Template : Cara Membuat Konten Berkualitas dari Michael Hyatt

Cara membuat konten berkualitasSumber gambar : maxmanroe.com

Tania begitu senang. Setelah 3 bulan ngeblog, akhirnya ia mengetahui bahwa untuk menjaring lebih banyak pengunjung, ada cara yang disebut SEO.

Tania banting tulang belajar SEO. Dia mengaplikasikan apa yang ia ketahui dan postingannya mulai muncul di halaman pertama Google.

Namun setelah satu atau dua minggu, postingannya perlahan merosot.

Tania sedih dan bingung. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam. Tapi ia hanya pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa.

Di luar sana masih banyak Tania lainnya. Mungkin Anda salah satunya.

Walaupun terdapat banyak faktor yang memengaruhi SERP, dalam kasus Tania (bloger baru) yang biasa menembak kata kunci tidak populer, permasalahan utama terletak pada kualitas konten.

Ya…karena konten kurang berkualitas. Dan tentu saja, sehebat apapun ilmu SEO yang Anda praktikkan, jika sejak awal kontennya kurang berkualitas, Anda akan kesulitan memenangkan persaingan.

Di postingan ini saya akan membagikan cara menulis postingan blog dari Michael Hyatt. Tapi sebelum itu, saya ingin memberitahu Anda mengapa content is king dalam SEO.

Anda Perlu Kualitas untuk Mendapat Rangking yang Baik

Ada banyak kemungkinan jika menghadapi kasus Tania. Mungkin update algoritma atau ada halaman baru yang lebih berbobot.

Tapi jika kedua faktor tersebut tidak ditemukan, boleh jadi karena adanya faktor pogosticking.

Misalnya halaman Tania muncul di rangking ketiga. Kemudian banyak orang melakukan klik. Sayangnya, pengunjung kurang puas dengan apa yang disajikan dan menekan tombol back atau menutup browser.

Google membenci hal tersebut. Karena Google adalah bisnis mesin pencari dan bertujuan menampilkan hasil yang memuaskan pengguna.

Ketika Google menyadari banyak orang yang melakukan klik di halaman Tania dan hanya menghabiskan waktu sebentar saja sebelum pergi, itu indikasi bagi Google bahwa halaman Tania kurang berkualitas.

Ngomong-Ngomong…Google punya segudang data tentang perilaku pengguna sehingga mengetahui hal tersebut.

Apa yang terjadi kemudian adalah Google mencoba halaman lain dan menurunkan rangking halaman Tania. Begitu seterusnya sampai halaman Tania hilang dari SERP.

Itulah mengapa Cyrus Shepard beropini bahwa kepuasan pembaca adalah faktor penentu rangking nomor satu dalam SEO.

Karena konten selalu dan akan selalu menjadi raja sampai kapan pun.

Jika ingin memenangkan SEO, maka konten berkualitas adalah syarat mutlak. Juga pastikan Google tidak membenci blog Anda karena hal-hal tertentu.

Bukan Berarti hanya Butuh Konten Berkualitas

Bermain SEO bagai menghela rambut dalam tepung. Anda melakukannya dengan salah, Anda kalah. Bahkan bisa berakhir dengan penalti.

Bukan berarti Anda hanya fokus mengerjakan konten berkualitas saja, melainkan tetap harus melakukan optimasi on-page dan off-page.

Hanya saja aturan sederhananya adalah semakin berkualitas konten Anda, semakin mudah pula untuk dioptimasi dan memetik hasil memuaskan.

Jadi, mari melihat cara menulis konten blog agar tulisan Anda menjadi lebih berkualitas sehingga kesempatan menang di SERP semakin terbuka lebar.

Template Membuat Konten Berkualitas

Cara menulis konten berkualitasSumber gambar : blog.Hubspot.com

Michael Hyatt berbagi template yang ia gunakan dalam menyusun postingan. Dan tentu saja, ini sangat mudah digunakan oleh siapa pun. Bahkan pemula sekalipun.

Berikut adalah templatenya :

1. Judul yang Menarik

Legenda iklan David Ovigly pernah berkata :

“Rata-Rata, 5 orang lebih banyak membaca judul sebagaimana membaca isi copy. Ketika Anda telah menulis judul, Anda telah menghabiskan 80 sen dari satu dollar Anda.”

