Misteri Kuota Internet

Misteri kuota internetSumber gambar : Reskyfirmansyah.com

4 Tahun pertama menjalani kehidupan sebagai ODS cukup berat. Aku hanya sibuk memikirkan diri sendiri dan menjalani berbagai pengobatan. Dan aku benar-benar tidak tahu menahu tentang perkembangan teknologi.

Baru sekitar Juli 2014, akhirnya aku mulai membaik dan diijinkan pulang ke rumah. Dan itulah pertama kalinya aku mendapatkan smartphone android.

Aku jatuh di atas kasur. Hari-Hariku kuhabiskan dengan bermain game. Sepanjang waktu. Siang dan malam.

Baru pada Desember 2014, aku punya ide untuk membuat blog. Lahirlah Shiq4.

Perlahan tapi pasti, aku semakin menikmati kegiatan ngeblog. Bahkan aku rela membaca puluhan artikel lainnya untuk menyusun sebuah postingan. Rasanya benar-benar menyenangkan saat mendapatkan artikel utuh karyaku sendiri. Dan aku semakin ketagihan ngeblog.

Sejak saat itu, aku juga melupakan game online dan terbiasa menulis, berkomentar, hingga membaca tulisan bloger-bloger profesional. Sampai sekarang.

Berapa Biaya yang Kuhabiskan untuk Kuota?

Ngeblog tidak butuh banyak kuota. Setelah melakukan beberapa tweak pada opera mini, aku bisa menghemat data ketika berburu referensi. Atau ketika memublikasikan konten, aku menulis di Ms. Words komputer, menyalinnya di notepad, dan ku-copy paste ke aplikasi WordPress. Aku murni ngeblog dari HP.

Gambar-Gambar yang kupilih pun berukuran kecil. Jadi, selain menghemat kuota dataku ketika upload, kupikir aku sudah bijak karena juga berhemat kuota file yang disediakan oleh pihak WordPress sebesar 3 GB saja.

Belum lagi kebiasaanku menyimpan halaman. Aku tidak perlu online untuk membaca referensi. Aku menyimpan beberapa halaman penting menjadi halaman offline di opera mini. Kalau aku lupa, aku tidak perlu menghabiskan data dengan kembali berselancar untuk menemukan halaman yang telah kubaca. Aku tinggal membuka versi offline.

Dunia ngeblogku seperti hidup di perawanan. Aku hanya menghabiskan 2 GB selama sebulan. Bahkan aku pernah memecahkan rekor hanya menghabiskan 2 GB data untuk hampir 2 bulan lamanya. Itu pun aku sudah sangat puas membaca semua referensi yang kubutuhkan.

Ngeblog itu jauh lebih murah dibanding dengan main game online. Jadi, kurasa aku sudah benar dalam mengambil keputusan.

Smartphone Baru dan Kehabisan Kuota

Sebenarnya aku sudah cukup bersyukur punya smartphone. Kupikir aku bisa menggunakannya hingga berusia 3 atau 4 tahun. Tapi itu tidak terjadi.

Pada Juni 2017, smartphoneku masuk ke dalam air di kamar mandi. Walaupun sempat kujemur dan kukeringkan, ternyata tidak bisa hidup lagi.

Nasi sudah menjadi bubur. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi sehingga aku memutuskan membeli smartphone baru. Tepatnya, smartphone ibuku yang jarang digunakan dengan mahar 700 ribu.

Dibanding smartphone lama, smartphone baru ini lebih canggih dalam segala hal. Mulai dari memory, sistem, dan segalanya. Aku sempat senang di masa awal.

Namun setelah kugunakan, ternyata smartphone ini boros kuota. Kuota data sebesar 2 GB hanya mampu bertahan 2 minggu. Bahkan pernah hanya seminggu saja.

Aku bersedih. Bukannya aku seperti peribahasa monyet mendapatkan bunga yang bagus, adakah ia tahu akan faedah itu?

Hanya saja aku masih bingung mengapa kuota begitu cepat habis. Memikirkannya berulang-ulang, tetap saja tidak kutemukan penyebabnya.

Kemudian aku melupakannya dan mulai membiasakan diri dengan biaya kuota yang lebih mahal.

Misteri Terpecahkan

Di smartphoneku terdapat dua nomor. Satu Axis dan satu Im3. Nomor yang sering kugunakan hanyalah Axis, sementara Im3, rencananya akan kubuang setelah kuhabiskan kuota datanya.

3 bulan sejak berganti gawai, akhirnya pertanyaan yang dulu membuatku seperti ikan kena tuba terpecahkan juga.

