8 Dosa Ketika Ngeblog yang Menunda Kesuksesan Anda

Dosa Blogger ketika ngeblogSumber gambar : thebadblogger.com

Di era informasi saat ini, banyak platform ngeblog yang bisa digunakan untuk berbagi pemikiran, pengalaman, maupun tips dan trick.

WordPress, Drupal, Blogger, Tumblr, sebut saja platform paling populer di internet.

Mungkin Anda berpikir mudah untuk menumbuhkan blog : Tinggal tulis dan publish.

Tapi tidak ada yang terjadi.

Anda tidak punya cukup audiens. Itu berarti apapun yang Anda publikasikan tidak dikonsumsi publik. Itu juga kata lain dari tidak bersinar.

Jika tidak ada yang membaca apapun yang Anda sajikan, bahkan ibu Anda pun tidak mau melakukannya, maka untuk apa repot-repot mengelola sebuah blog?

Kemudian Anda bertanya : Apakah saya melewatkan sesuatu? Bisakah blog bertumbuh dengan cepat? Di mana saya bisa mendapatkan orang-orang yang mau mendengarkan pesan-pesan saya?

Tidak ada yang aneh. Mungkin Anda hanya melakukan 8 dosa berikut sehingga kesuksesan yang Anda harapkan tertunda :

1. Berat Ekor

Bagian buruknya, Anda tidak ngeblog sendirian. Ada ribuan orang yang menulis di internet dan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian pembaca.

Kalau Anda berat ekor, secara otomatis Anda tereliminasi.

Dunia memang kejam kawan. Buang rasa malas, kobarkan semangat untuk menjadi bloger yang lebih baik, dan hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Postingan yang mungkin membantu Anda :

2. Skema Cepat Kaya

dosa yang dilakukan oleh bloggerSumber gambar : kuliahparel.wordpress.com

Apakah ngeblog bisa menghasilkan banyak uang?

Potensinya besar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk segera menikmati hasilnya?

Tergantung dari seberapa besar pengorbanan yang mampu Anda lakukan.

Tidak ada tongkat ajaib bagi Anda yang ingin cepat kaya dari blog. Skema yang digembar-gemborkan adalah rutin menerbitkan konten murahan, dapat trafik, pasang iklan atau jual sesuatu, uang pun berdatangan.

Tapi Anda melewatkan sesuatu. Jika itu motivasi Anda, besar kemungkinannya Anda akan kecewa di masa depan.

Ngeblog selalu tentang berbagi sesuatu yang berharga. Semakin besar yang Anda berikan untuk audiens Anda, semakin besar pula uang yang Anda hasilkan.

Jangan berpikir tentang uang, tapi pikirkan apa yang bisa Anda berikan untuk pembaca Anda. Ketika mereka sudah mempercayai Anda dan Anda rutin memberikan apa yang mereka inginkan, cara apapun yang Anda gunakan untuk memonitize blog pasti akan berhasil.

Pikirkan seberapa banyak Anda memberi, bukan seberapa banyak yang akan Anda terima.

3.Mengijinkan Komentar Spam

Terlepas dari pro kontra apakah blog sebaiknya mematikan kotak komentar atau tidak, jika Anda memutuskan kotak komentar tetap hidup, sebaiknya Anda memastikan tidak ada kebocoran komentar spam.

Karena kotak komentar sejatinya merupakan jembatan diskusi antara penulis dan pembaca.

Seandainya ada komentar dengan link-link tidak relevan dengan isi postingan atau mereka yang berjualan obat-obatan, wibawa Anda akan jatuh di mata pengunjung.

Bagian terburuk… melihat komentar di penuhi spam akan menurunkan minat pembaca yang sebenarnya ingin berdiskusi, yang pasti ini merugikan Anda.

Jangan lupakan juga untuk membalas komentar yang masuk agar Anda mendapatkan berbagai manfaat sehingga blog cepat tumbuh besar.

4. Menulis Informasi yang Salah

Bayangkan… Anda membangun blog dengan susah payah dan tertatih, memberikan semua yang bisa Anda berikan hingga tiba di level saat ini.

Mungkin jumlah pembaca masih segelintir, tapi itu harta karun Anda di dunia maya.

Dan Anda kehilangan semua yang Anda bangun hanya karena kurang hati-hati dalam menyusun konten sehingga Anda tidak sengaja menerbitkan informasi-informasi yang salah.

Ini seperti ombak yang menyapu gambar di atas pasir di tepi pantai. Karena semua orang membenci informasi yang tidak valid, benar?

Maka pastikan kebenaran sebuah informasi sebelum Anda mengutipnya. Lakukan riset yang diperlukan. Dan Anda akan baik-baik saja.

5. Tidak Sabar

Semua bloger populer pasti pernah berada di posisi Anda ketika memulai semuanya. Sedikit pembaca, sedikit komentar, sedikit share, bahkan mungkin masih dalam sandbox sehingga tidak muncul di mesin pencari.