Ini juga berlaku dalam ngeblog. Jika Anda tidak bisa memancing mereka dengan judul, mereka tidak akan selesai membaca apa yang Anda katakan.

2. Paragraf Pembuka

Ini merupakan kunci. Jika Anda terlalu lama berada di atas angin, Anda akan kehilangan pembaca. Anda harus masuk ke premis postingan dan membuatnya relevan dengan pembaca Anda. Setelah judul, ini adalah komponen terpenting kedua dari postingan Anda.

3. Gambar Relevan

Saya menggunakan gambar karena alasan yang sama dengan majalah: Saya ingin mendorong pembaca saya masuk ke dalam postingan.

Gambar melakukan itu. Saya mendapatkan 90 persen gambar dari iStockPhoto. Terkadang, saya menggunakan tangkapan layar atau video tersemat atau tayangan slide.

4.Pengalaman Pribadi

Saya selalu mencoba untuk berbagi pengalaman pribadi. Mengapa? Karena pembaca terhubung dengan cerita. Semakin jujur dan transparan saya melakukannya, semakin baik.

5. Isi Utama

Sejauh ini semua merupakan pendahuluan. Saya selalu mencoba membuat paragraf isi menjadi scannable.

Saya menggunakan bullet dan daftar nomor – lebih sering keduanya.

Hal ini membuat konten lebih mudah dikonsumsi dan lebih mudah dibagikan melalui Facebook dan Twitter.

6. Pertanyaan Diskusi

Untuk beberapa tahun terakhir, saya mengakhiri setiap postingan dengan pertanyaan.

Saya tidak bermaksud membuat postingan menjadi monolog. Saya cenderung ingin memulai percakapan. Akibatnya, saya mengukur keefektifan hal ini dengan berapa banyak komentar yang saya dapatkan.

Saya juga menerapkan aturan berikut ketika menulis artikel berkualitas :

  • Buatlah Tulisan singkat. Ini adalah tantangan pribadi terbesar saya. Saya cenderung terlalu teliti. Akibatnya, saya menargetkan 500 kata. Ini biasanya berarti saya harus menulis posting dan kemudian kembali dan mengencangkannya.
  • Gunakan paragraf pendek. Saya mencoba berpegang pada 3-4 kalimat. Jika lebih dari ini, kontennya terlihat terlalu padat. Pembaca akan menyerah dan pergi. (Perhatikan bagaimana surat kabar biasanya mengikuti peraturan ini.)
  • Gunakan kalimat singkat. Sebagai aturan umum, saya mencoba menghindari kalimat majemuk. Tanda titik memberi pembaca perhentian alami – dan sambil berjalan saat mereka melewati milestone satu demi satu. Mengutip sebuah aksioma copywriting yang umum, kalimat pendek membuat copy bisa dibaca dengan cepat.
  • Gunakan kata-kata sederhana. Saya suka bahasa, jadi saya sering tergoda untuk menggunakan kata-kata besar. Namun, saya telah belajar menghindari hal ini. Tujuan saya adalah untuk berkomunikasi, tidak untuk mengesankan pembaca saya dengan kosakata saya.
  • Berikan tautan internal. Saya tidak bisa mengatakan semuanya dalam satu posting, jadi saya link ke posting lain di mana saya telah mengembangkan sebuah pemikiran secara lebih rinci. Ini memiliki keuntungan tambahan untuk meningkatkan tampilan halamandan waktu per session. Saya pikir itu juga benar-benar membantu pembaca saya.

Masih Banyak Teknik di Luar Sana

Ini bukan satu-satunya cara memproduksi konten berkualitas. Ada begitu banyak tips dan trik lainnya.

Namun sebelum melangkah ke tutorial yang lebih kompleks, menggunakan template dari Michael Hyatt akan menghemat waktu untuk memberi makan blog secara teratur.

Ketika Anda sudah mahir melakukannya, mungkin mencoba cara lain adalah ide brilian.

Atau Anda punya tips tambahan? Bagaimana menurut Anda? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

17 tanggapan untuk “Template : Cara Membuat Konten Berkualitas dari Michael Hyatt

Komentar ditutup.