Oktober 2017 : Kejutan Harga Semangka yang Murah

Sumber gambar : kabardunia.com

Jika bulan lalu kami mendapat garbis dengan harga miring dan menjualnya dengan harga normal, maka di akhir September dan awal Oktober, harga semangka benar-benar murah.

Baik semangka merah tanpa biji dan semangka Inul (lonjong dan kuning), keduanya hanya dibandrol Rp 5.000,00/Kg.

Itu merupakan harga jual termurah sepanjang tahun 2017. Yang menggembirakan, dengan harga tersebut, kami sudah mengantongi untung yang lumayan besar.

Setelah sempat mengeluh karena terjadi penurunan penjualan selama dua atau tiga hari, mendapati kenyataan tentang semangka bagai mendapat durian runtuh. Mungkin karena harganya terjangkau sehingga semangka-semangka cepat habis.

Aku tidak mencatatnya, tapi jumlah terbesar yang pernah didatangkan dalam seminggu terakhir adalah 150 Kg dan habis terjual sekitar dua hari.

Kalau sedang berair rongkong seperti ini, aku jadi lebih bersemangat berangkat kerja. Seandainya saja setiap bulan ada saja buah dengan harga miring, mungkin aku bisa kuat berjaga 10 sampai 12 jam dalam sehari.

Masih Misteri

Aku suka mengamati apapun. Termasuk harga-harga buah. Biasanya, setiap kali ada perubahan harga yang signifikan, pasti aku mendengar kabar apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Misalnya harga naik karena kegagalan panen di musim panas tahun lalu. Jumlah berlebihan di juragan sehingga harga diturunkan. Kelangkaan di hari-hari besar yang pasti meninggikan harga selangit. Dan lain sebagiannya.

Tapi mengenai harga semangka yang turun akhir-akhir ini, tidak ada kabar apapun yang berangin-angin ke telinga. Jadi, aku penasaran.

Ini juga merupakan pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir kejadian semacam ini terjadi. Kalau dapat harga miring soal jeruk dan garbis sudah biasa. Tapi berhubungan dengan semangka, ini sesuatu yang istimewa karena biasanya jumlah semangka sekaligus harganya stabil sepanjang tahun.

Setelah berpikir panjang dan daripada bingung, akhirnya kejadian ini kusimpulkan sebagai pekerjaan tangan Tuhan dalam memberi rezeki.

Persis seperti kejadian di mana terjadi hujan deras, kemudian ada beberapa orang yang secara ajaib berhujan-hujanan di tengah hujan hanya untuk berbelanja di lapakku ketika aku sedang bersedih karena hujan.

Dipikir bagaimana pun, tidak ada logika masuk akal yang bisa menjawab semua pertanyaan tololku.

Jadi kesimpulannya, Tuhan sedang berbaik hati kepada kami menyangkut rezeki. Itu saja.

Main Tebak-Tebakan

Sudah kubilang bahwa aku ini aneh. Mungkin kau pernah membaca, ketika aku tidak punya banyak pekerjaan, kadang-kadang aku menangkap lalatuntuk menyenangkan hatiku.

Bukan hanya itu saja tingkah laku konyolku. Aku ingin jadi penjual buah profesional. Jadi, kadang-kadang aku bermain tebak-tebakan di mana aku merasa senang jika tebakanku benar.

Aku suka membaca situasi. Mengamati strategi dan cara-cara yang dilakukan orang tuaku. Mengoleksi data. Dan kemudian memikirkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan.

Misalnya mengira-ngira harga jual terbaik. Tentang kelangkaan buah. Harga beli buah-buahan di masa mendatang dan sebagiannya.

Walaupun sejauh ini tebakanku banyak melesetnya, tapi aku tetap merasa senang. Aku merasa menyelam semakin dalam sebagai penjual buah-buahan. Dan tentu saja, suatu saat di masa depan, aku ingin meraih kesuksesan yang lebih besar setelah diberi kekuasaan untuk terlibat dalam kebijakan mengelola lapak buah.

Berhubungan dengan semangka, kurasa harga murah akan bisa bertahan sampai awal tahun. Setidaknya maksimal harga jual adalah Rp 7.000,00/Kg.

Kalau karena sesuatu hal harganya melambung tinggi lebih dari itu, bisa dengan mudah kupastikan orang tuaku akan mundur dengan teratur.

Memberi Potongan Harga

Kalau sedang murah seperti ini, bapak sering memberi potongan harga. Dan aku sedikit keberatan dengan hal tersebut.

Karena sejujurnya saja, harga jualnya saja merupakan harga termurah sepanjang tahun ini. Artinya, pembeli tidak akan banyak mengeluh dan menawar dalam situasi normal.

Tapi bapak selalu saja memberi potongan harga meskipun pembeli tidak menawar. Risikonya, jika tidak hati-hati, di masa mendatang akan mengakibatkan pembeli menjadi rewel ketika harga sedang naik.

Karena mereka beranggapan selalu bisa mendapatkan buah di bawah harga yang ditawarkan.

Menurutku, boleh saja berbagi kebahagiaan dengan pembeli. Tapi harus pilih-pilih. Setidaknya potongan harga diberikan kepada mereka yang sudah lama berlangganan dan bersikap baik. Bukan kepada sembarangan orang.

Tapi entahlah, sebenarnya aku ingin berdiskusi, tapi mengingat usia bapak yang sudah berumur, mungkin kubiarkan saja bapak menikmati cara berdagangnya. Biar bagaimana pun, dengan cara seperti itu, bapak telah berhasil mengembangkan lapak buah sampai seperti saat ini.

Sedangkan tugasku adalah bersiap-siap untuk mengembangkan lapak buah ke level selanjutnya. Itu artinya masih banyak hal yang harus kupelajari dari kedua orang tuaku dan mengembangkan cara-cara yang sudah teruji menjadi lebih efektif dan efisien lagi.

19 tanggapan untuk “Oktober 2017 : Kejutan Harga Semangka yang Murah

  1. Semangka itu buah wajib ada di rumah. Saya biasa makan semangka gak dipotong potong begitu. Tapi cuma dibelah dua, terus dimakan pakai sendok.

    Suka

        1. Klo sekali makan kekeyangan ha ha ha…. tapi entahlah kalau ukuran kecil seingat saya, saya pernah melakukannya. Tapi itu sudah lama sekali πŸ˜€

          Suka

    1. Betul. Apalagi klo udara dingin malam, pingin ke kamar kecil terus. Tapi ya risiko sih. Klo saya tidak masalah seperti itu. Tanda klo tidak ada yang salah dengan tubuh πŸ˜€

      Suka

Komentar ditutup.