Jika Hari Ini adalah Hari Kematianku !

Tadi malam. Pukul 22:13. Aku belum pergi ke pulau kapuk. Aku telah membaca postingan lamaku, Tentang Kematian, dan kemudian terinspirasi karena secara reflek bertanya kepada diri sendiri :

“Jika hari ini adalah hari kematianku, apa yang akan kulakukan?”

Aku bingung sekaligus jatuh di kasur. Ini pertanyaan penting dan akan sangat berguna bagi kehidupanku. Jadi, aku mulai mencari tahu jawaban pertanyaan tersebut di internet, berharap menemukan petuah bijak.

Yang paling bagus berasal dari Chuck Balsamo, yang memuat sedikit kutipan pidato Steve Jobs berikut :

Ketika berusia 17 tahun, saya membaca sebuah kutipan yang berbunyi seperti, “Jika Anda hidup setiap hari seolah ini adalah hari terakhir Anda, suatu hari nanti Anda pasti benar.”

Ini memberi kesan pada saya … dan sejak itu, selama 33 tahun terakhir saya telah melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya pada diri sendiri, “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, apakah saya ingin melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini.”

Dan kapan pun jawabannya, “tidak” yang terlalu banyak di suatu hari secara berturut-turut, saya tahu saya perlu mengubah sesuatu.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah saya temui untuk membantu saya membuat pilihan besar dalam hidup. Karena hampir semuanya: semua harapan eksternal, semua kebanggaan, semua takut dan malu atau gagal … hal-hal ini baru saja hilang ketika menghadapi kematian … hanya menyisakan apa yang benar-benar penting.

Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari perangkap berpikir bahwa Anda memiliki sesuatu untuk kalah. Anda sudah telanjang; tidak ada alasan untuk tidak mengikuti hatimu.

Benar-Benar luar biasa. Dan kurasa, aku ingin mencobanya setiap hari.

Harta yang Paling Berharga

Aku sudah lama memikirkannya dan telah memutuskan bahwa hartaku yang paling berharga adalah keluargaku. Aku ingin membahagiakan mereka.

Seharusnya dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk, tapi setelah berpikir masak-masak, sepertinya aku gagal mengimplementasikan pemikiranku.

Sejujurnya saja, kadang-kadang aku terlalu larut di duniaku sendiri. Sekalipun ingin membahagiakan orang tua dan adik-adikku, tapi sifatku justru menunjukkan sebaliknya, aku terlalu egois.

Bukannya mulut satu lidah bertopang, hanya saja aku benar-benar lupa waktu ketika bersenang-senang dan tidak lagi memikirkan bahwa waktu terus berjalan maju sementara aku tidak banyak menghabiskan waktu dan menciptakan kenangan dengan keluargaku.

Aku jadi sedih. Aku akan mencoba tips dari Steven Jobs, kalau bisa melakukannya setiap hari, dan besok adalah hari untuk memulai semuanya : Menghabiskan waktu lebih banyak bersama anggota keluarga lainnya.

Sifat Pemalas

Aku mungkin bisa banting tulang jika menyangkut pekerjaan. Namun dalam mengisi waktu luang, biasanya aku bagai kambing dibawa ke air, lebih suka bermalas-malasan seperti membaca, menulis, nonton TV, atau sekadar memandang langit malam.

Praktis… tidak ada kegiatan istimewa dalam me time.

Ketika aku membaca kutipan dari Steve Jobs, kurasa memang kehidupanku sangat sederhana sekali. Bahkan ketika aku memikirkan tentang kematian, berandai-andai jika hari ini adalah hari terakhirku, aku sudah merasa cukup siap.

Lagipula aku memiliki hidup yang bahagia. Bahkan aku sudah merasa sangat puas mengekspresikan diriku dalam tulisan-tulisanku seolah aku telah melakukan hal-hal besar. Tidak ada lagi penyesalan dalam hidup. Aku sudah memberikan semua yang terbaik yang aku bisa. Dan sudah sepatutnya aku bangga dengan hal itu.

Seni Bersyukur

Ada yang pernah mengatakan kepadaku untuk tidak cepat berpuas diri. Aku menerjemahkannya sebagai ambisi. Dan aku benar-benar merasa orang yang mengatakan hal tersebut tidak mengenalku dengan cukup baik.

Karena aku sedang belajar seni bersyukur. Maksudku, aku mungkin lebih cenderung belajar menikmati hasil dari semua upayaku, sesedikit mungkin hal tersebut.

Tapi mungkin ada benarnya juga bahwa hidup harus punya target besar. Agar lebih bersemangat. Sayangnya, entah karena sifatku yang pemalas, aku tidak merasa mempunyai hal tersebut. Hidupku bergerak perlahan saja, tapi aku bahagia dengan keadaanku, bahkan aku mulai terbiasa mensyukuri apa-apa yang ada dan tidak lagi memikirkan apa yang tidak ada.

Kendati demikian, aku selalu berusaha mendapatkan hasil yang lebih baik, meskipun peningkatannya cenderung tidak sebesar apa yang biasa dilakukan orang lain.

Lagipula, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Tinggal masalah waktu saja jika aku gigih. Selain itu, aku pun bisa menikmati setiap proses untuk membayar hal-hal yang menjadi targetku tanpa stres karena kegagalan atau mewajibkan diri untuk melakukan tugas-tugas berat.

Jadi, jika ini hari terakhirku, mungkin aku akan mensyukuri semua hal yang pernah hadir di kehidupanku seharian. Dan mungkin aku bisa pergi dengan damai.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda pikirkan tentang berandai-andai jika ini adalah hari terakhir Anda? Bagikan di komentar.

18 tanggapan untuk “Jika Hari Ini adalah Hari Kematianku !

  1. Kalau hari ini adalah hari terakhir bagiku, maka aku akan melakukan pekerjaanku sebaik biasanya. Tidak ada penyesalan.
    Hahahahahhaa…maaf kalau tidak jelas.
    Tapi, memang saya juga orang yang sama. Selalu dihantui oleh hari kematian dan sejak itu selalu berusaha untuk bersyukur tiap detik hidup ini.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Klo banyak bersyukur nanti hidup bisa terasa indah loh. Meskipun dalam keadaan susah, tapi klo sudah menguasai seninya, kita bisa kok memuji Tuhan terus. Walau saya masih sering gagal sih ketika melakukannya ha ha ha…. 😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. kalau saja sy tau atau diberi tau hari ini adalah yang terakhir, maka sebisa mungkin saya tidak membuat siapapun mempunyai alasan untuk benci dan marah kepada saya, dan kalau boleh, saya minta waktu lagi ya Allah, hingga saat saat terakhir itu tiba, Allah membuat saya tersenyum indah dan damai. btw, siapa yang tau hari ini hari terakhir??? tanya siapa kah? ada yang tau??? 😱😱😱 maaf, salah ya??

    Disukai oleh 1 orang

  3. Jika hari ini hari terakhir saya, saya mau minta maaf sama mama dan suami karena mungkin mereka yang terdekat sama saya, olehnya kita tuh suka saling sikut secara mesra *halaaah*
    .
    .
    .
    Oh Shiq4, postingan apa macam ini untuk senin di pagi hari? hahahaha

    Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.