja πŸ˜€

      Suka

    1. Wah udah lama ya musim hujannya. Di tempat saya baru oktober ini yang sampaideras. Cuma memang masih jarang turun hujan sih. Seminggu paling 2-3 kali saja. πŸ˜€

      Suka

Komentar ditutup.