Berawal kehabisan kuota Axis, akhirnya aku memanfaatkan kartu Im3. Karena jaringan 4G Im3 buruk, aku beralih ke mode 3G. Dan aku baru sadar, setelah sekian lama menggunakan Im3, kuota datanya tidak kunjung habis.

Setelah membaca artikel di Jalan Tikus, ternyata 4G lebih boros kuota dibanding 3G. Karena lebih canggih dan memudahkan kegiatan berinternet seperti nonton video yang lebih lancar, loading cepat dan sebagiannya.

Tapi aku tidak butuh itu semua. Aku hanya menggunakan internet untuk membaca saja, tidak perlu macam-macam. Dan kurasa 3G pun sudah cukup untuk melakukan semuanya seperti ketika aku masih menggunakan smartphone lamaku.

Jadi, sekarang aku mematikan mode 4G di smartphone baruku dan menggunakan 3G agar bisa lebih berhemat dalam menjalani hidup sebagai bloger.

Iklan

29 tanggapan untuk “Misteri Kuota Internet

      1. kalo boleh saya ulas sedikit…..Crypto currency adalah sekumpulan mata uang digital yang sekarang sedang marak…uang masa depan….diantaranya…Bitcoin..ethereum…dashcoin…dogecoin…Litecoin…ripplecoin….zcash…monero….dll…kalau mata uang analog. ..euro..dollar…rupe…rupiah…ringgit..dll
        cara mendapatkan mata uang crypto…bisa…membeli…bermain game untuk mendapatkan point….menambang gratis….menanam saham dan menambang menyewa mesin dll.
        yang menari disini mrk menggunakan sistem penarikan..proses produksi..pembagian keuntungan dll..dilaporkan sec rinci per detik..menit…perjam..hari..bulan..tahun
        yang menarik lagi….1 per seribu rupiah pun dihargai….
        salah satu mata uang virtual/cryptocurrency adalah Bitcoin
        penemunya adalah bpk. Satoshi Nakamoto dari jepang
        sedangkan CEO Bitcoin Indonesia adalah Mas. Alex Darmawan asal semarang..kantir pusat bitcoin indonesia adalah di Legian bali….aq belum pernah kesana gan….
        …..bersambung agan…nambang duluuu

        Disukai oleh 1 orang

  1. wah…kalo d tempat sy, nda bisa klo cm pake 3G. Krn operator yg ada cm Telk*msel, dan paket datanya di bagi-bagi 3G, 4G, Vide*max. Jdi sulit brhemat. Hmmm… πŸ™‚

    Suka

    1. Iya klo saya punya kuota lebih juga nontonin video. Cuma emang cepet abis klo buat nonton. Kadang juga buat download2 ebook klo saya punya kuota berlebih πŸ˜€

      Suka

  2. Yang bikin agak ribet adalah kuota berbeda di segmen sinyal yang berbeda. Ada kuota untuk 4G, ada kuota untuk 3G. Tapi saya setuju, ngeblog memang tidak boros kuota, hehe. Yang lebih boros adalah pikiran, bagaimana membuat postingan yang baik, huhu #malahcurhat. Semangat terus ya Mas.

    Suka

    1. He he he…. klo saya banyak-banyak baca saja mas gara. Biasanya muncul ide yang nyambung sama pengalaman hidup saya. Klo soal sejarah dan travelling, justru seharusnya saya banyak belajar dari mas gara πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

  3. Bukannya paket internet 4g sedang promo-promonya sekarang,
    Di tempat saya (daerah jambi) lumayan murah. 8GB sekitar 30rb an kalau ga salah…
    saran saya sih mas shiq pasang wifi aja dirumah. sekalian buka cafe atau restoran. hehe

    Suka

  4. Sya hanya make mode 3D. Jd gak tahu klau trnyta 4D memboroskan, walau scra logika itu wajar krn sinyalnya yg memang kuat, tentu tarikan quotanya pun cepat. Sya jg jarang memperhatikan quota internet saat memakai wordpress, aplg klau pakai wi-fi gratis di Kinipan, kcuali pas k kota saja (Nanga Bulik).

    Suka

    1. Itu wifinya dari kas desa mas desfortin?

      Iya sebenarnya 4G lebih canggih dan lebih cepat, cuma memang biasanya emang boros sekali dalam pemakaiannya πŸ˜€

      Suka

      1. Bkn, dari PSN kerjasama dg pemerintah. Lokasinya di lingkungan skolah (SMA). Tp blkangan ini kualitasnya sdah mulai mengecewakan. Entah sbnrnya ap yg trjdi…klau dari pantauan pusat katanya baik2 saja..tp kmi dsni kok ngadat luar biasa

        Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.