Ngeblog butuh kesabaran. Butuh waktu beberapa bulan untuk mendapatkan statistik yang memuaskan.

Semuanya bertumbuh secara perlahan-lahan awalnya, baru kemudian bergulir seperti bola salju yang menggelinding.

Jadi, jangan putus asa. Butuh waktu untuk memiliki audiens yang Anda impikan. Sampai saat itu tiba, lanjutkan perjuangan Anda dengan menyelesaikan semua tugas sebaik-baiknya.

Kecuali Anda jenius, mungkin Anda tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Dan tentu saja, Anda bebas membuang rasa sabar ke tong sampah terdekat.

6. Semua Stagnan

Dosa yang paling sering menggerogoti para bloger menurut saya adalah terlalu puas dengan semua yang dimiliki.

Mungkin sudah puas dengan kemampuan menulis dan tidak mau belajar lagi. Mungkin sudah merasa jago SEO sehingga tidak mau membaca perkembangan update terbaru. Atau mungkin sudah puas dengan teknik ngeblog sehingga malas melakukan percobaan untuk menemukan satu-satunya cara terbaik.

Asal Anda tahu, bloger lainnya berusaha berevolusi. Jika Anda tidak mau mengupgrade segalanya dan sudah merasa puas, tidak mau lagi disiplin dan latihan untuk meningkatkan skill Anda, sepertinya Anda hanya katak dalam tempurung.

Lihat ke luar tempurung dan Anda akan menyadari masih banyak langit yang lebih tinggi dibandingkan Anda saat ini.

7. Terlalu Banyak Bicara Tanpa Bukti

Blogger-blogger penuh dosaSumber gambar : liputan6.com

Tong kosong nyaring bunyinya. Selalu seperti itu.

Di masa sekarang terlalu banyak bloger yang terlihat seperti ahli. Menasihati melakukan sesuatu sedangkan ia sendiri belum melakukannya.

Ironis.

Sesekali mungkin masih bisa dimaafkan, namun jika terlalu sering melakukannya, Anda sedang melakukan harakiri.

Audiens Anda tidak sebodoh yang Anda kira. Ketika mereka menyadari Anda hanya bisa berkata saja tanpa bisa membuktikan apa yang Anda ucapkan, mereka akan meninggalkan Anda.

Jadi, pikirkan baik-baik apa yang ingin Anda sampaikan. Karena sekalipun paku tercabut dari kayu, selalu ada bekas lubang yang terlihat.

8. Menulis untuk Mesin Pencari

Ya… kadang-kadang hasrat untuk memenangkan persaingan di mesin pencari muncul dan mendorong kita mengorbakan pembaca dan hanya menulis untuk mesin pencari.

Tapi sampai kapan Anda melakukannya. Google terus mengupdate algoritma yang bertujuan memaksimalkan kepuasan pengguna. Artinya, konten yang ditulis untuk manusialah yang diprioritaskan Google.

Jadilah gentle dan berikan yang terbaik untuk pembaca Anda. Berjanjilah untuk tidak ada lagi kecurangan.

Kesimpulan

Dengan keriuhan informasi di internet, dengan semua informasi yang tersedia di Google, Anda mungkin bisa mendapatkan semua info yang Anda butuhkan untuk mengembangkan blog ke level selanjutnya.

Tapi jika Anda melakukan 8 dosa di atas, kesuksesan Anda akan tertunda.

Jangan terlalu banyak berpikir. Lakukan evaluasi dan segera cuci dosa Anda. Mungkin penundaan kesuksesan akan dicabut.

Apakah ada dosa lain yang terlewat? Bagikan di kotak komentar.

24 tanggapan untuk “8 Dosa Ketika Ngeblog yang Menunda Kesuksesan Anda

  1. Grab stack, talk this and so, seperti tips seo yg menyesatkan, atau tutorial ga jelas… Untungnya saya tidak niat mengkapitalkan page view blog saya, ngeblog ya nulis tanpa bayaran, dan ga ngikutin search engine yg selalu dapat keyword seperti “cara a cara b” tapi masih artikel yg sama seperti blog lainnya di tahun sebelumnya.

    Update, cuma itu yg saya pikirkan, artikel lama harus saya update karena beresiko mislead, bahkan banyak yg saya hapus. Ditambah blog saya cuma salah satu blog yg saya urus, kalau urusan membodohi pembaca,, saya tasa tergantung topik blog itu. Ada beberapa blog yg post : ” cara hack wifi lewat android” misalkan, saya anggap semuanya palsu, kenapa? Sudah terlalu sering saya coba..
    Kalau nulis cara a cara b, saya uji, harus berhasil dulu, jadi pembaca ga penat baca
    Bahkan kebanyakan artikel saya tulis karena kejadian dunia nyata, contoh : anak kucing mati. Maka saya coba hidupkan, kalau berhasil saya tulis caranya

    Suka

        1. Om Desfortin lupa ya? Saya kan kritik segala hal, mana akhir-akhir ini banyak tutorial yg menyesatkan.. Ga tau apa cuma soal gedget, yg pasti informasinya ga benar, jalantikus aja udah ada 1 atau 2

          Suka

    1. Mungkin tutorialnya gak work karena sudah kadaluarsa. Pastikan melihat tanggal postingan agar relevan.

      Tapi memang ada orang tidak bertanggung jawab yang membuat tutorial yang salah hanya karena mengejar trafik. 😀

      Suka

      1. Tanggalnya disembunyikan, meski baru juga gak guna.. Banyak tuh di google, mana udah .net .com lagi..
        Yg parah kalau website khusus A atau B, meski dikelola tim-nya tutor masih sulit work

        Suka

    1. Nanti juga berkembang kok mas jalil. Saya aja baru di tahun kedua terasa ada perkembangan dalam kemampuan meramu kata.

      Klo keluar dari zona nyaman saya termasuk yg gak berani. Jadi menyiasatinya mesti belajar sedikit demi sedikit saja. Yang penting lebih baik dari hari yang lalu. 😀

      Suka

    2. Nanti juga berkembang kok mas jalil. Saya aja baru di tahun kedua terasa adaz perkembangan dalam kemampuan meramu kata.

      Klo keluar dari zona nyaman saya termasuk yg gak berani. Jadi menyiasatinya mesti belajar sedikit demi sedikit saja. Yang penting lebih baik dari hari yang lalu. 😀

      Suka

      1. Iya mas..yang penting konsisten dulu aja ya mas.Sambil mengasah kemampuan menulis.

        Wah saya juga bakal kaget kalo keluar dari zona nyaman..alon-alon asal kelakon dulu.hhee

        Suka

    3. Zona nyaman, belum saya pikirkan apa itu. Harus dipertimbangkan dulu, siapa tau perubahan gaya bikin loading blog jadi lama :D.. Kalau gaya menulis itu mungkin perlu ya? Karena ada pepatah “Berhenti berubah, berhenti berkembang”

      Suka

      1. Ya intinya menulis senyaman kita dan sesuai kemampuan kita dulu,ntar semakin sering dijalani ntar kan jadi tahu kurang nya kita dimana,dari penilaian orang juga.Jangan memaksakan menulis diluar apa yang kita tahu gitu..hhee

        Tapi kalo ingin berkembang ya memang harus belajar terus.

        Suka

    1. Mungkin mesti pelan-pelan pak alris. Saya dulu sedikit demi sedikit, awalnya rutin nulis 200-kata, 300 kata, gitu terus sampai sekarang. Jadi merasa mudah dan membuat bersemangat karena tidak butuh banyak upaya untuk melakukannya 😀

      Suka

  2. Tulisan yg keren abis, judulnya jg keren, “dosa” gitu loh, dan yg pling sy suka adlah bhasan pd poin 7:

    “Di masa sekarang terlalu banyak bloger yang terlihat seperti ahli. Menasihati melakukan sesuatu sedangkan ia sendiri belum melakukannya.”

    Yg poin 1, kyaknya emang lg mnyerang. Sy msh gagal move on, 😭😭

    Oya, pilihan gambarnya rada gimana gitu ya, 😅😨

    Suka

    1. Sebenarnya gaya menulisnya niru copyblogger. Nggak tahu apa bisa work kalau diterapkan di bahasa Indonesia. Masih coba2 mas desfortin.

      Oh ya… sekalian tanya. Idiom itu bahasa Indonesianya apa boleh diartikan sebagai peribahasa? Kayaknya mau nulis seperti itu untuk memberi warna tulisan.

      Cuma setelah nyari2 kok gak nemu padanan kata idiom dalam bahasa Indonesia. Sedangkan di kosakata bahasa Inggris peribahasa ada sendiri. 😀

      Suka

      1. Idiom gak sama dg peribahasa..

        #gulung tikar, pnjang tangan, kambing hitam, dll (diom)
        #besar pasak dari pd tiang (peribahasa)

        Peribahasa dan idiom sama2 ungkapan figuratif/kiasan. Tp peribahasa lebih berbentuk kalimat, sedangkan idiom berbentuk frase atau klompok kata.

        Emang mau nulis gmn mas Shiq4? Penasaran…

        Suka

        1. Coba liat di dua posting terakhir. Saya nenyertakannya. Soalnya ungkapan sendiri itu termasuk jenis peribahasa mas desfortin di bahasa indonesia. Jadi idiom saya artikan peribahasa ha ha ha…. ntahlah… nanti nyoba baca lagi. Soalnya masih sekilas saja bacanya. 😀

          Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.